{"id":4939,"date":"2022-12-09T13:21:41","date_gmt":"2022-12-09T06:21:41","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4939"},"modified":"2022-12-09T13:21:42","modified_gmt":"2022-12-09T06:21:42","slug":"daftar-hewan-endemik-hutan-hujan-tropis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/daftar-hewan-endemik-hutan-hujan-tropis\/","title":{"rendered":"10 Hewan Endemik Hutan Hujan Tropis, Mulai dari Orangutan sampai Burung Kasuari"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hutan hujan tropis adalah salah satu jenis hutan yang terletak di garis ekuator sehingga memiliki temperatur yang hangat serta terpapar sinar matahari nyaris sepanjang tahun. Hutan ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengingat, keanekaragaman hayati yang tinggi, kira-kira hewan apa saja yang tinggal di hutan hujan tropis ya? Berikut ini 10 hewan endemik hutan hujan tropis di Indonesia!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. \u00a0Tarsius<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tarsius.png\" alt=\"Foto tarsius berpegangan dengan batang.\" class=\"wp-image-4944\" title=\"\"><figcaption>Hewan endemik hutan hujan tropis yang pertama adalah tarsius.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan endemik hutan hujan tropis yang pertama adalah Tarsius. Mengutip dari Jurnal Warta Rimba (2014) primata mungil ini hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram. Bahkan <em>Tarsius pumilus (Pygmy tersier<\/em>) yang merupakan jenis tarsius terkecil hanya memiliki panjang tubuh antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram. Panjang ekornya antara 197-205 millimeter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tarsius mengeluarkan nyanyian berupa cicitan rumit dengan berbagai nada saat mencari makan di malam hari dan pagi hari ketika akan kembali ke sarang. Nyanyian tersebut mengabarkan bahwa keluarga tarsius dalam keadaan sehat dan mengingatkan keluarga lain agar tidak memasuki wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak tahun 1931, tarsius sudah dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 266 tahun 2931, diperkuat dengan Undang-undang No.5 tahun 1990, serta Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 301\/Kpts-II\/1991 yang dikeluarkan tanggal 10 Juni 1991. Tarsius juga termasuk hewan yang dilarang untuk diperdagangkan dalam daftar Appendix II CITES.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Tarantula, Hewan Endemik Hutan Hujan Tropis yang Dianggap Mematikan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tarantula.png\" alt=\"Tarantula, si laba-laba besar.\" class=\"wp-image-4943\" title=\"\"><figcaption>Laba-laba besar ini juga termasuk ke dalam hewan endemik hutan hujan tropis.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang menganggap bahwa tarantula merupakan hewan yang sangat mematikan. Film-film menggambarkan dengan satu gigitan tarantula seketika membuat orang kehilangan nyawanya. Padahal, tarantula bukanlah hewan yang mematikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tarantula sendiri merupakan jenis dari laba-laba yang lebih besar dan berbulu. Semua tarantula memang beracun, tetapi kadarnya berbeda. Bahkan yang kadarnya tinggi sekalipun tidak mematikan. Oh iya, tidak semua tarantula juga berwarna gelap. Beberapa ada yang memiliki warna dan juga motif yang indah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Fyi<\/em>, karena lagi ngomongin laba-laba, ternyata ia bukan satu-satunya organisme yang membuat jaring. Namun cara membuat dan menggunakan jaringnya tidak sama dengan kelompok hewan lain. Jaring hanya diproduksi dalam <em>spineres<\/em> di bagian ujung abdomen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba-laba juga sangat peka terhadap kekeringan. Terdapat spesies laba-laba yang tahan terhadap kekeringan dan kekurangan makanan contohnya, <em>Loxos celes. <\/em>Spesies tersebut bisa bertahan lebih dari 1 tahun tanpa membutuhkan makan dan air.