{"id":12072,"date":"2024-03-04T13:00:00","date_gmt":"2024-03-04T06:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=12072"},"modified":"2024-03-05T11:12:03","modified_gmt":"2024-03-05T04:12:03","slug":"kisah-dari-dukuh-rejosari-senik-bedono-dema","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kisah-dari-dukuh-rejosari-senik-bedono-dema\/","title":{"rendered":"Dukuh Rejosari Senik, Bedono, Demak yang Tenggelam dan Rasanya Hidup Sendiri di Sana"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekitar pukul delapan pagi saya sudah berada di dermaga kecil menunggu perahu yang akan menjemput. Pagi itu, saya hendak menyambangi rumah Mak Jah sekeluarga, sosok hebat yang tinggal sendirian di kampung yang tergenang rob memilih menanam dan menjaga hutan mangrove. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menuju rumah Mak Jah saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari Kota Semarang. Saya berjanji dengan Ikhwan, putra sulung Mak Jah, yang akan menjemput dengan perahu dan membawa kami menuju rumahnya. Mengapa dengan perahu?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, Mak Jah bersama keluarga tinggal di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sejak tahun 2000 Dusun Rejosari Senik mulai digenangi air rob dampak dari abrasi di pesisir Utara Pulau Jawa. Berangsur-angsur masyarakat meninggalkan kampung halamannya, mencari tempat lain yang lebih layak tinggal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Rumah-Mak-Jah-Desa-Bedono-Demak.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12076\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHidup sendiri di sini sudah dari tahun 2010, lha kalau tak tinggal pergi lalu enggak ada yang ngerawat yang nyulami mangrove,\u201d Tutur Mak Jah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari 200 kepala keluarga, kini tinggal Mak Jah sekeluarga yang memilih bertahan. Bukan tanpa alasan, semenjak abrasi mengantam, Mak Jah mulai <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/manfaat-hutan-mangrove\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2333\">menanam mangrove<\/a> dengan harapan bisa menghijaukan kembali kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Syukur-syukur menghambat laju abrasi yang kini sudah di depan mata. Untuk itu, Mak Jah enggan pindah. Baginya ini sudah menjadi tanggung jawab untuk merawat hutan-hutan mangrove yang ada di pesisir Bedono.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar-Desa-Bedono-Demak.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12075\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/cerita-mak-jah-dari-bedono-demak\/\">Sehari Bersama Mak Jah, Menanam Mangrove dan Rasanya Tinggal Sendirri di Tengah Lautan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rasanya Hidup Sendiri di Kampung yang Tenggelam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak perlu menunggu waktu lama, pria kurus berjaket merah menghampiri saya, menyodorkan tangannya sembari memperkenalkan diri. Ikhwan kemudian mengarahkan saya ke pinggir dermaga menunjuk perahu mana yang hendak kami tunggangi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami butuh sekitar 10 menitan menggunakan perahu bermotor untuk menuju rumah Mak Jah. Dari kejauhan tampak rumah di tengah hamparan air laut bersama perahu dan sampan yang terikat di sana. Tak lain dan tak bukan itulah rumah Mak Jah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mas-Ikhwan-Bedono-Demak.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12077\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengetahui kedatangan kami, Mak Jah tergopoh-gopoh keluar rumah menyambut. Mempersilakan saya masuk dan menyambut dengan berbagai sajian makanan dan minuman hangat. Sudah 10 tahun lebih Mak Jah bersama keluarga tinggal sendiri di&nbsp; Dusun Rejosari Senik, Bedono.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibat abrasi, kondisi rumahnya mesti disesuaikan. Halaman belakang rumah menjadi teras, lantai ditinggikan supaya tidak tergenang air laut, meskipun jarak kepala menuju atap memang tak terlalu lenggang. Pagi itu Mak Jah tidak memasak, air laut masih pasang merendam dapurnya. Tungku pawon basah tak bisa untuk memasak. Mak Jah mesti ke pasar untuk membeli makan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mak-Jah-Bedono-Demak.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12078\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi banyak orang termasuk saya, mungkin kondisi hidup Mak Jah sekeluarga tidaklah biasa. Ketika rumah-rumah lain membangun garasi dan mengisinya dengan motor atau mobil, Mak Jah menyandarkan perahu dan sampan di halaman depan untuk transportasi sehari-harinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasa penasaran saya muncul, apa rasanya bertahun-tahun tinggal sendirian di tengah lautan? Maka, saya memutuskan untuk bertanya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/thomas-heri-wahyono-asal-kampung-laut-cilacap\/\">Thomas Heri Wahyono, Pakar Mangrove dari Kampung Laut Cilacap Mendapat Penghargaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Semangat Qodriyah Arungi Lautan untuk Sampai Sekolah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya rasa Mak Jah tak pernah keberatan dengan pilihan hidupnya, dan memang benar demikian. Namun, bagaimana dengan putra-putrinya? Mak Jah tinggal bersama empat orang anaknya, dua di antaranya masih menempuh pendidikan. Lantas, bagaimana mereka menjalani hidup yang tak biasa ini?