{"id":1532,"date":"2022-03-22T14:37:00","date_gmt":"2022-03-22T07:37:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=1532"},"modified":"2025-07-21T20:47:15","modified_gmt":"2025-07-21T13:47:15","slug":"environmental-social-and-governance-esg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/environmental-social-and-governance-esg\/","title":{"rendered":"ESG: Pengertian, Kriteria, dan Strategi Investasi Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini di-review oleh <a href=\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/muthi-ah-aini-rahmi-277a17139\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muthi&#8217;ah Aini Rahmi, Product Assistant LindungiHutan<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan istilah ESG (<em>Environmental, Social, and Governance<\/em>) sedang ramai diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan isu lingkungan dan sosial yang terus menarik perhatian ahli ekonomi, investor, aktivis lingkungan hidup, dan masyarakat umum membuat kaidah baru ini populer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian ESG (Environment, Social, and Governance)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ESG adalah standar yang digunakan perusahaan  untuk menilai kinerja keberlanjutan suatu bisnis berdasarkan tiga kriteria utama, yakni <em>Environmental <\/em>(Lingkungan), <em>Social <\/em>(Sosial), dan <em>Governance <\/em>(Tata Kelola Perusahaan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian ESG berakar dari inisiatif sektor swasta yang merespons tuntutan global akan pembangunan ekonomi berkelanjutan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan yang menerapkan prinsip ini berarti mengintegrasikan kebijakan dan praktik bisnis yang selaras dengan keberlangsungan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan etis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, konsep ESG <em>sustainability<\/em> semakin populer digunakan oleh investor global, termasuk di Indonesia seiring diperkenalkannya inisiatif Keuangan Berkelanjutan<em> <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-sustainable-finance\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">(Sustainable Finance)<\/a><\/em> di sektor perbankan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Implementasi <em>Environmental Social and Governance <\/em>(ESG) menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Investor kini mempertimbangkan penerapan ESG sebagai indikator kunci keberlanjutan dan daya saing suatu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain ESG, terdapat beberapa konsep serupa yang juga relevan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\"><em>Environmental, Social, and Corporate Governance<\/em> (ESCG)<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><em>Responsible Business Conduct<\/em> (RBC)<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><em>Co-Shared Value<\/em> (CSV)<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><em>Impact Investing<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ESG sama dengan CSR?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski pengertiannya hampir mirip, ESG <em>(Environmental, Social, and Governance)<\/em> dan <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-csr-tujuan-fungsi-manfaat-contoh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">CSR <em>(Corporate Social Responsibility)<\/em> <\/a>memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik dari segi tujuan maupun pelaksanaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ESG adalah pendekatan yang menekankan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam keseluruhan proses bisnis, sejak tahap perencanaan hingga operasional sehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, pengertian CSR lebih mengarah pada upaya sukarela perusahaan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan, yang tidak selalu terintegrasi dengan strategi inti bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, jika CSR seringkali bersifat reaktif atau simbolis, maka ESG bersifat strategis dan terukur dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/contoh-program-csr-perusahaan-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Contoh Program CSR Perusahaan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83c\udf31 Gratis! Ebook Panduan Komprehensif Implementasi ESG untuk Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari langkah praktis dan strategi ESG guna memenuhi regulasi, menarik investor, dan meningkatkan reputasi bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group aligncenter stk-block-button-group stk-block stk-c64ae9a\" data-block-id=\"c64ae9a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks has-text-align-center stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button has-text-align-center stk-block stk-bc4d2a7\" data-block-id=\"bc4d2a7\"><style>.stk-bc4d2a7 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lynk.id\/lindungihutan\/kOWyPXO\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Download Ebook Sekarang!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"614\" height=\"1536\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ESG-adalah.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-13866\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3 Kriteria atau Pillar ESG<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Environmental Social Governance<\/em> merujuk pada tiga kriteria yang berhubungan erat dengan keberlangsungan perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga kriteria ini merupakan faktor sentral pengukuran dampak keberlanjutan dan etis dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi pada bisnis dan perusahaan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga faktor utama dalam implementasi <em>Environmental Social Governance<\/em> tersebut yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kriteria Lingkungan (Environment)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Environment <\/em>adalah salah satu kriteria penting dalam ESG yang menilai bagaimana investor mempertimbangkan kinerja perusahaan berdasarkan praktik yang ramah lingkungan dalam operasional bisnisnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Environment<\/em> artinya lingkungan, dan dalam konteks bisnis, mencakup segala upaya perusahaan untuk menjaga keseimbangan alam serta meminimalkan dampak negatif terhadapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian <em>environment<\/em> dalam ESG merujuk pada kebijakan dan tindakan perusahaan terkait isu lingkungan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga perlindungan terhadap <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/hari-keanekaragaman-hayati-csr-hijau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">keanekaragaman hayati<\/a>. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/konservasi-adalah.jpg\" alt=\"konservasi adalah\" class=\"wp-image-16184\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <em>environment<\/em> yang baik dalam praktik perusahaan misalnya penggunaan energi terbarukan, sistem daur ulang limbah, serta konservasi sumber daya alam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, pengertian <em>environment<\/em> dan contohnya erat kaitannya dengan tanggung jawab ekologis yang dijalankan secara nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <em>environmental action<\/em> dari perusahaan antara lain <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">penanaman pohon<\/a>, pelestarian satwa, atau mengurangi emisi karbon dalam proses produksi. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pantai-mangunharjo.jpg\" alt=\"pantai mangunharjo\" class=\"wp-image-16765\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan kriteria<em> environment<\/em> ini juga menjadi bagian dari manajemen risiko sebagai langkah proaktif yang dapat mengurangi potensi kerugian akibat kerusakan lingkungan atau regulasi yang semakin ketat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komitmen perusahaan dalam memenuhi standar lingkungan ini tak hanya berdampak positif pada alam, tapi juga memperkuat fondasi bisnis yang berkelanjutan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, kondisi lingkungan yang sehat akan mendukung keberlangsungan operasional jangka panjang perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kriteria Sosial (Social)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek <em>social<\/em> adalah kriteria yang membahas komitmen perusahaan dalam mengelola hubungan dan dampaknya terhadap masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komunitas, masyarakat, pemasok, pembeli, media, dan entitas-entitas lainnya yang memiliki hubungan, secara langsung maupun tidak langsung merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan melalui kriteria sosial ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor-faktor dari kriteria sosial dapat memberikan dampak pada performa finansial suatu perusahaan. Citra perusahaan dipengaruhi dari siap atau tidak siapnya perusahaan tersebut dalam mengadaptasikan posisinya pada masalah sosial. Berikut contoh implementasinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Kesejahteraan karyawan<\/strong>: Kondisi kerja yang layak, keseimbangan kerja-hidup, dan kesejahteraan umum karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Hak Asasi Manusia<\/strong>: Kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia dalam rantai pasokan dan operasional perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Komunitas lokal<\/strong>: Dampak operasi perusahaan terhadap komunitas lokal, termasuk program pengembangan komunitas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kriteria Tata Kelola Perusahaan (Governance)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan kriteria <em>Environment<\/em> (Lingkungan) dan<em> Social<\/em> (Sosial Kemasyarakatan) yang menyoroti hubungan perusahaan dengan pihak eksternal, kriteria <em>Governance<\/em> (Tata Kelola Perusahaan) memiliki fokus yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Governance<\/em> lebih menekankan pada bagaimana perusahaan mengelola proses internalnya secara baik, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kriteria <em>Governance<\/em> membahas aktivitas perusahaan, tergantung aktivitas manajemen dan pemilik perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam kriteria ini seperti kebijakan perusahaan, standar perusahaan, budaya, penyingkapan, informasi, proses audit, dan kepatuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor tersebut bisa menjadi nilai plus bagi perusahaan yang dapat memberikan kepercayaan diri calon investor untuk berinvestasi pada perusahaan terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, tata kelola keuangan perusahaan yang transparan, legal, dan tidak melanggar hak etik tentunya merupakan hal yang selalu diperhitungkan oleh investor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Green Skilling #7: ESG Sebagai Tiga Konsep Utama Standar Perusahaan Dalam Bisnis Keberlanjutan\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/S7-tskwj9Zg?start=2&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7 Strategi Penerapan <em>Environmental Social Governance<\/em> untuk Perusahaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, penerapan <em>Environmental Social Governance<\/em> adalah jenis pendekatan investasi yang dapat diadopsi pada berbagai jenis aktivitas dan entitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya sebatas pada investor, para pemangku kepentingan, pegiat komunitas, dan para perancang kebijakan dapat menggunakan kriteria <em>Environmental<\/em> (Lingkungan), <em>Social <\/em>(Sosial) dan <em>Governance<\/em> (Tata Kelola Perusahaan) sebagai model manajemen mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investasi berbasis <em>Environmental Social Governance<\/em> dapat lebih mudah dilakukan dengan mengeliminasi perusahaan yang bersentimen negatif dan memilih perusahaan-perusahaan yang bernilai positif bagi lingkungan maupun sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep investasi hijau dan berkelanjutan melalui penerapan <em>Environmental, Social, and Governance<\/em> (ESG) tidak semata-mata berfokus pada keuntungan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ESG juga memperhatikan dampak positif perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, dan