{"id":4743,"date":"2022-11-22T08:02:28","date_gmt":"2022-11-22T01:02:28","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4743"},"modified":"2024-08-02T09:48:37","modified_gmt":"2024-08-02T02:48:37","slug":"apa-itu-pohon-bidara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-pohon-bidara\/","title":{"rendered":"Mengenal Pohon Bidara: Pengertian, Ciri-ciri, hingga Cara Mengolah (Update 2024)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai salah satu tanaman surgawi yang disebut secara eksplisit dalam Alquran, manfaat pohon bidara tentunya tidak diragukan lagi. Apa saja? Yuk, kenali lebih jauh seluk-beluk tanaman herbal satu ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Pohon Bidara?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon bidara adalah tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan dengan kayu yang berukuran kecil. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia tersebut ternyata berasal dari Asia Tengah. Kemudian, persebarannya terus meluas secara alami hingga ke negara-negara Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genus <em>ziziphus<\/em> ini dapat hidup di daerah yang kering atau tandus. Karenanya, buah pohon bidara akan tumbuh dengan baik apabila ditanam di lingkungan yang kaya sinar matahari. Meski demikian, ia juga membutuhkan air hujan terutama untuk pertumbuhan rantingnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di pelbagai daerah Indonesia, sebutan untuk pohon dengan nama ilmiah <em>ziziphus mauritiana <\/em>ini bermacam-macam. Banyuwangi dan Situbondo akrab menyebutnya dengan pohon bekol. Sunda dan Jawa memberi nama widara atau dara, masyarakat Bima dengan sebutan rangga, kalangga oleh Sumba, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Pohon Bidara<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/pohon-bidara.webp\" alt=\"gambar pohon bidara\" class=\"wp-image-11582\" title=\"\"><figcaption><a href=\"https:\/\/elements.envato.com\/user\/safakc1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber gambar<\/a>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski memiliki kayu dengan ukuran kecil, namun bidara tidak dikelompokkan sebagai tanaman perdu. Agar mudah dibedakan, berikut ciri-ciri tanaman dari famili <em>rhamnaceae <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon bidara memiliki tinggi yang bisa mencapai 15 meter dengan diameter batang sebesar 40 cm. Batangnya tumbuh bengkok dengan cabang pohon menjuntai dan menyebar secara tidak beraturan. Bentuk permukaan memiliki tekstur cukup licin di mana cokelat menjadi warna utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun bidara masuk ke dalam golongan daun majemuk ganda atau empat rangkap. Bentuk daun bidara lonjong atau bulat menyerupai telur yang ukurannya sekitar 2 cm, serta lebar 1,5-5 cm. Permukaan daun berwarna hijau tua yang mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawahnya berwarna putih yang berbulu lembut. Pertulangan daunnya menjari dengan helai daun berduri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya termasuk jenis bunga tunggal yang berbentuk seperti payung. Bentuk tersebut adalah hasil adaptasi tanaman yang habitatnya berada di daerah kering. Tangkai untuk setiap perbungaan memiliki ukuran pendek, yaitu sekitar 3-8 mm. Bunganya beraroma harum yang disempurnakan dengan warna cantik perpaduan putih kekuningan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah bidara tergolong jenis buah sejati yang mana hanya memiliki satu biji di dalam buahnya. Buahnya berbentuk bulat menyerupai tomat yang ukurannya berkisar 6 cm dengan lebar 4 cm. Memiliki variasi warna berbeda tergantung tingkat kematangan. Hijau untuk buah yang belum matang, dan kuning atau merah apabila buah sudah matang. Permukaan kulit buahnya halus dan mengkilap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-ara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Ara atau Tin: Kalsifikasi, Pesebaran, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi Pohon Bidara<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Taksonomi tanaman bidara dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Subkingdom<\/td><td>Tracheobionta<\/td><\/tr><tr><td>Superdivisi<\/td><td>Spermatophyta<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Subkelas<\/td><td>Rosidae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Rhamnales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Rhamnaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Ziziphus<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td>Ziziphus mauritiana Lamk.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon bidara.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persebaran dan Habitat<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/pohon-bidara-buah.webp\" alt=\"buah pohon bidara\" class=\"wp-image-11583\" title=\"\"><figcaption><a href=\"https:\/\/elements.envato.com\/user\/safakc1\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/elements.envato.com\/user\/safakc1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber gambar<\/a>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon bidara tersebar di seluruh Mesir, Aljazair, Tunisia, Libya, Kenya, Uganda, Afrika, Pakistan, India Utara, Afganistan, Cina, Bangladesh, Nepal, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Semenanjung Malaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daerah yang kering dan bermandikan cahaya matahari adalah habitat alami dari jenis <em>ziziphus <\/em>ini. Selain itu, bidara bisa tumbuh dengan batas maksimal ketinggian sekitar 1.000 mdpl.