{"id":10073,"date":"2023-10-05T19:18:55","date_gmt":"2023-10-05T12:18:55","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=10073"},"modified":"2023-10-05T19:18:58","modified_gmt":"2023-10-05T12:18:58","slug":"kisah-edi-mulyono-menuntut-keadilan-iklim-di-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kisah-edi-mulyono-menuntut-keadilan-iklim-di-eropa\/","title":{"rendered":"Perubahan Iklim Menuntut Keadilan Iklim, Edi dari Pulau Pari Menyampaikan Tuntutannya di Eropa"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengurai-adanya-perubahan-iklim-di-dunia\/\">Perubahan iklim<\/a> acap kali dipandang sebagai sesuatu yang bersifat besar, rasa-rasanya seperti persoalan yang jauh dan hanya menjadi pembahasan bagi segelintir orang. Mungkin tak sedikit dari kita yang belum mengamini bahwa perubahan iklim adalah ancaman serius. Paling tidak belum, sampai ketika ancaman tersebut datang di depan pintu rumah kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sialnya, ketika ancaman perubahan iklim benar-benar sudah menghantam dan mengancam hajat hidup kita,<strong> <\/strong>kita hanya bisa dipaksa untuk beradaptasi. Padahal, siapa yang berbuat salah? Tapi siapa yang terkena imbasnya? Siapa yang menebang hutan dan mengotori seisi bumi dengan emisi? Namun siapa yang pula yang merasakan dampaknya? Apakah ini adil? Tidak, untuk itu kita perlu yang namanya keadilan iklim!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa Sebenarnya Sosok Edi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita ke <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/melihat-kondisi-mangrove-pulau-pari\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4356\">Pulau Pari<\/a> yang ada di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Ada Edi Mulyono yang bersama-sama warga Pulau Pari aktif mengampanyekan isu keadilan iklim. Edi sampai saat ini masih aktif menanam mangrove, paling tidak seminggu sekali dirinya bersama masyarakat setempat menanam secara sukarela demi lestarinya lingkungan Pulau Pari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Foto-Pak-Edi-ketika-berada-di-Swis.webp\" alt=\"Foto-Pak-Edi-ketika-berada-di-Swis\" class=\"wp-image-10070\" title=\"\"><figcaption>Edi Mulyono ketika berada di Swiss<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edi sehari-hari bekerja sebagai nelayan tangkap di sekitaran Pulau Pari. Dirinya mengaku bahwa makin ke sini semakin sulit untuk mencari ikan. Menurutnya ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya, salah satunya dampak dari perubahan iklim. Sulit bagi nelayan kini untuk memperkirakan cuaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemenjak tahun 2000-an agak sulit, bahkan nelayan kawakan saja yang sepuh banyak yang bilang kalau cuaca sekarang susah diprediksi, mungkin faktor itu ya (perubahan iklim) yang memengaruhi menurunnya pencarian ikan, selain karena kontaminasi laut akibat sungai-sungai dari Kota Jakarta,\u201d Ungkap Edi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/melihat-pulau-pari-lebih-dekat\/\"> Kisah Edi dan Teh Aas Menjaga Pulau Pari di Tengah Ancaman Abrasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Edi Bersama Rekan-rekannya Suarakan Keadilan Iklim di Eropa!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bulan Juni 2023, Edi bersama rekan-rekannya bertolak ke Eropa karena mendapat undangan dari <em>European Center for Constitutional and Human Rights <\/em>(ECCHR) guna menyampaikan kampanye gugatan iklim di forum <em>Re:Publica<\/em> 2023 di Kota Berlin, Jerman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Foto-Pak-Edi-bersama-Teh-Aas-di-Berlin.webp\" alt=\"Kampanye keadilan iklim di Berlin\" class=\"wp-image-10072\" title=\"\"><figcaption>Edi Wahyono sebelah kiri dan Teh Aas, warga Pulau Pari ketika di Berlin.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari <a href=\"https:\/\/www.walhi.or.id\/di-forum-re-publica-2023-walhi-dan-masyarakat-pulau-pari-ajak-dunia-dukung-gugatan-iklim-melawan-holcim\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laman WALHI,<\/a> <em>Re:publica 2023 <\/em>merupakan forum yang sangat strategis karena dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari ilmuwan, jurnalis, akademisi, pengambil kebijakan, yang berasal dari berbagai negara di Eropa dan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edi hadir untuk meminta dukungan kepada masyarakat dunia terkait perjuangan masyarakat Pulau Pari yang tengah memperjuangkan keadilan iklim. Baginya perubahan iklim tidak hanya mengancam Pulau Pari, tetapi juga masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPulau kami dan kawasan pesisir kami sudah terancam tenggelam dan ini fenomena yang tidak hanya terjadi di Pulau Pari, tetapi di Indonesia dan juga dunia,\u201d Jelas Edi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/keadilan-Iklim.webp\" alt=\"Isu perubahan iklim\" class=\"wp-image-10071\" title=\"\"><figcaption>Edi bersama rekan-rekannya mengampanyekan pentingnya keadilan iklim<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain ke Berlin, Edi juga sempat ke kota Bonn Jerman, dan beberapa kota di Swiss. Kota \u2013kota tersebut menjadi destinasi perjuangan serta kampanye Edi bersama rekan-rekannya dalam menuntut komitmen nyata serta pertanggungjawaban para <em>polluters<\/em> emisi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Edi dan Warga Pulau Pari