{"id":4982,"date":"2022-12-14T15:21:28","date_gmt":"2022-12-14T08:21:28","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=4982"},"modified":"2022-12-14T15:21:30","modified_gmt":"2022-12-14T08:21:30","slug":"mengenal-limbah-b3-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-limbah-b3-berbahaya\/","title":{"rendered":"6 Contoh Limbah B3 Industri yang Berbahaya untuk Lingkungan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, menjelaskan apa itu limbah dan apa yang dimaksud dengan limbah B3.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Limbah sendiri adalah sisa suatu usaha dan\/atau kegiatan. Sementara Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 adalah zat, energi, dan\/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan\/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan\/atau merusak lingkungan hidup, dan\/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan\/atau kegiatan yang mengandung B3.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa saja limbah B3 itu? Berikut beberapa contoh dan juga dampak buruknya bagi lingkungan maupun manusia!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Air Raksa<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Air-raksa.png\" alt=\"Air raksa merupakan salah satu limbah B3 berbahaya.\" class=\"wp-image-4988\" title=\"\"><figcaption>Kandungan raksa yang masuk ke dalam tubuh akan merusak ginjal dan sistem saraf.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Raksa adalah terjemahan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Latin \u201chydrargyrum\u201d atau biasa disimbolkan dengan (Hg). Terjemahan ke Bahasa Inggrisnya adalah <em>mercury<\/em>, yang berarti mudah menguap. Walaupun terjemahan&nbsp; hydrargyrum ke Bahasa Indonesia adalah raksa, tetapi di kalangan peneliti dan masyarakat unsur hydragyrum lebih terkenal dengan nama merkuri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Raksa adalah unsur kimia yang memiliki nomor atom 80, berat atom 200,61 dan jari-jari atom 1,48 A<sup>0<\/sup>. Warna raksa tergantung dengan bentuk fasanya. Fasa cair berwarna putih perak, sedangkan fasa padat berwarna abu-abu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa air raksa berbahaya? Sebab air raksa biasanya masuk ke dalam tubuh manusia lewat pencernaan, baik melalui ikan maupun air itu sendiri. Air raksa (Hg) dalam bentuk logam sebagian besar dapat disekresikan, sisanya akan menumpuk pada ginjal dan sistem saraf yang suatu saat akan mengganggu bila akumulasinya makin banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Hg ini terisap dari udara akan berdampak akut atau dapat terakumulasi dan terbawa ke organ-organ tubuh lainnya, menyebabkan bronkitis sampai rusaknya paru-paru. Keracunan Hg tingkat awal penderita akan merasa mulutnya kebal, sehingga tidak peka terhadap rasa dan suhu, hidung tidak peka bau, mudah lelah, dan sering sakit kepala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-polutan-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">8 Jenis Polutan Berbahaya bagi Kesehatan Manusia, Debu juga Termasuk Loh!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Kromium<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kromium.png\" alt=\"Limbah B3 berbahay selanjutnya adalah kromium.\" class=\"wp-image-4984\" title=\"\"><figcaption>Kromium salah satunya terdapat di limbah industri. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kromium adalah jenis logam berat yang esensial bagi tubuh. Kromium sejatinya dibutuhkan tubuh untuk metabolism hormone insulin dan pengaturan kadar gula darah. Namun, dapat bersifat toksik dalam jumlah yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain bersifat toksik, kromium juga bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Masuknya logam Cr ke dalam strata lingkungan salah satunya adalah akibat adanya sisa kegiatan atau limbah perindustrian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kromium merupakan salah satu limbah industri yang dapat berpotensi menjadi pencemar dari industri electroplating. Sungai yang tercemar logam berat kromium jika dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih untuk mandi, cuci, dan kakus dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab, jika terjadi kontak langsung antara kulit dan mata dapat mengakibatkan adanya keluhan kesehatan berupa dermatitis dan borok.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Cadmium<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kadmium-biasa-terkandung-salah-satunya-di-baterai.png\" alt=\"Kadmium.