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hutan-hujan-tropis-ciri-ciri-dan-manfaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hutan Hujan Tropis: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya <\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Beruang Madu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan endemik hutan hujan tropis selanjutnya adalah beruang madu. Beruang madu termasuk ke dalam family <em>Ursidae <\/em>dan merupakan spesies terkecil dari delapan spesies beruang yang ada di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, terdapat 2 jenis beruang madu yaitu <em>Helarctos malayanus malayanus <\/em>yang terdapat di Sumatra dan <em>Helarctos malayanus euryspilus<\/em> yang berada di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun sifat-sifat fisik beruang madu antara lain berbulu pendek, mengilai, dan pada umumnya hitam. Matanya berwarna coklat atau biru. Hidung beruang madu relatif lebar tetapi tidak terlalu moncong.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daya penciumannya sangat tajam sehingga dapat mencium bekas injakan satwa lain maupun manusia. Kepala beruang madu relatif besar sehingga dapat merupai anjing, kupingnya kecil-bundar, dan dahinya penuh daging tampak berkerut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak April 2004 Persatuan Konservasi Dunia (IUCN) mengubah klasifikasi status konservasi beruang madu dari \u2018tidak diketahui karena kurang data\u2019 (<em>Data deficient)<\/em> ke \u2018terancam\u2019 (<em>Vulnerable). <\/em>Itu artinya beruang madu terancam punah terutama karena habitatnya berkurang terus-menerus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Macan Dahan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari Jurnal Media Konservasi (2016), sejak tahun 2007 macan dahan atau <em>clouded leopard<\/em> dinyatakan memiliki dua spesies yang berbeda secara genetika yaitu macan dahan yang tersebar di daratan utama Asia (<em>Neofelis nebulosa) <\/em>dan Pulau Sunda besar seperti Indonesia (<em>Neofelis diardi)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Macan dahan Indonesia merupakan predator terbesar di Pulau Kalimantan. Hewan ini bersifat endemik di wilayah bagian Asia-Tropis-Temperate. Oleh karena itu, keberadaannya sebagai top-predator sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di seluruh kawasan hutan Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, ancaman terbesar yang saat ini dihadapi oleh macan dahan adalah deforestasi dan fragmentasi habitat akibat alih fungsi hutan menjadi kawasan pemukiman dan pertanian. Apalagi, macan dahan merupakan satwa arboreal maka ketergantungannya terhadap ekosistem hutan sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia mengklasifikasikan macan dahan ke dalam satwa yang dilindungi melalui PP no.7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Tapir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapir juga merupakan hewan endemik hutan hujan tropis yang masuk ke dalam famili Tapiridae dan ordo Perissodactyla. Tapir adalah salah satu dari empat spesies famili Tapiridae yang masih hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga jenis tapir lainnya yaitu <em>T. terrestris <\/em>atau <em>lowland tapir<\/em> tersebar di dataran rendah Amerika Selatan bagian utara dan tengah. <em>T. pinchaque <\/em>atau <em>mountain tapir<\/em> tersebar di Pegunungan Andes yang berada di Kolombia, Ekuador, dan sebagian besar bagian utara Peru. Sementara <em>Tapirus indicus <\/em>tersebar di Myanmar dan Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaya, dan Sumatra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana spesies satwa liar yang ada di ekosistem hutan tropis, tapir umumnya bersifat <em>elusive<\/em> (tidak suka menampakkan diri) dan berpenampilan <em>cryptic<\/em> (tersamar) sehingga sulit dilihat secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya banyak habitat tapir yang kemudian rusak akibat pembukaan ladang, penebangan kayu, hingga penambangan. Tentu, aktivitas ini dapat memengaruhi pola aktivitas tapir di habitatnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Orangutan, Kera Besar yang Terancam Punah<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Orangutan.png\" alt=\"Gambar orangutan.\" class=\"wp-image-4942\" title=\"\"><figcaption>Siapa yang tak kenal primata satu ini? Yup, orangutan!