{"id":4895,"date":"2022-12-05T11:41:53","date_gmt":"2022-12-05T04:41:53","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4895"},"modified":"2022-12-05T11:41:53","modified_gmt":"2022-12-05T04:41:53","slug":"jenis-ikan-di-hutan-mangrove","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/jenis-ikan-di-hutan-mangrove\/","title":{"rendered":"10 Jenis Ikan di Hutan Mangrove, Mulai Dari Bandeng, Buntal, sampai Gelodok!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu kita sadari, keberadaan hutan mangrove bukan semata hanya untuk mencegah abrasi di pantai. Hutan mangrove selain bermanfaat bagi lingkungan dan manusia, ternyata juga berperan penting bagi keberlangsungan hidup biota di dalamnya, misalnya ikan. Beberapa jenis ikan memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat memijah, pembesaran, hingga mencari makan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, berikut ini adalah 10 jenis ikan di hutan mangrove yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian ekosistem mangrove. Ada apa saja? Simak penjelasan di bawah ini ya!!!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Ikan Bandeng<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng.png\" alt=\"Gambar ikan bandeng dari dekat.\" class=\"wp-image-4897\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-Bandeng-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ikan bandeng ternyata salah satu penghuni perairan hutan mangrove loh!<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis ikan di hutan mangrove yang pertama adalah bandeng (<em>Chanos chanos) <\/em>atau dalam Bahasa Inggrisnya <em>Milk Fish<\/em>.&nbsp; Bandeng adalah ikan pangan yang disukai masyarakat Indonesia sebab memiliki daging pulen serta harga terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitat ikan bandeng berada di alam bebas lautan, telurnya ditemukan pada jarak 8\u201426 Ion dari pantai pada laut yang dalamnya lebih dari 40 in. Bandeng akan memijah di waktu malam sekitar pukul 20.00\u201422.00 dan telurnya menetas sesudah 24 jam. Larva ikan bandeng dalam pertumbuhannya mendekati pantai dan ditemukan dua kali setahun di dekat pantai yang berpasir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan Bandeng sendiri termasuk jenis ikan pelagis yang mencari makanan di daerah permukaan dan sering dijumpai di perairan dekat pantai atau daerah litoral. Secara geografis ikan ini hidup di daerah tropis maupun sub tropis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara habitat benih ada di perairan pantai berkarang atau pasir yang kadang-kadang ditumbuhi vegetasi campuran atau mangrove yang subur. Benih bandeng hidup di perairan berlumpur yang sedikit mengandung lumut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan bandeng di Indonesia sangat melimpah sebab mudah dibudidayakan di tambak secara monokultur maupun polikultur dengan menggunakan pasang surut atau perairan payau. Budidaya bandeng dilakukan dalam tambak secara polikultur (dikombinasikan bersama komoditas lain).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Ikan Kuwe Lilin<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan mangrove juga menjadi habitat bagi ikan keluarga <em>Carangidae<\/em> jenis kuwe lilin. Ikan kuwe secara umum berbentuk badan pipih, punggung lebih cembung dibanding perut, terdapat <em>scute<\/em> pada ekor sebagai perpanjangan dari gurat sisi, sirip punggung kedua, dan sirip dubur memanjang sampai ekor, dua duri keras di depan sirip dubur, dan noda hitam pada tutup insang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitat untuk jenis ikan ini tergantung dari spesiesnya dan sangatlah beragam. Ikan Kuwe bisa hidup mulai dari pantai hingga laut lepas (<em>Oseanik<\/em>) dan dari yang bersifat pelagis sampai mendekati dasar (Demersal). <em>Caranx <\/em>dan <em>Gnathanodon<\/em> sangat khas sebagai penghuni Terumbu Karang (<em>Reef associated<\/em>). Hampir semua ikan Kuwe memiliki sifat bergerombol (<em>schooling<\/em>) dan bersifat <em>carnnivor<\/em>. Makanan utamanya adalah ikan dan <em>Makrofauna <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Ikan di Hutan Mangrove Selanjutnya Adalah <em>Puffer fish<\/em> atau Buntal<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove.png\" alt=\"Ikan di hutan mangrove selanjutnya adalah ikan buntal.