{"id":1825,"date":"2022-06-05T17:00:00","date_gmt":"2022-06-05T10:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=1825"},"modified":"2025-06-03T09:16:44","modified_gmt":"2025-06-03T02:16:44","slug":"penjelasan-lengkap-mitigasi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/penjelasan-lengkap-mitigasi-bencana\/","title":{"rendered":"Mitigasi Bencana: Jenis, Strategi, Tahapan, Contoh, dan Penerapan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana adalah serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu keselamatan manusia. Peristiwa tersebut bisa disebabkan berbagai faktor seperti faktor alam, non alam, bahkan manusia. Kehidupan Anda mungkin tidak lepas dari bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Anda dapat berupaya untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai tentang mitigasi bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/infografis-mitigasi-bencana.jpg\" alt=\"infografis mitigasi bencana\" class=\"wp-image-16259\" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Infografis ringkas tentang mitigasi bencana (Muhamad Iqbal\/LindungiHutan).<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Mitigasi Bencana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan guna mengurangi dampak dan risiko akibat terjadinya bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, mitigasi dapat diartikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/banjir-adalah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/banjir-adalah\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Banjir adalah: Jenisnya, Sebab, Dampak, dan Cara Mengatasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Mitigasi Bencana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi bencana dibagi menjadi dua jenis yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Masing-masing jenis mitigasi bencana mempunyai karakteristik dan bentuknya yang akan diulas pada pembahasan di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mitigasi Struktural<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi struktural adalah upaya mengurangi risiko bencana dengan membangun sarana dan prasarana fisik menggunakan teknologi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya meliputi pembangunan waduk untuk mencegah banjir, alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, bangunan tahan gempa, serta sistem peringatan dini <em>(early warning system) <\/em>untuk mendeteksi gelombang tsunami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi ini bertujuan mengurangi kerentanan terhadap bencana melalui rekayasa teknis bangunan yang tahan terhadap dampak bencana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bangunan tahan bencana adalah struktur yang memenuhi standar tertentu sehingga mampu bertahan atau mengalami kerusakan minimal saat terjadi bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rekayasa teknis sendiri adalah prosedur perancangan struktur bangunan yang mempertimbangkan berbagai karakteristik aksi dari bencana untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mitigasi Non-Struktural<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi bencana non-struktural adalah jenis mitigasi yang dilakukan selain dengan pembangunan prasarana fisik. Bentuk mitigasi&nbsp;ini bisa dilakukan melalui pembentukan peraturan oleh pemerintah dan lain sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya mitigasi bencana non-struktural biasanya dilakukan di daerah-daerah yang rawan bencana dan sekitarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan dari mitigasi ini agar masyarakat tetap mampu berkegiatan dan beraktivitas tanpa adanya rasa takut yang berlebihan, sehingga mereka merasa aman dan nyaman.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerapkan mitigasi non-struktural dengan mengeluarkan kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) bangunan tahan gempa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebijakan tersebut terdapat dalam SNI 1726:2019 mengenai tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih lagi, struktur bangunan harus memenuhi persyaratan minimum menyangkut beban, tingkat bahaya, kriteria terkait, dan sarana kerja yang diperkirakan untuk bangunan gedung, struktur lain, dan komponen non struktural yang memenuhi persyaratan peraturan bangunan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Strategi Mitigasi Bencana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memaksimalkan upaya<strong> <\/strong>mitigasi bencana, maka diperlukan strategi yang tepat agar upaya mitigasi bencana dapat terkoordinasi dengan maksimal dan baik. Berikut ini adalah strategi mitigasi bencana yang perlu ditempuh diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pemetaan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemetaan menjadi langkah awal yang sangat penting, khususnya bagi daerah dengan wilayah yang rawan bencana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemetaan digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan dan antisipasi terjadinya bencana. Pemetaan mengenai tata ruang wilayah juga diperlukan agar tidak menimbulkan gejala bencana.