{"id":20120,"date":"2026-08-26T10:48:44","date_gmt":"2026-08-26T03:48:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/?p=20120"},"modified":"2026-08-31T15:54:57","modified_gmt":"2026-08-31T08:54:57","slug":"perbedaan-ekosistem-darat-dan-perairan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/perbedaan-ekosistem-darat-dan-perairan\/","title":{"rendered":"Perbedaan Ekosistem Darat dan Perairan Beserta Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-custom-article-summary article-summary-box article-summary-block\"><h3 class=\"summary-title\">LindungiHutan Insight<\/h3><div class=\"summary-content\">\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ekosistem darat adalah ekosistem yang berada di permukaan bumi, yang memiliki vegetasi pohon keras yang beragam. Sedangkan ekosistem perairan adalah ekosistem yang berada di perairan yang memiliki sumber air yang melimpah. <\/li>\n\n\n\n<li>Perbedaan ekosistem darat dan perairan bisa dilihat dari segi produsen, siklus air, media hidup, dan proses fotosintesis<\/li>\n\n\n\n<li>Ekosistem penting bagi manusia dan lingkungan karena memberi berbagai manfaat, dari menyediakan makan dan minum sampai menyimpan karbon.  <\/li>\n<\/ol>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Di Bumi, manusia hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada ikan yang hidup di air dan kambing yang hidup di daratan. Semua makhluk hidup ini masing-masing menghuni ekosistem darat dan perairan. <\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing ekosistem memiliki perbedaan dan karakteristik khusus. Apa saja perbedaan ekosistem darat dan perairan? Apa pentingnya ekosistem bagi lingkungan? <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Ekosistem Darat dan Perairan Beserta Contohnya<\/h2>\n\n\n\n<p>Manusia hidup dalam suatu ekosistem. <a href=\"https:\/\/ncert.nic.in\/textbook\/pdf\/lebo112.pdf\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/ncert.nic.in\/textbook\/pdf\/lebo112.pdf\" rel=\"noreferrer noopener\">Ekosistem adalah<\/a> unit fungsional alam, dimana organisme hidup berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan fisik di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem terbagi dalam dua kategori dasar, yaitu ekosistem darat dan perairan.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/repository.ubaya.ac.id\/45359\/3\/Johan%20Sukweenadhi_Ekosistem%20dan%20Sistem%20Pendukung%20Kehidupan.pdf\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/repository.ubaya.ac.id\/45359\/3\/Johan%20Sukweenadhi_Ekosistem%20dan%20Sistem%20Pendukung%20Kehidupan.pdf\" rel=\"noreferrer noopener\">Ekosistem darat<\/a> adalah ekosistem yang berada di permukaan bumi yang memiliki vegetasi pohon keras yang beragam. Ekosistem darat dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti suhu, curah hujan, kelembaban, dan cahaya matahari.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh dari ekosistem darat adalah hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, gurun, dan taiga.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/repository.ubaya.ac.id\/45359\/3\/Johan%20Sukweenadhi_Ekosistem%20dan%20Sistem%20Pendukung%20Kehidupan.pdf\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/repository.ubaya.ac.id\/45359\/3\/Johan%20Sukweenadhi_Ekosistem%20dan%20Sistem%20Pendukung%20Kehidupan.pdf\" rel=\"noreferrer noopener\">Ekosistem perairan<\/a> atau air adalah ekosistem yang berada di perairan yang memiliki sumber air yang melimpah. Ekosistem perairan dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan arus.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem perairan terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh ekosistem air tawar meliputi sungai, danau, rawa, dan bendungan. Sedangkan ekosistem air laut meliputi laut dangkal, laut dalam, terumbu karang, dan muara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Antara Ekosistem Darat dan Perairan<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui tentang pengertian ekosistem, kita perlu mengenal lebih lanjut tentang perbedaan antara ekosistem darat dan perairan. Masing-masing ekosistem memiliki karakteristik khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut lima perbedaan masing-masing ekosistem dari berbagai aspek:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Produsen<\/h3>\n\n\n\n<p>Produsen di ekosistem darat adalah tanaman herba dan kayu. Sedangkan, produsen di ekosistem perairan adalah tumbuhan air, yang tubuhnya kecil dan lemah tanpa jaringan penguat (misalnya fitoplankton).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Media Hidup dan Lingkungannya<\/h3>\n\n\n\n<p>Makhluk hidup di ekosistem darat tidak terendam air secara permanen. Mereka bergantung pada air hujan atau sumber air untuk kebutuhan air.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan di ekosistem perairan, makhluknya hidup di dalam air dan bergantung pada karakteristik air laut untuk hidup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Siklus Air<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada ekosistem darat, siklus air dimulai dengan penguapan air dari permukaan tanah dan tanaman, kemudian terbentuknya awan, dan terakhir presipitasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ekosistem perairan, siklus air dimulai dengan penguapan air dari permukaan laut, kemudian terbentuknya awan, dan presipitasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/jenis-bibit-pohon-selain-mangrove\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/jenis-bibit-pohon-selain-mangrove\/\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Contoh Jenis Bibit Pohon yang Ditanam LindungiHutan Selain Mangrove<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Proses Fotosintesis<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanaman darat melakukan fotosintesis dengan menggunakan energi matahari untuk mengubah karbon dioksida (CO\u2082) dan air menjadi glukosa dan oksigen.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan tanaman di perairan seperti Fitoplankton dan ganggang laut berperan dalam fotosintesis di air.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses fotosintesis di laut menciptakan sumber daya makanan dasar untuk banyak organisme laut dan menghasilkan oksigen sebagai hasil sampingannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun terdapat perbedaan, ekosistem darat dan laut saling terkait dan berkontribusi terhadap keseimbangan ekologis.