{"id":4815,"date":"2022-11-28T09:39:04","date_gmt":"2022-11-28T02:39:04","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4815"},"modified":"2022-11-28T09:39:05","modified_gmt":"2022-11-28T02:39:05","slug":"memahami-clean-development-mechanism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/memahami-clean-development-mechanism\/","title":{"rendered":"Clean Development Mechanism (CDM), Upaya Pengurangan Emisi Global dan Peran Indonesia di Dalamnya (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tiga mekanisme Protokol Kyoto, CDM (Clean Development Mechanism) atau Mekanisme Pembangunan Bersih adalah satu-satunya mekanisme yang melibatkan langsung negara berkembang dalam penurunan emisi global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mekanisme CDM diadopsi untuk memudahkan negara maju dalam penurunan emisi global. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Artikel ini akan mengulas tuntas apa itu CDM, sejarah, mekanisme, hingga implementasinya di Indonesia. <em>Keep scrolling, <\/em>ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membahas mengenai mekanisme CDM lebih jauh, kita perlu mengetahui apa itu Protokol Kyoto yang menaungi mekanisme tersebut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Inti Protokol Kyoto?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto.png\" alt=\"Inti dari protokol Kyoto adalah.\" class=\"wp-image-4817\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Apa-Inti-Protokol-Kyoto-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Sebelum kita bahas lebih jauh tentang CDM, pahami dulu apa itu Protokol Kyoto?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahun 1992, konferensi bersejarah tentang perubahan iklim diadakan di Rio de Janeiro, Brasil. Salah satu hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi tersebut adalah ditetapkannya Konvensi Kerangka Kerja PBB Mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC- United Nations Framework Convention on Climate Change).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konvensi tersebut terdiri dari 26 pasal beserta lampiran yang membagi negara-negara ke dalam dua kelompok, yaitu Annex I untuk negara maju, dan non-Annex I untuk negara berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski sudah ditandatangani sejak 1992, tetapi UNFCCC baru memiliki kekuatan hukum pada 21 Maret 1994 setelah 50 negara meratifikasi konvensi tersebut. Untuk menjalankan tugas utamanya dalam menstabilkan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK), dibentuk suatu badan otoritas tertinggi, yaitu COP (Conference of the Parties) yang rutin mengadakan pertemuan setahun sekali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada konferensi tahunan COP 3 yang diadakan pada Desember 1997 di Kyoto, Jepang, sebuah instrumen hukum dirancang untuk memudahkan pengimplementasian Konvensi Perubahan Iklim dalam mengurangi emisi GRK. Rancangan itu kemudian disebut Protokol Kyoto dengan nama resmi <em>Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Protokol Kyoto diresmikan oleh Rusia pada 18 November 2004, dan&nbsp; mulai berlaku pada 16 Februari 2005. Inti dari Protokol ini adalah perjanjian internasional yang berkekuatan hukum di mana negara-negara industri berkomitmen dalam mengurangi emisi GRK secara keseluruhan sebesar 5.2% dari tingkat emisi pada 1990.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu prinsip yang dianut dalam Protokol Kyoto adalah tanggung jawab bersama yang dibedakan (<em>common but differentiated responsibility), <\/em>di mana semua negara yang meratifikasi memiliki tanggung jawab sama dalam perubahan iklim. Namun, dalam hal penurunan emisi GRK target yang diberikan berbeda. Penentuan tanggung jawab tersebut didasarkan pada pembagian kelompok Annex.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apakah Annex I, non-Annex 1, dan di mana posisi Indonesia? Berikut penjelasan tentang perbedaan dua kelompok negara tersebut!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/apa-itu-carbon-offsetting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Carbon Offsetting? Berikut Pengertian dan Implementasinya! (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dimaksud dengan Annex I?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Annex I adalah kelompok bagi negara-negara maju yang berkontribusi besar terhadap peningkatan emisi GRK di atmosfer akibat dari kegiatan manusia sejak revolusi industri tahun 1850-an.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara-negara inilah yang bertanggungjawab dalam mengurangi emisi GRK. Annex I meliputi Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Australia, Italia, Finlandia, Perancis, Swiss, dan lainnya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara negara maju tersebut, AS menempati urutan pertama sebagai penyumbang emisi GRK terbesar dengan 36.1%.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dimaksud dengan non-Annex I?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, non-Annex I adalah pengelompokkan bagi negara-negara berkembang yang kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK-nya jauh lebih sedikit dibanding dengan negara maju. Selain itu, pertumbuhan ekonomi negara yang masuk dalam kelompok ini jauh lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan Annex I yang diwajibkan untuk menurunkan emisi GRK, negara non-Annex I tidak memiliki tanggung jawab tersebut. Namun, mereka hanya diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam pengurangan emisi global. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masuk dalam kelompok non-Annex I.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian UNFCCC menambahkan Annex II yang merujuk pada negara berkembang yang mana perannya dalam penurunan emisi global dibantu oleh negara maju. Bantuan tersebut adalah dengan menyediakan sumber daya keuangan bagi negara berkembang yang telah mengeluarkan biaya adaptasi dalam membantu perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memudahkan negara Annex I dalam memenuhi target penurunan emisi GRK, Protokol Kyoto merumuskan mekanisme fleksibel untuk mencapai target yang ditentukan. Kemudian, lahirlah suatu konsep yang memungkinkan partisipasi negara berkembang dalam membantu penurunan emisi negara maju yang disebut dengan CDM (Clean Development Mechanism) atau Mekanisme Pembangunan Bersih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Clean Development Mechanism (CDM)?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan mekanisme <em>Joint Implementation<\/em> dan <em>Emissions Trading<\/em>, CDM merupakan satu-satunya mekanisme kerja yang melibatkan langsung negara berkembang dalam penurunan emisi global.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Pasal 12 Protokol Kyoto, dijelaskan bahwa CDM ialah mekanisme kerja sama\u00a0 antara negara berkembang dan negara maju dalam upaya penurunan dan penghilangan emisi GRK. Pasal tersebut juga memuat tujuan dari mekanisme ini, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Membantu negara maju atau negara Annex I dalam memenuhi target penurunan jumlah emisi negaranya.<\/li><li>Membantu negara berkembang yang tidak termasuk dalam Annex I untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan menyumbang pencapaian tujuan utama konvensi perubahan iklim, yaitu menstabilkan konsentrasi GRK dunia di tingkat yang tidak akan mengganggu sistem iklim global (Rangkuti, 2012).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci6WPL-PawP\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci6WPL-PawP\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Ci6WPL-PawP\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Kerja CDM?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM.png\" alt=\"Cara kerja Clean Development Mechanism.\" class=\"wp-image-4818\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Bagaimana-Cara-Kerja-CDM-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ada dua mekanisme yang bisa dilakukan, melalui perdagangan karbon atau reduksi emisi GRK tersertifikasi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penurunan emisi dengan proyek CDM dilakukan dengan dua mekanisme, yaitu melalui perdagangan karbon di mana komoditas yang diperjualbelikan adalah CER (Certified Emission Reduction) atau reduksi emisi GRK tersertifikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk dapat mengklaim target penurunan emisi, negara maju harus membeli sertifikat CER dari negara berkembang. Pada tahun 2020, harga sertifikat CER mencapai sekitar 28 dolar per ton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, negara maju melakukan investasi berbasis lingkungan bersih untuk pembangunan berkelanjutan di negara berkembang. Dengan kata lain, melalui proyek CDM tersebut negara berkembang mendapat dua keuntungan sekaligus. Yaitu dana yang didapat dari pembelian CER, juga dana investasi untuk pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-redd-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu REDD+? Pengertian, Sejarah, Implementasi, hingga Perkembangannya di Indonesia (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Clean Development Mechanism di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia.png\" alt=\"Implementasi Clean Development Mechanism di Indonesia.\" class=\"wp-image-4819\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Clean-Development-Mechanism-di-Indonesia-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Indonesia juga ambil bagian dalam  mekanisme CDM!<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu alasan Indonesia ikut meratifikasi Protokol Kyoto adalah agar dapat ikut serta dalam proyek CDM. Salah satu tindakan yang diambil oleh Indonesia sebagai konsekuensi meratifikasi Protokol Kyoto yaitu dengan membentuk Komisi Nasional Mekanisme Pembangunan Bersih melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.206 tahun 2005. Tugasnya adalah bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan bersih di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping itu, sebagai wujud pemerintah dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan dikeluarkan UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup (PPLH).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu proyek CDM antara Indonesia dengan negara maju adalah kerja sama antara PT Gikoko Kogyo yang berasal dari Belanda dengan Pemerintah Kota Pontianak. Kerja sama tersebut dilakukan dengan pembelian 350.000 sertifikat CER oleh Belanda dari Pontianak <em>Landfill Gas Flaring Project <\/em>(Ardianto, 2009)<em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, melansir dari <em>theconversation.com, <\/em>berdasarkan Data Kementerian Lingkungan Hukum dan Kehutanan tahun 2015, menunjukkan bahwa 37 dari total 215 proyek CDM berhasil menurunkan emisi sebesar 10.097,175 ton CO2 ekuivalen dan 329,483 ton CO2 ekuivalen dari perdagangan karbon dengan Jepang secara bilateral.