{"id":20040,"date":"2026-08-26T10:44:20","date_gmt":"2026-08-26T03:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/?p=20040"},"modified":"2026-08-26T10:51:41","modified_gmt":"2026-08-26T03:51:41","slug":"pengertian-ekosistem-darat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-ekosistem-darat\/","title":{"rendered":"Ekosistem Darat: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, dan Manfaat"},"content":{"rendered":"\n<p>Ekosistem darat memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga savana. Keberagaman ini terbentuk dari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap ekosistem darat memiliki ciri dan keanekaragaman hayati yang berbeda serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud Ekosistem Darat?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat merupakan ekosistem yang sebagian besar proses kehidupan organismenya berlangsung di daratan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem ini tersusun atas komponen biotik, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, serta komponen abiotik, seperti tanah, air, suhu, cahaya, dan udara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi iklim, suhu, curah hujan, tanah, serta ketersediaan air turut menentukan vegetasi dan organisme yang dapat hidup. Perbedaan kondisi tersebut membuat setiap wilayah memiliki karakteristik ekosistem darat yang beragam.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"410\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Ekosistem-Darat-2_11zon-4-410x1024.webp\" alt=\"Ekosistem Darat: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh dan Manfaatnya\" class=\"wp-image-20053\" style=\"aspect-ratio:0.40038758507034516;width:272px;height:auto\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Ekosistem-Darat-2_11zon-4-410x1024.webp 410w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Ekosistem-Darat-2_11zon-4-120x300.webp 120w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Ekosistem-Darat-2_11zon-4-32x80.webp 32w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Ekosistem-Darat-2_11zon-4.webp 544w\" sizes=\"auto, (max-width: 410px) 100vw, 410px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Ekosistem Darat&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Ciri utama ekosistem darat adalah daratan sebagai habitat utama bagi berbagai organisme. Kondisi ekosistem ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, jenis tanah, kelembapan, dan ketersediaan air.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, vegetasi memiliki peran penting sebagai sumber makanan, tempat berlindung, dan habitat bagi berbagai makhluk hidup.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan kondisi lingkungan dan vegetasi tersebut membuat tumbuhan maupu<\/p>\n\n\n\n<p>n hewan memiliki bentuk adaptasi yang beragam agar dapat bertahan hidup di habitatnya masing-masing.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Ekosistem Darat&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Kondisi iklim, curah hujan, suhu, dan vegetasi yang berbeda membuat ekosistem darat terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hutan hujan tropis:<\/strong> Wilayah bercurah hujan tinggi dengan vegetasi lebat dan keanekaragaman hayati tinggi (Corlett &amp; Primack, 2006).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Savana:<\/strong> Didominasi rerumputan dengan pepohonan yang tersebar (Sankaran et al., 2005).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Padang rumput:<\/strong> Ekosistem terbuka yang didominasi rerumputan dan menjadi habitat berbagai spesies (Bardgett et al., 2021).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gurun:<\/strong> Wilayah kering dengan organisme yang beradaptasi terhadap keterbatasan air (Ward, 2016).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Taiga:<\/strong> Hutan beriklim dingin yang didominasi pohon konifer (Gauthier et al., 2015).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tundra:<\/strong> Wilayah sangat dingin dengan musim tumbuh pendek dan vegetasi rendah (Elmendorf et al., 2012).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Jenis - Jenis Ekosistem Darat dan Contohnya #jenis #ekosistem #ekosistemdarat\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/aFny3rYV-38?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading popmake-18961\">Contoh Ekosistem Darat di Indonesia&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Berbagai jenis ekosistem darat juga dapat ditemukan di Indonesia dengan karakteristik yang menyesuaikan kondisi geografis setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia memiliki beragam ekosistem darat, seperti hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, dan Papua, savana di Nusa Tenggara, hutan musim, serta ekosistem pegunungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keanekaragaman ekosistem tersebut menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perubahan penggunaan lahan, seperti transformasi hutan menjadi perkebunan, dapat mengubah struktur habitat, jaring-jaring makanan, dan fungsi ekosistem sehingga berpotensi mengganggu keanekaragaman hayati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Ekosistem Darat bagi Manusia dan Lingkungan&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat memberikan berbagai manfaat bagi manusia dan lingkungan, mulai dari menjadi habitat flora dan fauna hingga menjaga keseimbangan alam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ekosistem ini berperan dalam menyimpan karbon, menjaga tanah dan air, serta menyediakan pangan dan sumber daya alam bagi kehidupan manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Besarnya manfaat tersebut membuat kelestarian ekosistem darat penting untuk dijaga. Namun, keberadaannya menghadapi berbagai ancaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ancaman terhadap Ekosistem Darat&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat menghadapi berbagai ancaman, seperti deforestasi, alih fungsi lahan, fragmentasi habitat, kebakaran hutan, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan iklim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai tekanan tersebut menyebabkan hilangnya habitat dan menurunkan keanekaragaman hayati. Powers dan Jetz (2019) menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan meningkatkan kehilangan habitat serta risiko kepunahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kerusakan ekosistem darat juga dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Salah satu contohnya adalah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada akhir tahun 2025.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <a href=\"http:\/\/Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Disebabkan Cuaca atau Kerusakan Hutan? Ini Penjelasan BMKG dan Pakar\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kompas.com<\/a>, selain dipicu oleh curah hujan tinggi, berkurangnya tutupan hutan dan alih fungsi lahan dapat memperparah dampak banjir karena menurunkan kemampuan tanah menyerap air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk menjaga dan memulihkan ekosistem darat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/perbedaan-ekosistem-darat-dan-perairan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Perbedaan Ekosistem Darat dan Perairan Beserta Contohnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menjaga Kelestarian Ekosistem Darat&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Kelestarian ekosistem darat dapat dijaga melalui perlindungan habitat, pengurangan deforestasi, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, rehabilitasi, dan restorasi lahan. Kawasan lindung juga berperan dalam mempertahankan habitat dan populasi spesies (Geldmann et al., 2013).