\" class=\"wp-image-4983\" title=\"\"><figcaption>Kadmium  biasanya terkandung di batu baterai dan  bisa mengkontaminasi air maupun tanah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Limbah kimia logam berat cadmium (Cd), adalah elemen toksik yang dapat berpengaruh pada sistem ekologi perairan sebab dikuatirkan limbah tersebut mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), yang dapat mengancam keseimbangan ekologi dan kelangsungan hidup yang berlangsung di sekitar perairan laut tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logam berat cadmium dapat berasal dari limbah industri. Apabila ia masuk ke dalam tubuh organisme dapat terakumulasi dalam tubuh sebagai racun serta sebagai penghalang kerja enzim dalam proses metabolisme.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui, logam berat yang masuk ke tubuh hewan umumnya tidak dikeluarkan lagi sehingga cenderung menumpuk di dalam tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, apabila kandungan cd telah terkontaminasi dengan organisasi perairan, maka melalui rantai makanan akan mengganggu kehidupan manusia. Pengaruh racun yang ditimbulkan oleh Cd sangat buruk, penderita bisa mengalami tekanan darah tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Pestisida<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pestisida.png\" alt=\"Penggunaan pestisida yang berlebihan tentu berbahaya.\" class=\"wp-image-4985\" title=\"\"><figcaption>Ingat! Pestisida yang berlebih buruk bagi tubuh manusia maupun  lingkungan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita mengenal pestisida sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama, baik insekta, jamur, maupun gulma. Pestisida telah secara luas digunakan untuk tujuan memberantas hama dan penyakit tanaman dalam bidang pertanian.&nbsp; Pestisida juga digunakan di rumah tangga untuk memberantas nyamuk, kecoa, dan berbagai serangga pengganggu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaannya adalah, apakah pestisida merupakan limbah yang berbahaya? Asalkan digunakan dengan tepat guna, pestisida tentu akan berfungsi sebagaimana fungsinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, penggunaan pestisida terus menerus dan dalam jumlah yang berlebihan bukannya efektif membasmi hama, tetapi juga mencemari lingkungan air, udara, maupun tanah. Pestisida mengandung racun yang bisa mengganggu susunan saraf dan larut dalam lemak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan karena bahan kimia dalam pestisida dapat menyebabkan kanker, alergi, dan merusak susunan saraf.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Timbal<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Timbal.png\" alt=\"Timbal.\" class=\"wp-image-4987\" title=\"\"><figcaption>Penggunaan timbal skala besar dan ceroboh bisa mengakibatkan polusi baik di daratan maupun perairan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timbal (Pb) termasuk ke dalam kelompok logam yang beracun dan berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup. Limbah Timbal dapat masuk ke badan perairan secara alamiah yakni dengan pengkristalan timbal di udara dengan bantuan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan Pb dalam skala yang besar dapat mengakibatkan polusi baik di daratan maupun perairan. Logam Pb yang masuk ke dalam perairan sebagai dampak dari aktivitas manusia dapat membentuk air buangan atau limbah dan selanjutnya akan mengalami pengendapan yang dikenal dengan istilah sedimen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, tingginya kandungan timbal dalam sedimen akan menyebabkan biota air tercemar seperti ikan, udang, dan kerang, di mana biota tersebut hidup di dasar sungai dan apabila dikonsumsi dapat berbahaya bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adanya logam berat di perairan juga sangat berbahaya secara tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia. Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat yang sulit degradasi, sehingga terakumulasi dalam lingkungan perairan dan keberadaannya secara alami sulit dihilangkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Tembaga<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tembaga.png\" alt=\"Limbah B3 berbahay yang terkahir adalah tembaga.\" class=\"wp-image-4986\" title=\"\"><figcaption>Terakhir ada tembaga atau disimbolkan dalam Cu.