{"id":11984,"date":"2024-02-27T15:00:00","date_gmt":"2024-02-27T08:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=11984"},"modified":"2024-02-27T15:22:49","modified_gmt":"2024-02-27T08:22:49","slug":"mengenal-konsep-ekonomi-biru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-konsep-ekonomi-biru\/","title":{"rendered":"Konsep Ekonomi Biru: Implementasi dan Potensi Besarnya di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ekonomi biru digadang-gadang bisa menjadi terobosan model pembangunan yang bukan hanya cuan tetapi juga berkelanjutan. Sebagai negara yang menyimpan potensi besar pada sektor kelautan dan kawasan pesisir, Indonesia gencar mempromosikan sekaligus mendorong sektor-sektor industri mengadopsi konsep ekonomi satu ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memangnya, apa itu ekonomi biru?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Ekonomi Biru?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, konsep ekonomi biru mencakup pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan lapangan kerja, serta menjaga keseimbangan kesehatan ekosistem laut (Bappenas, 2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ekonomi ini bertujuan mempermudah perkembangan yang sesuai dan mengelola berbagai kepentingan dalam ruang laut tanpa menghadirkan persaingan antara otoritas ekonomi, ekologi, atau sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara menurut World Bank, ekonomi biru adalah penggunaan atau pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan penciptaan lapangan kerja sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/apa-itu-ekonomi-sirkular\/\">Pentingnya Ekonomi Sirkular dan Implementasinya di Berbagai Negara<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Termasuk dalam Ekonomi Biru?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut laporan dari Uni Eropa, ekonomi biru melibatkan semua kegiatan ekonomi sektoral dan antar-sektoral yang didasarkan pada atau terhubung dengan, samudera, laut, dan pantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini mencakup sektor-sektor yang sudah ada seperti perikanan, pariwisata pesisir, dan transportasi maritim, sekaligus fokus pada pengembangan industri baru yang hampir tidak ada 20 tahun yang lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun, industri baru yang dimaksud seperti penyerapan karbon biru, produksi energi terbarukan lepas pantai, dan bioteknologi. Kegiatan ini menciptakan peluang bagi bisnis, pembangunan, dan lapangan kerja, sekaligus mengatasi perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Ekonomi-biru-adalah.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-11986\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dimensi Blue Economy<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ide ekonomi biru muncul dari komitmen untuk membangun dunia yang lebih baik dan berkembang menjadi cara penting untuk menjaga alam, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga hal tersebut dilakukan secara berbarengan tanpa harus ada yang dikorbankan baik dari sisi ekologis, sosial, maupun ekonominya,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youssef (2023) menjelaskan enam dimensi konsep ekonomi biru:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dimensi ekonomi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekonomi biru berupaya untuk membuat ekonomi tumbuh dan berkembang dengan cara yang berlangsung lama. Prinsipnya, fokus pada cara membuat nilai dari sumber daya laut, mendorong ide-ide baru, dan menciptakan cara berbisnis yang tidak merugikan lingkungan serta dapat membantu masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Dimensi sosial<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek sosial ini berusaha memastikan bahwa semua orang yang terlibat mendapatkan manfaat yang adil dari sumber daya laut. Prinsip-prinsipnya termasuk bekerja sama dengan orang lain, berkomunikasi dengan komunitas lokal, dan memikirkan dampak sosial dari kegiatan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dimensi lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dimensi lingkungan berusaha untuk menjaga agar ekosistem laut tetap sehat dan utuh. Prinsip-prinsipnya fokus pada memastikan bahwa kegiatan ekonomi tidak menyebabkan kerusakan pada keberlanjutan alam sumber daya laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/contoh-program-csr-perusahaan-di-indonesia\/\">10 Contoh Program CSR Perusahaan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Dimensi teknologi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bagian teknologi dalam ekonomi biru mencakup pengembangan dan penggunaan teknologi baru untuk mendukung