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"410\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-410x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-20123\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-410x1024.webp 410w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-120x300.webp 120w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-768x1920.webp 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-819x2048.webp 819w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-32x80.webp 32w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-ekosistem-darat-2-scaled.webp 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 410px) 100vw, 410px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Ekosistem Darat dan Perairan Untuk Lingkungan<\/h2>\n\n\n\n<p>Ekosistem memberikan manfaat penting untuk lingkungan, termasuk bagi kehidupan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/ar6\/wg2\/chapter\/chapter-2\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/ar6\/wg2\/chapter\/chapter-2\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Millennium Ecosystem Assessment<\/a>, diantara manfaat yang diberikan oleh ekosistem adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyediakan makanan dan air<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan pengaturan seperti banjir, kekeringan, degradasi lahan, dan penyakit<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung pembentukan tanah dan siklus nutrisi<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan layanan budaya seperti kegiatan rekreasi, spiritual, keagamaan, dan manfaat non materi lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat seperti hutan dan lahan basah (rawa, lahan gambut, dan mangrove) juga memainkan peran penting dan tak tergantikan dalam siklus dan <a href=\"https:\/\/www.eea.europa.eu\/en\/analysis\/publications\/carbon-stocks-and-sequestration-in-terrestrial-and-marine-ecosystems-a-lever-for-nature-restoration\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.eea.europa.eu\/en\/analysis\/publications\/carbon-stocks-and-sequestration-in-terrestrial-and-marine-ecosystems-a-lever-for-nature-restoration\" rel=\"noreferrer noopener\">penyimpanan karbon<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat menyerap dan menyimpan karbon atmosfer serta sebagian mengurangi peningkatan konsentrasi CO\u2082 di atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<p>Lahan basah menjadi ekosistem darat yang menyimpan jumlah karbon terbesar per satuan luas, meskipun ukuran penyimpanannya sangat bervariasi, dan diikuti oleh hutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun telah memberi manfaat, saat ini ekosistem darat dan perairan dalam <a href=\"https:\/\/bpmpp.uma.ac.id\/2025\/06\/28\/ekosistem-perairan-vs-daratan-perbandingan-struktur-dan-fungsi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/bpmpp.uma.ac.id\/2025\/06\/28\/ekosistem-perairan-vs-daratan-perbandingan-struktur-dan-fungsi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">keadaan kritis atau rentan<\/a> akibat aktivitas manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat mengalami deforestasi, konversi lahan, dan lain-lain. Sedangkan ekosistem perairan menghadapi tantangan seperti pencemaran laut, penangkapan ikan berlebih, pemanasan global, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, keseimbangan antara keduanya penting karena apa yang terjadi di satu ekosistem dapat berdampak langsung pada ekosistem lainnya (misalnya limbah dari daratan dapat menyebabkan eutrofikasi di perairan).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, kita perlu untuk melakukan upaya konservasi atau menjaga ekosistem, demi lingkungan dan kesejahteraan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pt-pertamina-hulu-indonesia-tanam-500-lamun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PT Pertamina Hulu Indonesia Tanam 500 Lamun di Pulau Pari Kepulauan Seribu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>Bumi tersusun atas dua ekosistem besar dan utama, yaitu ekosistem darat dan perairan, yang masing-masing memiliki keunikan dan perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekosistem darat dan perairan memberikan manfaat bagi manusia maupun lingkungan, termasuk dalam upaya penyimpanan karbon.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, saat ini kedua ekosistem sedang dalam keadaan rentan karena dihadapkan dengan berbagai tantangan dan kerusakan. Hal ini tentu membutuhkan intervensi dan konservasi dari manusia untuk mencegah keadaan semakin buruk.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-266f7ca is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"266f7ca\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-266f7ca-column stk-container stk-266f7ca-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-266f7ca-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-a4e998a\" data-block-id=\"a4e998a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-3c4eaf1\" data-block-id=\"3c4eaf1\"><style>.stk-3c4eaf1 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button tombol-wa stk-block stk-9aea2aa\" data-block-id=\"9aea2aa\"><style>.stk-9aea2aa .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\ndocument.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n    const pageUrl = window.location.href;\n    const message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n    const waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282314340056&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n    const waButton = document.querySelector('.tombol-wa a');\n    if (waButton) {\n        waButton.href = waLink;\n    }\n});\n<\/script>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Bumi, manusia hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Ada ikan yang hidup di air dan kambing yang hidup di daratan. Semua makhluk hidup ini masing-masing menghuni ekosistem darat dan perairan. Masing-masing ekosistem memiliki perbedaan dan karakteristik khusus. Apa saja perbedaan ekosistem darat dan perairan? Apa pentingnya ekosistem bagi lingkungan? Pengertian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":20121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[2006,2479,2501,2765,1105,1655,1599,253],"class_list":["post-20120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-ekosistem","tag-ekosistem-air","tag-ekosistem-dan-keanekaragaman-hayati","tag-ekosistem-darat","tag-ekosistem-lamun","tag-ekosistem-laut","tag-ekosistem-mangrove","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20120"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20637,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20120\/revisions\/20637"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}