{"id":2045,"date":"2022-08-03T15:28:00","date_gmt":"2022-08-03T08:28:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=2045"},"modified":"2022-08-22T14:00:08","modified_gmt":"2022-08-22T07:00:08","slug":"hutan-primer-dan-hutan-sekunder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/hutan-primer-dan-hutan-sekunder\/","title":{"rendered":"Hutan Primer dan Hutan Sekunder: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri-ciri dan Manfaat (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melihat perbedaan hutan primer dan hutan sekunder adalah dengan melihat berdasar dengan cara terjadinya. Hutan primer dan hutan sekunder sangat lah berkaitan satu dengan yang lain, sebab terbentuknya hutan sekunder melalui hutan primer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Pada dasarnya, Hutan Primer dan Hutan Sekunder merupakan hal yang sama, lalu apa yang membedakan kedua jenis Hutan tersebut. Simak penjelasan mengenai Hutan Primer dan Hutan Sekunder pada artikel ini <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan.png\" alt=\"Infografis hutan primer dan sekunder.\" class=\"wp-image-3526\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan-120x300.png 120w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan-410x1024.png 410w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan-768x1920.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Infografis-LindungiHutan-614x1536.png 614w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Infografis Hutan Primer dan Sekunder. Oleh Muhamad Iqbal\/LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Pengertian  Hutan Primer dan Sekunder Secara Umum<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pengertian-Hutan-Primer-Secara-Umum.png\" alt=\"Sudahkah kamu tahu apa itu hutan primer?\" class=\"wp-image-3311\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pengertian-Hutan-Primer-Secara-Umum.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pengertian-Hutan-Primer-Secara-Umum-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pengertian-Hutan-Primer-Secara-Umum-768x576.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Tahukah kamu apa perbedaan hutan primer dan sekunder?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Primer adalah sebagai kawasan atau wilayah hutan yang mengalami pembentukan secara alami, yang berarti bagian di kawasan hutan belum tersentuh oleh manusia atau dilakukan penebangan maupun perusakan selama puluhan hingga ratusan tahun. Proses pembentukan hutan primer terjadi secara alami dan memiliki wilayah hutan yang belum tersentuh selama 50 tahun terakhir oleh manusia .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan, hutan Sekunder memiliki pengertian sebagai kawasan atau wilayah hutan primer yang telah berubah akibat dari adanya deforestasi. Hutan Sekunder ada karena tindakan manusia yang merusak dan menebang hutan primer secara sengaja dan tidak sengaja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2.Pengertian Menurut Ahli<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami perbedaan hutan primer dan sekunder secara umum, berikut ini adalah pengertian dari para ahli mengenai jenis hutan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hutan Primer<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Hidayat, et al. (2018)&nbsp;<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Primer adalah kawasan atau wilayah hutan yang kondisinya masih utuh dan belum pernah dieksplorasi atau diganggu oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Sehun Endang (2018)&nbsp;<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Primer merupakan kawasan hutan yang sama sekali belum menerima gangguan oleh manusia seperti berburu, berkumpul, ataupun penebangan pohon secara individu dalam artian untuk mengambil buah yang tidak berdampak pada kerusakan hutan. Sehingga hal tersebut akan membuat hutan atau pohon kembali tumbuh dengan baik sesuai struktur, fungsi dan bentuknya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>KLHK<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian Hutan Primer menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah seluruh kenampakan hutan yang tidak menunjukkan bekas eksplorasi\/penebangan\/perusakan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li><strong>Turubanova et al. (2018)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Primer merupakan penutup pada hutan tropis lembab yang belum terbuka secara penuh dan akan tumbuh kembali.