<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya ada hewan endemik hutan hujan tropis yang khas dengan Indonesia yaitu Orangutan. Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang hidup di Asia, sementara tiga kerabatnya, yaitu; gorilla, simpanse, dan bonobo hidup di Afrika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, jenis kera besar ini hanya ditemukan di Sumatera dan Borneo, 90% berada di Indonesia. Penyebab utama mengapa terjadi penyempitan daerah sebaran adalah karena manusia dan orangutan menyukai tempat hidup yang sama. Pemanfaatan lahan untuk aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya manusia umumnya berakibat fatal bagi orangutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, orangutan dapat dijadikan \u2018<em>umbrella species\u2019 <\/em>(spesies payung) untuk meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat. Kelestarian orangutan menjamin kelestarian hutan yang menjadi habitatnya, sehingga diharapkan kelestarian makhluk hidup lain ikut terjaga pula.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai pemakan buah, orangutan merupakan agen penyebar biji yang efektif untuk menjamin regenerasi hutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Belalang<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Belalang.png\" alt=\"Foto belalang dari dekat.\" class=\"wp-image-4945\" title=\"\"><figcaption>Hewan ini memang dapat ditemukan hampir di semua ekosistem terestrial.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan endemik hutan hujan tropis ini memang kerap kita temui keberadaannya, apalagi kalau bukan belalang. Belalang adalah serangga yang memiliki sayap tetapi ada sebagian yang tidak. Bentuk tubuh belalang memanjang yang terdiri dari beberapa segmen dan memiliki antena yang ukurannya relatif panjang atau pendek. Tubuh belalang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, torak, dan abdomen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belalang dapat ditemukan hampir di semua ekosistem terestrial. Sebagian besar spesies belalang berada di ekosistem hutan dan makan hampir setiap tanaman liar ataupun yang dibudidayakan. Makin tinggi keanekaragaman vegetasi pada suatu habitat maka akan semakin tinggi pula sumber pakan bagi belalang dalam suatu habitat, sehingga keberadaannya melimpah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Gajah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah kamu, di dunia ini hanya ada dua jenis spesies gajah yaitu gajah Asia dan Afrika? Gajah sumatera (<em>Elephas maximus sumatranus<\/em>) adalah subspesies dari gajah Asia. Sayangnya, populasi Gajah Sumatera mengalami penurunan drastis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penurunan tersebut terjadi di antaranya akibat dari rusaknya hutan dataran rendah Pulau Sumatera yang berperan sebagai penyedia pakan gajah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebanyak 75% gajah kemudian melakukan pergerakan untuk menemukan sumber pakan yang masih banyak dan sering kali masuk dalam wilayah perkebunan masyarakat. Hal tersebut lantas menyebabkan konflik antara manusia dan gajah yang berakhir dengan kematian gajah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Badan konservasi dunia IUCN (<em>International Union for Conservation of Nature<\/em>) menetapkan Gajah sumatera sebagai satwa dengan status terancam punah (<em>critical endangered) <\/em>dan tergolong satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Harimau Sumatra<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harimau Sumatra adalah satu-satunya anak jenis harimau yang tersisa di Indonesia. Sebelumnya, di Indonesia terdapat tiga anak jenis harimau di mana dua di antaranya, harimau bali dan harimau jawa, dinyatakan punah sekitar tahun 1940-an dan 1980-an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu penyebab kepunahan dua anak jenis harimau ini adalah adanya perburuan secara besar-besaran pada masa penjajahan dan makin menyempitnya habitat alami harimau. Sementara harimau sumatera saat ini dinyatakan mengalami penurunan populasi dan menuju kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun, berkurangnya populasi harimau disebabkan oleh