{"id":5022,"date":"2022-12-16T15:09:51","date_gmt":"2022-12-16T08:09:51","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5022"},"modified":"2022-12-19T11:07:02","modified_gmt":"2022-12-19T04:07:02","slug":"tutorial-membuat-pupuk-kompos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tutorial-membuat-pupuk-kompos\/","title":{"rendered":"Mengenal Pupuk Kompos dan Cara Membuatnya (2022)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap aktivitas makhluk hidup menghasilkan limbah yang biasa disebut sampah. Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar yang dapat mencemari lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam skala kecil, limbah rumah tangga yang kita hasilkan setiap harinya ternyata dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan. Yup, apalagi kalau bukan pupuk kompos.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Singkatnya, pupuk kompos terbuat dari bahan-bahan organik atau bahan alami. Untuk membuatnya pun cukup mudah! Lantas bagaimana caranya? Yuk simak ulasan berikut mengenai pupuk kompos!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Pupuk Kompos?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-sih-pupuk-kompos-itu.png\" alt=\"Pengertian pupuk kompos.\" class=\"wp-image-5023\" title=\"\"><figcaption>Sederhananya, pupuk kompos adalah pupuk organik yang terbuat dari sampah-sampah organik.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Harahap (2020), kompos adalah proses yang dihasilkan pada pelapukan (dekomposisi) sisa-sisa bahan organik menjadi bagian-bagian yang terhumuskan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, menurut Suhastyo (2017), kompos adalah sampah organik (bahan-bahan organik) yang telah mengalami pelapukan karena adanya interaksi dengan bakteri pembusuk (mikroorganisme).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk Kompos sendiri merupakan hasil pelapukan dari bahan-bahan yang berasal dari makhluk hidup misalnya kotoran hewan, dedaunan, ranting, dahan, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk kompos sering disebut sebagai pupuk organik karena bahan penyusunnya berasal dari bahan organik. Penggunaan pupuk kompos sama sekali tidak merusak tanah dan sebaliknya bisa memperbaiki kesuburan pada tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-metode-tanam-hidroponik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Itu Hidroponik? Jenis-Jenis hingga Kelebihan dan Kekurangannya! (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pupuk Kompos Terbuat dari Bahan Apa Saja?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti kita ketahui, pupuk kompos termasuk ke dalam jenis pupuk organik. Maka dari itu, bahan-bahan untuk pembuatan kompos pun tidak jauh dari sampah organik, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman sisa atau limbah panen (batang dan tongkol jagung, batang dan daun pisang, jerami dan sekam, daun dan kulit kopi, batang kering sehabis panen dari kacang-kacangan atau umbi-umbian),<\/li><li>Rerumputan, semak belukar, tanaman pelindung (turi, lamtoro, titonia, dan lain-lain),<\/li><li>Limbah organik rumah tangga (kupasan sayuran, sisa buah-buahan, air cucian ikan dan ayam, isi perut ikan dan ayam, dan lain-lain),<\/li><li>Limbah peternakan (kotoran hewan, urin hewan, sisa pakan hewan),<\/li><li>Limbah agroindustri (limbah pabrik gula, limbah kedelai industri tahu dan tempe, kelapa sawit, dan lain-lain),<\/li><li>Kapur pertanian (kulit kerang, terak baja, dolomit).<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya kompos dapat diolah dengan sendirinya (alamiah), tetapi proses tersebut memakan waktu yang sangat lama. Selain bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kompos, bahan dekomposer sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pengomposan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun contoh dekomposer adalah sekam padi, serbuk gergaji, gula pasir, dan air. Selain itu, bonggol pisang, sisa buah-buahan, dan rebung juga dapat digunakan sebagai dekomposer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekam padi berfungsi untuk meningkatkan tekstur kualitas kompos dan mengurangi kelebihan air. Gula pasir berfungsi untuk sumber energi mikroorganisme pengurai. Kemudian, air berfungsi untuk membantu kelembaban tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jika kamu ingin lebih <em>simple<\/em>, kini sudah banyak dekomposer yang dijual di toko-toko pertanian sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Manfaat Pupuk Kompos?