{"id":4886,"date":"2022-12-05T09:39:16","date_gmt":"2022-12-05T02:39:16","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4886"},"modified":"2022-12-05T09:39:17","modified_gmt":"2022-12-05T02:39:17","slug":"kenalan-dengan-pak-wasito","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kenalan-dengan-pak-wasito\/","title":{"rendered":"Mengenal Sosok Pak Wasito, Sang Pengabdi Lingkungan dari Kendal (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Wasito adalah seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN Dinas Tata Ruang dan Permukiman yang mendapatkan penghargaan Kalpataru tahun 2020 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Selain itu, pada tahun 2015\u00a0 dirinya mendapatkan penghargaan Kendal Awards di bidang lingkungan hidup,<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Ceritanya Pak Wasito Bisa Mendapatkan Penghargaan Tersebut?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ternyata, di samping kesibukannya sebagai ASN, beliau juga mengabdikan diri di luar tugasnya untuk menyelamatkan Pantai Utara Jawa dari abrasi dan banjir rob. Terhitung sejak tahun 2006 dirinya melakukan upaya konservasi pesisir melalui penanaman mangrove, bakau, hingga cemara di Kabupaten Kendal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabupaten Kendal memang memiliki kekhasan panorama dataran rendah seperti pantai, taman, dan sungai. Pantai di Kabupaten Kendal memiliki kondisi yang unik karena berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sepanjang 42,4 km, Kabupaten Kendal dikelilingi oleh garis Pantai Utara Jawa. Dua di antara pantai yang berpeluang menjadi destinasi wisata adalah Pantai Kartika Jaya dan Pantai Karang Malang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/perjuangan-jaga-hutan-mangrove-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perjuangan Pak Ujang Jaga Kelestarian Hutan Mangrove Jakarta<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun beberapa wilayah yang sudah Pak Wasito konservasi antara lain, Pantai Ngebum Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Brangsong, Pantai Kartika Jaya di Kecamatan Patebon, Pantai Muara Kencan di Kecamatan Cepiring, hingga Pantai Jungsemi Kecamatan Kangkung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Wasito menuturkan mengenai alasannya melakukan upaya konservasi. Sejak tahun 2003 dirinya sudah tinggal di desa Kartika Jaya, dan merasa prihatin dengan kondisi pantainya. Maka dari itu Pak Wasito memilih untuk menanam!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Mengenal Sosok Pak Wasito Pengabdi Lingkungan Kendal\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/RCS-7JyV3aY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akan tetapi, dalam perjalanannya tak sedikit juga yang mencemooh tindakannya. \u201cApa enggak kurang kerjaan, tanah seperti ini apa tidak diterjang ombak?\u201d Tiru Pak Wasito.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nyatanya, setelah menunggu hasil dalam waktu 1 hingga 2 tahun, tanaman berhasil hidup dan membuat petani-petani tambak sadar. Hal itulah yang kemudian membuat Pak Wasito kembali bersemangat!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apalagi ketika tanaman yang ditanam hidup dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Pak Wasito bercerita mengenai munculnya wisata Pulau Tiban di Kartika Jaya. Meskipun secara pribadi dirinya tidak mengelola, tetapi masyarakat yang merasakan, meskipun masyarakat tidak ikut menanam tetapi mereka juga merasakan hasilnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendati demikian, perjalanan menyelamatkan pesisir pantai yang ditempuh oleh Pak Wasito juga acap menemui rintangan. Dirinya mengaku kerap mendapatkan protes dari istri maupun anak-anaknya atas apa yang dilakukannya selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDukanya dari sisi keluarga seperti, saya sering diprotes oleh istri ataupun anak-anak, terus tanaman tidak bisa hidup ataupun mati, kalaupun hidup di usia tiga tahun kena abrasi ketutup pasir, itu saya sedih, sudah direpotei, sudah diusaha seperti ini, tetapi alam yang berbicara,\u201d Jelas Pak Wasito.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kelompok-camar-selamatkan-pesisir-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kelompok Camar Selamatkan Pesisir Semarang dari Abrasi<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, Pak Wasito berharap agar pesisir Kendal menjadi lebih hijau dan membawa kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemoga pesisir Kendal jadi hijau, masyarakat pesisir Kendal bisa meningkatkan ekonomi dari segi mangrovenya baik itu buah maupun pohonnya dan masyarakat pesisir juga menjadi paham dengan adanya mangrove akan mengurangi risiko bencana,\u201d Jelas Pak Wasito.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dirinya juga mengajak kepada anak muda untuk bersama-sama ikut peduli dan mencintai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHarapannya bagaimana caranya agar anak-anak muda ini bisa mencintai lingkungan, tidak hanya di gunung saja, mari kita di pesisir juga butuh perhatian-perhatian kita semua,\u201d Pungkas Pak Wasito.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pak Wasito adalah seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN Dinas Tata Ruang dan Permukiman yang mendapatkan penghargaan Kalpataru tahun 2020 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Selain itu, pada tahun 2015\u00a0 dirinya mendapatkan penghargaan Kendal Awards di bidang lingkungan hidup, Bagaimana Ceritanya Pak Wasito Bisa Mendapatkan Penghargaan Tersebut? Ternyata, di samping kesibukannya sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4882,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[252,327,17],"class_list":["post-4886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penggerak","tag-edukasi","tag-mangrove","tag-mitra"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4886"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4886\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}