{"id":13166,"date":"2024-06-12T11:24:04","date_gmt":"2024-06-12T04:24:04","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=13166"},"modified":"2024-11-11T12:03:01","modified_gmt":"2024-11-11T05:03:01","slug":"mengenal-apa-itu-green-skincare","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-apa-itu-green-skincare\/","title":{"rendered":"Green Skincare, Apakah Benar-Benar Green dan Ramah Lingkungan?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isu lingkungan yang makin sering dibicarakan membuat publik seiring berjalannya waktu menaruh perhatian pada gaya hidup yang ramah lingkungan. Termasuk dalam memilih produk kosmetik yang hijau dan berkelanjutan atau biasa disebut sebagai <em>green skincare<\/em>. Akan tetapi, bagaimana sebuah produk atau brand bisa dikatakan sebagai <em>green skincare<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simak ulasan selengkapnya bersama <a href=\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/farhanizayagi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Farhaniza Farhan CEO Yagi Forest<\/a> Dalam diskusi webinar online Green Skilling \u201cGreen Beauty dalam Branding Bisnis, Komitmen Sustainability atau Greenwashing\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Green Skincare?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Green skincare<\/em> atau <em>green beauty<\/em> adalah produk kecantikan yang bersumber, diproduksi, dan dikemas dengan cara yang etis dan berkelanjutan dan tentunya ramah untuk bumi kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Green skincare<\/em> biasanya akan dibuat dengan bahan-bahan alami dari bahan baku yang dapat diperbarui dan sering kali tidak mengandung bahan kimia keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, perlu digaris bawahi bahwasanya klaim <em>green skincare<\/em> ini tidak boleh hanya melihat dari satu aspek atau sisi saja. Misalkan hanya dengan melihat sumber yang digunakan atau hanya dengan melihat packaging yang berbahan dasar kertas sehingga menjadi lebih ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Green skincare<\/em> dan <em>sustainable beauty<\/em> ini mestilah melihat secara keseluruhan dan komperhensif dari hulu hingga hilirnya. Bukan hanya dari pemilihan bahan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan saja, melainkan juga proses pembuatan dan produksinya, hingga penggunaannya di tangan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Webinar-green-beauty-LindungiHutan-1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13168\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi, kalau tidak dilihat dari tiga aspek source, process, dan consumptionnya hanya melihat per bagian-bagian saja, itu kita akan sangat-sangat rentan dengan greenwashing,\u201d Ujar Farhaniza Farhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/brand-skincare-lokal-peduli-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Brand Skincare Lokal yang Peduli Lingkungan &amp; Hutan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Trend Green Beauty Naik, Mengapa Bisa Terjadi dan Apa yang Mesti Dilakukan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isu lingkungan maupun perubahan iklim secara detail serta dampak yang mulai nyata terasa membuat masyarakat makin sadar akan pentingnya istilah kelestarian bumi. Publik mulai menyadari bahwa aktivitas yang dilakukannya tidak boleh merusak lingkungan dan planet bumi, termasuk dalam hal berbelanja produk kosmetik serta skincare.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut didukung oleh beberapa data survei dari berbagai sumber. Sebuah studi terbaru dalam<a href=\"https:\/\/britishbeautycouncil.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/BBC-Green-Guide-FINAL-CS.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Green Guide<\/a> yang dirilis British Beauty Councill menyatakan, 23.000 pembeli produk kecantikan menemukan bahwa hampir setengahnya atau 48% mencari lebih banyak informasi dan kejelasan tentang nilai-nilai dan komitmen merek terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terhadap product-product <em>green skincare<\/em> dan <em>sustainable beauty<\/em>, masyarakat mau membayar lebih untuk produk-produk yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara di Indonesia, mengutip dari<a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2021\/08\/24\/6-produk-ramah-lingkungan-yang-paling-banyak-dibeli-masyarakat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> databoks,<\/a> menurut hasil survey Katadata Insight Center (KIC), kategori kesehatan\/kosmetik menjadi salah satu barang ramah lingkungan yang paling banyak dibeli yaitu di angka 30,6%. Adapun, alasan tertinggi mengapa responden memilih produk ramah lingkungan karena ingin melestarikan bumi (60,5%).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBisnis kosmetik yang green juga penting sebagai bentuk perhatian terhadap dampak lingkungan. Sebab, bumi diciptakan untuk makhluk hidup, manusia salah satunya, ketika buminya rusak, maka kita merusak rumah kita sendiri, jadi ketika kita berbisnis, kita harus menjaga dan merawat bumi ini dalam setiap aspek, tidak hanya menjaga alamnya, tetapi menjaga diri kita,\u201d Ungkap Farhaniza Farhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang, tingginya minat atau <em>concern <\/em>konsumen terhadap produk ramah lingkungan mendorong produsen-produsen untuk menjadi lebih <em>sustainable.