{"id":15735,"date":"2025-02-27T09:00:00","date_gmt":"2025-02-27T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/?p=15735"},"modified":"2025-02-26T09:16:22","modified_gmt":"2025-02-26T02:16:22","slug":"manfaat-blue-carbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/manfaat-blue-carbon\/","title":{"rendered":"Manfaat Blue Carbon: Solusi Alami Mengurangi Emisi Karbon"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca terbanyak di dunia. Bahkan produksi emisi terbesar di Indonesia mulai tahun 1990-2020 berasal dari kegiatan alih fungsi lahan, penggunaan energi, dan sektor pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laju emisi karbon dapat dikurangi dengan cara membatasi aktivitas yang menghasilkan emisi atau menyerap emisi yang telah dihasilkan. Namun, pengurangan emisi yang paling umum di Indonesia adalah dengan memperbanyak serapan karbon melalui hutan yang menjadi potensi di negara kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekosistem pesisir menjadi alternatif penyerapan karbon melalui konsep karbon biru (blue carbon). Manfaat blue carbon dalam mitigasi perubahan iklim sangat besar, terutama dalam menyerap dan menyimpan karbon yang dinilai lebih efektif dibanding hutan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cari tahu tentang pemanfaatan dan tantangan dalam pemanfaatan karbon biru pada artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Blue Carbon?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/unduh-booklet-karbon-biru-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Blue carbon<\/a> merujuk pada karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan rawa payau. Ekosistem karbon biru ini mampu menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa serta sedimen dalam jangka waktu yang sangat lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan dengan hutan daratan, ekosistem karbon biru memiliki kemampuan menyerap karbon hingga 5 kali lebih efektif. Hal ini menjadikannya aset penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus memberikan berbagai manfaat ekologis bagi lingkungan pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ekosistem karbon biru juga membantu menjaga kualitas air dengan menyaring polutan dan menyediakan tempat berkembang biak bagi berbagai spesies laut. Perannya yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem membuatnya sangat penting untuk dilestarikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/ekosistem-karbon-biru-potensinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Ekosistem Karbon Biru? Potensi, Simpanan Karbon, dan Tantangan 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83d\udcd8 GRATIS! Panduan Carbon Offset &amp; Peran Mangrove dalam Aksi Iklim \ud83c\udf3f<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari strategi carbon offset berbasis mangrove &amp; solusi bisnis berkelanjutan. <strong><a href=\"https:\/\/lynk.id\/lindungihutan\/45qe4gE\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Unduh sekarang, GRATIS!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Blue Carbon dalam Mitigasi Perubahan Iklim<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekosistem karbon biru tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir dan mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari blue carbon dalam upaya mitigasi perubahan iklim:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menyerap dan Menyimpan Karbon dalam Jangka Panjang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekosistem karbon biru memiliki kapasitas besar dalam menangkap dan menyimpan karbon. Mangrove dan padang lamun, misalnya, dapat menyimpan karbon hingga ratusan tahun dalam sedimen tanpa melepaskannya kembali ke atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Melindungi Pesisir dari Bencana Alam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain berperan sebagai penyerap karbon, ekosistem karbon biru juga bertindak sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari dampak badai, abrasi, dan kenaikan permukaan air laut. Akar mangrove yang kuat mampu meredam gelombang tinggi dan mengurangi dampak abrasi dan tsunami di wilayah pesisir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan 2024\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/23JeM4Xrvi8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menjaga Keanekaragaman Hayati<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekosistem karbon biru menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut dan pesisir. Mangrove, misalnya, menjadi tempat berkembang biak bagi ikan dan udang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan menjaga ekosistem ini, kita juga turut mendukung keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mendukung Ekonomi Berkelanjutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat blue carbon juga dapat dirasakan dalam sektor ekonomi. Program konservasi dan rehabilitasi ekosistem karbon biru membuka peluang bagi bisnis berkelanjutan, seperti ekowisata, perikanan berbasis ekosistem, serta proyek offset karbon bagi perusahaan yang ingin mengurangi jejak karbon mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Climate Crisis, Potensi Besaar Penyeimbangan Karbon, dan Bagaimana Mengelola Hutan secara Berkelanjutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan dalam Konservasi dan Pemanfaatan Blue Carbon<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun ekosistem karbon biru menawarkan banyak manfaat, pelestarian dan pemanfaatannya menghadapi berbagai tantangan. Dari degradasi lingkungan hingga keterbatasan dalam rehabilitasi, berbagai hambatan perlu diatasi agar manfaatnya dapat dimaksimalkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Degradasi Ekosistem Mangrove dan Lamun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski memiliki manfaat besar, ekosistem karbon biru terus menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, serta pencemaran lingkungan. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar dalam pemanfaatan blue carbon, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Keterbatasan Rehabilitasi dan Pemeliharaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Restorasi ekosistem karbon biru membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Proses rehabilitasi mangrove, misalnya, harus dilakukan dengan metode yang tepat agar tanaman dapat bertahan dan berkembang. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem karbon biru juga menjadi tantangan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Peran Perusahaan dalam Konservasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam upaya konservasi blue carbon melalui program CSR dan proyek offset karbon. Beberapa inisiatif telah dilakukan, seperti kolaborasi antara Arkadia Works dan LindungiHutan dalam upaya penanaman mangrove.