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya sempat mengobrol dengan <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/marcomlindungihutan\/kisah-kodriyah-dan-keluarga-kecilnya-bertahan-hidup-di-desa-yang-tenggelam-1zsfgXPHj7v\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Qodriyah <\/a>(18), satu-satunya anak perempuan Mak Jah yang baru saja lulus bangku SMA dan hendak meneruskan kuliah. Mungkin terdengar bodoh, tetapi seketika mulut saya bertanya, bagaimana Qodriyah berangkat sekolah? Ia menjawab dengan sedikit tertawa, bahwa pilihannya ya hanya dengan perahu atau sampan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Qodriyah-di-atas-perahu.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12079\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk sampai di sekolahan, Qodriyah mesti menggunakan perahu atau sampan dari rumahnya. Sehari-hari berangkat pukul setengah 6 pagi, kemudian sampai di dermaga pukul 6. Dari dermaga, lanjut dengan sepeda menuju jalan raya. Perjalanan belum usai, Qodriyah mesti menyambung dengan bus untuk sampai di sekolahan. Rute tersebut dirinya lakoni setiap hari selama berangkat maupun pulang sekolah!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cCapek banget emang, apalagi kalau malam itu sampai rumah jam 7 atau 8 malam,\u201d Ungkap Qodriyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum lagi jika hujan tiba, tak ada alasan baginya untuk bolos sekolah. Qodriyah tetap berangkat sekolah seperti biasa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Qodriyah-Desa-Bedono-Demak.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12080\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTetap berangkat, pernah hujan sampai sekolah basah kuyup, buku basah, seragam juga, sampai sekolah tempat duduknya di bawah kipas angin lagi, dinginnya kayak apa?\u201d Tanya Qodriyah sembari saya membayangkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di luar sekolah, Qodriyah mengaku jarang bermain dengan teman-temannya. Mengingat dirinya yang tidak memiliki tetangga, membuatnya menyibukkan diri dengan membaca, nonton TV, hingga bermain dengan adiknya. Dahulu ketika abrasi belum menghantam dan banjir rob menggenang, Qodriyah masih memiliki teman-teman bermain. Seiring berjalannya waktu teman-teman Qodriyah bersama keluarganya memutuskan pindah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/k-popers-lagi-lagi-tanam-ribuan-pohon\/\">Enggak Cuma Ramai di Twitter, K-Popers Tunjukkan Kepeduliannya terhadap Aksi Pelestarian Lingkungan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada banyak suka dan duka selama tinggal bersama keluarga, sendirian di kampung yang kini terendam air laut akibat abrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSukanya karena tenang, jauh dari keramaian, udaranya juga masih enak, kalau dukanya itu mati lampu atau air habis itu harus cari air dulu di desa sebelah, terus kemana-mana harus naik perahu, kalau musim angin kencang juga ngeri banget, rob tinggi, rumah jadi basah kuyup,\u201d Ujar perempuan yang baru saja memulai perkuliahannya tahun ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah keterbatasan gerak dan fasilitas, Qodriyah tak pernah menyesali dan merutuki nasib hidupnya. Bahkan, dirinya bersama keluarga ikut membantu Mak Jah menanam dan menjaga mangrove di pesisir Bedono. Qodriyah ingin melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh ibunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAku masih ingin bertahan melanjutkan apa yang sudah dilakukan mamak, tetapi dengan caraku sendiri. Menurut aku untuk generasi muda ayo semangat kita hijaukan dan jaga lingkungan, ikut berpartisipasi aktif, karena di sini abrasinya nyata dan sudah sampai jalan Pantura,\u201d Pungkas Qodriyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/rekomendasi-lokasi-menanam-mangrove\/\">5 Rekomendasi Lokasi Menanam Mangrove<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-77c2393\" data-block-id=\"77c2393\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-77c2393-column stk-container stk-77c2393-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-b084c49\" data-block-id=\"b084c49\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-9c5badc\" data-block-id=\"9c5badc\"><style>.stk-9c5badc .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-9c5badc .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang LindungiHutan Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-a040977\" data-block-id=\"a040977\"><style>.stk-a040977 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-a040977 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar pukul delapan pagi saya sudah berada di dermaga kecil menunggu perahu yang akan menjemput. Pagi itu, saya hendak menyambangi rumah Mak Jah sekeluarga, sosok hebat yang tinggal sendirian di kampung yang tergenang rob memilih menanam dan menjaga hutan mangrove. Untuk menuju rumah Mak Jah saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25,21],"tags":[1856,1598,1858,253,327],"class_list":["post-12072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wilayah","category-penggerak","tag-abrasi-bedono-demak","tag-desa-bedono-demak","tag-dusun-rejosari-senik-desa-bedono-demak","tag-hutan","tag-mangrove"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12072"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12072\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}