kegiatan ekonomi yang baik untuk lingkungan di laut. Prinsip-prinsipnya fokus pada mendorong ide baru, membantu teknologi baru disebarkan dan digunakan dengan bijaksana agar tidak merugikan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Dimensi budaya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek budaya dari ekonomi biru mencakup pengakuan dan pelestarian warisan budaya serta pengetahuan tradisional tentang sumber daya laut. Prinsipnya fokus pada menghargai keragaman budaya, mengakui nilai budaya dari sumber daya laut, dan mendorong pertukaran serta kerja sama budaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Dimensi tata kelola<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, ada aspek tata kelola dalam ekonomi biru yang berfokus pada menciptakan aturan efektif dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan. Prinsip-prinsipnya menitikberatkan pada membuat aturan yang jelas, melibatkan partisipasi banyak pihak, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung penggunaan sumber daya laut yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-280bfe3\" data-block-id=\"280bfe3\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-280bfe3-column stk-container stk-280bfe3-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Tahukah Anda, LindungiHutan Menanam 800 RIBU Lebih Pohon di 50 Lokasi Penanaman di Indonesia dan Menyerap 400 Ton CO2Eq<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-71d0584\" data-block-id=\"71d0584\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-c497cfa\" data-block-id=\"c497cfa\"><style>.stk-c497cfa .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-c497cfa .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang LindungiHutan Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-be61764\" data-block-id=\"be61764\"><style>.stk-be61764 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-be61764 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Hubungi Kami<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Manfaat dari Ekonomi Biru?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekonomi biru yang berkelanjutan akan memungkinkan masyarakat memperoleh nilai dari lautan dan wilayah pesisir, sambil tetap menghormati kapasitas jangka panjangnya untuk regenerasi dan pemulihan kesehatan ekosistem. Konsep ini juga menjadi kunci untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 14, Kehidupan di Bawah Air dari Agenda 2030 PBB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ekonomi biru diharapkan menghasilkan kesehatan ekonomi yang komprehensif dan progresif tanpa melanggar tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya. Artinya, tidak hanya mempertimbangkan manfaat ekonomi bagi industri, tetapi juga potensi efek layanan ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah sektor industri tersebut memberikan manfaat positif bagi laut, bersifat baik dan netral bagi laut, atau justru merugikan laut dan layanan ekosistemnya?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Potensi Besar Ekonomi Biru Indonesia dari Hutan Mangrove<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, bagaimana penerapan ekonomi biru di Indonesia? . Faktanya, Indonesia punya potensi besar meraup keuntungan dari blue economy atau ekonomi biru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas, 2023) memperkirakan nilai ekonomi biru Indonesia pada 2045 bakal mencapai UD 7,4-9,8 triliun, naik 5-7 kali lipat dari penghitungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ada pada 2021 tercatat sebesar USD 1,3 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa yang mesti dilakukan? Upaya nyata yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui program ekonomi biru di antaranya adalah perlindungan ekosistem karbon biru (EKB) di kawasan konservasi tertutup, pembatasan armada perikanan, aktivitas budidaya perikanan rendah emisi, dan perlindungan terhadap laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\">Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komitmen LindungiHutan dalam Mendukung Kawasan Pesisir yang Lestari<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LindungiHutan hingga saat ini menanam <a href=\"http:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">lebih dari 800 RIBU pohon di 50 lokasi penanaman <\/a>yang tersebar di Indonesia! Dari puluhan lokasi penanaman yang ada, hampir sebagian besar merupakan kawasan pesisir di mana kami membantu dalam proses rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Konsultan-CSR-LindungiHutan.