{"id":13948,"date":"2024-07-22T13:00:00","date_gmt":"2024-07-22T06:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=13948"},"modified":"2024-07-22T19:12:39","modified_gmt":"2024-07-22T12:12:39","slug":"serba-serbi-tanaman-kayu-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/serba-serbi-tanaman-kayu-putih\/","title":{"rendered":"Tanaman Kayu Putih: Taksonomi, Ciri-ciri, Persebaran, dan Manfaat Kayu Putih"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa yang tidak tahu minyak atsiri khas satu ini? Ya, kayu putih cukup dikenal\u00a0 bagi masyarakat sebagai minyak atsiri serta banyak dijadikan bahan baku berbagai produk kesehatan. Namun tahukah kamu seperti apa pohon kayu putih sebenarnya? Apa saja manfaat minyak kayu putih? Simak penjelasan lengkapnya di sini!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman kayu putih (<em>Melaleuca leucadendron Linn<\/em>.) merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia. Tanaman kayu putih merupakan salah satu penghasil <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-hasil-hutan-bukan-kayu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3070\">produk hasil hutan bukan kayu <\/a>yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali dan Papua yang berupa hutan alam kayu putih. Sedangkan yang berada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat berupa hutan tanaman kayu putih (Mulyadi 2005).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Pulau Jawa sendiri kayu putih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, dilihat dari adanya pabrik-pabrik pengolahan daun kayu putih milik Perum Perhutani yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk utama yang dihasilkan dari pohon kayu putih adalah minyak kayu putih yang diperoleh dari hasil penyulingan daun kayu putih. Pabrik kayu putih di Pulau Jawa memiliki kapasitas terpasang pabrik sebesar 53.760 ton per tahun untuk daun kayu putih dan total produksi tahunan minyak kayu putih yang dihasilkan di Pulau Jawa sebesar 300 ton (Rimbawanto et al. 2009).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Taksonomi Kayu Putih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara taksonomis, tanaman kayu putih memiliki nama latin\u00a0<em>Melaleuca leucadendra<\/em>\u00a0dengan ordo\u00a0Myrtales,termasuk dalam famili <em>myrtaceae<\/em>\u00a0. Berikut klasifikasi dari tanaman kayu putih:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Myrtales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Myrtaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td><em>Melaleuca<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Melaleuca leucadendra<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ciri Morfologi Tanaman Kayu Putih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Batang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batang memiliki ketinggian berkisar 10-20 m, kulit batang berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan tidak beraturan dan kasar. Batang tanaman kayu putih tidak terlalu besar dan memiliki percabangan sedikit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun kayu putih tunggal, bertangkai pendek, helaian daun berbentuk lonjong atau lanset, panjang 4,5 cm sampai 15 cm, lebar 0,75 cm sampai 4 cm, ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, tulang daun sejajar. Permukaan berbulu, berwarna hijau muda sampai tua, daun jika diremas akan berbau minyak kayu putih.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar-kayu-putih.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13949\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bunga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga tanaman kayu putih adalah bunga majemuk berbentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota berwarna putih, kepala putik berwarna kekuningan, dan akan tampak atau muncul di pangkal ujung percabangan daun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kayu putih dikenal dengan buah gelam (<em>micro bolong<\/em>), berbentuk bulat kecil, di bagian tengah terdapat lubang kecil dan antena kecil, buah berwarna hijau muda hingga hijau \u00a0kecokelatan. Buah ini muncul secara bergerombol dalam satu tangkai memanjang, dengan jumlah 20-30 buah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-tanaman-herbal-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Serba-Serbi Tanaman Herbal: Ringan di Tanaman, Berat di Khasiat (Update 2024)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Syarat Tumbuh dan Persebaran Kayu Putih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman kayu putih tidak mempunyai syarat tumbuh yang spesifik. Biasanya tanaman ini tumbuh pada ketinggian 5-400 mdpl dengan curah hujan 1.300-1.750 mm\/tahun serta zona iklim <em>hot humid<\/em>. Tanaman ini dapat tumbuh baik di <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-lahan-kritis\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3212\">lahan marginal<\/a>, lahan tandus, maupun kurang subur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potensi tanaman kayu putih (<em>Melaleuca leucadendron<\/em> L.) di Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali, dan Papua yang berupa hutan alam kayu putih. Sementara yang berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat berupa hutan tanaman kayu putih (Mulyadi 2005).