{"id":1124,"date":"2022-02-22T12:03:00","date_gmt":"2022-02-22T05:03:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=1124"},"modified":"2025-06-15T21:29:08","modified_gmt":"2025-06-15T14:29:08","slug":"pengertian-suksesi-jenis-contoh-dan-manfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-suksesi-jenis-contoh-dan-manfaat\/","title":{"rendered":"Pengertian Suksesi, Jenis, Contoh, Proses, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian suksesi adalah suatu proses perubahan pada aspek ekologi dan lingkungan yang berjalan terus-menerus secara teratur dalam jangka waktu tertentu dan membentuk komunitas baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan mengulas pengertian suksesi ekologi, jenis-jenis, contoh, proses pembuatan, dan manfaat suksesi secara lengkap dan jelas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Suksesi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam keadaan alam meliputi air, flora, fauna, dan tanah semua komponen tersebut harus seimbang dan saling bersinergi untuk menciptakan kondisi kesejahteraan yang harmonis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem yang seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses suksesi ekologi terjadi akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika suatu kawasan mengalami guncangan dan komunitas (makhluk hidup dan benda mati) yang berada di sana tidak lagi melakukan penyesuaian diri dengan baik, maka timbul persoalan ekologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kondisi ekstrem pun, makhluk hidup sebenarnya akan berusaha melakukan adaptasi untuk bertahan dan mengembangkan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhir dari proses suksesi adalah terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks (stabil dan tidak berubah) berada di keseimbangan, mampu mempertahankan kestabilan komponennya, dan dapat bertahan dari berbagai perubahan sistem secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri keberhasilan proses suksesi adalah munculnya spesies yang berumur panjang, toleran terhadap aspek lingkungan, dan resisten atas perubahan ekstrem yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/konservasi-adalah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/konservasi-adalah\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Konservasi, Jenis, Tujuan dan Manfaat Upaya Konservasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Suksesi-adalah.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13148\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Macam-Macam Suksesi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi ekologi dapat terjadi dalam waktu yang sangat lama, bisa puluhan tahun (akibat kebakaran hutan) hingga jutaan tahun (akibat kepunahan massal).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi terbagi menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. Berikut ini penjelasan macam-macam suksesi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Suksesi Primer<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi primer adalah munculnya suatu komunitas baru pada suatu daerah yang sebelumnya tidak terdapat komunitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi primer terjadi jika komunitas asal terganggu yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis suksesi primer dapat terjadi pada daerah baru yang sebelumnya tidak ada kehidupan. Fenomena ini disebabkan karena adanya aliran lava, gletser yang menyusut, bukit pasir yang terbentuk, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lambat laun akan terjadi invasi oleh makhluk hidup perintis sampai terbentuk vegetasi yang stabil.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh Suksesi Primer<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh suksesi primer adalah ketika gunung berapi yang telah meletus, maka daerah sekitar akan mengalami kerusakaan dan tidak terdapat organisme. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berjalannya waktu daerah tersebut akan ditempati kembali oleh organisme awal (pionirnya) biasanya adalah <em>lichenes <\/em>atau lumut kerak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terbentuknya suksesi di Indonesia seperti di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pionir berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap sinar matahari dan kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Apabila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zat yang terbentuk karena aktivitas pengurai bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu tumbuhan herba tumbuh dan menggantikan tanaman pionir dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pionir subur tetapi sebaliknya akan terhambat pertumbuhannya. inilah terjadinya suksesi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tanaman semak menaungi rumput dan belukar sehingga terjadi kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Suksesi Sekunder<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian suksesi sekunder adalah pembentukan suatu ekosistem yang telah rusak ke keadaan awalnya yang belum terganggu. Jenis suksesi ekologi ini biasanya terjadi karena kebakaran, perusakan oleh manusia, dan gempa bumi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses suksesi sekunder umumnya berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan suksesi primer. Pada suksesi sekunder, kerusakan yang terjadi hanya bersifat sebagian dan tidak menghancurkan seluruh komunitas alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masih ada sisa-sisa kehidupan yang bertahan di lingkungan tersebut, sehingga tidak diperlukan lagi tahap komunitas pionir. Sisa kehidupan inilah yang kemudian berkembang dan membentuk kembali komunitas klimaks seperti semula.