{"id":4903,"date":"2022-12-05T19:48:48","date_gmt":"2022-12-05T12:48:48","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4903"},"modified":"2022-12-05T20:38:23","modified_gmt":"2022-12-05T13:38:23","slug":"serba-serbi-pohon-sonokeling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/serba-serbi-pohon-sonokeling\/","title":{"rendered":"Pohon Sonokeling: Klasifikasi, Ciri-Ciri, Manfaat, dan Cara Budidaya (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masuk ke dalam golongan pohon berkayu, Sonokeling sangat terkenal sebagai pohon yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis pohon ini banyak digunakan sebagai bahan baku dari produk kayu olahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Pohon Sonokeling?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat.png\" alt=\"Apa itu pohon sonokeling?\" class=\"wp-image-4910\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pohon-sonokeling-dari-dekat-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Pohon sonokeling merupakan jenis tumbuhan berkayu keras  yang banyak dijumpai di hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Sonokeling atau <em>dalbergia latifolia<\/em> adalah jenis tumbuhan berkayu keras dalam famili <em>fabaceae. <\/em>Tanaman yang termasuk ke dalam genus <em>dalbergia <\/em>biasanya tersebar luas di daerah tropis dan subtropis meliputi Asia, Afrika, Madagaskar, Amerika Selatan, dan Afrika. Sonokeling sendiri tumbuh secara alami di India, dan mulai dibudidayakan di Indonesia pada masa kolonial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daerah yang memiliki tanah kering dan berbatu adalah lingkungan ideal untuk tumbuh kembang Sonokeling. Tak mengherankan bila genus <em>dalbergia <\/em>ini<em> <\/em>dapat hidup di tanah jelek sekalipun. Di Indonesia, ia banyak dijumpai dan tumbuh liar di hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat Jawa mengenal pohon ini dengan nama sonobrit atau sonosungu. Di dunia perdagangan ia terkenal dengan julukan <em>indian rosewood, palisandre de I\u2019Inde <\/em>atau <em>java palisander, <\/em>dan <em>bombay blackwood.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling.png\" alt=\"Tampak batang sonokeling.\" class=\"wp-image-4908\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Batang-pohon-sonokeling-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Foto batang pohon sonokeling dari dekat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Sonokeling memiliki tinggi yang bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang sebesar 2 meter. Umumnya memiliki batang tidak lurus, dan kebanyakan&nbsp; tumbuh berlekuk. Permukaan batangnya bertekstur cukup halus, mengkilap, dan dilapisi serat berwarna ungu kecoklatan. Arah seratnya berpadu sehingga pada bidang radial akan menghasilkan bentuk indah yang menyerupai pita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya termasuk ke dalam golongan daun majemuk yang memiliki 5 sampai 7 anak daun. Bentuk anak daun menumpul lebar dengan warna hijau pada permukaannya, serta abu-abu di bagian bawah daun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya tumbuh pada ketiak daun dengan ukuran yang relatif kecil di mana panjangnya hanya mencapai 0,5-1 cm. Sedangkan buah pohon sonokeling berwarna cokelat dengan bentuk lanset memanjang, serta meruncing di bagian pangkal dan ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-serut\/\">Pohon Serut, Tanaman Hias yang Kaya Manfaat (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Taksonomi tanaman sonokeling dapat dilihat pada tabel di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Fabales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Fabaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Dalbergia<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td>Dalbergia Latifolia<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel taksonomi pohon sonokeling.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persebaran, Habitat, dan Status Kelangkaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon sonokeling tersebar di India terutama di wilayah-wilayah kering yang meliputi Karnataka, Kerala, Ghats Barat, Tamil, dan Nadu. Di Indonesia, jenis tanaman ini banyak ditemui dan tumbuh liar di hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, ia juga ditemukan di Nusa Tenggara bagian Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara alami famili dari <em>fabaceae <\/em>tersebut tumbuh dengan optimal di daerah kering, dan dapat bertahan hidup di tanah jelek yang berbatu. Di samping itu, sonokeling bisa tumbuh pada ketinggian kurang dari 600 mdpl. Meski iklim kering adalah kondisi idealnya untuk tumbuh kembang, tetapi sonokeling juga dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan 750-5.000 mm per tahun tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan nilai jual yang tinggi, pohon sonokeling menjadi sasaran eksploitasi dan penebangan liar. Sontak saja hal tersebut membuat keberadaannya terus berkurang. Melansir dari <em>IUCN Redlist, <\/em>status kelangkaannya saat ini adalah <em>Vulnerable <\/em>(Vu), yaitu status yang menunjukkan risiko rentan dari kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pohon Sonokeling Untuk Apa?