pemerintah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya dalam melakukan investasi dana ke perusahaan yang berbasis 3 pilar ini ini juga perlu menerapkan strategi agar investasi dapat berjalan sesuai keinginan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini 7 strategi investasi hijau dan berkelanjutan pada perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip ESG yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Exclusionary (Ekslusif)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi <em>exclusionary<\/em> dapat membuat investasi ini menjadi tepat sasaran. Seorang calon investor perlu membuat daftar-daftar perusahaan yang secara sentimen dinilai negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan yang perlu masuk <em>blacklist<\/em> (daftar hitam) seperti perusahaan pengeruk sumber daya alam ataupun bisnis yang mengarah pada perjudian. Sebab, perusahaan-perusahaan tersebut cenderung abai dengan implementasi prinsip-prinsip berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Best in Class (Terbaik di Bidangnya)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investasi hijau dengan memilih perusahaan yang menerapkan prinsip <em>Environmental, Social, and Governance<\/em> (ESG) didasarkan pada strategi <em>best in class<\/em>, yaitu memilih yang terbaik di bidang atau industrinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini membantu calon investor memahami bahwa tidak semua perusahaan yang tampaknya peduli pada isu lingkungan atau sosial otomatis layak dijadikan sasaran investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak investor perlu memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki peringkat dan catatan kepeduliaan dan penerapan kriteria <em>Environmental Social Governance<\/em> yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan tersebut dapat dinilai melalui dampak perusahaan terhadap lingkungan, reputasi di mata masyarakat, dan kepatuhan terkait tata kelola maupun aturan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. ESG Integration<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>ESG Integration<\/em> adalah analisis aspek-aspek <em>Environmental Social Governance<\/em> dalam suatu perusahaan oleh manajer investasi untuk dilakukannya penyesuaian sebelum mengambil keputusan investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajer investasi umumnya akan mencoba melakukan penyesuaian taksiran penjualan maupun biaya untuk mengintegrasikan faktor-faktor <em>Environmental Social Governance<\/em> pada suatu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penyesuaian tersebut, akan diketahui kesesuaian jika valuasi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut sesuai dan cukup menjanjikan atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>B<strong>aca juga: <\/strong><\/strong><a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-esg-investing\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-esg-investing\/\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><strong>Apa Itu ESG Investing? Bagaimana Cara Kerjanya?<\/strong><\/strong> <\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Sustainability Theme Investment<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui strategi ini, investor tidak perlu menyasar berbagai perusahaan dan menilai keseluruhan aspek lingkungan dan sosialnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Calon investor hanya perlu menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang tertentu yang memiliki sentimen positif terkait lingkungan maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, pemilik modal bisa memilih untuk berinvestasi ke perusahaan yang berbasis atau mengelola energi terbarukan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya bertujuan untuk finansial jangka panjang, melainkan dukungan perusahaan tersebut terhadap lingkungan yang bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Green Bond (Obligasi Hijau)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir sama dengan strategi <em>Sustainability Theme Investment<\/em>, strategi investasi ESG yang satu ini mengarahkan investasi ke perusahaan-perusahaan sejenis yang ramah lingkungan maupun sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaannya terdapat pada bentuk investasi yang dilakukan. Pada <em>Sustainability Theme Investment<\/em>, investor biasanya membeli saham perusahaan yang sudah terdaftar bursa efek dan dananya akan digunakan untuk operasional perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementaraan pada strategi <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-green-bond\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-green-bond\/\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>green bond<\/em> (obligasi hijau)<\/a>, hanya membeli surat utang atau obligasi <em>(bond)<\/em> perusahaan terkait proyek berbasis lingkungan atau sosial yang tengah mereka kerjakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Impact Investment (Investasi Berdampak Positif)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investasi hijau dapat investor lakukan dengan melihat syarat dan nilai keberdampakan sosial dan lingkungan suatu perusahaan secara spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum melakukan investasi pada perusahaan yang menerapkan prinsip ESG, calon investor harus mengetahui terlebih dahulu seberapa besar pengaruh pengelolaan perusahaan tersebut terhadap pengurangan pencemaran air maupun udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, pemilik modal dapat melakukan investasi pada perusahaan hijau dan berkelanjutan tersebut melalui surat utang atau pembelian saham.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Stewardship and Engagement<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi ini mengarah pada intervensi berupa pengarahan dan pengawasan manajer investasi ke perusahaan yang dituju untuk investasi hijau. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengarahan dan pengawasan ini bertujuan untuk memastikan perusahaan terkait menjalankan bisnisnya dengan basis lingkungan, sosial dan taat aturan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada strategi ini, terjadi interaksi antara manajer investasi dengan manajemen perusahaan yang berfokus pada penerapan aspek-aspek <em>Environmental Social Governance<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/penanaman-mangrove-bca-life\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dukung Keberlanjutan Pesisir PantaiBCA Life Tanam 1.500 Pohon Mangrove Kolaborasi dengan Lindungi Hutan-Program ESG<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1681737116898\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu ESG?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>ESG adalah standar keberlanjutan yang menilai kinerja perusahaan dari aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta kini menjadi acuan penting bagi investor dan bisnis dalam menciptakan dampak jangka panjang.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1681737190668\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah ESG sama dengan CSR?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>ESG adalah pendekatan strategis yang mengintegrasikan keberlanjutan ke seluruh proses bisnis, berbeda dengan CSR yang lebih bersifat sukarela dan tidak selalu terhubung langsung dengan inti strategi perusahaan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1753104584173\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa 3 pilar atau kriteria ESG?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>3 pilar atau kritea ESQ yaitu <em>Environmental <\/em>(Lingkungan), <em>Social <\/em>(Sosial), dan <em>Governance <\/em>(Tata Kelola Perusahaan).<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1753104689191\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja strategi penerapan ESG?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>7 strategi penerapan prinsip-prinsip ESG yaitu <em>Exclusionary<\/em> (Ekslusif), <em>Best in Class <\/em>(Terbaik di Bidangnya), ESG Integration, Sustainability Theme Investment, Green Bond (Obligasi Hijau), Impact Investment (Investasi Berdampak Positif), dan Stewardship and Engagement.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-54d71fc is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"54d71fc\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-54d71fc-column stk-container stk-54d71fc-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-54d71fc-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-92ca01c\" data-block-id=\"92ca01c\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1e0074e\" data-block-id=\"1e0074e\"><style>.stk-1e0074e .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button cta-wa stk-block stk-7fcf1d9\" data-block-id=\"7fcf1d9\"><style>.stk-7fcf1d9 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\nconst pageUrl = window.location.href;\nconst message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n\nconst waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282329015769&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n\/\/ Cari tombol <a> DI DALAM elemen yang punya class 'cta-wa'\nconst waButton = document.querySelector('.cta-wa a');\n\nif (waButton) {\n    waButton.href = waLink;\n}\n<\/script>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-525b8f2\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"525b8f2\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-fbbedd4 stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"fbbedd4\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan pada artikel ini.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-2c5b494\" data-block-id=\"2c5b494\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-9daf958 stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"9daf958\"><p class=\"stk-block-text__text\">Alijoyo, A. 2019. Environmental Social Governance (ESG): Agenda Prioritas Direksi dan Dewan Komisaris. Diambil dari: http:\/\/governansi.org\/2019\/07\/25\/environmental-social-governance-esg-agenda-prioritas-direksi-dan-dewan-komisaris\/<br><br>Handayani, M. K. Y. S. 2019. The effect of ESG performance on economic performance in the high profile industry in Indonesia. Journal of International Business and Economics, 7(2), 112-121.<br><br>HSBC Premier. 2020. Memahami 7 Strategi Investasi ESG. Diambil dari: https:\/\/www.hsbc.co.id\/1\/PA_esf-ca-app-content\/content\/indonesia\/personal\/offers\/news-and-lifestyle\/files\/articles\/html\/202102\/memahami-7-strategi-investasi-esg.html<br><br>Kusuma, A. P., &amp; Koesrindartoto, D. P. 2014, August. Sustainability practices and financial performance: An empirical evidence from Indonesia. In International Conference on Trends in Economics, Humanities and Management.(ICTEHM&#8217;14) Aug (pp. 13-14).<br><br>Lumanauw, N. 2022. Ini Perbedaan ESG dengan CSR. Diambil dari: https:\/\/www.beritasatu.com\/nasional\/899699\/ini-perbedaan-esg-dengan-csr<br><br>Luqyana, I. 2020. ESG: Definisi, Contoh, dan Hubungannya dengan Perusahaan. ESG Intelligence.<br><br>Setyahuni, S. W., &amp; Handayani, R. S. 2020. On the value relevance of information on environmental, social, and governance (ESG): An evidence from Indonesia. Journal of Critical Reviews, 7(12), 50-58.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-8c90565\" data-block-id=\"8c90565\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/farhananisa\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/farhananisa\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Farhana Nisa Arviani<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Editor: M. Nana Siktiyana<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini di-review oleh Muthi&#8217;ah Aini Rahmi, Product Assistant LindungiHutan Penggunaan istilah ESG (Environmental, Social, and Governance) sedang ramai diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. Perkembangan isu lingkungan dan sosial yang terus menarik perhatian ahli ekonomi, investor, aktivis lingkungan hidup, dan masyarakat umum membuat kaidah baru ini populer. Pengertian ESG (Environment, Social, and Governance) ESG adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":13867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[252,1506,1582,43,325],"class_list":["post-1532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-edukasi","tag-esg","tag-esg-adalah","tag-kolaborasi","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}