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penanaman pohon yang sesuai dengan kondisi ekosistem dapat mendukung pemulihan habitat dan menjaga keanekaragaman hayati. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti LindungiHutan berhasil mengadakan program <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/collaboratree\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/collaboratree\" rel=\"noreferrer noopener\">CollaboraTree<\/a> dan <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" rel=\"noreferrer noopener\">CorporaTree <\/a>di mana program ini merupakan program penanaman pohon yang disesuaikan dengan lokasi tujuan penanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Program penanaman tersebut menghasilkan berbagai jenis bibit pohon ekosistem darat yang dapat masyarakat akses pada laman <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/lokasi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/lokasi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">lokasi<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Upaya konservasi ini penting untuk mempertahankan fungsi ekosistem bagi generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-266f7ca is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"266f7ca\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-266f7ca-column stk-container stk-266f7ca-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-266f7ca-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-a4e998a\" data-block-id=\"a4e998a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-3c4eaf1\" data-block-id=\"3c4eaf1\"><style>.stk-3c4eaf1 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button tombol-wa stk-block stk-9aea2aa\" data-block-id=\"9aea2aa\"><style>.stk-9aea2aa .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\ndocument.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n    const pageUrl = window.location.href;\n    const message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n    const waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282314340056&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n    const waButton = document.querySelector('.tombol-wa a');\n    if (waButton) {\n        waButton.href = waLink;\n    }\n});\n<\/script>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary><strong>Reference<\/strong><\/summary>\n<p>Bardgett, R. D., Bullock, J. M., Lavorel, S., et al. (2021). Combatting global grassland degradation. <em>Nature Reviews Earth &amp; Environment, 2<\/em>, 720\u2013735. <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s43017-021-00207-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nature.com\/articles\/s43017-021-00207-2<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Corlett, R. T., &amp; Primack, R. B. (2006). Tropical rainforests and the need for cross-continental comparisons. <em>Trends in Ecology &amp; Evolution, 21<\/em>(2), 104\u2013110. <a href=\"https:\/\/www.cell.com\/trends\/ecology-evolution\/abstract\/S0169-5347(05)00408-8?_returnURL=https%3A%2F%2Flinkinghub.elsevier.com%2Fretrieve%2Fpii%2FS0169534705004088%3Fshowall%3Dtrue\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cell.com\/trends\/ecology-evolution\/abstract\/S0169-5347(05)00408-8?_returnURL=https%3A%2F%2Flinkinghub.elsevier.com%2Fretrieve%2Fpii%2FS0169534705004088%3Fshowall%3Dtrue<\/a>&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Elmendorf, S. C., et al. (2012). Plot-scale evidence of tundra vegetation change and links to recent summer warming. <em>Nature Climate Change, 2<\/em>, 453\u2013457. <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/nclimate1465\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nature.com\/articles\/nclimate1465<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gauthier, S., Bernier, P., Kuuluvainen, T., Shvidenko, A. Z., &amp; Schepaschenko, D. G. (2015). Boreal forest health and global change. <em>Science, 349<\/em>(6250), 819\u2013822. <a href=\"https:\/\/www.science.org\/doi\/10.1126\/science.aaa9092\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.science.org\/doi\/10.1126\/science.aaa9092<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Geldmann, J., Barnes, M., Coad, L., Craigie, I. D., Hockings, M., &amp; Burgess, N. D. (2013). Effectiveness of terrestrial protected areas in reducing habitat loss and population declines. <em>Biological Conservation, 161<\/em>, 230\u2013238. <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0006320713000670?via%3Dihub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0006320713000670?via%3Dihub<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/kompas.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kompas.com<\/a>. (2025). Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Disebabkan Cuaca atau Kerusakan Hutan? Ini Penjelasan BMKG dan Pakar. <a href=\"https:\/\/amp.kompas.com\/tren\/read\/2025\/12\/04\/123000865\/banjir-dan-tanah-longsor-sumatera-disebabkan-cuaca-atau-kerusakan-hutan-ini?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Disebabkan Cuaca atau Kerusakan Hutan? Ini Penjelasan BMKG dan Pakar<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Powers, R. P., &amp; Jetz, W. (2019). Global habitat loss and extinction risk of terrestrial vertebrates under future land-use-change scenarios. <em>Nature Climate Change, 9<\/em>, 323\u2013329. <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41558-019-0406-z?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/a><a href=\"https:\/\/www.nature.com\/nclimate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nature Climate Change<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sankaran, M., et al. (2005). Determinants of woody cover in African savannas. <em>Nature, 438<\/em>, 846\u2013849. <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/nature04070\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nature.com\/articles\/nature04070<\/a>&nbsp;<\/p>\n<\/details>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekosistem darat memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga savana. Keberagaman ini terbentuk dari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan. Setiap ekosistem darat memiliki ciri dan keanekaragaman hayati yang berbeda serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan manusia.&nbsp; Apa yang Dimaksud Ekosistem Darat?&nbsp; Ekosistem darat merupakan ekosistem yang sebagian besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":20118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[2006,2765,2176],"class_list":["post-20040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-ekosistem","tag-ekosistem-darat","tag-keseimbangan-ekosistem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20040"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20577,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20040\/revisions\/20577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}