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel.png\" alt=\"Kayu sonokeling biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku furnitur.\" class=\"wp-image-4909\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel.png 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-300x225.png 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-768x576.png 768w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-280x210.png 280w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-560x420.png 560w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-450x338.png 450w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kayu-sonokeling-dimanfaatkan-sebagai-bahan-baku-mebel-780x585.png 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Karena kayunya yang berkualitas tinggi, pohon sonokeling kerap dijadikan bahan baku produk olahan kayu.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan yang dikenal juga dengan sonosungu ini terkenal dengan manfaat utamanya sebagai penghasil kayu unggulan. Kayu sonokeling yang memang memiliki kualitas tinggi sangat disukai sebagai bahan baku untuk berbagai produk olahan kayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik kayu sonokeling yang memiliki sifat tekstur keras, kuat, dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan rayap, menjadikannya banyak diburu untuk bahan dasar mebel atau <em>furniture <\/em>rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena sifat tersebut juga, terkadang kayu sonokeling digunakan sebagai bahan konstruksi dalam pembuatan gerbong kereta api. Kayunya juga banyak diolah menjadi kerajinan kayu<em> handmade<\/em> seperti <em>cover <\/em>untuk <em>flashdisk<\/em>, <em>hanger <\/em>kayu, jam kayu, dan gagang kacamata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping itu, kayunya memiliki corak warna indah dan banyak digunakan untuk membuat benda ukiran atau pahatan seperti alat-alat musik. Alat musik yang biasanya memakai kayu sonokeling sebagai bahan dasar adalah gitar dan piano.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, limbah serbuk gergaji kayu sonokeling yang dihasilkan dari industri-industri di atas ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar briket.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian yang dilakukan oleh Asti Dwiningsih menunjukkan bahwa campuran serbuk kayu sonokeling dan tempurung kelapa dengan masing-masing komposisi 50% menghasilkan komposisi briket yang optimal dengan nilai kalor 7054.270 kal\/gram (Dwiningsih, 2006).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, bagian lain dari pohon sonokeling juga memiliki nilai guna yang sama bermanfaatnya. Misalnya daun sonokeling yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos dan pakan ternak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa Tahun Pohon Sonokeling Siap Dipanen?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendapatkan hasil kayu dengan tekstur kuat dan kualitas tinggi, pohon sonokeling yang siap dipanen adalah pohon dengan usia di atas 10 tahun. Apabila memanen di bawah masa tersebut, harga jualnya tidak terlalu tinggi karena kayu yang dihasilkan kurang keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping kualitas kayunya yang unggul, masa panen yang lama tersebut juga menjadi alasan lain dibalik kenapa kayu sonokeling sangat mahal. Untuk volume ukuran 1 meter kubik saja, harga yang dibandrol bisa mencapai Rp35.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-ara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Ara atau Tin: Kalsifikasi, Pesebaran, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Budidaya Sonokeling?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Budidaya tanaman sonokeling tergolong mudah. Bibit pohon didapat dari akar pohon yang sudah berusia puluhan tahun. Pada akar berusia tua itu tunas-tunas baru akan tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tunas tersebut kemudian diambil untuk selanjutnya dipisahkan dari akar induk. Selanjutnya, tunas ditanam kembali dalam <em>polybag<\/em>, dan didiamkan selama dua minggu. Setelah itu, tunas yang sudah tumbuh sebesar 30 cm-1 m bisa ditanam di lahan perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di awal masa pertumbuhannya yakni selama 2 tahun, pemberian pupuk dilakukan dua minggu sekali. Setelah melewati umur 2 tahun, pemupukan hanya dilakukan dua kali dalam setahun saat pergantian musim. Idealnya, sonokeling ditanam dengan jarak antar pohon 2&#215;3 meter atau 2&#215;2 meter (Kinanti Indah Safitri, 2019).