Pohon - Lindungihutan@endsection Lindungi Hutan

Pohon

Pohon yang baik ditanam Untuk Penghijauan

Acanthus Ebracteatus Aceh

ACANTHUS EBRACTEATUS ACEH

Herba rendah, terjurai di permukaan tanah, kuat, agak berkayu, ketinggian hingga 2m. Cabang umumnya tegak tapi cenderung kurus sesuai dengan umurnya. Percabangan tidak banyak dan umumnya muncul dari bagian-bagian yang lebih tua. Akar udara muncul dari permukaan bawah batang horizontal.

Akasia Krasikarpa

AKASIA KRASIKARPA

Ciri tanaman ini adalah bentuk batangnya bulat lurus , bercabang banyak (simpodial), berkulit tebal agak kasar, dan kadang beralur kecil dengan warna cokelat muda. Tanaman akasia asli Papua tersebut ini memiliki sifat dapat menambat nitrogen dari udara dan mudah tumbuh di berbagai kondisi lingkungan.

Akasia Mangium

AKASIA MANGIUM

Akasia mangium adalah tanaman kayu anggota dari marga Acacia yang banyak tumbuh di wilayah Papua Nugini, Papua Barat dan Maluku. A. mangium merupakan tanaman yang mudah tumbuh dengan pertumbuhan pohonnya yang cepat, tidak memerlukan banyak persyarat untuk tumbuh serta dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan lingkungan karena tanaman ini mempunyai kemampuan adaptasi dan toleransi yang tinggi.

Ampupu

AMPUPU

Ampupu atau Eucalyptus urophylla secara alami hidup pada tanah vulkanik, berada pada tujuh pulau di kawasan timur Indonesia (Timor,Flores, Wetar, Lembata (Lomblem), Alor, Adonara dan Pantar) pada ketinggian berkisar dari 180 m hingga 3000 m. Tumbuh baik pada tanah berdrainase baik dan bersifat toleran terhadap tanah padat dan asam.

Angsana

ANGSANA

Angsana (Pterocarpus indicus) atau terkadang disebut juga sono kembang. Pertumbuhan yang cepat , kayu yang kuat sering dimanfaatkan sebagai penghijauan dijalan raya atau lingkungan masyarakat. Angsana juga menghisap polutan dengan baik. Diameter batangnya mampu mencapai ukuran 350 cm dengan tinggi 40 meter. Pohon ini mudah diperbanyak dengan stek ranting. Rindang, pertumbuhan cepat dan multifungsi juga menjadi kelebihan pohon angsana.

Bambu

BAMBU

Tanaman bambu merupakan tanaman yang sangat baik bagi lingkungan karena tanaman ini mampu menyerap empat kali lipat lebih banyak karbondioksida daripada tanaman biasa lain. Tanaman bambu menghasilkan 35 persen lebih banyak oksigen daripada tanaman lain pada umumnya.

Bayur

BAYUR

Bayur adalah penghuni hutan dataran rendah, dan kemudian juga hutan-hutan sekunder, di bawah 1.000 m dpl. Tidak jarang pula dijumpai di hutan-hutan tepi sungai dan hutan pantai. Biji-bijinya memencar dengan bantuan angin. Pohon besar, tingginya dapat mencapai 45 m dan gemang batangnya 1 m. Pepagan berwarna keabu-abuan, halus hingga memecah dangkal. Ranting-ranting berambut halus.

Beringin pencekik

BERINGIN PENCEKIK

Habitat beringin pencekik adalah di hutan tropis dengan ketinggian hingga 600 meter dari permukaan laut. Beringin pencekik juga ditemukan di hutan dekat dengan sungai, lereng bukit serta daerah pegunungan. Pohon ini dapat tumbuh baik di tanah berpasir maupun di daerah tanah liat. Persebaran tanaman ini meliputi daerah Indo China, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Ara pencekik juga dapat ditemukan di Pulau Peucang tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon.