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-11987\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam prosesnya, kami melibatkan petani dan kelompok masyarakat setempat sebagai pihak yang paham akan kondisi dan masalah di setiap lokasi penanaman. Petani dan kelompok masyarakat pula yang membantu LindungiHutan dalam penyediaan bibit mangrove, proses penanaman, hingga monitoring dan penyulaman. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya membawa keuntungan bagi kelestarian lingkungan tetapi juga sosial ekonomi masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa mangrove? Sebab dalam perhitungan kami, serapan karbon untuk 1 pohon mangrove sekitar 24 Kg\/pohon untuk periode penanaman 3 tahun. Tentu, ini bisa menjadi alternatif bagi perusahaan yang ingin melakukan carbon offsetting sekaligus menggenjot roda perekonomian masyarakat pesisir dari upaya penanaman mangrove.<\/p>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-18ec210\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"18ec210\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-8172446\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"8172446\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-8b7851c\" data-block-id=\"8b7851c\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-6ba77cd\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"6ba77cd\"><p class=\"stk-block-text__text\">Kementerian PPN\/Bappenas. 2023.<a href=\"https:\/\/perpustakaan.bappenas.go.id\/e-library\/file_upload\/koleksi\/migrasi-data-publikasi\/file\/Unit_Kerja\/Dir%20Industri%2C%20Ekonomi%20dan%20Kreatif\/Dummy_Indonesia%20Blue%20Economy%20Roadmap_Ebook.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Indonesia Blue Economy Roadmap<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.un.org\/regularprocess\/sites\/www.un.org.regularprocess\/files\/rok_part_2.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Blue Economy Definitions<\/a><br><br>Marwan Youssef. 2023. \u201cBlue Economy Literature Review\u201d. <em>Dalam International Journal of Business and Management, Vol. 18 No. 3.<\/em> Canadian Center of Science and Education.<a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/369870650_Blue_Economy_Literature_Review#:~:text=The%20blue%20economy%20is%20a,energy%2C%20tourism%2C%20and%20biotechnology\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/369870650_Blue_Economy_Literature_Review#:~:text=The%20blue%20economy%20is%20a,energy%2C%20tourism%2C%20and%20biotechnology<\/a>.<br><br><a href=\"https:\/\/www.activesustainability.com\/water\/blue-economy\/?_adin=02021864894\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">The Blue Economy: Benefits of Investing In Ocean Conservation<\/a><br><br>Spalding, Mark J. (2016) &#8220;The New Blue Economy: the Future of Sustainability,&#8221; Journal of Ocean and Coastal Economics: Vol. 2: Iss. 2, Article 8.<br>DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.15351\/2373-8456.1052\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.15351\/2373-8456.1052<\/a><br><br><a href=\"https:\/\/thedocs.worldbank.org\/en\/doc\/446441473349079068-0010022016\/original\/AMCOECCBlueEconomyDevelopmentFramework.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/thedocs.worldbank<\/a><a href=\"https:\/\/thedocs.worldbank.org\/en\/doc\/446441473349079068-0010022016\/original\/AMCOECCBlueEconomyDevelopmentFramework.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">.<\/a><a href=\"https:\/\/thedocs.worldbank.org\/en\/doc\/446441473349079068-0010022016\/original\/AMCOECCBlueEconomyDevelopmentFramework.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">org\/en\/doc\/446441473349079068-0010022016\/original\/AMCOECCBlueEconomyDevelopmentFramework.pdf<\/a><br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-d6a73dc\" data-block-id=\"d6a73dc\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep ekonomi biru digadang-gadang bisa menjadi terobosan model pembangunan yang bukan hanya cuan tetapi juga berkelanjutan. Sebagai negara yang menyimpan potensi besar pada sektor kelautan dan kawasan pesisir, Indonesia gencar mempromosikan sekaligus mendorong sektor-sektor industri mengadopsi konsep ekonomi satu ini. Memangnya, apa itu ekonomi biru? Apa Itu Ekonomi Biru? Pada dasarnya, konsep ekonomi biru mencakup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11988,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[420],"tags":[1930,1928,1929,1927],"class_list":["post-11984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis-lestari","tag-apa-itu-ekonomi-biru","tag-blue-economy","tag-blue-economy-indonesia","tag-ekonomi-biru-adalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11984"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11984\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}