\" class=\"wp-image-4899\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-buntal-juga-merupakan-penghuni-hutan-mangrove-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ikan yang bentutknya lucu ini menyebar di Pulau Sumatra, Pulau Bangka, Pulau Jawa, Madura, hingga Kalimantan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan buntal atau disebut <em>puffer fish<\/em> adalah family <em>Diodontidae<\/em> dan berasal dari ordo <em>Tetraodontiformes<\/em>. Ordo tersebut berasal dari morfologi gigi ikan ini, yaitu memiliki dua gigi besar pada rahang atas dan bawahnya yang cukup tajam. Ikan ini banyak ragamnya di perairan tropis, tetapi tidak banyak di daerah subtropis maupun perairan dingin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan buntal secara umum berbentuk seperti torpedo yang pada bagian luarnya terdapat sitip yang mengandung 7-18 bagian halus. Sirip pada bagian bawah terbentang vertikal sejajar dengan sirip punggung yang juga mengandung 7-18 bagian halus. Sirip bagian belakang berbentuk bulat cekung. Sirip pada bagian dada berada di belakang insang. Gigi-gigi yang ada dalam rahang cukup kuat membentuk 4 bagian yang terlihat jelas di garis rahangnya. Gigi-gigi tersebut digunakan untuk menghancurkan cangkang moluska dan udang-udangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan buntal menyebar di Asia mulai dari Jepang, India, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Filipina. Di Indonesia sendiri, ikan buntal tersebar di seluruh perairan seperti Sumatra, Pulau Bangka, Pulau Jawa (Jakarta, Karawang, Subang, Cilacap, Semarang, Surabaya), Madura, dan Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hutan-mangrove\/#rb-pengertian-hutan-mangrove-menurut-para-ahli\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Fungsi, dan Manfaatnya (Terbaru)<\/a> <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Ikan Baji-Baji<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, ikan di hutan mangrove yang juga menarik untuk dibahas adalah baji-baji (<em>Platycephalus indicus<\/em>). Platycephalidae sama seperti ikan flatfish yang memiliki kemampuan menyembunyikan diri dalam sedimen halus serta berkemampuan mengubah pola warna tubuh.&nbsp; Platycephalidae adalah ikan demersal yang hidup di perairan dangkal dengan substrat lumpur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan baji-baji memiliki persebaran luas meliputi bagian timur Samudra Hindia mulai Teluk Bengal dan Teluk Thailand, selatan sampai utara Australia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan baji-baji sejatinya menjadi bagian dari potensi perikanan Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal karena merupakan hasil sampingan dan dikategorikan sebagai ikan rucah.&nbsp; Ikan baji-baji biasanya ditangkap dengan menggunakan jaring. Ikan ini memiliki peran ekologis dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem perairan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Tengadak, Asli Kalimantan dan Jenis Ikan di Hutan Mangrove<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan Tengadak (<em>Barbonymus schwanenfeldii<\/em>) adalah ikan asli Provinsi Kalimantan yang juga menjadi salah satu penghuni ekosistem mangrove. Jenis ini tersebar di beberapa daerah di Kalimantan Barat yaitu di daerah Sekadau, Sintang, dan Kapuas Hulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan tengadak memiliki ciri-ciri tubuh berwarna perak. Berukuran besar agak berwarna keperakan atau kekuningan waktu hidup dengan sirip punggung dan ekor berwarna jingga atau merah darah. Ikan ini memiliki delapan baris sisik antara awal sirip punggung dan gurat sisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya, ikan tengadak termasuk jenis herbivora yang memakan tumbuhan air dan tumbuhan darat yang terendam. Namun, ikan ini juga memakan ganggang, serangga, ikan kecil, cacing, dan udang. Jenis jantannya dapat mencapai panjang total maksimal hingga 35,0 cm dan rata-rata totalnya adalah 20,0 cm.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Ikan Bawal<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal.png\" alt=\"Ikan bawal juga penghuni perairan hutan mangrove.