{"id":4975,"date":"2022-12-12T21:34:18","date_gmt":"2022-12-12T14:34:18","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4975"},"modified":"2022-12-19T09:44:41","modified_gmt":"2022-12-19T02:44:41","slug":"serba-serbi-tumpang-sari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/serba-serbi-tumpang-sari\/","title":{"rendered":"Tumpang Sari, Solusi Keterbatasan Lahan Saat Ini (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasti kalian sadar kalau lahan pertanian di Indonesia saat ini mengalami penurunan luasan setiap tahunnya. Banyak lahan pertanian yang telah dialihfungsikan, misalnya menjadi areal perumahan, perkantoran, perindustrian, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak bisa dimungkiri bahwa, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Ternyata, tumpang sari bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa membutuhkan banyak lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa itu&nbsp; tumpang sari? Apakah benar tumpang sari menjadi solusi keterbatasan lahan pertanian saat ini? Yuk, simak penjelasan dibawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dimaksud dengan Tumpang Sari?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tanam-tumpang-sari-dilihat-dari-atas.png\" alt=\"Ilustrasi pola tanam tumpang sari.\" class=\"wp-image-4977\" title=\"\"><figcaption>Karena diisi oleh berbagai jenis tanaman membuat lahan tampak bervariasi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa dibilang pengetahuan tentang budidaya pertanian masyarakat dahulu sangat kurang. Sebenarnya, sistem tumpang sari merupakan warisan dari nenek moyang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karena itu, tumpang sari sudah menjadi kearifan lokal bagi petani setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumpang sari (<em>intercropping<\/em>) adalah sistem tanam campuran antara dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam dalam waktu relatif bersamaan di sebidang tanah yang sama. Penanaman pada sistem tumpang sari dilakukan secara selang-seling dan memiliki jarak tanam yang teratur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Setiawan (2009), sebelum melakukan tumpang sari sebaiknya perlu memperhatikan beberapa faktor, yaitu ketersediaan air, kesuburan tanah, cahaya matahari, dan hama penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketersediaan air sangat penting diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dan hasil produksi secara optimal. Kesuburan tanah yang dimaksud agar menghindari persaingan antar tanaman (penyerapan air dan unsur hara yang dibutuhkan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perakaran tanaman pada tumpang sari lebih baik dikombinasikan dengan jenis tanaman perakaran dangkal dan perakaran dalam, sehingga meminimalisir persaingan antar tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Tanaman yang ditumpangsarikan perlu melihat seberapa tinggi dan lebar tajuk antar tanaman, jika cahaya matahari tidak masuk secara merata maka hasil produksi tidak akan maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-metode-tanam-hidroponik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Hidroponik? Jenis-Jenis hingga Kelebihan dan Kekurangannya! (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Prinsip Tumpang Sari<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumpang sari akan berhasil apabila berpedoman pada prinsip yang tidak boleh ditinggalkan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sebaiknya jenis tanaman tumpang sari memiliki periode pertumbuhan yang tidak sama,<\/li><li>Apabila jenis tanaman tumpang sari sama umurnya, maka sebaiknya memiliki fase yang berbeda<\/li><li>Adanya perbedaan kebutuhan seperti unsur hara, air, kelembaban,&nbsp; dan intensitas cahaya,<\/li><li>Adanya perbedaan kanopi dan tinggi tanaman,<\/li><li>Adanya perbedaan perakaran (sifat, luas, dan kedalaman akarnya),<\/li><li>Tanaman tidak berpengaruh sebagai alelopati.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Tujuan dari Pola Tanam Tumpang Sari?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ilustrasi-polikultur.png\" alt=\"Ilustrasi Polikultur.\" class=\"wp-image-4976\" title=\"\"><figcaption>Ilustrasi pola tanaman tumpang sari.