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Limbah tembaga adalah salah satu limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dalam peraturan Pemerintah No 18 tahun 1999 disebutkan bahwa limbah B3 adalah sisa suatu usaha yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya tinggi dapat mencemarkan lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logam berat tembaga atau Cu sendiri sebenarnya digolongkan ke dalam logam berat esensial. Artinya, meskipun Cu merupakan logam berat beracun, tetapi unsur ini sangat dibutuhkan tubuh meski dalam jumlah yang sedikit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Toksisitas yang dimiliki oleh Cu baru akan bekerja dan memperlihatkan pengaruhnya bila logam ini telah masuk ke dalam tubuh organisme dalam jumlah besar atau melebihi nilai organisme terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/memahami-clean-development-mechanism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Clean Development Mechanism (CDM): Upaya Pengurangan Emisi Global dan Peran Indonesia di Dalamnya (2022)  <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan mengenai apa itu limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) beserta dengan contoh-contohnya. Mulai sekarang, kita bisa lebih peduli lagi dengan barang-barang maupun produk yang kita konsumsi dan gunakan. Jangan sampai, menimbulkan pencemaran yang merugikan lingkungan serta makhluk hidup lainnya.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ClBOt25hyui\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ClBOt25hyui\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ClBOt25hyui\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1671005327285\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa yang dimaksud dengan limbah B3?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan\/atau kegiatan yang mengandung B3. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1671005359944\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja contoh limbah B3 yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Air raksa, kromium, cadmium, pestisida, timbal, dan juga tembaga<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-1b383ba\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"1b383ba\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-e38157b\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"e38157b\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah&#8221;<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-58eff4a\" data-block-id=\"58eff4a\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-ada8de7\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"ada8de7\"><p class=\"stk-block-text__text\"><br>WASTEC. 2019. Kerap Mencemari Lingkungan, Inilah Contoh Limbah B3 yang Kerap Dihasilkan Industri. Diakses pada 14 Desember 2022 <a href=\"https:\/\/wastecinternational.com\/kerap-mencemari-lingkungan-inilah-contoh-limbah-b3-yang-kerap-dihasilkan-industri.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/wastecinternational.com\/kerap-mencemari-lingkungan-inilah-contoh-limbah-b3-yang-kerap-dihasilkan-industri.html<\/a>.<br>&nbsp;<br>Admin dlh. 2019. 20 Contoh Limbah B3 Industri Menurut PP No. 101 Tahun 2014. Diakses pada 14 Desember 2022. <a href=\"https:\/\/dlh.bulelengkab.go.id\/informasi\/detail\/artikel\/20-contoh-limbah-b3-industri-menurut-pp-no-101-tahun-2014-12\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/dlh.bulelengkab.go.id\/informasi\/detail\/artikel\/20-contoh-limbah-b3-industri-menurut-pp-no-101-tahun-2014-12<\/a><br>&nbsp;<br>Widodo. 2008. \u201cPencemaran Air Raksa (Hg) sebagai Dampak Pengolahan Biji Emas di Sungai Ciliunggunung, Waluran, Kabupaten Sukabumi. <em>Dalam Jurnal Geologi Indonesia, Vol.3 <\/em>. UPT Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon- LIPI. <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/66119-ID-pencemaran-air-raksa-hg-sebagai-dampak-p.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/66119-ID-pencemaran-air-raksa-hg-sebagai-dampak-p.pdf<\/a><br>&nbsp;<br><a href=\"http:\/\/oseanografi.lipi.go.id\/dokumen\/oseana_x(3)93-105.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/oseanografi.lipi.go.id\/dokumen\/oseana_x(3)93-105.pdf<\/a><br>&nbsp;<br>Asmadi, dkk. 2009. \u201cPenguranmgan Chrom (Cr) dalam Limbah Cair Industri Kulit pada Proses Tannery Menggunakan Senyawa Alkali Ca(OH)2<sup>, <\/sup>NaOH, dan NaHCO<sup>3<\/sup>, (Studi Kasus PT Trimulyo Kencana Mas Semarang)\u201d. <em>Dalam Pengurangan Chrom(Cr) dalam Limbah Cair Industri Kulit\u2026 Vol. 5. <\/em>Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) dan IPB. <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/243918-none-7a029fd9.