<\/em> Hanya saja yang menjadi catatan adalah konsumen juga harus sadar dan <em>aware<\/em> dalam memilih produk apakah memang green atau enggak? Jangan sampai, niat baik ingin melestarikan bumi kemudian terjebak dalam pilihan <em>green skincare<\/em> yang ternyata <em>green washing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/serba-serbi-green-brand\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Green Brand dan Bagaimana Implementasinya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Green Beauty jangan Cuma jadi Green Branding, tetapi Komitmen Hulu hingga Hilir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingginya minat masyarakat terhadap produk <em>green skincare<\/em> dan <em>sustainable beauty <\/em>membuat tak sedikit brand kecantikan yang kemudian \u2018me-<em>branding<\/em>\u2019 dirinya ramah lingkungan, <em>sustainable<\/em>, atau embel-embel hijau lainnya. Pertanyaannya adalah, produk seperti apa yang kemudian boleh melabelkan diri sebagai <em>green beauty\/green skincare\/sustainable beauty<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paling tidak dalam rantai produksi hulu hingga hilir, brand harus komitmen untuk melakukannya secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artinya bukan hanya berhenti di pemilihan sumber bahan baku saja, packaging, atau di seputaran inisiatif tambahan seperti melalui program CSR penanaman pohon untuk kemudian melabeli diri sebagai produk green skincare atau sustainable beauty.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Green-skincare.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13169\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendati memang, hal tersebut sudahlah satu langkah baik menuju upaya pelestarian lingkungan dan planet bumi, tetapi akan menjadi lebih baik lagi ketika dari mulai pemilihan bahan baku hingga produk berakhir di tangan konsumen mesti dilakukan secara ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMasih banyak brand yang linear ekonomi, ambil material dari mana, diproduksi, terus dijual digunakan oleh konsumen, terus jadi sampah, nah sampah ini enggak tahu di mana, tidak tahu lagi terus habis itu mau ngapain dengan sampah itu, ini yang masih banyak terjadi di antara beauty brand saat ini,\u201d Jelas Farhaniza Farhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, dari saat memilih bahan baku mesti dilakukan dengan tanggung jawab, diperhatikan dan dikuasai dengan baik. Kemudian di produksi dengan pasti proses yang sirkular, jadi selama proses produksi memang betul ditekan minimal waste. Lalu, di sisi penerimaan konsumen, kemasan produk juga mesti dipikirkan dampaknya terhadap bumi. Apakah kemasan produk ini akan ditarik kembali dengan skema refill atau kemasan-kemasan yang didesain mudah didaur ulang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, <em>green skincare<\/em> dan <em>sustainable beauty <\/em>ini semestinya melihat keseluruhan aspek sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen ramah lingkungannya. Bukan hanya di sepenggal-sepenggal inisiatifnya saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMenjadi brand yang lebih transparan dan responsible, kalau kamu belum sampai natural yang sebenarnya, kalau brand belum bener-bener natural nih, brand kita masih pakai fossil fuel di dalamnya, kita enggak tahu source dari produk turunan kelapa sawit yang kita pakai gitu, at least kita transparan tentang itu dan kita bertanggung jawab akan itu, jadi kalau ada yang nanya tidak perlu ditutup-tutupi, ya kita katakan apa adanya, biarkan konsumen yang menentukan, seberapa value di dirinya align dengan brand tersebut,\u201d Pungkas Farhaniza Farhan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-product-bundling-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Product Bundling? Simak Cerita Kolaborasi Dusdukduk dengan LindungiHutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-ab83d90\" data-block-id=\"ab83d90\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-ab83d90-column stk-container stk-ab83d90-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500 Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-9743cf6\" data-block-id=\"9743cf6\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-afc0f21\" data-block-id=\"afc0f21\"><style>.stk-afc0f21 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-afc0f21 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-57e4e5f\" data-block-id=\"57e4e5f\"><style>.stk-57e4e5f .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-57e4e5f .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isu lingkungan yang makin sering dibicarakan membuat publik seiring berjalannya waktu menaruh perhatian pada gaya hidup yang ramah lingkungan. Termasuk dalam memilih produk kosmetik yang hijau dan berkelanjutan atau biasa disebut sebagai green skincare. Akan tetapi, bagaimana sebuah produk atau brand bisa dikatakan sebagai green skincare? Simak ulasan selengkapnya bersama Farhaniza Farhan CEO Yagi Forest [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13167,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2024],"tags":[247,252,43],"class_list":["post-13166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-webinar-green-skilling-lindungihutan","tag-alam","tag-edukasi","tag-kolaborasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13166\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}