{"id":20664,"date":"2026-09-09T12:53:28","date_gmt":"2026-09-09T05:53:28","guid":{"rendered":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/?p=20664"},"modified":"2026-09-09T12:56:00","modified_gmt":"2026-09-09T05:56:00","slug":"kenapa-kebakaran-lahan-gambut-sulit-padam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kenapa-kebakaran-lahan-gambut-sulit-padam\/","title":{"rendered":"Kenapa Kebakaran Lahan Gambut Sulit Dipadamkan? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Bayangkan api menyala tidak terlihat berkobar di atas tanah, tapi panas terus merambat di bawah tanah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah kebakaran lahan gambut. Berbeda dengan kebakaran hutan biasa yang apinya tampak menjalar di permukaan, kebakaran gambut justru bisa terjadi di bawah permukaan tanah. Membara dan menghasilkan asap tebal. Kondisi yang sangat sulit dideteksi serta dipadamkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Gambut Begitu Mudah Terbakar?<\/h2>\n\n\n\n<p>Gambut terbentuk dari tumpukan sisa-sisa tanaman dan organisme mati yang terurai tidak sempurna dalam kondisi basah selama ribuan tahun. Karena tersusun dari bahan organik yang sangat tinggi, gambut pada dasarnya adalah bahan bakar alami yang sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kondisi alami yang basah, gambut sulit terbakar. Masalahnya, ketika lahan gambut dikeringkan untuk perkebunan, air yang tersimpan didalamnya mengalir keluar melalui kanal-kanal drainase.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gambut yang kering berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Semakin kering gambut, semakin besar risiko kebakarannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Api di Gambut Begitu Sulit Dipadamkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan sumber dari <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5709191\/mengapa-lahan-gambut-mudah-terbakar-dan-sulit-dipadamkan?\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">antaranews.com<\/a>, ada beberapa penyebab api di lahan gambut sulit dipadamkan, yakni:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Api Menjalar di Bawah Permukaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Inilah yang membedakan kebakaran gambut dari kebakaran hutan biasa. Api tidak hanya membakar apa yang terlihat di permukaan, tetapi dapat merambat ke lapisan gambut di bawah tanah. Kebakaran bawah permukaan <em>(ground fire<\/em>) ini bahkan tidak terlihat apinya, yang tampak hanya asap.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Air Sulit Menjangkau Sumber Api<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika api berada di bawah permukaan, air tidak selalu bisa mencapai sumber apinya. Ketersediaan air yang minim menjadi kendala utama karena muka air tanah telah turun hingga kedalaman tertentu, sehingga sulit dimanfaatkan untuk proses pemadaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pemadaman hanya dengan menyiram permukaan tidak efektif karena bara tetap hidup di bawah tanah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Asap yang Sangat Tebal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kebakaran gambut menghasilkan asap jauh lebih banyak daripada kebakaran vegetasi biasa. Karena pembakaran terjadi tanpa oksigen yang cukup, prosesnya tidak sempurna dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Asap tebal ini menyulitkan petugas untuk melihat dan menjangkau titik api.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Memadamkannya?<\/h2>\n\n\n\n<p>Karena karakteristiknya yang unik, pemadaman api gambut tidak cukup dengan menyiram permukaan. Diperlukan pembasahan menyeluruh hingga lapisan gambut benar-benar basah dan dingin.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan laporan pemadaman kebakaran di lahan gambut oleh <a href=\"https:\/\/www.kehutanan.go.id\/pers\/pemerintah-perkuat-operasi-terpadu-karhutla-di-kalimantan-tambah-dukungan-udara-dan-pemadaman-darat?\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kehutanan.go.id<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5709185\/brimob-polda-kalsel-terapkan-teknik-suntik-gambut-padamkan-karhutla?\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">antaranews.com<\/a>, berbagai metode inovatif terus dikembangkan, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Metode Suntik Gambut: Menyuntikkan cairan khusus ke dalam tanah hingga kedalaman tertentu untuk memadamkan bara di bawah permukaan. Polda Kalimantan Selatan menguji metode suntik gambut dengan cairan khusus berbahan minyak nabati (MES) yang terbukti efektif meredam kobaran api.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Water Bombing dari Udara: Helikopter menjatuhkan air dari atas untuk area yang sulit dijangkau dari darat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): BNPB dan BMKG melakukan penyemaian awan untuk memicu hujan di wilayah kritis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya pendinginan dan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan bara yang tersimpan di dalam gambut benar-benar padam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/jenis-bibit-pohon-selain-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Contoh Jenis Bibit Pohon yang Ditanam LindungiHutan Selain Mangrove<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"410\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah-410x1024.png\" alt=\"Cara Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut\n\" class=\"wp-image-20677\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah-410x1024.png 410w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah-120x300.png 120w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah-768x1920.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah-32x80.png 32w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Lahan-kritis-adalah.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 410px) 100vw, 410px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Kebakaran lahan gambut adalah cerminan dari bagaimana kita mengelola, atau salah mengelola salah satu ekosistem paling penting di bumi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami sains di balik apinya adalah langkah pertama untuk memadamkannya dengan benar. Tetapi langkah selanjutnya adalah bertindak. Karena mencegah lebih baik daripada memadamkan, dan memulihkan lebih baik daripada meratapi.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-266f7ca is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"266f7ca\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-266f7ca-column stk-container stk-266f7ca-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-266f7ca-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-a4e998a\" data-block-id=\"a4e998a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-3c4eaf1\" data-block-id=\"3c4eaf1\"><style>.stk-3c4eaf1 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button tombol-wa stk-block stk-9aea2aa\" data-block-id=\"9aea2aa\"><style>.stk-9aea2aa .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\ndocument.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n    const pageUrl = window.location.href;\n    const message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n    const waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282314340056&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n    const waButton = document.querySelector('.tombol-wa a');\n    if (waButton) {\n        waButton.href = waLink;\n    }\n});\n<\/script>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan api menyala tidak terlihat berkobar di atas tanah, tapi panas terus merambat di bawah tanah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.&nbsp; Begitulah kebakaran lahan gambut. Berbeda dengan kebakaran hutan biasa yang apinya tampak menjalar di permukaan, kebakaran gambut justru bisa terjadi di bawah permukaan tanah. Membara dan menghasilkan asap tebal. Kondisi yang sangat sulit dideteksi serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":20676,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-20664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20664"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20790,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20664\/revisions\/20790"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}