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, hingga saat ini strategi pemetaan belum berjalan dengan optimal. Keadaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Belum seluruh wilayah yang ada di Indonesia telah dipetakan,<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Peta yang dihasilkan belum tersosialisasi kepada masyarakat dengan baik,<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Peta bencana belum terintegrasi dengan baik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pemantauan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemantauan dilakukan setelah pemetaan untuk memantau tingkat kerawanan bencana di setiap daerah. Hasil pemetaan ini sangat membantu dalam memprediksi potensi terjadinya bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain sebagai dasar penyelamatan saat bencana terjadi, pemantauan juga diterapkan dalam pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) agar upaya pembangunan tetap aman dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyebaran Informasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebaran informasi dilakukan dengan berbagai jenis media salah satu caranya dengan memberikan poster dan <em>leaflet<\/em> kepada pihak pemerintah kabupaten\/kota dan provinsi di seluruh Indonesia yang rawan bencana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi tersebut berisikan tentang tata cara mengenali, mencegah, dan penanganan bencana. Tujuan adanya penyebaran informasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana&nbsp; geologi di kawasan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koordinasi dengan pemerintah daerah berperan penting dalam proses penyebaran informasi penting guna melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah  mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Sosialisasi dan Penyuluhan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia memiliki masyarakat yang sangat besar dan beragam, sehingga beberapa lapisan masyarakat mungkin kesulitan mengakses informasi mengenai bencana. Oleh karena itu, menjadi tugas aparat pemerintah untuk mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program penyuluhan tentang strategi mitigasi bencana dapat difokuskan pada tata cara pengungsian dan penyelamatan saat bencana terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan ini menekankan alur informasi dari petugas di lapangan, pejabat teknis, hingga masyarakat di tingkat pengungsian dan penyelamatan korban. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diharapkan, melalui sosialisasi dan penyuluhan, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana akan meningkat secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Peringatan Dini<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan dini dilakukan dengan memberikan informasi hasil pengamatan kontinu di daerah rawan bencana agar masyarakat menjadi lebih siaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya peringatan dini disosialisasikan melalui pemerintah daerah setempat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari risiko bencana, misalnya melalui sarana teknis, pengalihan jalur, pengungsian, dan fasilitas penanganan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pohon-karet\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pohon-karet\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ciri-ciri Pohon Karet, Klasifikasi Taksonomi, Habitat, Cara Budidaya dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Penanganan Bencana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui strategi mitigasi bencana, Anda juga mesti memahami tahapan lebih lanjut dalam penanganan bencana. Berikut ini beberapa langkah dan tahapan penanganan bencana diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Mitigasi bencana <\/strong>adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Contohnya meliputi pembuatan peta wilayah rawan bencana, pembangunan bangunan tahan gempa, penanaman bakau, reboisasi, serta penyuluhan dan peningkatan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Kesiapsiagaan<\/strong> adalah perencanaan untuk merespons kejadian bencana, berdasarkan data bencana yang pernah terjadi maupun potensi bencana di masa depan. Tahapan ini bertujuan meminimalisir korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana pelayanan umum. Selain itu, kesiapsiagaan mencakup upaya mengurangi risiko, pengelolaan sumber daya manusia, serta pelatihan bagi warga di daerah rawan bencana.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Respon<\/strong> adalah upaya mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan oleh bencana. Tahapan ini berlangsung segera setelah bencana terjadi, dengan fokus pada pertolongan korban dan antisipasi kerusakan akibat bencana tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\"><strong>Pemulihan<\/strong> adalah tahapan untuk mengembalikan kondisi masyarakat seperti sebelum bencana. Fokus utama pada tahap ini adalah penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban dan pembangunan kembali prasarana yang rusak.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Mitigasi Bencana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia terletak di kawasan Lingkaran Api Pasifik, yang menjadi salah satu faktor seringnya bencana terjadi di negara ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana adalah peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, seperti kehilangan nyawa dan harta benda. Oleh karena itu, mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bencana besar yang tak terlupakan adalah gempa dan tsunami di Aceh, yang menelan ratusan ribu korban jiwa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memiliki pengetahuan lengkap dalam menghadapi bencana. Berikut beberapa upaya mitigasi gempa dan tsunami yang dapat dilakukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Membangun tempat berlindung sesuai dengan standar SNI yang tahan gempa<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Mempelajari cara evakuasi mandiri yang tepat<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Memahami status peringatan dini dalam setiap kategorinya (awas, siaga, waspada)<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Tetap tenang dan tidak melebih-lebihkan situasi<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Mengembangkan sistem pemantauan agar selalu siap menghadapi bencana<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pencemaran-lingkungan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pencemaran-lingkungan\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Pencemaran