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh Suksesi Sekunder<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh suksesi sekunder dapat berupa gangguan alami seperti banjir, kebakaran, dan angin kencang, maupun gangguan buatan seperti penebangan hutan atau pembakaran padang rumput secara sengaja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, suksesi ekologi juga dapat dipicu oleh perubahan dalam penggunaan lahan oleh manusia. Beberapa contohnya adalah tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan dan tidak terurus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Manusia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Suksesi Primer dan Sukender<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi primer terjadi di area yang sebelumnya tidak memiliki kehidupan, seperti lahan baru dari letusan gunung berapi, dimulai dengan organisme pionir seperti lumut dan liken yang mempersiapkan lingkungan bagi spesies lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, suksesi sekunder terjadi di area yang sebelumnya sudah mendukung kehidupan tetapi terganggu, seperti oleh kebakaran atau banjir, di mana tanah dan benih sudah ada, sehingga pemulihan ekosistem berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan suksesi primer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Penyebab Suksesi Ekologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi timbul karena perubahan aspek-aspek tertentu pada lingkungan yang membuat komunitas (makhluk hidup dan benda mati) yang berada di ekosistem beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan proses suksesi terjadi diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Iklim<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan tidak akan dapat tumbuh teratur dengan adanya variasi yang lebar dalam waktu yang lama. Fluktuasi keadaan iklim kadang-kadang membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya suatu tempat yang baru (kosong) berkembang menjadi lebih baik (daya adaptasinya besar) dan mengubah kondisi iklim. Kekeringan, hujan salju\/air dan kilat seringkali membawa keadaan yang tidak menguntungkan pada vegetasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tag\/perubahan-iklim\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tag\/perubahan-iklim\/\" rel=\"noreferrer noopener\">perubahan iklim<\/a> dan pemanasan global yang berlangsung telah memaksa flora dan fauna terus-menerus beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Topografi Wilayah dan Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesi sering terjadi karena adanya perubahan kondisi tanah akibat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Erosi, yaitu dapat terjadi karena angin, air dan hujan. Dalam proses erosi tanah menjadi kosong kemudian terjadi penyebaran biji oleh angin (migrasi) dan akhirnya proses suksesi dimulai.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Pengendapan (denudasi), yaitu Erosi yang melarutkan lapisan tanah, di suatu tempat tanah diendapkan sehingga menutupi vegetasi yang ada dan merasakannya. Kerusakan vegetasi menyebabkan suksesi berulang kembali di tempat tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Komponen Biotik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemakan tumbuhan seperti serangga yang merupakan pengganggu di lahan pertanian demikian pula penyakit mengakibatkan kerusakan vegetasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di padang penggembalaan, hutan yang ditebang, panen menyebabkan tumbuhan tumbuh kembali dari awal atau bila rusak berat berganti vegetasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan-Tahapan Suksesi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik utama suksesi adalah prosesnya yang berjalan linier dalam rentang waktu tertentu. Berikut ini tahapan suksesi ekologi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kolonisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan suksesi yang pertama adalah kolonisasi, selama tahap tersebut habitat yang kosong dipenuhi oleh organisme-organisme. Kolonisasi ini memerlukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Organisme tersebut sampai di lokasi,<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Organisme tersebut menjadi mantap disana. Kemampuan organisme untuk sampai pada suatu tempat tergantung pada kemampuan dispersal individu tersebut dan isolasi yang ada pada daerah tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Modifikasi Tempat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari tahap kolonisasi, organisme-organisme yang berdiam di daerah itu akan mengubah sifat-sifat tempat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koloni awal dari suksesi primer pada daerah terestrial biasanya adalah mikroorganisme-mikroorganisme tanah seperti <em>lichenes<\/em> (lumut kerak) yang memperbanyak koloni permulaan dari bebatuan vulkanik. Organisme ini akan mempengaruhi sifat \u2013 sifat batuan yang didiami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Variabilitas Ruang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian berikutnya yaitu modifikasi ruang merupakan peningkatan variabilitas ruang (spasial) habitat. Contohnya adalah <em>Dryas drummndii<\/em> adalah tanaman pembentuk hutan yang terpenting pada suksesi awal di Alaska.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini menghasilkan gradien sifat tanah. Bahan organik tanah bervariasi pada bagian tengah hutan dan pada bagian tepi hutan. Penutupan vegetasi umumnya berpengaruh pada perbaikan temperatur, cahaya dan evaporasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, transpirasi hutan akan cenderung menciptakan kelembaban internal yang tinggi, kehilangan air dari organisme yang ada di hutan mungkin akan berkurang. Temperatur udara akan lebih rendah dalam tegakan suksesi yang lebih tua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/perjuangan-jaga-hutan-mangrove-jakarta\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/perjuangan-jaga-hutan-mangrove-jakarta\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Cerita Perjuangan Pak Ujang Jaga Kelestarian Hutan Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen-komponen pada Proses Suksesi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Clements membedakan 6 sub-komponen dalam proses suksesi yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Nudasi : terbukanya lahan, bersih dari vegetasi<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Migrasi : tersebarnya biji<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Eksesais : proses perkecambahan, pertumbuhan dan reproduksi<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Kompetisi : adanya pergantian spesies<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Reaksi : perubahan habitat karena aktivitas spesies<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Klimaks : komunitas stabil<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor yang Memengaruhi Proses Suksesi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses suksesi sangat beragam, tergantung <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/lingkungan-adalah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/lingkungan-adalah\/\" rel=\"noreferrer noopener\">kondisi lingkungan<\/a>. Proses suksesi pada daerah hangat, lembab, dan subur dapat berlangsung selama seratus tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Kehadiran pemencar benih.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membantu penyebaran biji, sporam dan benih serta curah hujan.