{"id":1829,"date":"2022-06-12T14:47:00","date_gmt":"2022-06-12T07:47:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=1829"},"modified":"2022-06-16T15:23:46","modified_gmt":"2022-06-16T08:23:46","slug":"banjir-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/banjir-adalah\/","title":{"rendered":"Banjir Adalah: 9 Jenisnya, Sebab, Dampak dan Cara Mengatasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi di negara dengan kondisi lingkungan yang cenderung tidak terawat, daerah resapan air yang sedikit ditambah curah hujan tinggi seperti yang sering terjadi di Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir sebetulnya dapat diprediksi dengan melihat kondisi dari curah hujan serta aliran air yang ada. Tapi, banjir juga terkadang tidak dapat diprediksi yang biasanya datang secara tiba-tiba karena badai maupun kebocoran pada tanggul atau sering disebut sebagai banjir bandang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terjadinya banjir tentu berdampak negatif kepada masyarakat, pada pembahasan kali ini kita akan mengulas seluk-beluk terkait bencana ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Banjir&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, banjir adalah keadaan saat daratan yang terendam atau terbenam oleh air karena volumenya yang meningkat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, banjir merupakan air yang banyak dan deras, terkadang meluap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menjelaskan pengertian banjir adalah kondisi saat kawasan cenderung memiliki kondisi kering, namun di saat tertentu tiba-tiba terbenam oleh air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Suripin, banjir adalah keadaan ketika salurang pembuangan tidak dapat menampung air atau bahkan tersumbatnya saluran pada pembuangan, dan berakibat pada luapan air menggenangi wilayah sekitar<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana alam ini terjadi bukan hanya di perkotaan saja, bahkan pedesaan yang mempunyai tingkat resapan air tinggi juga masih dapat terkena banjir. Jenis banjir berbeda-beda tergantung dampak yang beragam akan diterima.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terjadinya banjir di beberapa kota besar merupakan fenomena yang biasa di tiap tahunnya ketika musim hujan. Namun, banjir di wilayah pedesaan biasanya disebabkan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-manusia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"359\" rel=\"noreferrer noopener\">hutan yang gundul<\/a> dan berdampak pada luapan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/manfaat-menanam-pohon\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1921\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Manfaat Menanam Pohon bagi Lingkungan dan Kehidupan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Banjir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana banjir yang terjadi memiliki beragam jenis dengan ciri-cirinya yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis banjir yang sering terjadi di Indonesia diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Banjir Bandang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir bandang adalah salah satu jenis banjir yang berbahaya dan bahkan kerap menyebabkan korban. Jenis banjir ini mempunyai ciri khas yaitu mengangkut lumpur dan air. Sehingga banjir bandang dapat dikategorikan berbahaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis banjir ini biasanya disebabkan oleh <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/curah-hujan-adalah-jenis-dan-perhitungan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"953\" rel=\"noreferrer noopener\">curah hujan<\/a> yang tinggi dalam waktu yang pendek dan tanah tidak dapat melakukan penyerapan air dengan baik. Selain itu, banjir bandang dapat disebabkan oleh tanggul atau bendungan yang jebol secara tiba-tiba tanpa hujan terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Banjir Sungai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir sungai merupakan jenis banjir yang terjadi ketika air mengalami kelebihan kapasitas di sebuah sungai. Terjadinya banjir sungai disebabkan oleh badai yang terus terjadi dalam waktu yang panjang. Di beberapa negara beriklim subtropis, jenis banjir ini juga diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta cairnya salju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana alam ini dapat berdampak pada kerusakan properti dan keamanan yang terancam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Banjir Rob<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir rob terjadi karena air laut yang pasang daripada rata-rata peningkatannya serta curah hujan yang tinggi. Jenis banjir ini biasanya terjadi di kawasan pesisir pantai. Karena pesisir yang sering terjadi