berbagai faktor seperti menyempitnya areal hutan yang dikonversi menjadi lahan perkebunan, pemukiman, pertanian, dan industri. Walhasil mempersempit habitat yang dapat berdampak pada penurunan populasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tumbuhan-hutan-hujan-tropis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Tumbuhan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Ciri-Cirinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Burung Kasuari, Hewan Endemik Hutan Hujan Tropis yang Tidak Bisa Terbang<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kasuari.png\" alt=\"Burung kasuari dengan mahkotanya yang cantik.\" class=\"wp-image-4941\" title=\"\"><figcaption>Kasuari, burung endemik Indonesia yang selalu memukau!<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasuari memiliki tubuh yang besar, leher yang panjang. Kasuari betina lebih besar dan berwarna cerah. Sementara kasuari dewasa setinggi 1,5 -1,8 m, meskipun beberapa betina mencapai 2 m dan berat 58,5 kg.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasuari menggunakan kaki mereka yang memiliki tiga jari dengan cakar tajam sebagai senjata. Kasuasi juga bisa berjalan hingga 50 km\/jam melalui hutan lebat dan bisa meloncat hingga 1,5 m.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, populasi burung kasuari mengalami tekanan dan habitat hidupnya terganggu sebagai dampak pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan peningkatan penggunaan lahan. Masalah yang cukup serius adalah perburuan liar, baik terhadap burung dewasa, anak, maupun telurnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penduduk setempat memanfaatkan dagingnya sebagai sumber protein hewani, sedangkan tulangnya dimanfaatkan sebagai senjata (mata tombak, mata panah, dan pisau).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah 10 hewan endemik hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Harapannya melalui artikel ini kita menjadi sadar pentingnya keberadaan hutan bagi alam dan juga fauna. Karena, sudah semestinya juga kita saling menjaga dan melindungi sesama makhluk hidup di bumi!<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiWTOjBtq8L\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiWTOjBtq8L\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CiWTOjBtq8L\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1670565780364\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu hutan hujan tropis?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Hutan hujan tropis adalah salah satu jenis hutan yang terletak di garis ekuator sehingga memiliki temperatur yang hangat serta terpapar sinar matahari nyaris sepanjang tahun. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1670565788602\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja hewan endemik hutan hujan tropis di Indonesia?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tarsius, tarantula, beruang madu, macan dahan, tapir, orangutan, belalang, gajah, harimau sumatera, burung kasuari.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-23aa5f2\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"23aa5f2\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-d1f6138\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"d1f6138\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-2f4b42d\" data-block-id=\"2f4b42d\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-63d64b6\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"63d64b6\"><p class=\"stk-block-text__text\">Hotlan Manik, dkk. 2018. \u201cPola Tingkah Laku Harian Burung Kasuari (<em>Casuarius sp.<\/em>) di Taman Burung Biak\u201d. <em>dalam Jurnal Ilmu Peternakan Vol. 8<\/em>. UNIPA. https:\/\/journal.fapetunipa.ac.id\/index.php\/JIPVET\/article\/view\/32 . Diakses pada 30 November 2022.<br><br>Riyan Sumitran, dkk. \u201cKeberadaan Harimau Sumatera (<em>Panthera tigris sumatae<\/em>) dan Satwa Mangsanya di Berbagai Tipe Habitat pada Taman Nasional Tesso Nilo\u201d. Universitas Riau. https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/200392-none.pdf. Diakses pada 30 November 2022.<br><br><a href=\"http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/assets\/news\/peraturan\/Buku%20Panduan%20Pemantauan%20Populasi%20Harimau%20Sumatera.