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan kayu sonokeling yang begitu tinggi untuk dijadikan bahan baku produk olahan kayu, dan masa panen yang lama, membuat tanaman ini rentan akan kepunahan. Kebutuhan akan kayu tersebut sudah seharusnya diimbangi oleh upaya pelestarian untuk mencegahnya dari kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu upaya konservasi tanaman keras ini adalah dengan pengelolaan menggunakan metode agroforestri. Agroforestri merupakan sistem buatan dalam pengelolaan sumberdaya di mana sistem ini memadukan budidaya tanaman hutan, pertanian, dan peternakan secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sonokeling menjadi tanaman yang populer dalam metode agroforestri di mana pohon ini ditanam dengan sistem tumpangsari yang diselingi tanaman pertanian.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiOla13uq05\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiOla13uq05\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiOla13uq05\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1670242457677\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa harga kayu sonokeling?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Untuk volume ukuran 1 meter kubik saja, harga yang dibandrol bisa mencapai Rp35.000.000. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1670242460426\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah pohon sonokeling dilindungi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Melansir dari <em>IUCN Redlist, <\/em>status kelangkaannya saat ini adalah <em>Vulnerable <\/em>(Vu), yaitu status yang menunjukkan risiko rentan dari kepunahan. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-bd9f8a0\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"bd9f8a0\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-6c20b09\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"6c20b09\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-81c57a5\" data-block-id=\"81c57a5\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-960915d\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"960915d\"><p class=\"stk-block-text__text\">Dwiningsih, A. (2006). <em>Pemanfaatan Serbuk Gergaji Kayu Sonokeling dan Tempurung kelapa Sebagai Briket.<\/em> Skripsi, Universitas Islam Indonesia, Teknik Sipil dan perencanaan, Yogyakarta. <a href=\"https:\/\/dspace.uii.ac.id\/handle\/123456789\/19092\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/dspace.uii.ac.id\/handle\/123456789\/19092<\/a>. Dipetik November 30, 2022<br><br>Kinanti Indah Safitri, V. A. (2019, Mei). Potensi Budidaya Tanaman Sonokeling Melalui Pemberdayaan Kelompok BM Creative Woods Di Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. <em>Jurnal Gama Societa, 3<\/em>(1), 38-46. Dipetik November 2022, 2022<br><br>Kusumadewi Sri Yulita, T. D. (2020). Unraveling Genetic Variations of Dalbergia Latifolia (Fabaceae) from Yogyakarta and Lombok Island, Indonesia. <em>Biodiversitas, 21<\/em>(2), 833-841. doi:10.13057\/biodiv\/d210251<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-023d9d7\" data-block-id=\"023d9d7\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mas Wanajih<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-4151a41\" data-block-id=\"4151a41\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-4151a41-column stk-container stk-4151a41-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-4df1a8e\" id=\"mari-berkolaborasi-bersama-untuk-membuat-dampak-kebaikan-bagi-hutan-dan-masyarakat-indonesia\" data-block-id=\"4df1a8e\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Mari Berkolaborasi Bersama untuk Membuat Dampak Kebaikan bagi Hutan dan Masyarakat Indonesia<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-5e9528e\" data-block-id=\"5e9528e\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan adalah <em>startup <\/em>yang bertujuan untuk mempermudah program hijau yang transparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami telah dipercaya 300+ mitra hijau dari UMKM, perusahaan, <em>startup<\/em> dan <em>multinational corporations<\/em> sebagai rekan bisnis mereka.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-e1bf513\" data-block-id=\"e1bf513\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-747fef2\" data-block-id=\"747fef2\"><style>.stk-747fef2 .stk-button{background:#235d2f !important}.stk-747fef2 .stk-button .stk--inner-svg svg:last-child,.stk-747fef2 .stk-button .stk--inner-svg svg:last-child :is(g,path,rect,polygon,ellipse){fill:#154127 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mari Berkolaborasi!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masuk ke dalam golongan pohon berkayu, Sonokeling sangat terkenal sebagai pohon yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis pohon ini banyak digunakan sebagai bahan baku dari produk kayu olahan. Apa itu Pohon Sonokeling? Pohon Sonokeling atau dalbergia latifolia adalah jenis tumbuhan berkayu keras dalam famili fabaceae. Tanaman yang termasuk ke dalam genus dalbergia biasanya tersebar luas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51,325],"class_list":["post-4903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}