\" class=\"wp-image-4898\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ikan-bawal-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Gambar ikan bawal jika dilihat dari dekat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis ikan di hutan mangrove berikutnya adalah bawal (<em>Colossoma macropomum<\/em>). Ikan ini memiliki badan memanjang, pipih ke samping dan lunak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan bawal sudah dibudidayakan sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Sementara di Indonesia Ikan bawal mulai dibudidayakan sekitar 1920. Ikan bawal yang terdapat di Indonesia merupakan ikan bawal asal dari Cina, Eropa, Taiwan, dan Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri ikan bawal bisa dilihat dari morfologinya yang memiliki panjang tulang sirip adipose mengandung sinar kecil, berwarna abu-abu\/perunggu atau bagian punggung lebih hitam dibandingkan dengan sekitar daerah perut memutih, dan sedikit warna hitam sering ditemukan di daerah anal dan sirip ekor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan bawal sendiri merupakan ikan konsumsi yang banyak digandrungi masyarakat. Sebab, daging bawal memiliki rasa yang gurih dan enak, meski cukup banyak duri pada dagingnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Ikan Sembilang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari <a href=\"https:\/\/www.dunia-perairan.com\/2018\/11\/ikan-sembilang-paraplotosus-albilabris.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dunia-perairan.com<\/a>, ikan sembilang adalah salah satu ikan yang hidup di perairan pesisir atau muara sungai. Ikan ini termasuk ke dalam suku (famili) plotosidae yang merupakan kelompok ikan berkumis (siluri formes).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk tubuh ikan sembilang hampir sama dengan lele, tetapi berukuran agak besar dengan memiliki 4 sungut dan memiliki sepasang patil di bagian bawah. Patil pada <em>catfish<\/em> merupakan modifikasi sirip pectoral yang berupa duri tajam. Patil yang dimiliki <em>catfish<\/em> umumnya adalah patil yang keras, tajam, dan terdapat kelenjar racun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Seriding, Ikan di Hutan Mangrove yang Bertubuh Pipih<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan Serinding (<em>Ambassis<\/em> <em>nalua<\/em>) memiliki bentuk tubuh pipih dengan potongan lintang dorso-ventral berbentuk elips. Ikan seriding termasuk ikan demersal yang mendiami perairan tropis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seriding merupakan ikan estuary sejati yaitu spesies ikan yang seluruh daur hidupnya secara lengkap berlangsung di estuari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makanan ikan seriding antara lain mikrokrustase, polikaeta, amfipoda, gastropoda, annelida, insekta, dan ikan kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan seriding bersifat nokturnal, artinya aktif mencari makan saat malam hari. Ikan ini sering berkelompok dalam jumlah besar bahkan hingga ratusan pada siang hari, tetapi akan berpencar saat malam hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Ikan Gelodok<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan gelodok (<em>Periophthalmodon schlosseri<\/em>) atau sering disebut dengan timpakul atau tembakul atau mudskippers berasal dari Famili Gobiidae. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan yang biasanya dapat ditemukan pada ekosistem mangrove, serta mampu hidup pada habitat pasang surut berlumpur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikan gelodok memiliki habitat dan cara hidup yang khas. Ikan ini beradaptasi seperti amphibi, artinya lebih sering menghabiskan sebagian waktunya di luar air dan jenis yang lebih aktif di luar air meskipun hewan ini tergolong ke dalam kelas pisces.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya, Ikan gelodok secara ekologi memiliki kegunaan yang penting yaitu sebagai penanda biologi (<em>biomarker) <\/em>pada habitat perairan pantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tumbuhan-hutan-hujan-tropis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Tumbuhan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Ciri-Cirinya (2022)<\/a> <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Ikan Petek<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis ikan di hutan mangrove yang terakhir ada Petek (<em>Leiognathus equulus<\/em>). Ikan petek hidup di kedalaman 10\u2014110 m, dan sampai kedalaman 40\u201460 m biasanya ditemukan dalam gerombolan besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara ekologis, ikan petek merupakan pemakan plankton dan sangat memengaruhi rantai makanan dalam ekosistem. Ikan ini juga menjadi salah satu mangsa bagi ikan karnivora, sehingga keberadaan populasi ikan diduga berpengaruh terhadap keberadaan populasi ikan karnivora.