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li><strong>Winarto (2012)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Wilayah hutan yang banyak ditempati atau ditumbuhi oleh spesies sekitar, sebagian wilayah tidak tersentuh oleh aktivitas manusia dan proses pertumbuhan kawasan lingkungan hutan tidak mengalami gangguan yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\"><li><strong>Susetyo (2021)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Primer adalah kawasan hutan yang sudah mencapai umur lanjut dengan ciri struktur yang tepat dengan kematangan sekaligus memiliki sifat ekologis yang menarik. Hutan primer juga biasa dikenal sebagai hutan perawan (<em>virgin forest<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hutan Sekunder<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>UNESCO (1978)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Sekunder adalah kawasan yang mengalami kolonisasi area, di mana sebagian hingga seluruh kawasan vegetasi murni menghilang karena tindakan manusia dan gangguan pada kondisi alam.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Lamprecht (1986)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Sekunder adalah hutan yang tumbuh dan berkembang secara alami sesudah terjadi kerusakan atau perubahan pada hutan yang pertama.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Weaver dan Birdsey (1986)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Wilayah hutan yang terbentuk karena adanya hasil dari lahan pertanian atau kawasan peternakan yang telah ditinggalkan dan diabaikan,<\/li><li>Wilayah hutan yang terbentuk karena terjadinya regenerasi wilayah hutan yang awalnya telah di tebang atau terjadi kerusakan karena gangguan alam.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li><strong>Brown dan Lugo (1990)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Sekunder adalah bagian penting dalam sistem ladang yang berpindah sebagai bentuk dari akibat tindakan manusia kepada wilayah hutan. Hutan Sekunder terbentuk karena ada kegiatan pertanian di wilayah hutan, tapi area hutan telah di tebang habis yang tidak termasuk dalam hutan merupakan akibat dari manusia.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li><strong>Finegan (1992)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Sekunder adalah vegetasi berkayu yang berkembang di atas wilayah lahan yang telah diabaikan setelah vegetasi asli telah rusak akibat keterlibatan manusia.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\"><li><strong>Huss (1996)<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan Sekunder memiliki pengertian sebagai hutan yang membentuk mozaik kecil pada kelompok hutan serta ditandai dengan proses regenerasi yang rumit.Menurut Huss, hal ini disebebkan hutan melewati fase regenerasi dan hutan sekunder tidak memiliki perbedaan yang signifikan atau jelas. (RimbaKita, n.d.)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/10-jenis-pohon-hutan-kota\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Jenis Pohon Hutan Kota yang Cocok untuk Ditanam<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Ciri-Ciri Hutan Primer dan Sekunder<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Ciri-Ciri-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png\" alt=\"Ada banyak ciri-ciri hutan primer dan sekunder, kiranya apa saja?\" class=\"wp-image-3310\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Ciri-Ciri-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Ciri-Ciri-Hutan-Primer-dan-Sekunder-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Ciri-Ciri-Hutan-Primer-dan-Sekunder-768x576.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption> Nyatanya antara hutan primer dan sekunder memiliki ciri-ciri yang berbeda. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada umumnya, Hutan primer dan Hutan sekunder adalah sama. Namun, nyatanya kedua jenis hutan tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda. Apa saja ciri-ciri tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ciri-Ciri Hutan Primer<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Hutan Primer memiliki berbagai jenis pepohonan dengan jumlah mencapai 40-80 jenis pohon per hektare. Hal ini disebabkan oleh jumlah batang dari per pohonnya yang sangat sedikit. Perlu diketahui, terdapat 12.000-15.000 jenis hutan alam primer yang ada di Asia Tenggara. Dengan tiap jenis pohon memiliki rata-rata diameter 10 cm ke atas.<\/li><li>Beberapa spesies pohon bercampur dan hidup secara individu, tetapi ada pula beberapa jenis yang hidup mengelompok sesuai spesies nya.<\/li><li>Memiliki tapak yang beragam, secara struktur maupun jenis. Tapak yang beragam memungkinkan&nbsp; adanya perbedaan pada struktur dan jenis walaupun lokasinya masih berdekatan.<\/li><li>Secara umum, di hutan primer frekuensinya rendah. Namun, tetap mungkin adanya persebaran secara vertikal dan horizontal yang luas.<\/li><li>Batang yang mulus hanya beberapa, disebabkan pepohonan besar rata-rata berlubang atau bolong.<\/li><li>Persebaran diameter pada pohon memiliki bentuk huruf J terbalik atau disebut sebagai \u201ckurva grafik plenter\u201d. Artinya jenis pohon dengan diameter kecil lebih dominan daripada ukuran besar.<\/li><li>Hutan primer mempunyai sedikit jenis pohon niagawi, kisaran 0-20%.