Menyuarakan Keadlian Iklim<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edi menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana perubahan iklim berdampak buruk terhadap berbagai lini sektor kehidupannya. Menurutnya bukan hanya di pesisir dampak perubahan iklim ini dirasakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPerubahan iklim ini kan bukan hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir sebenarnya, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan petani, nelayan, bahkan orang-orang yang tinggal di kota besar sekalipun,\u201d Ujar Edi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kawasan pesisir, khususnya Pulau Pari, Edi merasakan sendiri bagaimana perubahan iklim membuat permukaan air laut semakin naik. Menurut Edi, dahulu Pulau Pari sangat jarang terendam banjir rob, tetapi kini bahkan setiap tahunnya hampir selalu kebanjiran.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Perjuangan Menjaga Keberadaan Pulau Pari Agar Tidak Tenggelam Abrasi\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PsIF4n34ZVs?list=PLYZbTPJlZ2Nl2NJmDP7GoiAmn7BodMMjy\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari dulu waktu saya kecil itu enggak pernah, nah ini kan menakutkan ketika pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir jadi mulai tenggelam akibat dampak dari perubahan iklim,\u201d Terang Edi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tercatat, banjir rob terjadi di Pulau Pari sejak tahun 2000-an. Akan tetapi, kondisinya tidak terlalu parah dibandingkan mulai tahun 2018 hingga sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebenarnya banjir rob dari tahun 2000-an sudah mulai, tetapi tidak separah di tahun 2018 sampai saat ini. Kalau dulu ya biasa tetapi sedikit, cuma 2018 itu sampai masuk ke dalam pemukiman masyarakat dan rumah warga. Sumur-sumur yang digunakan warga untuk sumber air bersih tidak bisa lagi digunakan untuk minum dan kebutuhan hari lainnya karena mulai tercampur dengan air laut,\u201d Pungkas Edi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang dialami oleh Edi dan masyarakat Pulau Pari adalah sebuah fakta. Bahkan fakta tersebut bisa dijumpai di berbagai wilayah pesisir di Indonesia. Di pesisir Pantura, ada <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kondisi-mangrove-di-desa-bedono-demak\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4021\">Desa Bedono Demak<\/a> dan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pesisir-tambakrejo-semarang\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4345\">Pesisir Tambakrejo<\/a>, Kota Semarang yang daratannya hilang tergenang air laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/thomas-heri-wahyono-asal-kampung-laut-cilacap\/\">Thomas Hari Wahyono, Pakar Mangrove dari Kampung Laut Cilacap Mendapat Penghargaan Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu, kita tidak boleh lagi mendengar kabar tenggelamnya kawasan pesisir. Kita mesti memupuk kesadaran bersama. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan swasta diperlukan untuk mewujudkan satu komitmen baik demi mengatasi persoalan iklim bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LindungiHutan hadir sebagai jembatan bagi mereka yang ingin mewujudkan komitmen baiknya dalam menekan emisi karbon serta bertanggung jawab dalam menghijaukan kembali ekosistem penyerap karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami menanam 700.000+ pohon di 40+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Sampai saat ini,\u00a0 400+ perusahaan maupun brand berkolaborasi dengan LindungiHutan mewujudkan komitmen dan aksi nyatanya demi masa depan yang lebih hijau. Kamu juga menggandeng mitra petani di masing-masing lokasi guna memastikan program penghijauan kami berjalan dengan baik, berdampak, dan berkelanjutan!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-474af16\" data-block-id=\"474af16\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-474af16-column stk-container stk-474af16-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam 700 Ribu Lebih Pohon di 40+ Lokasi Penanaman di Indonesia<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-85a3164\" data-block-id=\"85a3164\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-4e173df\" data-block-id=\"4e173df\"><style>.stk-4e173df .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-4e173df .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Apa yang LindungiHutan Lakukan?<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim acap kali dipandang sebagai sesuatu yang bersifat besar, rasa-rasanya seperti persoalan yang jauh dan hanya menjadi pembahasan bagi segelintir orang. Mungkin tak sedikit dari kita yang belum mengamini bahwa perubahan iklim adalah ancaman serius. Paling tidak belum, sampai ketika ancaman tersebut datang di depan pintu rumah kita. Sialnya, ketika ancaman perubahan iklim benar-benar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":10069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[1363,1365,1364,41,721],"class_list":["post-10073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penggerak","tag-edi-mulyono","tag-kawasan-pesisir","tag-keadilan-iklim","tag-perubahan-iklim","tag-pulau-pari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10073"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10073\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}