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Pulau Jawa sendiri kayu putih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, dilihat dari adanya pabrik-pabrik pengolahan daun kayu putih milik Perum Perhutani yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/sosok-peduli-hutan-dan-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Sosok Peduli Hutan dan Lingkungan yang Jarang Muncul<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kandungan Kayu Putih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian tentang minyak atsiri kayu putih telah banyak dilakukan. Dalam laporannya, Siregar (2010) melakukan penelitian dengan menggunakan metoda proses penyulingan rebus terhadap daun kayu putih kering dan daun kayu putih segar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil identifikasi menunjukkan komponen minyak atsiri yang didistilasi dari daun kayu putih segar dengan GC-MS menunjukkan minyak atsiri tersebut mengandung 32 komponen, tujuh diantaranya merupakan komponen utama yaitu : \u03b1-pinene (1,23%), sineol (26,28%), \u03b1-terpineol (9,77%), kariofilen (3,38%), \u03b1caryofilen (2,76%), Ledol (2,27%), dan elemol (3,14%).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun kayu putih kering mengandung 26 komponen, tujuh komponen diantaranya merupakan komponen utama yaitu: \u03b1- pinene (1,23%); sineol (32,15%); \u03b1- terpineol (8,87%); kariofilen (2,86%); \u03b1- kariofilen (2,31%); Ledol (2,17%); dan Elemol (3,11%).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Kayu Putih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Pulau Jawa sendiri kayu putih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, dilihat dari adanya pabrik-pabrik pengolahan daun kayu putih milik Perum Perhutani yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk utama yang dihasilkan dari tanaman kayu putih adalah minyak kayu putih yang diperoleh dari hasil penyulingan daun kayu putih. Pabrik kayu putih di Pulau Jawa memiliki kapasitas terpasang pabrik sebesar 53.760 ton per tahun untuk daun kayu putih dan total produksi tahunan minyak kayu putih yang dihasilkan di Pulau Jawa sebesar 300 ton (Rimbawanto et al. 2009).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar-pohon-kayu-putih.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13950\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan atau farmasi sehingga minyak kayu putih menjadi produk yang banyak dicari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minyak kayu putih diproduksi dari daun tumbuhan <em>Melaleuca leucadendra<\/em> dengan kandungan terbesarnya adalah eucalyptol (cineole). Hasil penelitian tentang khasiat cineole menjelaskan bahwa cineole memberikan efek mukolitik (mengencerkan dahak), bronchodilating (melegakan pernafasan), anti inflamasi dan menurunkan rata-rata eksaserbasi kasus paru obstruktif kronis dengan baik seperti pada kasus pasien dengan asma dan rhinosinusitis. Selain itu efek penggunaan eucalyptus untuk terapi bronkitis akut terukur dengan baik setelah penggunaan terapi selama empat hari (Fischer, 2013).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat minyak kayu putih lainnya adalah meredakan hidung tersumbat. Cajuput yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih mengandung senyawa yang bersifat dekongestan. Senyawa ini dapat melegakan tenggorokan dan hidung yang tersumbat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan zat cineole pada minyak kayu putih juga bermanfaat untuk <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5435909\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mengatasi infeksi di kulit<\/a> Anda. Jika Anda mengoleskannya di kulit, cineole pada minyak kayu putih juga menimbulkan rasa hangat dan mengurangi rasa sakit pada permukaan kulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain minyaknya yang bermanfaat untuk kesehatan, produk lain yang cukup potensial adalah kayu untuk konstruksi maupun kerajinan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman Kayu putih dapat dimanfaatkan untuk kerajinan\u00a0karena jaringan kayunya mempunyai tingkat kepadatan yang cukup (kompak), kuat, warna pink merata dan tekstur kayu yang cukup halus.