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/assets\/news\/peraturan\/Buku%20Panduan%20Pemantauan%20Populasi%20Harimau%20Sumatera.pdf<\/a><br><br>Indra Gumay Febryano dan Rusta. \u201cPerilaku Gajah Sumatra (<em>Elephas maximus sumatranus)<\/em> dalam Pengembangan Wisata Pendidikan Berbasis Konservasi\u201d Universitas Lampung.<a href=\"http:\/\/repository.lppm.unila.ac.id\/4283\/2\/Perilaku%20Gajah.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> http:\/\/repository.lppm.unila.ac.id\/4283\/2\/Perilaku%20Gajah.pdf<\/a>. Diakses pada 30 November 2022.<br><br>Ratih Kumalaras. 2018. \u201cKenakeraaman Jenis Belalang (Orthoptera: <em>Caelifera)<\/em> di Zona Rehabilitasi Resort Wonasti Taman Nasional Meru Betiri\u201d <em>dalam Skripsi<\/em>. Universitas Jember. . Diakses pada 30 November 2022.<br><br>https:\/\/d2d2tb15kqhejt.cloudfront.net\/downloads\/orangutan_borneo.pdf<br><br><br><br>Antika Fardila, dkk. \u201cStudi Populasi Tapir Asia (<em>Tapirus indicus<\/em>) dengan Bantuan Kamera Jebak di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau\u201d <em>dalam Repository FMIPA<\/em>. Universitas Riau. https:\/\/repository.unri.ac.id\/xmlui\/bitstream\/handle\/123456789\/7802\/Repository%20Antika%20%281103113898%29.pdf?sequence=1&amp;isAllowed=y. Diakses pada 30 November 2022.<br><br>Bantista Adies Kuncahyo, dkk. 2017. \u201cIdentifikasi Faktor Sebaran Macan Dahan (<em>Neofelis diardi <\/em>Cuvier, 1823) di Ekosistem Rawa Gambut, Taman Nasional Sebangau\u201d. <em>Dalam Media Konservasi Vol.21. <\/em>Institut Pertanian Bogor. https:\/\/journal.ipb.ac.id\/index.php\/konservasi\/article\/view\/24083. Diakses pada 30 November 2022.<br><br><a href=\"http:\/\/www.beruangmadu.org\/uploads\/pdfs\/sun_bear_facts_indo.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.beruangmadu.org\/uploads\/pdfs\/sun_bear_facts_indo.pdf<\/a><br><br>https:\/\/elibrary.unikom.ac.id\/id\/eprint\/721\/7\/UNIKOM_Fajar%20Alfian%20Dhani_12.%20Bab%20I.pdf<br><br>https:\/\/repositori.uin-alauddin.ac.id\/4059\/1\/NURLAELA.pdf<br><br>Khoirul Hidayah dan Fahma Wijayanti. 2019. \u201cKelimpahan Beruan Madu (<em>Helarctos malayanus <\/em>Raffles, 1821) di Beberapa Tipe Habitat di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera\u201d <em>dalam AL-KAUNIYAH: Jurnal Biologi, 12. <\/em>UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https:\/\/journal.uinjkt.ac.id\/index.php\/kauniyah\/article\/view\/9341. Diakses pada 30 November 2022.<br>http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/tn\/jalur-tracking\/<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-d0bddf4\" data-block-id=\"d0bddf4\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-ba12292\" data-block-id=\"ba12292\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-ba12292-column stk-container stk-ba12292-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-e43ffc4\" id=\"ambil-langkah-nyata-dengan-menanam-pohon-bersama-lindungi-hutan-hanya-10-ribu-rupiah\" data-block-id=\"e43ffc4\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-23ba771\" data-block-id=\"23ba771\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-6a24e9d\" data-block-id=\"6a24e9d\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-8b92b58\" data-block-id=\"8b92b58\"><style>.stk-8b92b58 .stk-button{background:#155026 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mulai Dari Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutan hujan tropis adalah salah satu jenis hutan yang terletak di garis ekuator sehingga memiliki temperatur yang hangat serta terpapar sinar matahari nyaris sepanjang tahun. Hutan ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Mengingat, keanekaragaman hayati yang tinggi, kira-kira hewan apa saja yang tinggal di hutan hujan tropis ya? Berikut ini 10 hewan endemik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4940,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[247,252,253,325],"class_list":["post-4939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-alam","tag-edukasi","tag-hutan","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}