{"id":4697,"date":"2022-11-18T15:30:06","date_gmt":"2022-11-18T08:30:06","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4697"},"modified":"2022-11-20T20:04:41","modified_gmt":"2022-11-20T13:04:41","slug":"apa-itu-stek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-stek\/","title":{"rendered":"Stek : Cara Vegetatif Untuk Memperbanyak Tanaman (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek salah satu cara untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif. Stek juga banyak dipilih oleh masyarakat karena caranya yang sederhana dan tidak memerlukan teknik yang rumit. Namun, apa sebenarnya maksud dari metode stek? Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai stek pada tanaman dengan mengetahui pengertian, keuntungan, jenis-jenis dan kerugian dari stek tanaman di artikel kali ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dimaksud dengan Stek?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek..png\" alt=\"Contoh hasil stek.\" class=\"wp-image-4699\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek..png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Contoh-tanaman-yang-sudah-distek.-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Akar yang sudah tumbuh dari hasil stek tanaman. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek merupakan suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian dari tanaman (akar, batang, dan daun) dengan tujuan agar bagian-bagian tersebut dapat membentuk akar. Menyetek merupakan cara pembiakan yang banyak dilakukan orang-orang dalam memperbanyak tanaman secara vegetatif (Payung dan Susilawati, 2014).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek biasanya dilakukan untuk perkebunan dan tanaman hias. Lantaran bahan untuk melakukan stek ini hanya sedikit, tetapi jumlah bibit tanaman yang didapat sangat banyak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan melakukan metode stek, tanaman yang baru tumbuh dapat menghasilkan jenis yang sama dengan tanaman induknya. Jadi jika kamu melakukan stek ke tanaman yang berdaun rimbun dan banyak cabangnya, maka tanaman yang baru tersebut akan tumbuh sama rimbun dan memiliki banyak cabang dengan pohon yang di stek (Nosiani, 2015).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek sendiri akan mampu tumbuh dengan baik, jika dibantu dengan sistem perakaran yang baik pula. Hal itu sesuai dengan fungsi dari akar, yaitu untuk menyerap air dan hara untuk dikirim keseluruh tubuh tanaman. Oleh sebab itu, jika kamu ingin menanam hasil stek, maka harus memperhatikan kondisi tanah terlebih dahulu pada saat menanamnya (Prihatini, 2017).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Keuntungan Stek?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan tanaman secara vegetatif telah lama dilakukan oleh banyak orang. Stek sebagai salah satu metode dalam pengadaan bibit tanaman yang dapat memberikan bibit dengan jumlah yang banyak dan waktu yang singkat. Adapun keuntungan dari melakukan stek pada tanaman, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perbanyakan tanaman dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan, khususnya untuk tanaman hias dan berbuah.<\/li><li>Hasil tanaman yang diperbanyak dengan metode stek dapat menghasilkan tanaman yang sempurna dalam waktu yang relatif singkat.<\/li><li>Tanaman hasil penyetekan akan lebih cepat matang atau dewasa, di mana hal itu dapat membuat tanaman menghasilkan organ generatif seperti daun, bunga, dan buah lebih cepat.<\/li><li>Tanaman yang dihasilkan dengan menggunakan metode stek akan mempunyai sifat yang sama persis dengan induknya, contohnya dalam bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya akan sama.<\/li><li>Stek dapat dilakukan pada tempat yang permukaan airnya dangkal, karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang.<\/li><li>Stek dapat menghasilkan tanaman yang banyak dengan penggunaan lahan yang relatif kecil.<\/li><li>Menyetek tanaman tidak menggunakan teknik-teknik khusus, sehingga tidak rumit dan sangat mudah dilakukan.<\/li><li>Pada saat menggunakan metode stek, tanaman induk tidak akan rusak.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-tanaman-perdu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tanaman Perdu: Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat, dan Jenis (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Macam-Macam Stek Pada Tanaman?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah kamu bahwa teknik stek pada tanaman ada bermacam-macam. Mulai dari stek batang, daun, hingga akar. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Stek Akar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek akar merupakan metode stek yang menanam bagian akar dibawah permukaan tanah, yang nantinya akan menghasilkan tunas baru. Akar pada tanaman akan dipisahkan dari tanaman induknya, kemudian ditanam pada media tanam yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam melakukan stek akar perlu diketahui posisi peletakan steknya, di mana hal itu dapat mempengaruhi pembentukan tunas. Jika bahan stek yang ditanam vertikal, maka bagian yang dekat dengan pangkal akar harus ada di bagian atas. Sedangkan, jika bagian terdekat dengan pangkal meragukan, maka sebaiknya letakan bahan stek secara horizontal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun contoh tanaman yang biasanya menggunakan stek akar, seperti jambu biji, blackberry, sukun, delima, Stroberi, dan cemara. Berikut ini langkah-langkah melakukan stek pada akar.