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adanya tumpang sari memiliki tujuan agar lahan pertanian dengan luasan tertentu dapat memperoleh hasil yang maksimal bagi para petani. Penggunaan pola tanam tumpang sari memiliki tujuan yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Meningkatkan jenis dan jumlah hasil produksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam satu kali panen, petani dapat menghasilkan beberapa jenis atau hasil produksi tanaman. Petani dapat memperoleh keuntungan lebih banyak dibanding menanam menggunakan pola monokultur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengurangi resiko kegagalan panen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegagalan panen mungkin pernah dirasakan oleh sebagian besar petani. Kegagalan panen yang dirasakan petani lebih kecil apabila menanam dengan pola tumpang sari dibanding dengan pola monokultur. Apabila gagal dalam satu komoditas maka masih ada komoditas lain yang bisa dipanen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Meningkatkan produktivitas lahan, waktu, dan sumberdaya manusia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem tumpang sari sering digunakan petani dalam skala kecil. Lahan yang sempit dapat dimanfaatkan dengan maksimal dengan sistem tumpang sari, jadi sistem tumpang sari dapat dijadikan solusi agar lahan yang dimiliki petani menghasilkan beragam tanaman. Waktu yang digunakan petani dan tenaga juga lebih efisien, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Meningkatkan perekonomian masyarakat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beragam jenis tanaman yang dipanen bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat dengan cara meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya produksi yang dikeluarkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa saja Keuntungan dan Kerugian dari Tumpang Sari?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan lahan menggunakan sistem tumpang sari memiliki banyak keuntungan. Keuntungan dengan adanya tumpang sari antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mudah dalam memelihara tanaman,<\/li><li>Jenis yang dihasilkan beragam,<\/li><li>Produktivitas lahan tinggi,<\/li><li>Memperkecil risiko gagal panen,&nbsp;<\/li><li>Efisien dalam penggunaan lahan,<\/li><li>Hemat dalam menggunakan sarana produksi,<\/li><li>Mengurangi populasi hama dan penyakit.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, dari sisi ekologi sistem tumpang sari memiliki keuntungan seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Dapat memperkecil erosi,<\/li><li>Memperbaiki tata air tanah dengan cara meningkatkan infiltrasi tanah,<\/li><li>Menyuburkan tanah dengan memperkaya kandungan unsur hara pada tanah,&nbsp;<\/li><li>Memperbaiki struktur tanah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendati demikian penerapan sistem tanam tumpang sari juga memiliki kekurangan, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Adanya persaingan antar tanaman dalam mendapatkan unsur hara,<\/li><li>Pemilihan komoditas karena permintaan pasar yang tidak menentu sehingga tidak sesuai dengan harga jualnya,<\/li><li>Memerlukan tambahan biaya apabila faktor lingkungan seperti ketersediaan air tidak mendukung dengan adanya tumpang sari.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Saja Tanaman Tumpang Sari?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilihan tanaman yang dijadikan tumpang sari dilihat berdasarkan aspek morfologi dan fisiologinya. Misalnya sistem perakarannya, bentuk tajuk, dan lintasan fotosintesisnya, sehingga hasil produksi dapat dimaksimalkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Odum (1983), tanaman yang dipilih sebagai tanaman tumpang sari adalah tanaman yang berbeda dalam kebutuhan zat hara, hama dan penyakit, dan faktor-faktor lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mayoritas petani memilih tanaman jagung, singkong, dan kacang tanah sebagai tanaman tumpang sari. Tanaman kedelai dan jagung bisa ditumpangsarikan maupun ditanam secara monokultur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada kacang tanah dan jagung, kacang tanah termasuk kedalam tanaman C3 dan jagung termasuk kedalam tanaman C4. Tanaman C3 adalah tanaman yang memiliki kemampuan adaptif pada lingkungan yang kaya CO<sub>2<\/sub>, sedangkan tanaman C4 adalah tanaman yang mampu menyesuaikan diri pada lingkungan kering dan panas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Smeltekop dkk (2002), kacang tanah dalam sistem <em>intercropping<\/em> dapat menyumbang nitrogen pada tanah. Oleh sebab itu, kacang tanah sering kali dijadikan salah satu tanaman tumpang sari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Beets (1982), tanaman jagung dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain misalnya padi gogo, sayuran, atau palawija. Hal ini dilakukan dengan tujuan penganekaragaman jenis tanaman, mengurangi resiko kegagalan panen, dan meningkatkan intensitas tanam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kombinasi lain yang dapat ditumpangsarikan antara lain jagung -ketela pohon, jagung \u2013&nbsp; cabe rawit, ketela pohon \u2013 kacang panjang, kacang tanah \u2013 kacang hijau, kacang tanah \u2013 talas, kacang panjang \u2013 cabe rawit, pisang \u2013 turi, pisang \u2013 pepaya \u2013 turi, ketela pohon dan kunyit, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tutorial-singkat-berkebun-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tutorial Singkat Berkebun di Rumah, Cocok untuk Pemula (2022) <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterbatasan lahan pertanian saat ini bukan berarti hambatan yang tidak ada jalan keluarnya. Buktinya tumpang sari dinilai efektif dan berjalan hingga saat ini. Budidaya dengan sistem tumpang sari bisa menjadi solusi bagi petani yang memiliki keterbatasan lahan, akan tetapi harus dilakukan dengan sistem yang benar.