<\/li><li>Sering adanya permudaan atau pemulihan, tetapi permudaan yang terjadi dalam skala kecil. Karena, tidak banyak tumbuhan muda yang bisa memanfaatkan cahaya matahari pada celah hutan yang ada sebab pohon tua yang telah tumbang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ciri-Ciri Hutan Sekunder<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memiliki komposisi yang bukan hanya bergantung pada tapak hutan, tetapi juga sesuai dengan umurnya.<\/li><li>Ditumbuhi oleh tegakan muda dengan struktur dan komposisi yang seragam daripada hutan asli primer.<\/li><li>Hutan Sekunder memiliki riap pohon yang besar tapi seiring waktu riap pohon akan mengecil.<\/li><li>Kebanyakan batang bengkok dan cepat berongga. Karena, terdapat cahaya dari sinar matahari yang intens.<\/li><li>Di sekitar hutan, tidak terdapat pohon yang berjenis niagawi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Manfaat Hutan Primer dan Sekunder<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Manfaat-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png\" alt=\"Aada banyak manfaat yang bisa didapat bagi lingkungan atau masyarakat dari hutan primer.\" class=\"wp-image-3313\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Manfaat-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Manfaat-Hutan-Primer-dan-Sekunder-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Manfaat-Hutan-Primer-dan-Sekunder-768x576.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Bukan hanya unutk lingkungan, hutan juga bermanfaat bagi masyarakat setempat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu Sahabat Alam ketahui, hutan sangat berdampak positif bagi kehidupan manusia. Begitu pula dengan hutan primer dan hutan sekunder. Berikut beberapa manfaat bagi kehidupan manusia, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mencegah dan melindungi dari bencana tanah longsor dan erosi. Hutan memiliki manfaat penting dalam penyerapan air hujan supaya tidak secara langsung diserap oleh tanah, melainkan akan terserap oleh daun dahulu. Di hal lain pula, pepohonan di hutan dapat mengikat butiran tanah.<\/li><li>Pohon berfungsi untuk menyimpan, mengatur, sekaligus menjaga persediaan air, yang ditujukan untuk menyeimbangkan kebutuhan saat musim hujan dan kemarau.<\/li><li>Pohon juga membantu<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-pohon-yang-hidup-di-lahan-gambut\/\" data-type=\"post\" data-id=\"869\"> penyuburan tanah.<\/a> Hal ini disebabkan, daun yang gugur dari pohon akan jatuh ke tanah dan terurai sekaligus menjadi humus. Humus sendiri adalah unsur hara yang akan mendorong penyuburan dalam tanah.<\/li><li>Hutan mengurangi pencemaran udara di bumi. Seperti  kita ketahui, pepohonan yang ada di hutan dapat menyerap karbondioksida serta menghasilkan oksigen yang diperlukan makhluk hidup.<\/li><li>Hutan untuk sumber ekonomi. Terdapat beberapa jenis hasil hutan yang dapat dimanfaatkan  seperti  rotan, karet, getah, dan kayu untuk pembangunan. Namun, hal ini harus sesuai dengan pohon yang khusus dan memenuhi kriteria tanpa melakukan <em>deforestasi <\/em>secara liar.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Cara Melindungi Hutan Primer dan Sekunder<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Cara-Melindungi-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png\" alt=\"Cara Melindungi Hutan Primer dan Sekunder.\" class=\"wp-image-3314\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Cara-Melindungi-Hutan-Primer-dan-Sekunder.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Cara-Melindungi-Hutan-Primer-dan-Sekunder-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Cara-Melindungi-Hutan-Primer-dan-Sekunder-768x576.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Upaya apa saja yang bisa kita lakukan untuk  melindungi hutan primer dan sekunder?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guna mewujudkan upaya perlindungan hutan, mesti diiringi dengan kesadaran  masyarakat serta dorongan dari pemerintah untuk lebih serius melihat permasalahan hutan yang masih kerap terjadi. Terdapat beberapa hal penting yang mungkin dapat diterapkan untuk melindungi hutan yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.Mencegah Alih Fungsi dan Perusakan pada Hutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya ini tentu akan memberikan peran besar bagi pemerintah, untuk melakukan kampanye kesadaran dan aturan mengenai perlindungan hutan. Apalagi alih fungsi lahan  masih sering dilakukan oleh perusahaan swasta maupun negara. Walhasil,  hutan primer dikorbankan untuk kepentingan komersil. Hal itu juga berimbas pada terganggunya pemukiman masyarakat hingga hewan-hewan yang ada di hutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sistem Tebang Pilih dan Tebang Tanam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya sistem tebang pilih akan mendorong  perusahaan lebih selektif dalam mengeksplorasi pepohonan, sehingga tidak semua pohon dapat dan boleh ditebang. Sistem tebang tanam ini efektif sebagai usaha melindungi hutan ke depannya, karena setelah penebangan dilakukan tunas pohon baru akan ditanam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-penghijauan-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penghijaun Adalah: Pengertian, Bentuk, dan Manfaat Penghijauan (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Reboisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka untuk memperbaiki kondisi hutan yang telah rusak akibat penebangan dan kebakaran hutan, reboisasi atau penanaman kembali perlu dilakukan untuk mengembalikan kondisi hutan seperti semula. Hal ini memerlukan peran penting dari masyarakat dan pemerintah untuk membuat hutan kembali seperti sedia kala.