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Ambil akar tanaman<\/strong> yang baik dan sehat pertumbuhannya.<\/li><li><strong>Potong akar<\/strong> yang diambil sekitar 10 sentimeter.<\/li><li><strong>Akar<\/strong> yang telah dipotong dapat <strong>dibersihkan<\/strong>.<\/li><li><strong>Rendam akar<\/strong> dengan menggunakan <strong>zat pengatur tumbuhan<\/strong> (ZPT).<\/li><li><strong>Potongan akar <\/strong>kemudian <strong>ditanam <\/strong>dalam pot yang berisi media tanah dan disiram.<\/li><li><strong>Singkup pot dengan plastik transparan<\/strong> dengan menggunakan bambu dan tali rafia. Hal itu bertujuan untuk menjaga kelembaban dan merangsang pertumbuhan pada akar yang telah di stek.<\/li><li>Lalu, <strong>tunas akan muncul setelah 28 hari<\/strong> dari waktu pada saat menanam.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Stek Batang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek batang merupakan metode stek yang paling sering dilakukan. Stek batang dilakukan dengan memotong bagian batang tanaman untuk ditanam menjadi tanaman yang baru. Potongan batang yang telah dipotong ini nantinya akan membentuk akar adventif yang membuat tanaman menjadi tumbuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek tanaman dengan metode stek batang ini terdiri dari stek lunak, setengah lunak dan keras yang berhubungan dengan batang pada tanaman. Stek batang ini biasanya sering digunakan untuk memperbanyak tanaman hias dan tanaman yang terdapat di kebun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh tanaman menggunakan stek batang, yaitu tanaman mawar, lavender, tebu, kangkung, anggur, dan lain-lain. Berikut langkah-langkah melakukan stek pada batang.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pilihlah batang yang sehat<\/strong> untuk dipotong. Pastikan batang tersebut memiliki 3-4 mata tunas dan <strong>potong sekitar 10-15 sentimeter<\/strong>.<\/li><li><strong>Jarak pada saat potong<\/strong>, harus 0,5 sentimeter di atas mata tunas paling bawah dan 1 sentimeter dari mata tunas paling atas.<\/li><li><strong>Pastikan potong batang dengan bentuk runcing<\/strong> agar mudah ditancapkan.<\/li><li>Lalu, <strong>rendam <\/strong>sepanjang 2 sentimeter ujung bawah batang <strong>ke dalam hormon auksin <\/strong>selama 5 detik.<\/li><li>Selanjutnya, <strong>siapkan media tanam <\/strong>yang berisi tanah gembur dan campuran pasir.<\/li><li>Setelah itu, <strong>tancapkan batang yang akan di stek<\/strong> ke media tanam dengan posisi tegak dan disiram secara teratur.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Stek Daun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek daun merupakan salah satu cara yang efektif untuk memperbanyak tanaman, dimana dapat menghasilkan anakan dalam waktu yang relatif singkat dan mendapatkan jumlah yang banyak. Tanaman sendiri dapat diperbanyak hanya dari daun atau bagian daun saja, karena stek daun tidak termasuk tunas ketiak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek daun ini juga dapat menghemat bahan induk, karena menggunakan potongan daun sebagai bahan stek. Stek daun biasanya digunakan tanaman dengan daun besar, yang contohnya seperti tanaman cocor bebek, vanili, sukulen, lidah buaya, dan lidah mertua. Berikut langkah-langkah melakukan stek pada daun.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pilihlah daun dewasa<\/strong>, karena daun tanaman yang telah memasuki fase dewasa dapat mengurangi resiko organ cepat membusuk dan dapat memudahkan pertumbuhan tanaman nantinya.<\/li><li><strong>Lakukan pengolahan tanah<\/strong> sebelum pemindahan stek daun. Pengolahan ini dapat dilakukan di tanah ataupun di <em>polybag<\/em>. Tanah tersebut nantinya perlu digemburkan dan dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, dimana hal itu bertujuan agar dapat merangsang pertumbuhan akar lebih cepat.<\/li><li><strong>Penyemaian pada daun<\/strong>, bagian daun yang telah menjadi irisan harus dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan dengan cara pemindahan stek daun dan ditanam secara berjajar rapi.<\/li><li><strong>Menjaga kelembaban daun dan tanah<\/strong>, karena daun tanaman yang sudah di stek tidak boleh mengalami kekeringan. Solusi untuk menjaga kelembaban dapat dengan membungkus daun dengan plastik dan menjauhkan stek dari paparan sinar matahari.<\/li><li><strong>Melakukan perawatan tanaman<\/strong>, perlu merawat tanaman stek hingga tumbuh akarnya. Selalu perhatikan media semai dan harus berada pada kondisi lembab.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/apa-itu-tumbuhan-perintis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Konsep Tumbuhan Perintis: Awalan untuk Menyelamatkan Lingkungan (2022)<\/a><\/p>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1668752381605\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apa Kerugian dari Stek?