{"id":4763,"date":"2022-11-23T23:42:58","date_gmt":"2022-11-23T16:42:58","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4763"},"modified":"2022-11-23T23:42:59","modified_gmt":"2022-11-23T16:42:59","slug":"mengenal-kawasan-agropolitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-kawasan-agropolitan\/","title":{"rendered":"Mengenal Kawasan Agropolitan : Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contohnya (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamu tahu nggak apa itu Kawasan Agropolitan? Mungkin kamu sedikit asing ketika mendengar \u201ckawasan agropolitan\u201d atau bahkan baru saja mendengarnya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang kita ketahui, kegiatan urbanisasi sering terjadi di Indonesia. Adanya kesenjangan, menjadikan masyarakat desa berbondong-bondong memilih bekerja di kota untuk meningkatkan taraf hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat desa banyak yang mengesampingkan sektor pertanian, padahal sektor ini merupakan kunci dari tersedianya bahan pangan untuk menjamin kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kawasan agropolitan bisa menjadi alternatif bagi suatu daerah dalam mengurangi kesenjangan dan menekan angka urbanisasi di Indonesia. Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Kawasan Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan.png\" alt=\"Sebenarnya, kawasan agropolitan itu apa?\" class=\"wp-image-4766\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-itu-kawasan-agropolitan-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Simpelnya, Agropolitan tersusun dari dua kata yaitu &#8220;Agro&#8221; pertanian dan &#8220;Politan&#8221; yang artinya kota.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agropolitan terdiri dari dua kata, yaitu agro dan politan (polis). Agro artinya pertanian dan politan artinya kota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Undang-undang No. 26 Tahun 2007 kawasan agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep agrobisnis atau agribisnis merupakan konsep atau usaha mulai dari produksi, pengolahan hasil, pemasaran, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tujuan Kawasan Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep kawasan agropolitan bertujuan untuk membangun wilayah pedesaan agar tidak berbeda secara signifikan dengan wilayah perkotaan. Ada 6 tujuan kawasan agropolitan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memperkenalkan dan memasukkan kegiatan-kegiatan non pertanian misalnya jasa, perdagangan, dan industri untuk meminimalisir urbanisasi,<\/li><li>Menyeimbangkan pendapatan di desa dan kota serta memperkecil kesenjangan ekonomi dengan meningkatkan kesempatan kerja pada sektor pertanian dan non pertanian,<\/li><li>Membuka peluang kerja dan memanfaatkan tenaga kerja secara tepat,<\/li><li>Meningkatkan aksesibilitas wilayah pedesaan dengan perkotaan,<\/li><li>Menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat setempat dengan kegiatan sesuai dengan minat dan keahliannya,<\/li><li>Menciptakan kesesuaian harga antara wilayah pedesaan dan perkotaan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Kawasan Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan.png\" alt=\"Ada beberapa ciri-ciri yang mengindikasikan kawasan agropolitan.\" class=\"wp-image-4767\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Ciri-ciri-Kawasan-Agropolitan-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan kawasan agropolitan sudah berkembang. Apa saja?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembangunan kawasan agropolitan harus dilakukan secara utuh dan menyeluruh, serta dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah daerah setempat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan agropolitan yang sudah berkembang, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sebagian besar kegiatan pertanian oleh masyarakat sudah terintegrasi\u00a0 dengan baik. Hal ini didasarkan pada aspek-aspek berikut ini: subsistem agribisnis hulu (persiapan pupuk, peralatan pertanian, peralatan mesin, dan lain-lain), subsistem usaha tani\/pertanian primer (hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan), subsistem agribisnis hilir (industri pengolahan dan pemasaran, kegiatan ekspor), subsistem jasa penunjang (penyedia jasa kegiatan agribisnis meliputi : asuransi, kredit, transportasi, penyuluhan, pendidikan, pengembangan, kebijakan pemerintah, dan infrastruktur).<\/li><li>Adanya keterkaitan antara desa dengan kota yang bersifat timbal balik (saling membutuhkan). Wilayah pedesaan berfokus pada usaha budidaya pertanian dan produk olahan skala rumah, sebaliknya wilayah perkotaan berfokus pada penyedia fasilitas untuk mengembangkan budidaya dan kegiatan agribisnis seperti modal, informasi, teknologi, dan lainnya.<\/li><li>Sebagian besar kegiatan masyarakat didominasi oleh kegiatan agribisnis meliputi: usaha industri (pengolahan), pertanian, perdagangan agribisnis hulu (permodalan dan sarana pertanian), jasa pelayanan, dan agrowisata.<\/li><li>Sarana dan prasarana kehidupan masyarakat desa dengan perkotaan diusahakan tidak memiliki kesenjangan atau perbedaan yang cukup jauh.