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Arkadia Sinergi Indonesia berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam lebih banyak pohon daripada yang digunakan untuk produksi interior pada 2025. <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/arkadia-works-tanam-ribuan-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Melalui kampanye <em>For Every Office Workstation Delivered, We Plant A Tree With Arkadia Works &amp; LindungiHutan<\/em><\/a>, mereka mendonasikan satu pohon untuk setiap workstation yang terjual, berhasil menanam 2.120 mangrove di Semarang dan Kendal. Upaya ini mereka lakukan untuk mendukung Net Zero Emission di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah seperti ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, masyarakat ikut dilibatkan dalam proses penanaman setiap bibit yang ditanam dibeli dari masyarakat setempat guna mendukung perekonomian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat blue carbon sangat signifikan dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dengan kemampuannya menyerap karbon, melindungi pesisir, serta mendukung ekonomi berkelanjutan, ekosistem karbon biru menjadi solusi alami dalam menghadapi krisis iklim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tantangan dalam konservasi dan rehabilitasinya tetap perlu diperhatikan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, sangat dibutuhkan agar manfaat blue carbon dapat dimaksimalkan secara optimal untuk masa depan yang lebih hijau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hitung Jejak Karbonmu, Tebus Emisimu Bersama LindungiHutan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap aktivitas yang kita lakukan meninggalkan jejak karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. LindungiHutan memiliki IMBANGI, sebuah kalkulator karbon yang membantumu menghitung jumlah emisi yang dihasilkan. Dengan perhitungan yang akurat dan mudah, kamu bisa mengetahui jejak karbon dari setiap aktivitas yang telah dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-columns stk-block-columns stk-block stk-a57fbb5\" data-block-id=\"a57fbb5\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-content-align stk-a57fbb5-column\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-4ea94ed\" data-v=\"4\" data-block-id=\"4ea94ed\"><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-4ea94ed-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks stk-4ea94ed-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-fe8dc22\" data-block-id=\"fe8dc22\"><style>.stk-fe8dc22 .stk-img-wrapper{height:380px !important;}<\/style><figure><span class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-7104\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Gambar-kalkulator-jejak-karbon.jpg\" width=\"800\" height=\"600\" alt=\"Gambar kalkulator jejak karbon.\" title=\"\"><\/span><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-44fa453\" data-v=\"4\" data-block-id=\"44fa453\"><style>.stk-44fa453 {align-self:center !important;}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-44fa453-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"has-text-align-left stk-block-content stk-inner-blocks stk-44fa453-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Sudahkah  Menghitung Jejak Karbon Hari Ini?<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-subtitle stk-block-subtitle stk-block stk-b41e84c\" data-block-id=\"b41e84c\"><p class=\"stk-block-subtitle__text stk-subtitle\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Melalui kalkulator karbon Imbangi, Anda bisa menghitung besar emisi karbon dari penggunaan kendaraan, listrik, dan peralatan elektronik lainnya.<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-963b2df\" data-block-id=\"963b2df\"><style>.stk-963b2df .stk-button-group{flex-direction:row !important;}@media screen and (max-width: 1023px){.stk-963b2df .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}@media screen and (max-width: 767px){.stk-963b2df .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}<\/style><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-29c9f3f\" data-block-id=\"29c9f3f\"><style>.stk-29c9f3f .stk-button{background:#005e4e !important;border-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\/jejak-karbon\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Coba Imbangi GRATIS di Sini!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya menghitung, IMBANGI<em> <\/em>juga menyediakan skema Tebus Emisi yang memungkinkan UNTUK menyeimbangkan jejak karbon dengan cara menanam pohon. Melalui skema ini, kamu bisa berkontribusi langsung dalam upaya restorasi hutan dan pelestarian lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai perjalananmu dengan menghitung dan menebus emisi bersama LindungiHutan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-64fac97 is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"64fac97\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-64fac97-column stk-container stk-64fac97-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-64fac97-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih Dari 900 RIBU Pohon di 30+ Lokasi Penanaman                                              Bersama 500+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-3fa9003\" data-block-id=\"3fa9003\"><style>.stk-3fa9003 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}@media screen and (max-width: 1023px){.stk-3fa9003 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}@media screen and (max-width: 767px){.stk-3fa9003 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}<\/style><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-a1169f6\" data-block-id=\"a1169f6\"><style>.stk-a1169f6 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-75968b8\" data-block-id=\"75968b8\"><style>.stk-75968b8 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Jalin Kerja Sama<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a5cdb55\" data-block-id=\"a5cdb55\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-29e5633 stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"29e5633\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-96a21b9\" data-block-id=\"96a21b9\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" aria-expanded=\"false\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-1d4690c stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"1d4690c\"><p class=\"stk-block-text__text\">Putri AA, Akbar AA, Romiyanto. 2022. Ekosistem Pesisir Sebagai Penghasil Karbon Biru. JEPTEC : Journal of Environmental Policy and Technology. Vol 1(1) : 13-29. <a href=\"https:\/\/journal.ummat.ac.id\/index.php\/jeptec\/article\/view\/11949\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/journal.ummat.ac.id\/index.php\/jeptec\/article\/view\/11949<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-9304076\" data-block-id=\"9304076\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" aria-expanded=\"true\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca terbanyak di dunia. Bahkan produksi emisi terbesar di Indonesia mulai tahun 1990-2020 berasal dari kegiatan alih fungsi lahan, penggunaan energi, dan sektor pertanian. Laju emisi karbon dapat dikurangi dengan cara membatasi aktivitas yang menghasilkan emisi atau menyerap emisi yang telah dihasilkan. Namun, pengurangan emisi yang paling umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":15737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[252,326,327],"class_list":["post-15735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-edukasi","tag-konservasi","tag-mangrove"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}