{"id":359,"date":"2021-12-10T13:51:35","date_gmt":"2021-12-10T06:51:35","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=359"},"modified":"2025-07-08T09:45:59","modified_gmt":"2025-07-08T02:45:59","slug":"9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-manusia\/","title":{"rendered":"9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah Anda berpikir, mengapa Indonesia sering mengalami bencana seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung? Mengapa musim penghujan dan kemarau kini terasa tidak stabil? Apa sebenarnya penyebab perubahan iklim?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu jawaban yang paling sering disampaikan adalah dampak kerusakan hutan yang terus terjadi. Fenomena-fenomena tersebut merupakan dampak nyata dari rusaknya ekosistem hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan adalah ekosistem yang kompleks dan memiliki peran penting bagi hampir seluruh makhluk hidup di Bumi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan hanya tumbuhan dan hewan yang bergantung pada hutan, tetapi juga ratusan juta manusia di seluruh dunia yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut data dari FAO dan UNEP yang tercantum dalam laporan <em><a href=\"https:\/\/openknowledge.fao.org\/items\/d0f20c1c-7760-4d94-86c3-d1e770a17db0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The State of the World\u2019s Forests 2020<\/a>: Forests, Biodiversity and People<\/em>, sekitar 350 juta penduduk dunia bergantung pada hutan untuk menjalani kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika hutan mengalami degradasi, berbagai bencana dapat terjadi\u2014baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerusakan hutan merupakan isu yang terjadi di seluruh penjuru dunia, dan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), sekitar 7,3 juta hektar hutan hilang setiap tahunnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, data dari Global Forest Watch yang menggunakan pencitraan satelit menunjukkan bahwa pada tahun 2020, <a href=\"https:\/\/wri-indonesia.org\/id\/blog\/kerusakan-hutan-hujan-primer-meningkat-sebesar-12-dari-tahun-2019-hingga-tahun-2020\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">hutan tropis di seluruh dunia kehilangan 12,2 juta hektar<\/a> tutupan pohon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak kerusakan hutan terhadap lingkungan sangat luas dan merugikan, terutama bagi populasi yang tinggal di dalam maupun di sekitar kawasan hutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Kerusakan Hutan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebab terbesar kerusakan hutan adalah deforestasi atau penebangan hutan. Alasan utama kegiatan deforestasi hutan adalah pembukaan lahan untuk area industri, terutama industri kayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor lainnya adalah alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian atau pemukiman bagi warga akibat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat dan pergeseran pemukiman ke area pedesaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode yang umum digunakan dalam kegiatan deforestasi  yaitu dengan membakar hutan atau menebang pohon-pohonnya secara liar dan tanpa pandang bulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Solusi Deforestasi, Berikut yang Dapat Diupayakan!\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rPVN6XWobwE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktek tersebut  mengakibatkan tanah menjadi tandus dan sulit menahan cadangan air, lalu menimbulkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek lain yang mempengaruhi kerusakan hutan antara lain yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Illegal Logging<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"font-size: 1.1rem;\">Penebangan pohon pada suatu kawasan hutan yang dilakukan secara liar tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan hutan bagi lingkungan. Penebangan pohon ilegal dapat menurunkan atau mengubah fungsi hutan tersebut. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/dampak-kerusakan-hutan-.jpg\" alt=\"dampak kerusakan hutan\" class=\"wp-image-16275\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"font-size: 1.1rem;\">Meskipun telah ada larangan keras dari Pemerintah untuk melakukan kegiatan tidak berizin ini, tetapi mayoritas kalangan masyarakat dan pelaku industri masih melakukan aktivitas tersebut.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kebakaran Hutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebanyakan dari peristiwa kebakaran hutan terjadi karena kesengajaan manusia. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membakar hutan untuk dijadikan lahan perkebunan, pemukiman, peternakan, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/dampak-kerusakan-hutan-kebakaran.jpg\" alt=\"dampak kerusakan hutan kebakaran\" class=\"wp-image-16276\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perambahan Hutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para petani yang bercocok tanam tahunan dapat menjadi sebuah ancaman bagi kelestarian hutan. Mereka merambah kawasan hutan guna dijadikan lahan baru untuk bercocok tanam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya perambaan hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini disebabkan kebutuhan lahan untuk kelangsungan hidup mereka juga semakin meningkat. Lalu hutan menjadi salah satu objek sasaran yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan tinggal ataupun bertahan hidup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Serangan Hama dan Penyakit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumlah populasi hama yang meledak juga bisa menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan. Hama-hama tersebut menyerang dan menimbulkan kerusakan pada populasi pohon yang hidup di suatu area hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Climate Crisis, Potensi Besar Penyeimbangan Karbon, dan Bagaimana Mengelola Hutan secara Berkelanjutan<\/a> <\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Kerusakan Hutan bagi Kehidupan di Muka Bumi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah meninjau secara ringkas berbagai faktor penyebab kerusakan hutan, pembahasan selanjutnya dalam artikel ini akan berfokus pada dampak negatif dari kerusakan hutan serta berbagai ancaman yang ditimbulkannya bagi kehidupan di planet ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perubahan Iklim dan Pemanasan Global<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak kerusakan hutan yang pertama adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Pemanasan global adalah kondisi peningkatan panas rata-rata di seluruh permukaan bumi akibat gas rumah kaca yang meningkat di atmosfer. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO\u2082), dinitrogen oksida (N\u2082O), metana (CH\u2084), serta senyawa seperti freon (SF\u2086, HFC, dan PFC) berperan dalam menjaga suhu Bumi tetap hangat, sehingga menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan suhu global yang terjadi saat ini disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, terutama akibat penggunaan bahan bakar fosil dan penebangan hutan secara masif. Kondisi ini mengakibatkan ketidakstabilan iklim dan memicu fenomena perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oksigen (O\u2082) adalah gas yang sangat penting bagi kelangsungan seluruh kehidupan di Bumi.<br>Hutan berperan sebagai produsen utama oksigen melalui proses fotosintesis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, hutan juga berfungsi sebagai penyerap gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO\u2082), yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Inilah alasan mengapa hutan sering disebut sebagai &#8220;paru-paru Bumi&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika hutan mengalami kerusakan, kemampuan alam untuk menyerap gas rumah kaca menurun drastis. Akibatnya, suhu Bumi meningkat dan perubahan iklim ekstrem menjadi lebih mungkin terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deforestasi berkontribusi besar terhadap peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. CO\u2082 sendiri merupakan jenis gas rumah kaca yang paling umum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), karbon dioksida menyumbang sekitar 82% dari total emisi gas rumah kaca di negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Profesor ilmu lingkungan dari Lasell College, Newton, Massachusetts, menjelaskan bahwa deforestasi tidak hanya berdampak pada meningkatnya kadar karbon dioksida, tetapi juga mengganggu proses pertukaran uap air dan CO\u2082 antara atmosfer dan permukaan tanah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gangguan ini turut memengaruhi stabilitas iklim global. Perubahan konsentrasi gas di atmosfer dapat memberikan efek langsung terhadap pola iklim dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kepunahan Masif Berbagai Spesies Hewan dan Tumbuhan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak kerusakan hutan selanjutnya adalah kehilangan berbagai jenis spesies flora dan fauna. Deforestasi menyebabkan habitat bermacam spesies hewan dan tumbuhan yang tinggal di dalam hutan rusak dan lenyap. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut National Geographic, sekitar 70% jenis flora dan fauna hidup di kawasan hutan. Kerusakan hutan mengakibatkan mereka tidak lagi ammpu bertahan hidup di habitat aslinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hari-keanekaragaman-hayati-lindungihutan.jpg\" alt=\"hari keanekaragaman hayati lindungihutan\" class=\"wp-image-16153\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibat kehilangan habitat-habitat mereka, maka hewan, tumbuhan, serangga dan burung-burung yang bergantung pada ekosistem hutan akan perlahan mati dan menyebabkan kepunahan massal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi tersebut juga berdampak di berbagai bidang, seperti di bidang pendidikan dan penelitian yang kehilangan objek kajian karena spesies yang diteliti tidak dapat lagi ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, di bidang kesehatan, deforestasi dan kerusakan dapat berakibat hilangnya berbagai jenis obat yang bersumber dari flora, fauna, serangga atau burung-burung yang tinggal hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Siklus Air akan Terganggu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu dampak kerusakan hutan adalah terganggunya siklus air. Pohon memiliki peran penting dalam siklus ini, yakni menyerap curah hujan dan melepaskan uap air ke atmosfer melalui proses transpirasi. Uap air ini akan kembali ke tanah dalam bentuk hujan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan semakin sedikitnya jumlah pohon di Bumi, kandungan uap air di atmosfer pun menurun, sehingga curah hujan juga berkurang. Selain itu, pohon membantu mengurangi polusi air dengan menyaring polutan dan mencegah pencemaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deforestasi yang menyebabkan berkurangnya jumlah pohon di hutan akan mengurangi kemampuan hutan dalam mengatur tata air secara alami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menyebabkan Banjir, Erosi Tanah, dan Longsor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir dan erosi tanah merupakan dampak kerusakan hutan yang paling sering terjadi.<br>Setiap tahun, banjir dan longsor bahkan menjadi bencana rutin di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">World Wildlife Fund (WWF) mencatat bahwa sejak tahun 1960, lebih dari sepertiga (33%) lahan subur di Bumi telah hilang akibat aktivitas deforestasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menunjukkan bahwa pohon memiliki peran penting dalam mencegah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/banjir-dampak-kerusakan-hutan.jpg\" alt=\"banjir dampak kerusakan hutan\" class=\"wp-image-16289\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika jumlah pohon berkurang akibat kerusakan hutan, tanah kehilangan kemampuannya dalam menyerap air hujan dengan baik. Akibatnya, aliran air di permukaan meningkat tajam dan memicu banjir bandang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, air hujan yang tidak terserap juga membawa partikel-partikel tanah, sehingga menyebabkan erosi dan berujung pada tanah longsor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengakibatkan Kekeringan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika banjir dan tanah longsor merupakan dampak kerusakan hutan yang umum terjadi di musim penghujan, maka kekeringan adalah ancaman serius yang muncul di musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Luasan hutan yang terus berkurang menyebabkan daya serap tanah menurun drastis.