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/243918-none-7a029fd9.pdf<\/a><br>&nbsp;<br>Rosyeni Berti Mauna, dkk. \u201cKandungan Kromium (Cr) pada Limbah Cair dan Air Sungai serta Keluhan Kesehatan Masyarakat di Sekitar Industri Elektroplating (Studi di Industri Elektroplating X Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember). Universitas Jember. <a href=\"https:\/\/repository.unej.ac.id\/bitstream\/handle\/123456789\/70983\/Rosyeni%20Berti%20Mauna.pdf;sequence=1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/repository.unej.ac.id\/bitstream\/handle\/123456789\/70983\/Rosyeni%20Berti%20Mauna.pdf;sequence=1<\/a><br>&nbsp;<br>Sutrisno dan Henny Kuntyastuti. 2015. \u201cPengelolaan Cemaran Kadmium pada Lahan Pertanian di Indonesia\u201d <em>dalam Buletin Palawija Vol. 13 No, 1. <\/em><a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/225844-pengelolaan-cemaran-kadmium-pada-lahan-p-4009e2cb.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/225844-pengelolaan-cemaran-kadmium-pada-lahan-p-4009e2cb.pdf<\/a><br>&nbsp;<br><a href=\"https:\/\/simdos.unud.ac.id\/uploads\/file_pendidikan_1_dir\/85b4ff189dadfdaa360ee6200603c0ad.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/simdos.unud.ac.id\/uploads\/file_pendidikan_1_dir\/85b4ff189dadfdaa360ee6200603c0ad.pdf<\/a><br>&nbsp;<br>Putri Budiastuti, dkk. \u201cAnalisis Pencemaran Logam Berat Timbal di Badan Sungai Babon Kecamatan Genuk Semarang\u201d <em>dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4<\/em>. Universitas Diponegoro. <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/107697-ID-analisis-pencemaran-logam-berat-timbal-d.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/107697-ID-analisis-pencemaran-logam-berat-timbal-d.pdf<\/a><br>&nbsp;<br>Novita Sekarwati, dkk. 2015. \u201cDamapk Logam Berat Cu (Tembaga) dan Ag (Perak) pada Limbah Cair Industri Perak Terhadap Kualitas Air Sumur dan Kesehatan Masyarakat serta Upaya Pengendaliannya di Kota Gede Yogyakarta\u201d <em>dalam Jurnal EKOSAINS Vol. VII.<\/em> Universitas Sebelas Maret. <a href=\"https:\/\/pasca.uns.ac.id\/s2ilmulingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2016\/09\/PUBLIKASI-NOVITA.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/pasca.uns.ac.id\/s2ilmulingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2016\/09\/PUBLIKASI-NOVITA.pdf<\/a><br>&nbsp;<br>Istihanah Nurul Eskani dan Ivone de Carlo. \u201cPengolahan Limbah Cair Industri Tembaga\u201d. Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta. <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/59996-ID-pengolahan-limbah-cair-industri-tembaga.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/59996-ID-pengolahan-limbah-cair-industri-tembaga.pdf<\/a><br>&nbsp;<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-984fcb8\" data-block-id=\"984fcb8\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-78a4054\" data-block-id=\"78a4054\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-78a4054-column stk-container stk-78a4054-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-b5c12ef\" id=\"mari-berkolaborasi-bersama-untuk-membuat-dampak-kebaikan-bagi-hutan-dan-masyarakat-indonesia\" data-block-id=\"b5c12ef\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Mari Berkolaborasi Bersama untuk Membuat Dampak Kebaikan bagi Hutan dan Masyarakat Indonesia<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-b2bb65e\" data-block-id=\"b2bb65e\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan adalah <em>startup <\/em>yang bertujuan untuk mempermudah program hijau yang transparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami telah dipercaya 300+ mitra hijau dari UMKM, perusahaan, <em>startup <\/em>dan <em>multinational corporations<\/em> sebagai rekan bisnis mereka.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-d4306ae\" data-block-id=\"d4306ae\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-a426360\" data-block-id=\"a426360\"><style>.stk-a426360 .stk-button{background:#0e533a !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mulai Kolaborasi di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, menjelaskan apa itu limbah dan apa yang dimaksud dengan limbah B3. Limbah sendiri adalah sisa suatu usaha dan\/atau kegiatan. Sementara Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 adalah zat, energi, dan\/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan\/atau jumlahnya, baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[247,252,325],"class_list":["post-4982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-alam","tag-edukasi","tag-pengertian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}