{"id":4958,"date":"2022-12-12T16:14:13","date_gmt":"2022-12-12T09:14:13","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4958"},"modified":"2022-12-12T16:16:16","modified_gmt":"2022-12-12T09:16:16","slug":"mengenal-hewan-endemik-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-hewan-endemik-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Memahami Apa Itu Hewan Endemik dan Contohnya di Indonesia (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai negara yang dikelilingi oleh lebih dari 10.000 pulau, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia luar biasa melimpahnya. Kita memiliki begitu banyak jenis flora dan fauna yang tersebar ke seluruh sudut Nusantara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bentuk keanekaragaman tersebut salah satunya adalah keberadaan hewan endemik. Nah, kali ini kita akan mengulas tuntas apa itu satwa endemik beserta contohnya. <em>Here we goooo!<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Hewan Endemik?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Bekantan.png\" alt=\"Gambar bekantan, hewan asli Indonesia.\" class=\"wp-image-4956\" title=\"\"><figcaption>Bekantan adalah salah satu hewan endemik Indonesia dan menjadi  maskot fauna dari Kalimantan Selatan .<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <em>KBBI,<\/em> kata endemik merujuk pada spesies organisme yang terbatas di suatu wilayah geografis tertentu. Sedangkan hewan endemik adalah satwa khas yang secara alami hidup atau berada di wilayah tertentu. Pendek kata, fauna endemik Indonesia dapat diartikan sebagai hewan asli dari Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya keragaman fauna di Indonesia dipengaruhi oleh letaknya yang diapit oleh dua benua, yaitu benua Asia dan benua Afrika. Di Indonesia, persebaran fauna-fauna tersebut dikelompokkan dalam tiga wilayah, meliputi Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fauna yang ada di Indonesia bagian barat disebut juga dengan fauna tipe Asiatis. Wilayah tersebut meliputi Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, dan pulau kecil di sekitarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian Indonesia bagian tengah disebut dengan fauna Indonesia tipe Asia-Australis. Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku masuk dalam tipe wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, wilayah Indonesia bagian Timur adalah wilayah bagi fauna tipe Australis. Kepulauan Papua, Aru, dan pulau-pulau kecil disekitarnya masuk dalam tipe fauna ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/daftar-hewan-endemik-hutan-hujan-tropis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Hewan Endemik Hutan Hujan Tropis, Mulai dari Orangutan sampai Burung Kasuari<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa Hewan Endemik di Indonesia?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi fisik wilayah Indonesia yang beriklim tropis dan terdapat banyak hutan-hutan hujan tropis, membuat Indonesia kaya akan flora dan fauna. Diketahui bahwa Indonesia memiliki 10% sumber hayati dari kekayaan hayati yang ada di dunia. Kondisi fisik tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai tempat hidup banyak hewan endemik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), fauna endemik indonesia pada 2014 terdiri dari 328 spesies amfibi, 270 mamalia, 328 reptil, 386 spesies burung, dan 280 spesies ikan (Setiawan, 2022).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Satwa Endemik di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sekian banyak fauna endemik yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satwa yang dikenal juga dengan <em>lowland anoa <\/em>ini adalah endemik asli Indonesia bagian tengah, tepatnya di Sulawesi Utara. Bentuk fisiknya menyerupai kerbau di mana rata-rata panjang tubuh 180 cm, tingginya mencapai 86 cm, dan berat 150-200 kg. Bentuk tersebut adalah ukuran terkecil dari kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/lowland-anoa.png\" alt=\"Gambar anoa dataran rendah.\" class=\"wp-image-4952\" title=\"\"><figcaption>Anoa dataran rendah memiliki ciri tubuh berwarna coklat kehitaman seperti di gambar.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tubuhnya berwarna coklat kehitam-hitaman, memiliki rambut yang pendek, tanduk yang relatif kecil berukuran 30 cm, dan berbentuk lurus dan meruncing dibagian ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makanan Anoa adalah semak belukar, rumput, dan terkadang daun-daunan. Hutan tropik dataran rendah, savana, rawa-rawa, adalah habitat tempatnya hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak 1931, anoa digolongkan sebagai satwa yang dilindungi. Kemudian, pada 2014 <em>IUCN Redlist <\/em>memasukkannya sebagai spesies berstatus <em>Endangered, <\/em>yakni status yang menunjukkan ancaman dari kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Babirusa (Babyrousa babyrussa)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuai namanya, famili dari <em>suidae <\/em>ini memang memiliki fisik yang menyerupai babi. Namun, dibanding babi ia memiliki ukuran yang lebih kecil. Panjang badannya berkisar 85-100 cm dengan tinggi yang bisa mencapai hingga 80 cm. Untuk beratnya, rata-rata babi rusa memiliki bobot hingga 90 kg.