Lingkungan: Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menanganinya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penerapan Mitigasi di Berbagai Sektor&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitigasi bencana tidak hanya berkutat tentang bencana alam. Berikut ini merupakan pemahaman mitigasi bencana dalam beberapa sektor lainnya diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sektor Kehutanan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sektor kehutanan erat dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Salah satunya akibat dari tindakan alih fungsi lahan hutan dan disertai kerusakan hutan dengan skala yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya mitigasi yang dapat dilakukan yaitu <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/manfaat-reboisasi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/manfaat-reboisasi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">melakukan penghijauan kembali<\/a>, membangun hutan rakyat, hutan tanaman industri, dan hutan kemasyarakatan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sektor Pertanian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan mitigasi pada sektor pertanian mempunyai fokus pada penerapan teknologi budidaya tanaman, memanfaatkan pupuk organik, kompos, dan menggunakan teknologi biogas serta pakan guna membantu mengurangi <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/cara-mengurangi-emisi-gas-rumah-kaca\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/cara-mengurangi-emisi-gas-rumah-kaca\/\" rel=\"noreferrer noopener\">emisi gas rumah kaca<\/a>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Sektor Perairan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air, Anda perlu memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara kerja teknologi tersebut dengan melakukan penaburan material semai berupa <em>powder\/flare<\/em>. Selain itu, cara yang  juga bisa dilakukan dengan merehabilitasi waduk dan embung, Kemudian, pengembangan teknologi pengolahan air tepat guna, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1655966518443\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Mitigasi Bencana? <\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan guna mengurangi dampak dan resiko yang diakibatkan oleh terjadinya bencana. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1655966531003\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Tujuan Mitigasi Bencana? <\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tujuan utama mitigasi bencana adalah agar masyarakat tetap mampu melakukan kegiatan dan beraktivitas tanpa adanya rasa takut yang berlebihan, sehingga mereka merasa aman dan nyaman.\u00a0 <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-13f341f\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"13f341f\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-f799aaa stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"f799aaa\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi yang digunakan dalam tulisan ini.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-96508a5\" data-block-id=\"96508a5\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-16ba301 stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"16ba301\"><p class=\"stk-block-text__text\">Al- Amin, M. I. (2022, Januari 25). <em>Mitigasi Adalah Penanggulangan Risiko Bencana, Ini Penjelasannya<\/em>. Dikutip dari katadata.co.id: https:\/\/katadata.co.id\/safrezi\/berita\/61efbb908f89a\/mitigasi-adalah-penanggulangan-risiko-bencana-ini-penjelasannya<br><br>Alfari, S. (2022, Maret 1). <em>5 Cara Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami<\/em>. Dikutip dari ruangguru.com: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-mitigasi-bencana-gempa-bumi-dan-tsunami<br><br>Atap. (n.d.). <em>Materi Mitigasi Bencana: Pengertian, Jenis, Strategi, Tahapan dan Contohnya<\/em>. Dikutip dari gramedia.com: <br><br><em>Mitigasi Bencana \u2013 Pengertian, Tujuan, Jenis &amp; Tahapan<\/em>. (n.d.). Retrieved from rimbakita.com: https:\/\/rimbakita.com\/mitigasi-bencana\/<br><br><em>Mitigasi Bencana: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contohnya<\/em>. (2021, April 26). Dikutip dari kompas.com: https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2021\/04\/26\/141402669\/mitigasi-bencana-pengertian-tujuan-jenis-dan-contohnya?page=all<br><br><em>Rawan Gempa, BSN Tetapkan SNI bangunan tahan gempa<\/em>. (2021, Februari 12). Dikutip dari bsn.go.id: <a href=\"https:\/\/bsn.go.id\/main\/berita\/detail\/11776\/rawan-gempa-bsn-tetapkan-sni-bangunan-tahan-gempa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/bsn.go.id\/main\/berita\/detail\/11776\/rawan-gempa-bsn-tetapkan-sni-bangunan-tahan-gempa<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-6e7ed52\" data-block-id=\"6e7ed52\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\" rel=\"noreferrer noopener\">Tasqiya Ratnasari<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Editor: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rionaldoandiralesmono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rionaldo Andira Lesmono<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bencana adalah serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu keselamatan manusia. Peristiwa tersebut bisa disebabkan berbagai faktor seperti faktor alam, non alam, bahkan manusia. Kehidupan Anda mungkin tidak lepas dari bencana. Namun, Anda dapat berupaya untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai tentang mitigasi bencana. Pengertian Mitigasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,375,252,325,41],"class_list":["post-1825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-bencana-alam","tag-edukasi","tag-pengertian","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}