Cemara Bundel

CEMARA BUNDEL

Pohon cemara biasanya sering di tanam di pinggir jalan,selain cocok untuk penghijauan juga indah loh di lihatnya.Selain tumbuh di hutan, cemara kini menjadi tanaman hias. Tapi tidak semua cemara memenuhi kriteria untuk penghijauan, namun cemara bundel layak kita pertimbangkan. Tingginya mencapai 20 m, penghisap polutan juga rindang sebagai tempat berteduh maupun hiasan didaerah perkarangan atau lapangan.

Cemara Gunung

CEMARA GUNUNG

Cemara gunung tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian sampai 3.000 m dpl. Tumbuh dengan batang berkayu, tegak dan tinggi mencapai 45 meter. Berdaun semu, yang sebenarnya merupakan ranting-ranting hijau. Pohon cemara memiliki daun yang lebat dan sangat rindang. Maka dari itulah, akan menjadi hal yang umum apabila dedaunnya yang mulai menua akan jatuh atau rontok ke tanah. Namun jangan salah, rontokan dari daun pohon cemara tersebut justru akan menjadi humus yang akan baik dan mampu memperbaiki kondisi tanah.

Cemara Laut

CEMARA LAUT

Cemara laut adalah salah satu jenis cemara dari golongan Casuarina. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan cemara sumatera dan cemara gunung. Cemara laut merupakan tanamah jenis pohon berumah satu dengan percabangan halus, dan pepagan berwarna coklat-keabu-abuan muda. Bagian batangnya yang masih muda bertekstur halus sedangkan batang yang tua bertekstur kasar, tebal, dan beralur.

Dadap

DADAP

Pohon yang berukuran sedang, mencapai tinggi 15–20 m dan gemang 50–60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan; batang biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1–2 mm) yang berwarna hitam. Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, menggugurkan daun di musim kemarau.

Dahu

DAHU

Kayu Dahu atau nama Botanisnya Dracontomelon mangiferum Bl, Dracontomelon dao (Blanco) Merril & Rolfe tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua. Tinggi pohonnya dapat mencapai 30 cm, panjang batang bebas cabang 20 m, batang lurus, tinggi banir sampai 3 m. Kulit luar berwarna kelabu-coklat atau coklat-merah, beralur dangkal, sedikit mengelupas. Kayu teras berwarna kelabu muda sampai coklat-kelabu dengan garis-garis dan gambar berwarna kelabu tua. Kayu gubal berwarna kuning semu-semu merah jambu atau semu-semu kelabu. Teksturnya agak kasar atau kasar, arah seratnya lurus atau berpadu, kadang-kadang bergelombang. kesan raba Permukaan kayu licin.

Mangrove Avicennia (api-api putih)

MANGROVE AVICENNIA (API-API PUTIH)

Api-api adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Avicennia. Api-api biasa tumbuh di tepi laut sebagai bagian dari komunitas hutan bakau. Akar napas serupa paku yang panjang dan rapat, muncul ke atas lumpur di sekeliling pangkal batangnya. Akar napas api-api yang padat, rapat dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta sampah yang terhanyut di perairan. Jalinan perakaran ini juga menjadi tempat mencari makanan bagi aneka jenis kepiting bakau, siput dan teritip.

Mangrove Rhizophora

MANGROVE RHIZOPHORA

Bakau adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yang menyolok berupa akar tunjang yang besar dan berkayu, pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing, serta buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar). Kegunaan dari hutan bakau yang paling besar adalah sebagai penyeimbang ekologis dan sumber (langsung atau tidak langsung) pendapatan masyarakat pesisir, di mana peran pemerintah untuk pengaturannya masih sangat minim.

Merbau Pantai

MERBAU PANTAI

Merbau Pantai (Lat.: Intsia bijuga (Colebr) adalah jenis tumbuhan yang termasuk johar-joharan (Caesalpiniaceae). Pohon berbanir bagian bawahnya, tinggi dapat mencapai 45 meter, diameter 150 – 180 cm. Daun majemuk, terdiri atas 4 - 6 anak daun, berbentuk bundar atau bundar telur. Perbungaan berbentuk malai, bunga berwarna putih dan harum baunya.