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tubuhnya berwarna hitam keabu-abuan, tidak memiliki bulu, dan permukaan kulit yang cukup kasar. Mempunyai ekor berukuran 20 cm, dan khusus babi rusa jantan memiliki gading yang tajam dan akan terus tumbuh selama ia hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Babirusa termasuk hewan omnivora dengan beragam makanan, mulai dari ubi-ubian, buah-buahan, larva serangga, moluska, cacing, dan&nbsp; binatang kecil lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitat aslinya adalah hutan tropis Sulawesi, di mana mereka suka berkubang di tepi sungai atau pinggir danau. Sejak 2016,\u00a0 <em>IUCN Redlist <\/em>memasukkannya ke status <em>Vulnerable <\/em>(Vu), yaitu status yang menunjukkan risiko rentan akan kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Badak-Jawa.png\" alt=\"Badak Jawa, hewan endemik Indonesia yang langka.\" class=\"wp-image-4955\" title=\"\"><figcaption>Badak Jawa juga termasuk ke dalam hewan asli Indonesia yang dilindungi. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski memiliki nama Badak Jawa, tetapi ia juga ditemukan hampir di seluruh Nusantara. Fauna yang satu ini bahkan dijadikan sebagai identitas dari masyarakat Banten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rhinoceros sondaicus <\/em>memiliki permukaan kulit yang menyerupai perisai atau baju baja. Bagian pundak, punggung, dan patatnya terdapat bulunya berwarna abu-abu kecoklatan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 320 cm dengan tinggi berkisar 140-170 cm. Berat badak dewasa bisa mencapai bobot 2.300 kg, serta memiliki cula kecil yang berukuran di bawah 20 cm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Badak jawa termasuk hewan herbivora yang sangat menyukai tanaman, terutama tunas, daun muda, dan buah. Dalam sehari badak jawa diperkirakan memakan 50 kg makanan. Masa hidup dari&nbsp; fauna Asiatis ini adalah 30-45 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah yang cocok untuknya hidup adalah hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah, dan daerah basah dengan banyak kubangan lumpur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak\u00a0 2019, status badak jawa seperti melansir dari <em>IUCN Redlist <\/em>adalah <em>Crirically endangered<\/em> atau sangat terancam punah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. \u00a0Kakak Tua Jambul Kuning (Yellow crested cockatoo Cacatua sulphurae)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitat alami spesies ini adalah hutan sekunder dan perkebunan. Tubuhnya berukuran 39 cm, jambul kuning yang mencolok adalah ciri khasnya. Bulu-bulunya berwarna putih, dan memiliki paruh atas yang lebih panjang dibanding dengan paruh bagian bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Endemik asli Sulawesi dan Nusa Tenggara ini terkenal dengan kecepatan dan kekuatan sayapnya saat terbang. Biasanya kakak tua hidup berpasangan atau berkelompok kecil. Makanannya adalah buah-buahan, biji-bijian, serangga beserta larvanya, dan sayuran.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cl54hpvSW_4\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cl54hpvSW_4\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cl54hpvSW_4\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by Campaign.com | Campaign #ForChange App (@campaign_id)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Bekantan (Nasalis larvatus)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spesies primata ini merupakan identitas atau maskot fauna dari Kalimantan Selatan. Seperti kera lainnya, tubuh bekantan ditutupi oleh rambut atau bulu. Bulu-bulu yang menutupi kepala, leher, punggung, dan bahunya memiliki warna cokelat kekuning-kuningan. Sedangkan bulu yang menutupi dada, perut, dan ekornya berwarna putih abu-abu. Bagian wajahnya berwarna merah kecoklatan dan tidak berbulu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri khas yang membedakan bekantan dengan jenis kera lain adalah hidungnya yang besar dan panjang. Ada perbedaan bentuk tubuh antara bekantan jantan dan betina. Bekantan jantan dapat mencapai tinggi hingga 75 cm dengan berat 24 kg. Sementara bekantan betina hanya memiliki tinggi 60 cm dan berat 12 kg.