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika populasi ikan petek menurun, maka secara tidak langsung dapat menyebabkan populasi ikan pemangsa (karnivora) cenderung menurun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah 10 jenis ikan di hutan mangrove mulai dari yang sering kita dengar hingga yang barangkali masih asing di telinga. Terlepas dari semua itu, kita harusnya menyadari betapa pentingnya ekosistem mangrove, salah satunya bagi biota laut seperti jenis-jenis ikan di atas.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CXZ9O-nhyVm\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CXZ9O-nhyVm\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CXZ9O-nhyVm\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1670213458230\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu hutan mangrove?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Sederhananya, hutan mangrove adalah jenis hutan yang terdiri dari tumbuhan yang spesifik, dan umumnya dijumpai tumbuh dan berkembang pada kawasan pesisir yang terlindungi di daerah tropika dan subtropika.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1670213462149\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja jenis ikan yang hidup di hutan mangrove?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Paling tidak ada 10 jenis ikan di hutan mangrove mulai dari ikan bandeng, ikan kuwe lilin, ikan buntal, ikan baji-baji, ikan tengadak, ikan bawal, ikan sembilang, ikan seriding, ikan gelodok, dan ikan petek.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-88a8f9c\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"88a8f9c\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-539b594\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"539b594\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-6c6ca79\" data-block-id=\"6c6ca79\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-23ee515\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"23ee515\"><p class=\"stk-block-text__text\">Duniaperairan.com. 2018. Ikan Sembilang (Paraplotosus albilabris).<a href=\"https:\/\/www.dunia-perairan.com\/2018\/11\/ikan-sembilang-paraplotosus-albilabris.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/www.dunia-perairan.com\/2018\/11\/ikan-sembilang-paraplotosus-albilabris.html<\/a>. Diakses pada 29 November 2022.<br><br>Rini Nocitriana, dkk. 2004. Aspek Pemijahan Petek, <em>Leiognathus equulus<\/em>, FORSSKAL 1775 (FAM. LEIOGNATHIDAE) di Pesisisir Mayangan Subang Jawa Barat.<a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/273327-aspek-pemijahan-ikan-petek-leiognathus-e-3f3122df.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/273327-aspek-pemijahan-ikan-petek-leiognathus-e-3f3122df.pdf<\/a>. Diakses pada 29 November 2022.<br><br>Nita Azhari dan Hidayaturrahmah. 2020. Profil Darah Ikan Gelodok (<em>Periophthalmodon schlosseri<\/em>) dan (<em>Boleophthalamus boddarti<\/em>) di Desa Kuala Tambangan Pelaihari, Kalimantan Selatan. <em>Dalam Jurnal Pharmascience Vol 7.<\/em><a href=\"https:\/\/ppjp.ulm.ac.id\/journal\/index.php\/pharmascience\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em> https:\/\/ppjp.ulm.ac.id\/journal\/index.php\/pharmascience<\/em><\/a><em> . <\/em>Universitas Lambung Mangkurat. Diakses pada 29 November 2022.<br><br>Eda Putri Santi, dkk. 2017. \u201cMakanan Ikan Seriding, <em>Ambassis nalua<\/em> (Hamilton, 1822) di Teluk Pabean, Jawa Barat\u201d <em>dalam Jurnal Aktiologi Indonesia, 17(1).<\/em>Institut Pertanian Bogor.<a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/273369-diet-of-scalloped-perchlet-ambassis-nalu-48b11f29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/273369-diet-of-scalloped-perchlet-ambassis-nalu-48b11f29.pdf<\/a>. Diakses pada 29 November 2022.<br><br>Heru Setiawan, dkk. 2019. \u201cKeragaman Ikan di Perairan Ekosistem Mangrove Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu\u201d <em>dalam Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan VI.<\/em> Universitas Hasanuddin. Diakses pada 29 November 2022.<a href=\"https:\/\/journal.unhas.ac.id\/index.php\/proceedingsimnaskp\/article\/view\/7728\/4145\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/journal.unhas.ac.id\/index.php\/proceedingsimnaskp\/article\/view\/7728\/4145<\/a><br><br>Miftachul Ulumiah. 