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cf0G-dJPmvp\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cf0G-dJPmvp\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cf0G-dJPmvp\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1670854776632\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu pola tanam tumpang sari?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tumpang sari (<em>intercropping<\/em>) adalah sistem tanam campuran antara dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam dalam waktu relatif bersamaan di sebidang tanah yang sama <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1670854810667\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja kombinasi tanaman yang dapat ditumpangsarikan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Beberapa kombinasi lain yang dapat ditumpangsarikan antara lain jagung -ketela pohon, jagung \u2013\u00a0 cabe rawit, ketela pohon \u2013 kacang panjang, kacang tanah \u2013 kacang hijau, kacang tanah \u2013 talas, kacang panjang \u2013 cabe rawit, pisang \u2013 turi, pisang \u2013 pepaya \u2013 turi, ketela pohon dan kunyit, dan masih banyak lagi. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-823f56b\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"823f56b\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-baf26de\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"baf26de\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-62cf589\" data-block-id=\"62cf589\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-b718a1e\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"b718a1e\"><p class=\"stk-block-text__text\">Beets WC. 1982. <em>Multiple Cropping and Tropical Farming Systems.<\/em> Gower Publishing Company Limited. England. 156p. <a href=\"https:\/\/pdf.usaid.gov\/pdf_docs\/PNAAP652.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/pdf.usaid.gov\/pdf_docs\/PNAAP652.pdf<\/a>.&nbsp;<br><br>Setiawan E. 2009. Kearifan Lokal Pola Tanam Tumpangsari Di Jawa Timur (The Local Wisdom Of Pattern Intercropping Systems In East Java). <em>Agrovigor<\/em>. 2(2) : 79-88. <a href=\"https:\/\/journal.trunojoyo.ac.id\/agrovigor\/article\/view\/246\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/journal.trunojoyo.ac.id\/agrovigor\/article\/view\/246<\/a>.&nbsp;<br><br>Smeltekop H, David EC, and Sharon AC. 2002. The Impact of Intercropping Annual \u2018Sava\u2019 Snail Medic on Corn Production. <em>Agron. J<\/em>. 94 : 917-924.<br><br>Odum EP. 1983. <em>Basic Ecology<\/em>. CBS College Publishing. Japan. 611p.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-bd07614\" data-block-id=\"bd07614\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/ana-salsabila99\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-4d8d0f3\" data-block-id=\"4d8d0f3\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-4d8d0f3-column stk-container stk-4d8d0f3-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-db91a32\" id=\"ambil-langkah-nyata-dengan-menanam-pohon-bersama-lindungi-hutan-hanya-10-ribu-rupiah\" data-block-id=\"db91a32\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah<\/h3><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LindungiHutan telah dipercata 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-d08b16e\" data-block-id=\"d08b16e\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-0a6a394\" data-block-id=\"0a6a394\"><style>.stk-0a6a394 .stk-button{background:#0a5a3c !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mulai Langkahmu dari Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasti kalian sadar kalau lahan pertanian di Indonesia saat ini mengalami penurunan luasan setiap tahunnya. Banyak lahan pertanian yang telah dialihfungsikan, misalnya menjadi areal perumahan, perkantoran, perindustrian, dan sebagainya. Tak bisa dimungkiri bahwa, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Ternyata, tumpang sari bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5057,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,252,51,325],"class_list":["post-4975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-edukasi","tag-flora","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}