<br>Ketika musim hujan tiba, air tidak tersimpan secara optimal di dalam tanah karena tidak ada cukup pohon yang berfungsi sebagai penyangga dan penyimpan cadangan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, saat musim kemarau datang, pasokan air menjadi sangat terbatas. Kekurangan air ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air dari alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi kekeringan yang sering Anda dengar di berbagai pemberitaan, atau bahkan Anda rasakan sendiri, berkaitan erat dengan hilangnya pohon-pohon yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-folu-net-sink\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-folu-net-sink\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Apa Itu FOLU Net Sink 2030<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-2.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-2.\"><\/object><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-2.pdf\">unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-2<\/a><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-2.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download>Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Rusaknya Ekosistem Darat dan Air<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan menjadi habitat bagi berbagai jenis spesies hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ini berarti hutan merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang terdapat di bumi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan deforestasi dan pembukaan hutan secara semena-mena dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan bagi kekayaan alam tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak kerusakan hutan yang terjadi akan menyebabkan banjir dan erosi tanah yang dapat mengangkut partikel-partikel tanah menuju ke laut. Pada akhirnya akan mengalami proses sedimentasi atau pengendapan di sana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendapan tanah yang berlebihan tentu saja dapat merusak ekosistem di lautan, seperti terumbu karang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Mengakibatkan Abrasi di Pesisir<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain merusak ekosistem lautan, dampak kerusakan hutan lain di area pesisir adalah abrasi atau pengikisan pasir pantai dan tanah akibat pasang-surut serta gelombang air laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eksploitasi hutan secara liar yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab tidak hanya terjadi di kawasan hutan yang pegunungan saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut juga bisa dilakukan terhadap hutan-hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi pantai dari terjangan gelombang dan badai yang berada di pesisir pantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kondisi tersebut terus dibiarkan akan berakibat terjadinya abrasi pantai dan mengancam kehidupan masyarakat pesisir seperti yang terjadi di pantai utara dan pesisir selatan pulau Jawa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Dampak Kerusakan Hutan akan Mempengaruhi Kegiatan Perekonomian Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam dan dimanfaatkan oleh 350 juta penduduk dunia menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika hutan rusak, maka sumber penghasilan, pangan, dan obat-obatan mereka pun akan terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk bercocok tanam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kerusakan hutan bisa memicu terjadinya berbagai macam bencana yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian, baik itu kerugian material maupun non material.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang yang kehilangan lahan, tempat tinggal, maupun anggota keluarga akibat bencana seperti banjir dan tanah longsor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Mempengaruhi Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Hutan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerusakan hutan yang menyebabkan erosi tanah dapat membawa partikel-partikel tanah yang mengandung zat berbahaya, seperti residu pupuk atau limbah pertanian, ke dalam danau, sungai, dan sumber air lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini mengakibatkan penurunan kualitas air di wilayah tersebut, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari situ terlihat jelas bahwa keberadaan hutan berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung kehidupan yang sehat, terutama bagi masyarakat yang hidup bergantung pada ekosistem sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sektor bisnis, hal ini menjadi pengingat penting bahwa upaya pelestarian hutan bukan sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/5-rekomendasi-wisata-hutan-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Rekomendasi Wisata Hutan Mangrove yang Harus Dikunjungi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan berperan aktif dalam pelestarian hutan, perusahaan turut memitigasi risiko lingkungan sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-d540615 is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"d540615\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-d540615-column stk-container stk-d540615-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-d540615-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-4457e4d\" data-block-id=\"4457e4d\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-479c640\" data-block-id=\"479c640\"><style>.stk-479c640 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button cta-wa stk-block stk-703dec2\" data-block-id=\"703dec2\"><style>.stk-703dec2 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\nconst pageUrl = window.location.href;\nconst message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n\nconst waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6281329182514&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n\/\/ Cari tombol <a> DI DALAM elemen yang punya class 'cta-wa'\nconst waButton = document.querySelector('.cta-wa a');\n\nif (waButton) {\n    waButton.href = waLink;\n}\n<\/script>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda berpikir, mengapa Indonesia sering mengalami bencana seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung? Mengapa musim penghujan dan kemarau kini terasa tidak stabil? Apa sebenarnya penyebab perubahan iklim? Salah satu jawaban yang paling sering disampaikan adalah dampak kerusakan hutan yang terus terjadi. Fenomena-fenomena tersebut merupakan dampak nyata dari rusaknya ekosistem hutan. Hutan adalah ekosistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12908,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,253,41],"class_list":["post-359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-hutan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}