badai kencang dan ekstrim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada daerah tepi laut biasanya memiliki pelindung air secara alami dan buatan oleh manusia. Salah satu pelindung alami di daerah pesisir yaitu <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hutan-mangrove\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1135\">hutan mangrove<\/a>. Kondisi hutan bakau yang rusak dapat mengakibatkan intrusi air laut ke daratan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Banjir Gelombang Badai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gelombang badai merupakan peningkatan permukaan air pada kawasan pantai, serta berada di atas dari gelombang astronomis biasanya. Terjadinya dikarenakan kekuatan dari angin badai, peningkatan gelombang dan rendahnya tekanan pada atmosfer. Gelombang bandai juga akan menjadi sangat berbahaya karena membanjiri sekitar pantai secara meluas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Banjir Genangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir jenis ini terjadi saat curah hujan yang meningkat beberapa hari, luapan air yang meningkat dari sungai dan bahkan kerusakan pada tanggul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis banjir ini juga dapat diakibatkan oleh tingkat serapan air yang rendah di kawasan pemukiman dan perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, terdapat beberapa jenis lainnya yang dilihat berdasarkan dari material atau airnya menurut <em>Enviromental Technology<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Banjir Lahar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir lahar merupakan jenis banjir yang diakibatkan oleh erupsi maupun letupan gunung api. Dari letupan gunung tersebut mengeluarkan lahar dingin dan tersebar pada sekitar lereng gunung. Sehingga berakibat air pada sungai akan menjadi dangkal dan turut meluap keluar dari permukaan serta daratan menjadi terendam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Banjir Air Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dari banjir bandang, banjir air tanah terjadi karena apabila hujan turun pada waktu yang alam, tanah yang telah jenuh terhadap air tidak dapat menyerap air kembali. Kondisi tersebut berdampak pada air akan tetap pada permukaan tanah serta berakibat pada banjir dalam waktu yang panjang dalam beberapa minggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Banjir Lumpur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir lumpur merupakan jenis banjir yang terjadi karena adanya luapan dari lumpur, lumpur tersebut keluar dari dalam bumi sehingga terjadi genangan pada daratan. Lumpur yang terdapat pada permukaan bumi, berbeda dengan lumpur di dalam bumi karena terdapat kandungan kimia yang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Banjir Selokan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir selokan dapat terjadi bukan hanya karena curah hujan, namun dapat disebabkan oleh penyumbatan pada drainase. Jenis banjir ini biasanya terjadi pada dalam serta luar dari bangunan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Banjir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada umumnya, banjir yang sering terjadi disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Beberapa penyebab banjir diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Permukaan Tanah yang Rendah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir sering kali terjadi ketika air yang berada di dataran tinggi terus mengalir menuju dataran rendah. Bahkan derasnya air dapat dengan mudah merusak tembok hingga fasilitas yang ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peningkatan Curah Hujan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Curah hujan akan lebih meningkat pada musim hujan. Akibatnya volume air di sungai dan dataran tinggi meningkat secara signifikan. Apabila tanah tidak dapat menyerap air dengan baik dan aliran ke sungai tidak sempurna maka hal tersebut akan menyebabkan banjir bandang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyumbatan oleh Sampah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebab dari banjir yang paling umum yaitu sampah. Masyarakat menjadi terbiasa untuk membuang sampah di sembarang tempat tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, bahkan sungai menjadi tercemar dan terhambat alirannya. Hambatan tersebut membuat air menjadi berhenti dan volumenya meningkat di suatu tempat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Keadaan Topografis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keadaan lereng yang curam turut mempengaruhi aliran air. Wilayah yang memiliki lereng curam memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya banjir bandang karena aliran air akan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kerusakan Hutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon berperan dalam peresapan air yang menuju ke tanah, sehingga apabila hutan rusak maka kemungkinan besar akan menimbulkan banjir. Kerusakan hutan secara besar-besaran akibat <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-deforestasi-penyebab-dan-dampak\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"933\" rel=\"noreferrer noopener\">deforestasi<\/a> dan alih fungsi lahan tentu akan menimbulkan bencana longsor. Longsor yang terjadi karena tidak memiliki tanah yang dapat menahan air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Kerusakan Bendungan dan Tanggul<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bendungan yang rusak biasa terjadi karena hujan yang deras membuat air menjadi meluap ditambah kondisi bendungan yang tua sehingga memungkinkan bendungan menjadi jebol. Bendungan dan tanggul yang jebol karena tidak mampu menahan volume air akan mengakibatkan banjir bandang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Pemanasan Global dan Emisi Gas Rumah Kaca<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanasan global secara tidak langsung menyebabkan banjir, mulai dari pembakaran sampah, <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/polusi-adalah-pengertian-dan-dampak-polusi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"611\">polusi<\/a> dari kendaraan dan industri menjadi beberapa penyebab peningkatan pada lapisan ozon. Sehingga polusi tersebut dapat meningkatkan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/emisi-karbon\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1157\">emisi gas karbondioksida<\/a> dan berdampak pada perubahan cuaca secara ekstrim.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Negatif Banjir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana banjir tentu akan memberi dampak bagi masyarakat sekitar dan lingkungan. Kerugian secara langsung menyasar materi hingga korban jiwa, berikut ini beberapa dampak buruk banjir yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sarana dan Prasarana Menjadi Rusak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir akan memberikan dampak kerusakan pada rumah, bangunan, sarana publik, hingga kendaraan. Bahkan akan mengakibatkan pemadaman listrik untuk mencegah konsleting listrik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Lingkungan Tercemar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Air banjir mengandung bakteri dan bahkan akan banyak sampah yang hanyut di sekitar lingkungan. Kondisi tersebut akan menjadi sarang nyamuk untuk bertelur bahkan mengakibatkan&nbsp;timbul berbagai penyakit yaitu diare, kulit dan demam berdarah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menimbulkan Korban Jiwa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir dapat mengakibatkan korban jiwa, terutama pada jenis banjir lahar dan banjir bandang. Material akan merusak perumahan warga hingga berdampak pada korban dan arus banjir juga dapat menghanyutkan masyarakat terutama anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengganggu Kegiatan Sehari-hari<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terjadinya banjir akan mengganggu aktivitas sehari-hari manusia, orang akan kesulitan untuk pergi bekerja dan kegiatan pembelajaran terganggu. Bahkan, banjir sering berdampak buruk pada kerusakan area sawah sehingga merugikan petani.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengakibatkan Tanah Longsor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hujan yang turun deras akan membuat volume air meningkat sehingga tanah serta jalan menjadi terkikis dan menimbulkan terjadinya longsor.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengatasi Banjir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah kita memahami beberapa jenis, penyebab dan dampak banjir, perlu kesadaran dari manusia untuk mengatasi bahkan mencegah terjadinya banjir. Karena manusia sebagai makhluk hidup yang paling peka dan harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini beberapa langkah dan cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi dan mencegah banjir:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Sadar untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, karena sampah adalah salah satu penyebab utama dari terjadinya banjir. Hal ini bertujuan agar sampah tidak berserakan di sungai maupun saluran air yang tentu akan menghambat aliran air<\/li><li>Pembuatan saluran air dan penataan saluran air yang telah ada akan membuat air akan mengalir dengan baik dan tidak tergenang di jalanan atau pun aspal sekitar rumah. Dan bahkan untuk lingkungan sekitar rumah dapat membiarkan tetap tanah agar air dapat terserap<\/li><li>Penanaman pohon dan pembuatan ruang terbuka hijau atau pun taman kota merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir karena akar akan menyerap air pada tanah untuk kebutuhan pohon<\/li><li>Pembuatan sumur resapan akan mengurangi kemungkinan banjir karena terjadi penyerapan air ke dalam tanah. Sumur resapan sangat tepat untuk pemukiman yang memiliki tanah yang hampir keseluruhan terlapisi oleh aspal<\/li><li>Mencegah penebangan liar dan melakukan reboisasi dengan untuk menjadikan peran hutan atau pun pohon dapat dengan baik. Apabila penebangan dilakukan terus menerus maka pohon ataupun hutan menjadi gundul.