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski iklim kering adalah kondisi idealnya untuk tumbuh kembang, tetapi bidara juga tahan di tanah yang basah. Saking tolerannya, pohon ini juga dapat bertahan hidup di lahan yang tidak terurus sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanaman-kapulaga-dan-manfaatnya\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanaman-kapulaga-dan-manfaatnya\/\">Tanaman Kapulaga: Rempah Kaya Manfaat Bagi Kesehatan (Update 2024)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Pohon Bidara<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bagaimana pohon ini begitu bermanfaat bagi manusia, khususnya di bidang kesehatan. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30596\/jph.v1i2.4415\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maulana Siregar (2020)<\/a> menemukan sebanyak 20 artikel ilmiah yang meneliti khasiat daun bidara, mulai dari antibakteri, antikanker, hingga antidepresan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut rentetan manfaat daun bidara bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Daun Bidara sebagai Analgetik, Antipiretik, dan Antiperadangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat pohon bidara yang pertama adalah sebagai obat mencegah peradangan. Kandungan flavonoid dalam daun bidara berkhasiat untuk mencegah timbulnya peradangan akibat penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Proses inflamasi tersebut dapat dicegah dengan dua mekanisme. Pertama, dengan menghambat enzim siklooksigenase di mana enzim tersebut mengakibatkan pembentukan prostaglandin yang merupakan mediator agar nyeri dan demam tidak terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, dengan hambatan yang terjadi terhadap degranulasi neutrofil, otomatis akan terjadi penghambatan pada pelepasan sitokin, radikal bebas, dan enzim yang berperan dalam proses inflamasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Antikanker<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa alkaloid, saponin, triterpenoid, dan steroid yang ada pada daun bidara memiliki efek sitotoksik sebagai antikanker. Diketahui senyawa-senyawa tersebut dapat melakukan penghambatan terhadap pertumbuhan&nbsp; sel kanker.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Antidepresan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khasiat pohon bidara yang mengandung alkaloid dan flavonoid dapat menghambat degradasi neurotransmiter saraf pusat seperti serotonin dan katekolamin. Penghambatan tersebut memiliki efek pada otak untuk menimbulkan potensi stimulasi susunan saraf pusat yang pada akhirnya mencegah terjadinya depresi. Pikiran menjadi tenang dan tubuh lebih rileks.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Antioksidan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun bidara yang diekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Hal tersebut karena senyawa flavonoid merupakan pereduksi yang dapat menghambat reaksi oksidasi. Bahkan hasil penelitian oleh Noviasari (2018) menemukan bahwa daun bidara memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibanding dengan vitamin&nbsp; C. Antioksidan membantu peremajaan kulit, dan mencegah penuaan dini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Antidiabetik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain zat antioksidan dan antiinflamasi, ekstrak daun bidara juga memiliki aktivitas antidiabetik yang bermanfaat untuk penurunan kadar gula darah dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping manfaat kesehatan di atas, daun bidara memiliki khasiat antimikroba yang bisa digunakan untuk pengawetan daging secara alamiah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan dalam agama islam, disunnahkan untuk mencampur air dan daun bidara dalam prosesi pemandian jenazah untuk menghilangkan najis dari tubuh mayat. Pohonnya juga bermanfaat untuk mengusir makhluk halus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, secara khusus, terdapat beberapa cara mengolah daun bidara agar rasanya tidak sepat. Olahan yang paling sering adalah dijadikan tumis-tumisan dan minuman herbal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahaya Pohon Bidara<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagai dua mata sisi koin yang berlawanan, di samping manfaat yang begitu rupa, pohon bidara memiliki bahaya tersendiri apabila dikonsumsi secara berlebihan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian yang dilakukan oleh <em>Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Alaudin <\/em>sebagaimana yang dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20221005102412-260-856541\/7-bahaya-daun-bidara-hati-hati-sebelum-mengonsumsinya\/amp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>CNN Indonesia<\/em><\/a><em>, <\/em>menerangkan bahwa<em> <\/em>batas aman bagi tubuh dalam mengonsumsi ekstrak daun bidara adalah 600 mg per kilogram berat badan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila mengonsumsi di atas ambang batas tersebut, efeknya sangat mengerikan. Di antaranya&nbsp; kerusakan hati, alergi kulit, serta kejang dan napas pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-teknik-mencangkok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mencangkok: Teknik Perkembangbiakan Secara Vegetatif (2022) <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, itulah seluk-beluk pohon bidara yang harus kamu tau. Semoga artikel ini menambah semangat kita untuk hidup dengan prinsip <em>back to nature, <\/em>ya!