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Jenis substrat baru yang terbentuk<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Sifat \u2013 sifat jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Suksesi Ekologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan komposisi spesies dalam suatu komunitas akan bervariasi seiring waktu. Beberapa spesies akan mengalami penurunan kelimpahan, sementara spesies lainnya justru meningkat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika perubahan ini sangat besar dan kuat, maka dapat memengaruhi sistem ekosistem secara keseluruhan. Stabilitas ekosistem memerlukan aspek yang luas, termasuk siklus materi atau nutrisi, produktivitas, aliran energi, serta keterkaitannya dengan isu pertanian dan konservasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses suksesi akan berakhir pada terbentuknya komunitas atau ekosistem klimaks, yaitu kondisi akhir yang relatif stabil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tahap ini, ekosistem sering dianggap telah mencapai kondisi homeostasis, yaitu keadaan di mana ekosistem mampu mempertahankan kestabilan internalnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kestabilan ini dicapai melalui respons yang terkoordinasi dari komponen-komponen sub-sistem terhadap berbagai rangsangan yang berpotensi mengganggu keseimbangan normal komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/polusi-adalah-pengertian-dan-dampak-polusi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/polusi-adalah-pengertian-dan-dampak-polusi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Polusi Adalah: Pengertian, Jenis dan Dampak Polusi bagi Kehidupan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1646890797137\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Suksesi Ekologi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pengertian suksesi ekologi adalah perubahan bertahap dan dapat diprediksi dalam komposisi spesies dan populasi flora-fauna di suatu area khusus, atau serangkaian perubahan yang terjadi di wilayah geografis selama jangka waktu tertentu.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1646891034400\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Suksesi Ada Berapa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Suksesi terbagi menjadi 2 jenis yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer adalah kemunculan komunitas makhluk hidup baru yang sebelumnya tidak ada. Sedangkan suksesi sekunder adalah proses restorasi ekosistem menjadi bentuk awalnya. Contoh-contoh suksesi ekologi telah kita bahas di artikel ini. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1718084736563\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Faktor Apa Saja Penyebab Terjadinya Suksesi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Mulai dari luas komunitas, jenis tumbuhan, kehadiran pemancar benih, iklim, dan lain sebagainya<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-54d71fc is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"54d71fc\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-54d71fc-column stk-container stk-54d71fc-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-54d71fc-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-92ca01c\" data-block-id=\"92ca01c\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1e0074e\" data-block-id=\"1e0074e\"><style>.stk-1e0074e .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-7fcf1d9\" data-block-id=\"7fcf1d9\"><style>.stk-7fcf1d9 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Jalin Kerja Sama!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-4d8b909\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"4d8b909\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-bf62d4a stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"bf62d4a\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan artikel.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-d211047\" data-block-id=\"d211047\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-a520a2c stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"a520a2c\"><p class=\"stk-block-text__text\">\u201cPengertian Suksesi : Faktor, Penyebab, Tahapan, Macamnya.\u201d dunia pendidikan, 21 January 2022, https:\/\/duniapendidikan.co.id\/pengertian-suksesi\/. Accessed 27 February 2022.<br><br>\u201cPeranan Serangga Herbivora dalam Proses Suksesi di Hutan Pendidikan Wanagama.\u201d repository civitas UGM, https:\/\/repository.ugm.ac.id\/97040\/1\/Peranan%20Serangga%20Herbivora%20dalam%20Proses%20Suksesi%20di%20Hutan%20Pendidikan%20Wanagama.pdf. Accessed 27 February 2022.<br><br>Sahrun. \u201cMakalah Ekologi Dinamika Masyarakat Tumbuhan.\u201d https:\/\/idoc.pub\/documents\/ekologi-makalah-suksesi-143g03jwjjnj.<br>\u201cSUKSESI EKOLOGI MASYARAKAT PEDESAAN (STUDI DESKRIPTIF DI KAWASAN DESA NGLUNDO, KECAMATAN SUKOMORO, KABUPATEN NGANJUK) DINDA NOVI.\u201d Repository &#8211; UNAIR, https:\/\/repository.unair.ac.id\/90476\/4\/Fis.S.77-19%20Nov%20s%20jurnal.pdf. Accessed 27 February 2022.<br><br>\u201cSuksesi Ekologi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya.\u201d kumparan.com, 21 January 2021, https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/suksesi-ekologi-pengertian-jenis-dan-contohnya-1v12mKyZOwa. Accessed 27 February 2022.<br><br>\u201cSuksesi (Pengertian dan Contoh Suksesi Primer dan Suksesi Sekunder).\u201d Biomagz, 1 March 2016, http:\/\/www.biomagz.com\/2016\/03\/suksesi-pengertian-dan-contoh-suksesi.html. Accessed 27 February 2022.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-f30d55f\" data-block-id=\"f30d55f\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ridharizkiana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ridharizkiana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ridha Rizkiana<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Editor: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">M. Nana Siktiyana<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian suksesi adalah suatu proses perubahan pada aspek ekologi dan lingkungan yang berjalan terus-menerus secara teratur dalam jangka waktu tertentu dan membentuk komunitas baru. Dalam artikel ini, kita akan mengulas pengertian suksesi ekologi, jenis-jenis, contoh, proses pembuatan, dan manfaat suksesi secara lengkap dan jelas. Apa yang Dimaksud dengan Suksesi? Suksesi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,252,325],"class_list":["post-1124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-edukasi","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1124\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}