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Manfaat-pupuk-kompos.jpg\" alt=\"Macam-macam manfaat pupuk kompos.\" class=\"wp-image-5079\" title=\"\"><figcaption> Memangnya, pupuk kompos untuk apa<em> sih<\/em>? <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk kompos memang berasal dari bahan organik yang sudah menjadi sampah (tidak dimanfaatkan lagi). Akan tetapi, bukan berarti sampah tersebut tidak bisa diolah dan memberikan manfaatnya bagi lingkungan sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk kompos sendiri seharusnya bisa menjadi solusi alternatif yang efektif. Mengingat, pupuk kompos memiliki manfaat antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan,<\/li><li>Memperbesar daya ikat tanah berpasir,<\/li><li>Meningkatkan daya ikat tanah dengan unsur hara dan air,<\/li><li>Memperbaiki drainase tanah,<\/li><li>Mengandung banyak unsur hara bagi tanaman,<\/li><li>Membantu proses pelapukan bahan mineral,<\/li><li>Memasok bahan makanan untuk mikroba,<\/li><li>Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Syarat-Syarat Membuat Pupuk Kompos<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan organik tidak bisa digunakan langsung oleh tanaman, harusnya dikomposkan dulu atau diuraikan sehingga tanaman dapat menyerap unsur hara yang dikandungnya. Syarat-syarat pembuatan kompos menurut Setyorini (2006) adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Ukuran bahan mentah<\/strong>, semakin kecil ukuran bahannya maka makin cepat diuraikan.<\/li><li><strong>Suhu dan ketinggian bahan<\/strong>, makin tinggi bahan timbunan maka semakin baik, sehingga panas yang dihasilkan makin tinggi dan bakteri akan bekerja secara optimum.<\/li><li><strong>Nisbah C\/N<\/strong>, mikroorganisme di dalam tanah yang bekerja memerlukan karbon dan nitrogen untuk membentuk protein. Rasio C\/N yang diperlukan antara 20-40, tidak bisa kurang maupun lebih karena akan mengganggu proses dekomposisi.<\/li><li><strong>Kelembapan<\/strong>, timbunan kompos harus selalu dalam kondisi yang lembap dengan kandungan lengas antara 50-60%. Jika kelebihan air akan memperkecil volume udara dan kekurangan air mengakibatkan proses dekomposisi berhenti<\/li><li><strong>Aerasi<\/strong>, proses dekomposisi sangat membutuhkan oksigen jadi diperlukan proses pembalikan timbunan bahan kompos untuk mengatur pasokan oksigen bagi mikroorganisme tanah.<\/li><li><strong>Nilai pH,<\/strong> pH untuk kompos biasanya berkisar 5,5-8,0.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Membuat Pupuk Kompos?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tutorial-membuat-pupuk-kompos.jpg\" alt=\"Cara membuat pupuk kompos.\" class=\"wp-image-5082\" title=\"\"><figcaption> Membuat pupuk kompos cukuplah mudah, tentu kamu bisa mencobanya di rumah! <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alat dan bahan dalam pembuatan pupuk kompos penting untuk dipersiapkan terlebih dahulu. Alat yang diperlukan dalam membuat pupuk kompos antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Parang\/pisau\/sabit untuk mencacah bahan kompos menjadi kecil-kecil,<\/li><li>Sekop untuk mengumpulkan bahan, mengaduk, membalikkan bahan kompos,<\/li><li>Ember untuk menyiram air pada tumpukan bahan,<\/li><li>Plastik untuk menutup bahan kompos saat proses sedang terjadi,<\/li><li>Termometer untuk mengukur suhu,<\/li><li>Ayakan dan karung penyimpan bahan untuk menyaring dan menyimpan kompos siap pakai,<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lokasi pembuatan kompos sebaiknya pada tempat yang teduh, ada penutup seperti atap. Jika tidak ada tempat khusus untuk pengomposan, maka bisa dilakukan dibawah pohon yang rindang dan ditutup dengan terpal selama proses pengomposan berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk kompos terbuat dari bahan alami seperti dedaunan, kotoran hewan, limbah organik rumah tangga yang melalui proses pengomposan. Proses dalam membuat kompos dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pemilahan sampah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilahan sampah dilakukan untuk memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Bahan organik yang seragam akan matang secara merata dengan kualitas pupuk yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ukuran bahan dasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan dasar