&nbsp; Kerja sama tersebut menghasilkan investasi RP2,1 triliun (Kurniawan, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa selain bermanfaat bagi pengurangan atau bahkan penghilangan emisi GRK, CDM bisa menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat melalui perdagangan karbon. Kedua hal tersebut dapat dicapai sekaligus hanya jika komitmen kita dalam menjaga lingkungan terus hadir, tentu saja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1669602033567\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu Clean Development Mechanism (CDM)?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Dalam Pasal 12 Protokol Kyoto, dijelaskan bahwa CDM ialah mekanisme kerja sama\u00a0 antara negara berkembang dan negara maju dalam upaya penurunan dan penghilangan emisi GRK.  <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1669602085977\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Implementasi CDM di Indonesia?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Salah satu proyek CDM antara Indonesia dengan negara maju adalah kerja sama antara PT Gikoko Kogyo yang berasal dari Belanda dengan Pemerintah Kota Pontianak. Kerja sama tersebut dilakukan dengan pembelian 350.000 sertifikat CER oleh Belanda dari Pontianak <em>Landfill Gas Flaring Project <\/em>(Ardianto, 2009)<em>.<\/em> <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mas Wanajih<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-250d255\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"250d255\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-324cc71\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"324cc71\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-740dac9\" data-block-id=\"740dac9\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-3f0c7fa\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"3f0c7fa\"><p class=\"stk-block-text__text\">Ardianto, D. A. (2009). <em>Peran Protokol Kyoto Dalam Mengurangi Tingkat Emisi Dunia Melalui Clean Development Mechanism.<\/em> Thesis, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Fakultas Hukum, Yogyakarta.<br><br>Kurniawan, P. S. (2020, November 16). <em>Manfaat Perdagangan Karbon Bagi Ekonomi dan Lingkungan Indonesia<\/em>. Diambil kembali dari The Conversation: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/manfaat-perdagangan-karbon-bagi-ekonomi-dan-lingkungan-indonesia-144077\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/theconversation.com\/manfaat-perdagangan-karbon-bagi-ekonomi-dan-lingkungan-indonesia-144077<\/a>\u00a0<br><br>Rangkuti, Z. (2012). <em>Model Ekonomi Pemanfaatan Gas Ikutan (Studi Kasus Lapangan Eksploitasi Migas dalam Rangka Mendukung Mekanisme Pembangunan Bersih).<\/em> Bogor: IPB Press. Dipetik November 25, 2022<br><br>Setyaningrum, W. (2015, Agustus). Analisis Yuridis Implementasi Protokol Kyoto di Indonesia Sebagai Negara Berkembang. <em>Jurnal Komunikasi Hukum, 1<\/em>.<br><br>Tempo, P. D. (2020). <em>Protokol Kyoto, Panduan Dunia Menghindari Pencemaran Udara.<\/em> Jakarta: Tempo Publishing.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-fb46d9e\" data-block-id=\"fb46d9e\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Show less<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-182dda5\" data-block-id=\"182dda5\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-182dda5-column stk-container stk-182dda5-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-47452ec\" id=\"mari-berkolaborasi-bersama-untuk-membuat-dampak-kebaikan-bagi-hutan-dan-masyarakat-indonesia\" data-block-id=\"47452ec\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Mari Berkolaborasi Bersama untuk Membuat Dampak Kebaikan bagi Hutan dan Masyarakat Indonesia<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-dc92b88\" data-block-id=\"dc92b88\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan merupakan <em>startup<\/em> yang bertujuan untuk mempermudah program hijau yang transparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami telah dipercaya 300+ mitra hijau dari UMKM, perusahaan, <em>startup<\/em> dan <em>multinational corporations<\/em> sebagai rekan bisnis mereka.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-15b6268\" data-block-id=\"15b6268\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-f930d88\" data-block-id=\"f930d88\"><style>.stk-f930d88 .stk-button{background:#1e6e49 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mari Berkolaborasi!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam tiga mekanisme Protokol Kyoto, CDM (Clean Development Mechanism) atau Mekanisme Pembangunan Bersih adalah satu-satunya mekanisme yang melibatkan langsung negara berkembang dalam penurunan emisi global. Mekanisme CDM diadopsi untuk memudahkan negara maju dalam penurunan emisi global. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Artikel ini akan mengulas tuntas apa itu CDM, sejarah, mekanisme, hingga implementasinya di Indonesia. Keep scrolling, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,252,51],"class_list":["post-4815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-edukasi","tag-flora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4815"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4815\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}