\u00a0Pemanfaatan lainya yang pernah dilakukan adalah memanfaatkan bagian kulit batang untuk perpak pada sambungan kayu pada pembuatan sampan dan kapal tradisional.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/dapatkan-publikasi-ilmiah-lindungihutan-dalam-widyantara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Simak Hasil Publikasi Ilmiah LindungiHutan di Widyantara<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-7ae9a5a\" data-block-id=\"7ae9a5a\"><style>.stk-7ae9a5a{margin-bottom:28px !important}<\/style><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-7ae9a5a-column stk-container stk-7ae9a5a-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-7555c79\" data-block-id=\"7555c79\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-5a5b1e7\" data-block-id=\"5a5b1e7\"><style>.stk-5a5b1e7 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-5a5b1e7 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-7496eab\" data-block-id=\"7496eab\"><style>.stk-7496eab .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-7496eab .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a13181c\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"a13181c\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-d3ecc0b\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"d3ecc0b\"><p class=\"stk-block-text__text\">Berikut referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-ad2c06b\" data-block-id=\"ad2c06b\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-31c623c\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"31c623c\"><p class=\"stk-block-text__text\">Muhammad Taufik Joko Purwanto. 2019. Keragaman Hayati Spesies Kayu Putih.<strong> <\/strong>Tersedia pada <a href=\"https:\/\/www.dlhk.jogjaprov.go.id\/keragaman-hayati-species-kayu-putih\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>https:\/\/www.dlhk.jogjaprov.go.id\/keragaman-hayati-species-kayu-putih<\/strong><\/a><strong> <\/strong>(diakses pada 19 Maret 2022 pukul 09.30 WIB)<br><br><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/author\/nabila\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nabila Azmi<\/a>. 2019. Mengenal Segudang Manfaat Minyak Kayu Putih<strong>. <\/strong>Tersedia pada<strong> <\/strong><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/herbal-alternatif\/herbal\/manfaat-minyak-kayu-putih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><strong>https:\/\/hellosehat.com\/herbal-alternatif\/herbal\/manfaat-minyak-kayu-putih\/<\/strong><\/a><strong> <\/strong>(diakses pada 19 Maret 2022 pukul 09.30 WIB)<br><br><a href=\"https:\/\/fredikurniawan.com\/author\/fredikurniawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kurniawan<\/a>,F . 2022. <a href=\"https:\/\/fredikurniawan.com\/klasifikasi-dan-morfologi-tumbuhan-kayu-putih-melaleuca-leucadendra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klasifikasi dan Morfologi Tumbuhan \u00a0Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)<\/a><br>. Tersedia pada<strong> <\/strong><a href=\"https:\/\/fredikurniawan.com\/klasifikasi-dan-morfologi-tumbuhan-kayu-putih-melaleuca-leucadendra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><strong>https:\/\/fredikurniawan.com\/klasifikasi-dan-morfologi-tumbuhan-kayu-putih-melaleuca-leucadendra\/<\/strong><\/a><strong> <\/strong>(diakses pada 19 Maret 2022 pukul 22.30 WIB)<br><br>Mulyadi, T., 2005, Studi pengelolaan kayu putih Melaleuca leucadendron Linn. Berbasis ekosistem di BDH Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, tesis, Program Pascasarjana S2 Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.<br><br>Rimbawanto, A., Kartikawati, N.K., Baskorowati, L., Susanto, M., Prastyono., 2009, Status terkini pemuliaan Melaleuca cajuputi, Hasil-hasil Penelitian Hal. 148-157, B2PBPTH, Yogyakarta<br><br>Fischer J, Dethlefsen U. Efficacy of cineole in patients suffering from acute bronchitis: a placebo-controlled doubleblind trial. Cough Journal. 2013;9(1):25.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-2fbe5c7\" data-block-id=\"2fbe5c7\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sintiami-ramadhani-\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sintiami Ramadhani<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak tahu minyak atsiri khas satu ini? Ya, kayu putih cukup dikenal\u00a0 bagi masyarakat sebagai minyak atsiri serta banyak dijadikan bahan baku berbagai produk kesehatan. Namun tahukah kamu seperti apa pohon kayu putih sebenarnya? Apa saja manfaat minyak kayu putih? Simak penjelasan lengkapnya di sini! Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) merupakan salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":13952,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51,253],"class_list":["post-13948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}