{"id":2102,"date":"2022-07-01T20:06:00","date_gmt":"2022-07-01T13:06:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=2102"},"modified":"2023-06-23T09:43:36","modified_gmt":"2023-06-23T02:43:36","slug":"tumbuhan-paku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tumbuhan-paku\/","title":{"rendered":"Tumbuhan Paku Adalah: Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya (Update 2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ilmu botani dan kehutanan, kebanyakannya relatif familiar dengan jenis tumbuhan paku. Selain memiliki karakteristik yang unik, penampakan morfologi dan ciri-cirinya pun berbeda apabila dibandingkan dengan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-adalah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2697\" rel=\"noreferrer noopener\">pohon<\/a> atau tumbuhan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian<\/strong> Tumbuhan Paku<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan paku atau sering disebut paku-pakuan adalah kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh. Tumbuhan paku berasal dari divisi Pterophyta. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata &#8220;Pterophyta&#8221; terdiri dari dua kata. Kata pertama &#8220;pteron&#8221; memiliki arti sayap atau bulu dan &#8220;phyton&#8221; yang artinya tumbuhan. Maka, tumbuhan paku tergolong ke dalam tumbuhan berspora dan umumnya memiliki bentuk daun yang mirip seperti bentuk sayap.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku-pakuan termasuk salah satu tumbuhan yang telah memiliki kormus. Artinya bagian akar, batang, dan daunnya bersifat sejati atau dapat dibedakan dengan jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan paku juga memiliki spora yang biasanya terletak di bagian bawah permukaan daun. Selain itu, tanaman paku-pakuan juga tergolong ke dalam tumbuhan vaskuler karena memiliki jaringan pengangkut berupa xilem dan floem.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis paku-pakuan merupakan tumbuhan terestrial (daratan). Tanaman paku-pakuan biasanya tumbuh di darat dengan ketinggian sekitar 350 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian spesies tanaman paku-pakuan juga dapat dijumpai di lapisan bawah tanah dataran rendah, di pantai, atau bahkan di lereng gunung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, beberapa spesies tumbuhan paku dapat hidup di air. Contohnya adalah <em>Azolla pinnata<\/em> dan <em>Marsilea<\/em> <em>crenata.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Infografis-Tumbuhan-Paku-1.jpg\" alt=\"Tumbuhan paku.\" class=\"wp-image-7761\" title=\"\"><figcaption>Infografis tumbuhan paku oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Tumbuhan Paku<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan paku memiliki 3 bagian utama yaitu helaian daun, batang, dan akar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bagian daun terdapat bagian lain seperti tangkai daun, rakhis, penula, dan daun muda. Sedangkan bagian batangnya, atau rhizoma, biasanya tumbuh di dalam tanah secara horizontal atau vertikal. <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-akar-dan-fungsinya-pada-tumbuhan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"846\" rel=\"noreferrer noopener\">Jenis akar<\/a> tanaman paku seringkali berupa akar serabut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu ciri utama tumbuhan paku dibandingkan dengan tanaman lainnya yaitu karakteristik daunnya. Tanaman paku-pakuan dikenal memiliki pucuk pada daun muda yang menggulung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, permukaan daun bagian bawah tanaman paku-pakuan terdapat bintik-bintik cokelat, yaitu kotak spora atau sporangium. Fungsi sporangium adalah menghasilkan spora untuk alat perkembangbiakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Organ reproduksi pada tanaman paku-pakuan (Pteridophyta) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu organ vegetatif dan organ generatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Organ vegetatif terdiri dari akar, batang, rimpang dan daun. Sedangkan, organ generatif terdiri dari spora, sporangium, anteridium, dan arkegonium.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sporangium tumbuhan paku umumnya terletak di permukaan daun bagian bawah dan berwarna coklat. Susunan kotak spora terlihat seperti gugusan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian sorusnya terletak pada tulang daun yang sifatnya sangat penting dalam klasifikasi tumbuhan paku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar spesies tanaman paku-pakuan telah memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Sedangkan xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit;<\/li><li>Sudah dapat dibedakan akar, batang, dan daunnya;<\/li><li>Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem;<\/li><li>Berkembang biak dengan spora yang terbentuk pada sporangium, letaknya ada di permukaan ventral atau di ketiak daun;<\/li><li>Mengalami metagenesis;<\/li><li>Alat reproduksi jantan pada tanaman paku disebut <em>anteridium<\/em>, sedangkan betina disebut <em>arkegonium<\/em>;<\/li><li>Daun yang masih muda akan menggulung layaknya gagang biola;<\/li><li>Habitus tanaman paku-pakuan dapat berupa pohon, semak, epifit, merambat, mengapung, hidrofit, dan menjalar;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Tumbuhan  Paku<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelompokan jenis-jenis tanaman paku-pakuan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok tergantung aspek tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A. Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Spora<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan bentuk dan ukuran sporanya, tumbuhan paku digolongkan menjadi 3, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Homospora atau isospora adalah jenis tanaman paku-pakuan yang hanya menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (berumah satu).<\/li><li>Heterospora atau anisospora yaitu paku-pakuan yang dapat menghasilkan spora dengan dua ukuran yang berbeda (berumah dua). Spora betina berukuran besar (megaspora). Sedangkan spora jantan berukuran kecil (mikrospora).<\/li><li>Peralihan atau campuran merupakan jenis tumbuhan paku yangmenghasilkan spora yang berukuran sama tetapi jenisnya berbeda, yaitu berkelamin jantan atau betina (berumah dua).<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B. Jenis Tanaman Paku Berdasarkan Ukuran Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan ukuran daunnya, tumbuhan paku dibagi menjadi 2 yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Mikrofil, atau tumbuhan paku berdaun kecil;<\/li><li>Makrofil, atau tumbuhan paku berdaun besar.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C. Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Fungsi Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan fungsi daunnya, tanaman paku-pakuan digolongkan menjadi 2 yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Sporofil, merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora.<\/li><li>Tropofil, merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis namun tidak menghasilkan spora.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">D. Berdasarkan Susunan Daun dan Sporangium<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan susunan daun dan sporangiumnya, tumbuhan paku dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Psilopsida<\/em> (Paku Purba)&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Psilopsida (Yunani, psilos = telanjang) merupakan tumbuhan paku purba (primitif) yang sebagian besar anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Jenis tanaman paku-pakuan ini hidup pada periode antara zaman Silurian dan Devonian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Psilotum memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana, tidak memiliki daun dan akar sejati namun memiliki rizom yang dikelilingi rizoid. Batangnya memiliki percabangan dikotomus, untuk paku purba yang memiliki daun, ukuran daunnya kecil (mikrofil) berbentuk sisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kumpulan sporangium bernama Sinangium berada di ketiak ruas batang. Hanya beberapa jenis yang masih hidup di bumi, salah satunya adalah <em>Psilotum<\/em> <em>nudum<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Equisetopsida<\/em> (Paku Ekor Kuda)&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Equisetopsida disebut juga dengan paku ekor kuda <em>(horsetail)<\/em>. Karena jenis tanaman paku-pakuan ini memiliki percabangan yang khas berbentuk uliran atau lingkaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku ekor kuda tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran yang besar dan tingginya mencapai 15 m. Fosilnya saat ini dimanfaatkan sebagai batu bara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis tanaman paku Equisetopsida memiliki batang beruas-ruas, berongga, serta memiliki rhizome. Daunnya kecil (mikrofil) atau berbentuk sisik transparan yang tersusun melingkar. Terdapat strobilus di ujung batang, merupakan jenis paku peralihan. Contoh spesies jenis paku ekor kuda adalah <em>Equisetum debile<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Lycopsida<\/em> (Paku Kawat)&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lycopsida sudah hidup di bumi pada zaman Devonian dan tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran besar (sekitar 3 m) di <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/lahan-basah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2694\" rel=\"noreferrer noopener\">lahan basah berupa rawa-rawa<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jenis paku kawat kini telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil atau batu bara. Sedangkan untuk Lycopsida berukuran kecil masih bertahan hidup hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lycopsida memiliki batang dengan bentuk seperti kawat, daun kecil (mikrofil) seperti rambut\/sisik. Memiliki kumpulan sporofil dalam bentuk strobilus di ujung percabangan. Sporofil tersebut sebagiannyamenghasilkan dua jenis spora (heterospora) misalnya <em>Selaginella sp.<\/em> Kelompok tanaman paku kawat yang menghasilkan satu jenis spora misalnya <em>Lycopodium<\/em> <em>sp.