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bekantan biasa hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar mulai dari 10-32 ekor. Makanan kesukaannya adalah daun ketapang, mangga, talok, jamur, dan kulit pohon. Satwa endemik dari kalimantan Selatan ini berhabitat di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan hutan bakau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak jauh berbeda dengan nasib empat satwa di atas, sejak 2015 status bekantan adalah terancam punah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/penjelasan-lengkap-pohon-oak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Oak: Pohon Tua yang Langka di Indonesia (2022) <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia memang merupakan negara megabiodiversitas dan memiliki potensi besar dalam mengatasi krisis lingkungan dunia. Namun sayangnya, Indonesia juga merupakan negara dengan penurunan keanekaragaman hayati tertinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spesies-spesies yang terancam punah di Indonesia adalah yang terbanyak dan menempati posisi dua dengan 583 spesies terancam punah. Ironisnya, spesies-spesies yang terancam punah itu umumnya adalah hewan endemis. Maka, apabila tidak ada penyelamatan dengan segera, kepunahan pun akan datang dengan tergesa. Jadi, mari kita jaga habitat mereka supaya tetap lestari!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1670835062574\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu hewan endemik?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Hewan endemik adalah satwa khas yang secara alami hidup atau berada di wilayah tertentu. Pendek kata, fauna endemik Indonesia dapat diartikan sebagai hewan asli dari Indonesia. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1670835064942\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Contoh satwa endemik di Indonesia?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Anoa dataran rendah, babirusa, badak jawa, kakak tua jambul kuning, dan bekantan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a86aef5\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"a86aef5\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-8ff84cf\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"8ff84cf\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-0dacefc\" data-block-id=\"0dacefc\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-e3dd9de\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"e3dd9de\"><p class=\"stk-block-text__text\">Prasongko, E. T. (2008). <em>Keanekaragaman Fauna di Indonesia.<\/em> Semarang: Alprin. Dipetik Desember 1, 2022<br><br>Rahayu, W. (2009). <em>Ensiklopedia Fauna Khas Indonesia.<\/em> Jakarta: PT Mediantara Semesta. Dipetik Desember 1, 2022<br><br>Setiawan, A. (2022). Keanekaragaman Hayati Indonesia: Masalah dan Upaya Konservasinya. <br><em>Indonesian Journal of Conversation, 11<\/em>(1), 13-21. Dipetik Desember 1, 2022. <a href=\"https:\/\/journal.unnes.ac.id\/nju\/index.php\/ijc\/article\/view\/34532\/13090.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/journal.unnes.ac.id\/nju\/index.php\/ijc\/article\/view\/34532\/13090.<\/a><br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-c98c0c8\" data-block-id=\"c98c0c8\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mas Wanajih<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-47f6e5f\" data-block-id=\"47f6e5f\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-47f6e5f-column stk-container stk-47f6e5f-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-ba95f9f\" id=\"hei-bumi-butuh-bantuanmu-sudahkah-kamu-menanam-pohon\" data-block-id=\"ba95f9f\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Hei! Bumi Butuh Bantuanmu! Sudahkah Kamu Menanam Pohon?<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-bd81947\" data-block-id=\"bd81947\"><p class=\"stk-block-text__text\">Lindungihutan adalah startup yang mempermudah individu, kelompok, bisnis, dan perusahaan terlibat langsung untuk menanam pohon dan memberikan dampak kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat di bawah naungan LindungiHutan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-a5f3197\" data-block-id=\"a5f3197\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-2f20ef5\" data-block-id=\"2f20ef5\"><style>.stk-2f20ef5 .stk-button{background:#0f5133 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Yuk Tanam Pohonmu!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai negara yang dikelilingi oleh lebih dari 10.000 pulau, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia luar biasa melimpahnya. Kita memiliki begitu banyak jenis flora dan fauna yang tersebar ke seluruh sudut Nusantara.&nbsp; Salah satu bentuk keanekaragaman tersebut salah satunya adalah keberadaan hewan endemik. Nah, kali ini kita akan mengulas tuntas apa itu satwa endemik beserta contohnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,333,253],"class_list":["post-4958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-fauna","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}