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga:<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/efek-rumah-kaca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya <\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persyaratan Kawasan Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia memang negara agraris, sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Namun, tidak semua kawasan pertanian di Indonesia dapat ditetapkan sebagai kawasan agropolitan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu wilayah dapat ditetapkan sebagai kawasan agropolitan jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memiliki sumber daya unggulan yang dapat dipasarkan khususnya komoditi pertanian (pangan),<\/li><li>Memiliki infrastruktur dan prasarana yang memadai untuk kegiatan agribisnis, misalnya sarana irigasi, akses jalan, pasar jaringan telekomunikasi, pusat pengembangan kegiatan agribisnis, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan lainnya,<\/li><li>Memiliki sumber daya manusia yang berkeinginan dan berpotensi untuk mengembangkan secara mandiri atau pribadi,<\/li><li>Kegiatan konservasi alam, kelestarian lingkungan, dan kegiatan sosial budaya secara menyeluruh.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sistem Kawasan Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan agropolitan terbagi ke dalam beberapa bagian, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kawasan lahan pertanian (<em>hinterland<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berisikan areal pengelolaan kegiatan pertanian, meliputi pembenihan, budidaya, dan pengelolaan pertanian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penentuan lahan pertanian\/<em>hinterland<\/em> areal desa\/kecamatan berdasarkan atas jarak keterikatan dan ketergantungan wilayah tersebut pada kawasan agropolitan di bidang ekonomi dan bidang yang lain<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kawasan pemukiman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan ini merupakan pemukiman petani dan masyarakat kawasan agropolitan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kawasan pengelolaan dan industri<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tempat penyeleksian dan pengolahan hasil pertanian sebelum dipasarkan dan dikirim untuk diperdagangkan di pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kawasan pusat prasarana dan pelayanan umum<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan ini merupakan kawasan perdagangan, terminal agribisnis, lembaga keuangan, pusat pelayanan umum, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sistem dalam Agropolitan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan.png\" alt=\"Mengenal sistem dalam agropolitan.\" class=\"wp-image-4764\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Sistem-dalam-Agropolitan-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>3 sistem yang dikembangkan dalam suatu kawasan agropolitan antara lain, sistem agribisnis, agroindustri, dan agrowisata.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat 3 sistem yang dapat dikembangkan dalam suatu kawasan agropolitan, antara lain:\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sistem Agribisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agribisnis merupakan suatu konsep yang utuh, mulai dari proses produksi, mengolah hasil, perdagangan, pemasaran, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsur-unsur kegiatan dalam agribisnis yaitu prapanen, panen, pascapanen, dan pemasaran. Tahapan tersebut tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan agribisnis mencakup beberapa sektor lain yaitu pertanian dan bagian lain dari sektor industri. Pertumbuhan perekonomian yang baik secara nasional didapat dari perpaduan beberapa sektor dalam kegiatan agribisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sistem Agroindustri<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem ini merupakan fase transisi antara fase pembangunan pertanian sebelum pembangunan tersebut mulai ke tahapan pembangunan industri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agroindustri adalah pengolahan hasil pertanian yang merupakan bagian dari enam subsistem agribisnis yang disepakati selama ini yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan, usaha tani, pengolahan hasil (agroindustri), pemasaran, sarana dan pembinaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Sistem Agrowisata<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agrowisata merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata yg bertujuan untuk menambah pengetahuan, sarana rekreasi, dan meningkatkan hubungan usaha di bidang pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain sebagai penyedia bahan pangan, sektor pertanian juga harus dimanfaatkan sebagai objek wisata. Sektor ini diharapkan mampu menyediakan produk berkualitas sebagai oleh-oleh wisatawan yang berkunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi agroklimat sebagai tempat pengembangan agrowisata harus sesuai faktor tipologi lahan sehingga mendapatkan komoditi unggulan yang memiliki daya jual.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci1JG8aj16f\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci1JG8aj16f\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci1JG8aj16f\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kawasan Agropolitan di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa daerah di Indonesia sudah menerapkan kawasan agropolitan di daerahnya. Tentunya, hal ini dapat mengurangi tingkat kesenjangan dan membantu perekonomian masyarakat di desa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh pengembangan agropolitan di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah tersebut memang memiliki lahan sawah terluas dibanding kecamatan lainnya. Komoditas utamanya yaitu padi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bantuan dari pemerintah tidak tanggung-tanggung untuk keberlangsungan kawasan ini. Bantuan yang disalurkan antara lain alat material, alat berat (traktor), uang tunai, pupuk untuk petani, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, daerah Cibodas dikenal sebagai pasar agropolitan dengan hortikultura yang dihasilkannya. Kondisi geografi wilayah daerah tersebut memang cocok sebagai kawasan agropolitan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya dukungan dari pemerintah dan partisipasi dari pihak masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kawasan agropolitan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan agropolitan di Kabupaten Donggala juga memiliki potensi yang cukup besar. Komoditi unggulan daerah ini adalah tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi, dan lainnya), tanaman perkebunan (kakao, kelapa, dan jambu mete), dan komoditi peternakan (ayam petelur, ayam broiler, sapi, dan lainnya).