<\/li><li>Pembuatan wilayah penampung air yaitu waduk dan tanggul. Pembuatan infrastruktur penampung air bertujuan agar dapat menampung volume air yang meningkat dan dapat digunakan untuk sistem irigasi pada kemarau.<\/li><li>Mencegah pembangunan pada kawasan resapan air, karena bangunan yang didirikan pada kawasan tersebut biasanya akan mengakibatkan air mengalir dalam volume besar saat curah hujan meningkat.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ<\/strong> (Pertanyaan Sering Ditanyakan)<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1655367037420\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Banjir?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pengertian banjir adalah fenomena daratan yang tenggelam atau tergenang cairan pada area yang luas. Definisi dan penjelasan lengkap terkait bencana alam ini telah kita ulas pada pembahasan kali ini.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1655367128241\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Saja Penyebab Banjir?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Terdapat beberapa penyebab terjadinya banjir pada suatu wilayah, diantaranya yaitu: 1) Wilayah dataran rendah; 2) Peningkatan pada curah hujan; 3) Sampah yang menyumbat; 4) Keadaan topografis; 5) Kerusakan hutan; 6) Rusaknya bendungan dan 7) Pemanasan global dan efek gas rumah kaca.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-f277c1f\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"f277c1f\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-2120ffa\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"2120ffa\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan pada artikel ini.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-2883ffe\" data-block-id=\"2883ffe\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-ddd4076\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"ddd4076\"><p class=\"stk-block-text__text\">kompas.com. (2020, Januari 3). <em>Jenis-jenis Banjir<\/em>. Dikutip dari https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/01\/03\/090000369\/jenis-jenis-banjir?page=all<br><br>Nugraha, J. (2021, Februari 23). <em>7 Cara Mencegah Banjir di Lingkungan Sekitar, Salah Satunya Bikin Sumur Serapan<\/em>. Dikutip dari merdeka.com: https:\/\/www.merdeka.com\/jateng\/7-cara-mencegah-banjir-di-lingkungan-sekitar-salah-satunya-bikin-sumur-serapan-kln.html<br><br>Nugraha, J. (2021, Juni 13). <em>8 Penyebab Terjadinya Banjir yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mencegahnya<\/em>. Dikutip dari merdeka.com: https:\/\/www.merdeka.com\/jateng\/8-penyebab-terjadinya-banjir-yang-perlu-diwaspadai-begini-cara-mencegahnya-kln.html<br><br>Ratriani, F. (2021, Januari 22). <em>4 Dampak banjir terhadap lingkungan<\/em>. Dikutip dari kontan.co.id: https:\/\/regional.kontan.co.id\/news\/4-dampak-banjir-terhadap-lingkungan<br><br>rimbakita. (n.d.). <em>Banjir \u2013 Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak &amp; Cara Mengatasi<\/em>. Dikutip dari https:\/\/rimbakita.com\/banjir\/Suripin. (2003). <em>Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan.<\/em> Yogyakarta<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-51fa30b\" data-block-id=\"51fa30b\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rionaldo-andira-lesmono-556907226\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rionaldo Andira Lesmono<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Editor: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\" rel=\"noreferrer noopener\">Tasqiya Ratnasar<\/a>i<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi di negara dengan kondisi lingkungan yang cenderung tidak terawat, daerah resapan air yang sedikit ditambah curah hujan tinggi seperti yang sering terjadi di Indonesia Banjir sebetulnya dapat diprediksi dengan melihat kondisi dari curah hujan serta aliran air yang ada. Tapi, banjir juga terkadang tidak dapat diprediksi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,375,252,325,41],"class_list":["post-1829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-bencana-alam","tag-edukasi","tag-pengertian","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1829\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}