Pinus

PINUS

Pohon pinus adalah tumbuhan yang semuanya tergabung dalam marga Pinus. Pohon pinus banyak terdapat di hutan-hutan milik Perhutani yang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan kayu dan getahnya, serta konservasi lahan. Hutan pinus merupakan hutan ekosistem yang memiliki daun berbentuk jarum, hutan pinus merupakan jenis hutan dengan tanaman yang bersifat homogen. Hutan ini hidup pada daerah yang mempunyai kondisi iklim sedang.

Puspa / Seru / Sedang Gatal

PUSPA / SERU / SEDANG GATAL

Puspa, seru, atau medang gatal (Schima wallichii) adalah sejenis pohon penghasil kayu pertukangan berkualitas sedang. Pohon ini termasuk ke dalam keluarga teh (Theaceae), dan menyebar luas mulai dari Nepal, melalui Asia Tenggara, hingga ke Papua Nugini. Disebut medang gatal karena pohon ini memiliki lapisan semacam miang di bawah pepagannya, yang keluar berhamburan ketika digergaji dan menimbulkan rasa gatal di kulit.

Sungkai

SUNGKAI

Pohon sungkai tersebar di daerah Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tempat tumbuh utama sungkai di hutan sekunder yang berair dan kadang-kadang terdapat juga di hutan sekunder yang kering, akan tetapi tidak dijumpai di hutan primer serta daerah yang periodik tergenang air. Sungkai umumnya tumbuh baik pada ketinggian 0 – 600 meter dengan tipe iklim A – C menurut tipe curah hujan Schmidt dan Ferguson. Penanaman pohon sungkai memerlukan tanah yang baik sedangkan ditanah margel tidak dianjurkan karena tanaman akan menjadi layu dan kering.

Suren

SUREN

Pohon kayu suren sendiri, digolongkan sebagai pohon yang berukuran sedang hingga besar. Hal ini karena pohon ini mampu mencapai ketinggian 40 hingga 60 meter. Dimana dengan ketinggian tersebut, bagian yang bebas cabang bisa mencapai 25 meter. Pohon ini mampu mencapai diameter sekitar 1 meter, bahkan lebih. Sebab, di kawasan yang jauh dari pemukiman seperti di pegunungan, bisa dijumpai pohon suren yang memiliki diameter hingga 3 meter. Pohon suren memiliki banir hingga ketinggian 2 meter.

Trembesi

TREMBESI

Pohon trembesi atau disebut juga pohon kihujan (Samanea saman) merupakan salah satu pohon penghijauan terbaik. Pertumbuhannya cepat, batangnya besar , kuat dan bentangan kanopinya lebar dan mampu menyerap 28 Ton Co2 pertahunnya. Trembesi bisa hidup didaerah yang kritis dan memiliki keasaman yang tinggi. Penelitian membuktikan , pohon terambesi yang ditanam di lahan satu hektar dapat mengikat 0,6 Ton Oksigen perhari.

Tusam Sumatera

TUSAM SUMATERA

Tusam Sumatera merupakan tumbuhan runjung (Pinophyta) dengan daun berbentuk jarum. Tumbuhan ini berumah satu, berarti organ kelamin jantan dan betina terpisah namun dalam satu individu. Bentuknya pohon dengan tajuk cenderung berbentuk kerucut, walaupun terdapat variasi yang cukup besar. Tusam di Dataran Tinggi Gayo, mencapai ketinggian 70 m lebih. Tumbuhan ini mendominasi hutan tropika pegunungan di Indonesia bagian barat pada ketinggian mulai dari 600m di atas permukaan laut hingga sekitar 1500m, khususnya di Sumatera.

Waru Gunung

WARU GUNUNG

Waru atau baru (Hibiscus tiliaceus, suku kapas-kapasan atau Malvaceae), juga dikenal sebagai waru laut, dan dadap laut (Pontianak) telah lama dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Waru dapat diperbanyak dengan distek. Namun, aslinya tumbuhan ini diperbanyak dengan biji. Memakai stek untuk perkembanganbiakan waru agak sulit, karena tunas akan mudah sekali terpotong.