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apalagi, Kabupaten Donggala memiliki lokasi yang potensial karena akan memasuki jalur perdagangan bebas melalui selat Makassar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/penjelasan-lengkap-mitigasi-bencana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mitigasi Bencana Adalah: Jenis, Strategi, Tahapan, Contoh, dan Penerapannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui sederet penjelasan tadi, dapat kita tarik kesimpulan. Wilayah yang dapat menjadi kawasan agropolitan sebaiknya semakin diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, kawasan agropolitan dapat mendorong kemajuan kegiatan agribisnis sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.<\/p>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1669220628909\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa yang dimaksud dengan kawasan agropolitan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Kawasan agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1669220664246\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa ciri-ciri kawasan agropolitan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p><\/p>\n<li>Sebagian besar kegiatan pertanian oleh masyarakat sudah terintegrasi\u00a0 dengan baik, adanya keterkaitan antara desa dengan kota yang bersifat timbal balik (saling membutuhkan). sarana dan prasarana kehidupan masyarakat desa dengan perkotaan diusahakan tidak memiliki kesenjangan atau perbedaan yang cukup jauh.<\/li>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/ana-salsabila99\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-5e49c3a\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"5e49c3a\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-5888e72\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"5888e72\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-6d0cf20\" data-block-id=\"6d0cf20\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-beb3e6d\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"beb3e6d\"><p class=\"stk-block-text__text\">Basuki AT. 2012. Pengembangan Kawasan Agropolitan. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan 1(13):53-71.<br>Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/ Badan Pertahanan Nasional. 2010. Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan Agropolitan.<a href=\"https:\/\/tataruang.atrbpn.go.id\/Berita\/Detail\/2045\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/tataruang.atrbpn.go.id\/Berita\/Detail\/2045<\/a> [diakses pada 22 November 2022]<br><br>Riadi, Muchlisin. (2018). Pengertian, Ciri, Sistem dan Persyaratan Kawasan Agropolitan. <a href=\"https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2018\/04\/kawasan-agropolitan.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2018\/04\/kawasan-agropolitan.html<\/a> [diakses pada 22 November 2022]<br><br>Masterplan.com. 2019. Pengembangan Agropolitan melalui Komoditas Unggulan di Desa Pakembinangun. <a href=\"https:\/\/www.masterplandesa.com\/desa-agropolitan\/komoditas-unggulan-sebagai-pengembangan-agropolitan-di-desa-pakembinangun-kecamatan-pakem-kabupaten-sleman-kota-diy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.masterplandesa.com\/desa-agropolitan\/komoditas-unggulan-sebagai-pengembangan-agropolitan-di-desa-pakembinangun-kecamatan-pakem-kabupaten-sleman-kota-diy\/<\/a> [diakses pada 22 November 2022]<br><br>Basri IS dan Arifin R. 2010. Kawasan Agropolitan Kabupaten Donggala Dalam Konteks Pengembangan Wilayah Dan Sebagai Pusat Pertumbuhan Wilayah Baru. Mektek 1:45-53.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-105a191\" data-block-id=\"105a191\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-cfcb10f\" data-block-id=\"cfcb10f\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-cfcb10f-column stk-container stk-cfcb10f-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-50c359e\" id=\"ambil-langkah-nyata-dengan-menanam-pohon-bersama-lindungi-hutan-hanya-10-ribu-rupiah\" data-block-id=\"50c359e\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-92822ad\" data-block-id=\"92822ad\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-8e6f6a2\" data-block-id=\"8e6f6a2\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-aaf2df1\" data-block-id=\"aaf2df1\"><style>.stk-aaf2df1 .stk-button{background:linear-gradient(90deg,#075337,#075337) !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Pelajari Lebih Lanjut<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tahu nggak apa itu Kawasan Agropolitan? Mungkin kamu sedikit asing ketika mendengar \u201ckawasan agropolitan\u201d atau bahkan baru saja mendengarnya? Seperti yang kita ketahui, kegiatan urbanisasi sering terjadi di Indonesia. Adanya kesenjangan, menjadikan masyarakat desa berbondong-bondong memilih bekerja di kota untuk meningkatkan taraf hidupnya. Masyarakat desa banyak yang mengesampingkan sektor pertanian, padahal sektor ini merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[252,328],"class_list":["post-4763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-edukasi","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4763"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4763\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}