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Pteropsida<\/em> (Paku Sejati)&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pteropsida atau paku sejati adalah jenis tanaman paku-pakuan yang sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis paku ini memiliki ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi. Hidup secara terestrial, akuatik, maupun epifit. Memiliki batang yang ada di dalam tanah (rizom). Daun berukuran besar (makrofil) berupa lembaran, daun mudanya menggulung <em>(circinate)<\/em> pada tumbuhan paku terestrial dan epifit. Memiliki sporofil (daun penghasil spora) dan tropofil (daun untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spora dihasilkan oleh sporangium yang bersusun membentuk sorus di permukaan bawah daun. Contohnya yaitu <em>Adiantum sp. <\/em>dan <em>Thelypteris sp<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan untuk tumbuhan paku yang hidup di air dan sporofilnya membentuk sporokarp. Salah satu contohnya adalah <em>Marsilea crenata.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh-contoh Tumbuhan Paku<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contoh tumbuhan paku yang sering dijumpai yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Paku Tanduk Rusa <em>(Platycerium bifurcatum)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Polypodiaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Platycerium<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Platycerium bifurcatum<\/em> (Cav.) C. Chr.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi paku tanduk rusa <em>(Platycerium bifurcatum)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku tanduk rusa mempunyai nama latin <em>Platycerium bifurcatum<\/em>. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai tanaman hias yang menempel di dinding atau pohon dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat paku tanduk rusa diyakini dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk mengobati penyakit gondok, obat bisul, menyuburkan kandungan, dan pereda haid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, manfaat-manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Suplir <em>(Adiantum capillus-veneris)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Adiantaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Adiantum<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Adiantum capillus-veneris<\/em> L.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi paku suplir <em>(Adiantum capillus-veneris)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini sering digunakan untuk menghiasi pekarangan rumah dengan cara menanam di dalam pot atau langsung ke tanah. Bentuk paku suplir hampir menyerupai trapesium dengan warna hijau muda yang cerah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Paku Pedang <em>(Nephrolepis cordifolia)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Dryopteridaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Nephrolepis<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Nephrolepis cordifolia<\/em> (L.) C. Presl<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi paku pedang <em>(Nephrolepis cordifolia)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri tumbuhan paku pedang memiliki batang yang bercabang dan berkayu. Daunnya memiliki urat-urat bahkan ada yang tidak memiliki daun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pteris<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Pteridaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Pteris<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi tanaman paku-pakuan dari genus Pteris.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis tumbuhan paku dari genus Pteris sangat beragam. Salah satu contohnya adalah <em>Pteris<\/em> <em>vittata<\/em> atau Paku Rem China.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini tergolong ke dalam paku tanah, yaitu paku-pakuan yang dapat hidup di tanah, tembok, dan tebing terjal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku Pteris ini menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada permukaan batuan dan akar-akarnya masuk ke celah-celah batu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Pteris vittata<\/em> tergolong ke dalam tumbuhan paku jenis herba, memiliki daun majemuk menyirip dengan tepi daunnya rata. Bentuk daunya memanjang dan memiliki ukuran \u00b1 3,5 cm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun <em>Pteris sp.<\/em> tergolong anisofil, yaitu daun yang terdiri dari dua ukuran yang berbeda di mana daun yang satu lebih besar dari daun yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Paku Sisik Naga <em>(Pyrrosia piloselloides)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Polypodiaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Pyrrosia<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Pyrrosia piloselloides<\/em> (L.) M. G. Price<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi paku sisik naga <em>(Pyrrosia piloselloides)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku sisik naga <em>(Pyrrosia piloselloides)<\/em> adalah salah satu dari beberapa jenis tumbuhan paku epifit. Tumbuhan ini biasa dijumpai di tempat-tempat dengan elevasi yang rendah sampai tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis paku sisik naga tumbuh merambat pada batang pohon atau dinding rumah yang tidak terawat. Paku sisik naga memiliki kandungan kimia seperti saponin, polifenol, minyak atsiri, triterpenoid\/sterol, fenol, flavonoid, gula, dan tanin. Tanaman ini bersifat manis, tawar, dan sejuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Paku Langlayang <em>(Drynaria sparsisora)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Pteridophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Pteridopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Polypoditae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Polypodiales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Polypodiaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Drynaria<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Drynaria sparsisora<\/em> Moore<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi taksonomi paku simbar layangan <em>(Drynaria sparsisora)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Drynaria sparsisora<\/em> dikenal dengan nama lokal Paku Langlayang atau Simbar Layangan. Tumbuhan paku ini banyak tumbuh di rawa dan hutan kerangas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paku jenis ini ditutupi oleh serabut pendek berwarna hitam dengan tekstur rimpang keras. Bagian abaksial daun berwarna hijau muda, sedangkan bagian adaksial berwarna hijau tua. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tepi daun fertilnya berbagi, dengan daun penyangga melebar di bagian tengah, pendek, dan lebih tipis dari paku kepala tupai. Letak sporangium tersebar tidak beraturan di antara anak tulang daun fertil dan kecil-kecil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1657630759325\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Tumbuhan Paku?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tumbuhan paku atau paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1657630822483\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Ciri-ciri Tanaman Paku?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ciri-ciri tumbuhan paku-pakuan diantaranya yaitu: 1) Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit, 2) Sudah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya, 3) Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Penjelasan lengkapnya telah kita ulas di artikel ini.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-66af69b\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"66af69b\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-deeb916\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"deeb916\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan pada artikel ini.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-2f60129\" data-block-id=\"2f60129\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-c924008\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"c924008\"><p class=\"stk-block-text__text\">Anonim. 2016. https:\/\/www.e-jurnal.com\/2014\/03\/ciri-ciri-tumbuhan-paku.html?m=1 Diakses Pada 31 Mei 2022 Pukul 09.25.<br><br>Arini, D.I.D., &amp; Kinho, J. (2012). Keragaman Jenis Tumbuhan Paku <em>(Pteridophyta)<\/em> di Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara. <em>Jurnal Kehutanan<\/em> 2(1):1-24.<br><br>Gramedia. 2022. Ciri-Ciri dan Contoh Tumbuhan Paku, Ini Penjelasan Lengkapnya. . Diakses pada 31 Mei 2022 Pukul 07.50.<br><br>Kurniawati, Kharisma Diah Tri dan Budiwati. 2020. <em>Katalog Tumbuhan Paku Jalur Sungai Desa Wisata Pulesari Media Pengayaan Materi Plantae untuk Kelas X SMA\/MA<\/em>. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.<br><br>Kuspianto. 2021. Manfaat Tanaman Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides) Untuk Kesehatan. . Diakses pada 4 Juni 2022 Pukul 22.42.<br><br>Muhammad Fathur Rozi. 2017. Paku Pteris vittata. https:\/\/biodiversitywarriors.kehati.or.id\/artikel\/paku-pteris-vittata\/. Diakses pada 4 Juni 2022 Pukul 22.13.Ulum, F.B., &amp; Dwi, S. 2015. Tumbuhan paku <em>(Pteridophyta)<\/em> <br><br>Epifit di Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. <em>Jurnal Ilmu Dasar<\/em> Vol 16 No 1. Jember: Universitas Jember.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-4e90c8e\" data-block-id=\"4e90c8e\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/septi-purwaningsih-0a44ab1ba\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/septi-purwaningsih-0a44ab1ba\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Septi Purwaningsih<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Editor: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tasqiya-ratnasari\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Tasqiya Ratnasari<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ilmu botani dan kehutanan, kebanyakannya relatif familiar dengan jenis tumbuhan paku. Selain memiliki karakteristik yang unik, penampakan morfologi dan ciri-cirinya pun berbeda apabila dibandingkan dengan pohon atau tumbuhan lainnya. Pengertian Tumbuhan Paku Tumbuhan paku atau sering disebut paku-pakuan adalah kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51],"class_list":["post-2102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}