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang, dimana pada saat terjadi angin kencang tanaman akan roboh, pada saat melakukan stek, harus diperlukan pohon yang menjadi induknya terlebih dahulu, apabila terjadi musim kemarau panjang, tanaman akan mengalami kekeringan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rayhan-arif-ferdian-a595ba205\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rayhan Arif Ferdian<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Tutorial Penyemaian Benih dan Biji Tanaman\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/36CjCxDngco?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-707b22a\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"707b22a\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-68ffec5\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"68ffec5\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-065841d\" data-block-id=\"065841d\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-c81836f\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"c81836f\"><p class=\"stk-block-text__text\">Aeni, S. N. (2021) Stek, Cara Perbanyakan Tanaman yang Mudah Dilakukan. <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/sitinuraeni\/berita\/61bbfe6e27b95\/stek-cara-perbanyakan-tanaman-yang-mudah-dilakukan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stek, Cara Perbanyakan Tanaman yang Mudah Dilakukan &#8211; Nasional Katadata.co.id<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Adetiya, Y., Putri, D. H., Sadek, M., &amp; Yuniarti, E. (2022). Teknik Perbanyakan Tanaman Pucuk Merah (Syzigium Oleana) dengan Cara Stek. In <em>Prosiding Seminar Nasional Biologi<\/em> (Vol. 1, No. 2).<br><br>Dekoruma. K. (2019). Cara Stek Tanaman. <a href=\"https:\/\/www.dekoruma.com\/artikel\/90705\/cara-setek-tanaman-bagi-pemula\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagi Pemula, Ketahui Berbagai Cara Setek Tanaman Berikut! (dekoruma.com)<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Hanifah. (2021). 3 Cara Stek Tanaman Yang Mudah Dilakukan Bisa Pakai Batang, Daun, Hingga Akar. <a href=\"https:\/\/berita.99.co\/cara-stek-tanaman-mudah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/berita.99.co\/cara-stek-tanaman-mudah\/<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Larum, D. (2022). Pruning Tomato Plants. <a href=\"https:\/\/www.gardeningknowhow.com\/edible\/vegetables\/tomato\/pruning-tomato-plants.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cutting Leaves On Tomatoes: Learn About Cutting Back Tomato Plants (gardeningknowhow.com)<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Nosiani, T. (2015). Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Puring (Codiaeum variegatum). <em>Jurnal Pena Sains Vol<\/em>, <em>2<\/em>(2).<br><br>Payung, D., &amp; Susilawati, S. (2014). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Rootone-f Dan Sumber Bahan Stek Terhadap Pertumbuhan Stek Tembesu (Fagraea Fragrans) Di PT. Jorong Barutama Greston Kalimantan Selatan. <em>EnviroScienteae<\/em>, <em>10<\/em>(3), 140-149.<br><br>Prihatini, R. (2017). Pemanfaatan Air Kelapa Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Akar Stek Tunas Aksilar Andrographis Paniculata Nees. <em>Eksakta: Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN: 2549-7464)<\/em>, <em>18<\/em>(02), 62-68.<br><br>Sendari. A. A. (2021). Stek Adalah Pembiakan Vegetatif, Kenali Jenis dan Caranya. <a href=\"https:\/\/hot.liputan6.com\/read\/4694900\/stek-adalah-pembiakan-vegetatif-kenali-jenis-dan-caranya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stek adalah Pembiakan Vegetatif, Kenali Jenis dan Caranya &#8211; Hot Liputan6.com<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Utami. R. P. (2021). Bagaimana Cara Menyetek Tanaman. <a href=\"https:\/\/palembang.tribunnews.com\/2021\/08\/27\/bagaimana-cara-menyetek-tanaman-simak-cara-stek-batang-yang-mudah-bagi-para-pemula\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Cara Menyetek Tanaman, Simak Cara Stek Batang yang Mudah Bagi Para Pemula &#8211; Sripoku.com (tribunnews.com)<\/a>. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><br>Wati, N., &amp; Rahmawati, L. (2021). Penggunaan Metode Stek Untuk Perbanyakan Tanaman Alamanda (Allamanda Cathartica). <em>KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology<\/em>, <em>1<\/em>(1), 25-30.<br><br>Yudianto. (2020). Budidaya Vanili Lewat Stek Daun. Budidaya Vanili Lewat Stek Daun | Mitra Usaha Tani. Diakses pada tanggal 17 November 2022.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-430fc2e\" data-block-id=\"430fc2e\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stek salah satu cara untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif. Stek juga banyak dipilih oleh masyarakat karena caranya yang sederhana dan tidak memerlukan teknik yang rumit. Namun, apa sebenarnya maksud dari metode stek? Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai stek pada tanaman dengan mengetahui pengertian, keuntungan, jenis-jenis dan kerugian dari stek tanaman di artikel kali ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4697"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}