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pemberian Sanksi Tegas Untuk Penebang Liar&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat memiliki peran penting, namun pemerintah harus berani membuat undang-undang yang tegas dan ketat. Adanya sanksi yang berat akan membuat efek jera bagi pelaku perusakan dan juga membuat pihak lain juga mempertimbangkan untuk melakukan perusakan. (ilmugeografi, 2015)<\/p>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1659684990990\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"> <strong>Apa itu Hutan Primer dan Hutan Sekunder ?<\/strong> <\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Hutan Primer memiliki pengertian sebagai kawasan atau wilayah hutan yang mengalami pembentukan secara alami, yang berarti bagian di kawasan hutan belum tersentuh oleh manusia atau belum terdapat penebangan hingga perusakan selama puluhan hingga ratusan tahun.<\/p>\n<p>Hutan Sekunder adalah\u00a0 kawasan atau wilayah hutan primer yang telah berubah akibat dari adanya deforestasi. Hutan Sekunder ada karena tindakan manusia yang merusak dan menebang hutan primer secara sengaja dan tidak sengaja.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1659685001511\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"> <strong>Apa saja manfaat Hutan Primer dan Hutan Sekunder ?<\/strong> <\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Secara umum terdapat beberapa manfaat Hutan Primer dan Sekunder, yaitu mencegah dan melindungi dari bencana tanah longsor dan erosi, pohon berfungsi untuk menyimpan, mengatur sekaligus menjaga persediaan air, membantu menyuburkan tanah, mengurangi pencemaran udara, dan juga untuk sumber ekonomi. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-9108ee5\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"9108ee5\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-eadbb4c\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"eadbb4c\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-941e579\" data-block-id=\"941e579\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-37d9ea0\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"37d9ea0\"><p class=\"stk-block-text__text\">Hidayat, M., Pratiwi, O., Sartinawati, R. &amp; Sakti, V. R., 2018. <em>Stratifikasi dan model arsitektur pohon di kawasan Hutan Sekunder pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, <\/em>Banda Aceh: UIN Ar-Raniry.<br>ilmugeografi, 2015. <em>11 Cara menjaga kelestarian Hutan. <\/em>[Online]<br>Tersedia di: https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/hutan\/cara-menjaga-kelestarian-hutan<br>[Di akses 18 April 2022].<br><br>R., n.d. <em>Hutan Primer dan Hutan Sekunder. <\/em>[Online]<br>Tersedia di: https:\/\/rimbakita.com\/hutan-primer-dan-hutan-sekunder\/<br>[Di akses 15 April 2022].<br><br>Suhendang, E., 2018. <em>Pengantar Ilmu Kehutanan( Kehutanan Sebagai Ilmu Pengetahuan, Kegiatan dan Bidang Pekerjaan). <\/em>2 ed. Bogor: IPB Press.<br><br>Susetyo, P. D., 2021. <em>Seputar Hutan dan Kehutanan. <\/em>Bogor: IPB Press.<br><br>Winarto, B., 2012. <em>Kamus Rimbawan Edisi Revisi. <\/em>Jakarta: Pusat Humas Kementerian Kehutanan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-7526bed\" data-block-id=\"7526bed\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rionaldo-andira-lesmono-556907226\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rionaldo-andira-lesmono-556907226\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Rionaldo Andira Lesmono<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Editor : <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Tasqiya Ratnasari<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk melihat perbedaan hutan primer dan hutan sekunder adalah dengan melihat berdasar dengan cara terjadinya. Hutan primer dan hutan sekunder sangat lah berkaitan satu dengan yang lain, sebab terbentuknya hutan sekunder melalui hutan primer. Pada dasarnya, Hutan Primer dan Hutan Sekunder merupakan hal yang sama, lalu apa yang membedakan kedua jenis Hutan tersebut. Simak penjelasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3312,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51,253],"class_list":["post-2045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}