2016. \u201cTeknik Pembesaran Ikan Bawal (<em>Colossomamacropomum<\/em>) Monokultur pada Kolam Semi Intensif di Balai Benih Ikan Puri \u2013 Mojokerto\u201d. <em>Dalam Laporan Praktik Kerja Lapang Program Studi S1 Budidaya Perairan<\/em>. Universitas Airlangga. Diakses pada 29 November 2022.<a href=\"https:\/\/repository.unair.ac.id\/57931\/2\/PKL%20PK%20BP%20208-16%20Ulu%20t.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/repository.unair.ac.id\/57931\/2\/PKL%20PK%20BP%20208-16%20Ulu%20t.pdf<\/a><br><br>Irin Iriana Kusmini, dkk. \u201cIkan Lokal Tengadak (<em>Barbonymus scwanenfeldii) <\/em>asal Kalimantan sebagai Andalan untuk Ikan Budi Daya\u201d. Balai Penelitian Pengambangan Budi daya Air Tawar. Diakses pada 29 November 2022.<a href=\"http:\/\/iktiologi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/18-Irin-Iriana-Kusmini.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> http:\/\/iktiologi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/18-Irin-Iriana-Kusmini.pdf<\/a><br><br>Novi susianti, dkk. 2014. \u201dPeningkatan Sintasan dan Pertumbuhan Benih Ikan Tengadak, <em>Barbonymus schwanenfeldii<\/em> (Bleeker, 1854) melalui Pengaturan Suhu dan Magnesium. <em>Dalam Jurnal Aktiologi Indonesia, 15(1). <\/em>Diakses pada 29 November 2022.<a href=\"https:\/\/jurnal-iktiologi.org\/index.php\/jii\/article\/view\/71\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/jurnal-iktiologi.org\/index.php\/jii\/article\/view\/71<\/a><br><br>RLMS Ari Wibowo, dkk. 2016. Eco Leather Penyamakan Ikan Buntal. Yogyakarta: ATK Press.<a href=\"https:\/\/repository.ugm.ac.id\/273537\/2\/Buku%20Ikan%20Buntal.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/repository.ugm.ac.id\/273537\/2\/Buku%20Ikan%20Buntal.pdf<\/a><br><br>Ajeng Kartini Jumiati dan Syahbudin. 2020. \u201cKeanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Hutan Mangrove Desa Muara Ujung Kabupaten Tanah Bumbu\u201d. <em>Dalam Jurnal Pendidikan Hayati Vol. 6<\/em>. STKIP-PGRI. Diakses pada 29 November 2022. <br><br>Faisol Mas\u2019ud. 2011. \u201cPrevelensi dan Derajat Infeksi <em>Dactylogyrus <\/em>sp. pada Insang Benih Bandeng (<em>Chanos chanos)<\/em> di Tambak Tradisional, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. <em>Dalam Jurnal Ilmiah dan Kelautan Vol.3.<\/em> Universitas Islam Lamongan. Diakses pada 29 November 2022.<a href=\"https:\/\/e-journal.unair.ac.id\/JIPK\/article\/view\/11616\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/e-journal.unair.ac.id\/JIPK\/article\/view\/11616<\/a><br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-67453e5\" data-block-id=\"67453e5\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-ab02186\" data-block-id=\"ab02186\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-ab02186-column stk-container stk-ab02186-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-a41315a\" id=\"tanam-pohon-dan-serap-karbon-mulai-10-ribu-rupiah\" data-block-id=\"a41315a\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Tanam Pohon dan Serap Karbon Mulai 10 Ribu Rupiah<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-dd10ee9\" data-block-id=\"dd10ee9\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan telah berpengalaman selama 5 tahun dalam upaya konservasi hutan dengan reboisasi dan penghijauan melalui skema reforestasi dan aforestasi. 30 ribu lebih pengguna telah percaya dan menggunakan layanan kami. Cari tahu lebih lanjut tentang LindungiHutan!<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-0991a1b\" data-block-id=\"0991a1b\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-c1f9d1f\" data-block-id=\"c1f9d1f\"><style>.stk-c1f9d1f .stk-button{background:#123f18 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Ambil Peranmu di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perlu kita sadari, keberadaan hutan mangrove bukan semata hanya untuk mencegah abrasi di pantai. Hutan mangrove selain bermanfaat bagi lingkungan dan manusia, ternyata juga berperan penting bagi keberlangsungan hidup biota di dalamnya, misalnya ikan. Beberapa jenis ikan memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat memijah, pembesaran, hingga mencari makan. Nah, berikut ini adalah 10 jenis ikan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,253,327],"class_list":["post-4895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-hutan","tag-mangrove"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}