<\/p>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1669077528194\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu daun bidara dalam islam?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon bidara adalah tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan dengan kayu yang berukuran kecil. Pohon ini juga dapat hidup di daerah yang kering dan tandus, dan buahnya akan tumbuh baik di lingkungan yang mendapatkan sinar matahari secara maksimal. Dalam islam, daun bidara dimanfaatkan untuk kebutuhan pembersihan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1669077689182\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Pohon bidara gunanya untuk apa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon bidara berguna sebagai analgetik, antipiretik, antiperadagan, antikanker, antidepresan, antioksidan, hingga antidiabetik. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1706150360432\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan oleh daun bidara?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Seperti diabetes, flu, jerawat, depresi, luka, hingga pencernaan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-f186cd2\" data-block-id=\"f186cd2\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-f186cd2-column stk-container stk-f186cd2-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-67f2bbf\" id=\"mari-berkolaborasi-bersama-lindungi-hutan-beri-dampak-untuk-bumi\" data-block-id=\"67f2bbf\"><style>.stk-67f2bbf .stk-block-heading__text{font-size:25px !important;color:#005e4e !important}@media screen and (max-width:1023px){.stk-67f2bbf .stk-block-heading__text{font-size:25px !important}}<\/style><h3 class=\"stk-block-heading__text has-text-color\">Mari Berkolaborasi Bersama LindungiHutan, Beri Dampak Untuk Bumi<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-e329912\" data-block-id=\"e329912\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan hadir memudahkan program hijau yang transparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami telah menanam +800 ribu di 45+ lokasi penanaman tersebar di Indonesia dipercaya 400+ mitra hijau dari UMKM, perusahaan,&nbsp;<em>startup<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>multinational coorporations<\/em>&nbsp;sebagai rekan bisnis mereka.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-6ff74bf\" data-block-id=\"6ff74bf\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-545e451\" data-block-id=\"545e451\"><style>.stk-545e451 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-545e451 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Jalin Kerja Sama<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Maswanajih<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a7deff4\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"a7deff4\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-1e9c57d\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"1e9c57d\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-c47bc86\" data-block-id=\"c47bc86\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-288d017\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"288d017\"><p class=\"stk-block-text__text\">&nbsp;plantamor.com\/species\/info\/ziziphus\/mauritiana#gsc.tab=0<br>&nbsp;&nbsp;<br>Tim CNN Indonesia. 2022. 7 Bahaya Daun Bidara, Hati-Hati Sebelum Mengonsumsinya. Diakses pada 19 November 2022. <a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20221005102412-260-856541\/7-bahaya-daun-bidara-hati-hati-sebelum-mengonsumsinya\/amp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20221005102412-260-856541\/7-bahaya-daun-bidara-hati-hati-sebelum-mengonsumsinya\/amp<\/a>&nbsp;<br><br>Sih Wahyuni Raharjeng, A. M. (2020). Identifikasi Morfologi Bidara (Ziziphus mauritiana) di Wilayah Sidoarjo. <em>Jurnal Farmasi Indonesia Afamedis, 1<\/em>, 79-88. Dipetik November 19, 2022<br><br>Siregar, M. (2020, April). Berbagai Manfaat Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana Lamk) Bagi Kesehatan di Indonesia. <em>Jurnal Pandu Husada, 2<\/em>. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30596\/jph.v1i2.4415\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/doi.org\/10.30596\/jph.v1i2.4415<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-9d4e30b\" data-block-id=\"9d4e30b\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai salah satu tanaman surgawi yang disebut secara eksplisit dalam Alquran, manfaat pohon bidara tentunya tidak diragukan lagi. Apa saja? Yuk, kenali lebih jauh seluk-beluk tanaman herbal satu ini! Apa itu Pohon Bidara? Pohon bidara adalah tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan dengan kayu yang berukuran kecil. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11581,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51,325],"class_list":["post-4743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}