harus dipotong kecil-kecil atau dicacah agar mempercepat proses mengurai oleh organisme di tanah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyusunan bahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah bahan-bahan dikumpulkan sesuai dengan kriterianya, maka langkah berikutnya adalah melakukan penyusunan bahannya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Bahan organik dicacah menjadi kecil-kecil, apabila terdapat limbah panen, semak, atau rerumputan dapat dicacah dengan ukuran 25-50 cm,<\/li><li>Potongan kecil-kecil bahan organik disusun dengan rapi setebal 30-50 cm,<\/li><li>Taburkan kapur pertanian di atas kotoran ternak secukupnya secara merata,<\/li><li>Di atas permukaan kotoran ternak dan kapur, disusun kembali potongan bahan organik, dan seterusnya hingga berlapis-lapis mencapai ketinggian 1,5 metem,<\/li><li>Lakukan penyiraman dengan air secukupnya,<\/li><li>Kompos ditutup dengan plastik untuk mempercepat proses pembusukan,<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pembalikan dan penyiraman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembalikan kompos dilakukan satu minggu sekali hingga kompos dirasa sudah matang. Lapisan kompos yang semula berada di atas diletakkan di bawah, dan begitu pula sebaliknya. Setelah pembalikan kompos ditutup sedia kala dan dilakukan penyiraman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pematangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah minggu keempat bahan organik makin lama akan hancur dan menyusut. Proses pematangan bahan kompos akan beriringan dengan menurunnya suhu hingga mendekati suhu ruang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Pemanenan kompos<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil kompos yang sudah matang dapat digunakan secara langsung untuk kegiatan pertanian, perawatan tanaman, dan lainnya. Hasil kompos tidak seluruhnya memiliki ukuran yang sama, maka dapat dilakukan penyaringan untuk memisahkan bahan-bahan berdasarkan ukurannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Pengemasan dan Penyimpanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kompos yang telah disaring dapat disimpan di tempat yang aman (terlindung dari sinar matahari, jamur, gulma, dan terkena hujan). Jika kompos masih akan disimpan maka kadar airnya diturunkan hingga dibawah 50%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/serba-serbi-tumpang-sari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tumpang Sari, Solusi Keterbatasan Lahan Saat Ini (2022)  <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cukup mudah bukan cara membuat pupuk kompos. Setelah mengetahui cara pembuatan pupuk kompos, apakah kalian ingin mencobanya di rumah? <em>So<\/em>, tunjukkan aksi nyata kalian bagi kelestarian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CgqLqowPgXK\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CgqLqowPgXK\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CgqLqowPgXK\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1671176933922\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Waktu membuat kompos berapa lama?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Dibutuhkan waktu 1-2 bulan tergantung pada bahan dasar yang digunakan<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1671176957705\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa ciri kompos yang sudah matang?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Bahan organik telah hancur (halus dan remah), berwarna coklat tua atau kehitaman, kompos tidak panas, kompos tidak berbau busuk.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1671176973919\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa ciri Kompos yang baik?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Berwarna coklat kehitaman,bertekstur remah, tidak mudah larut dalam air, tidak berbau busuk namun berbau seperti tanah.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-7f02fa2\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"7f02fa2\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-b7b74d3\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"b7b74d3\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-35db9be\" data-block-id=\"35db9be\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-cad6336\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"cad6336\"><p class=\"stk-block-text__text\">Harahap R, Gusmeizal, Pane E. 2020. Efektifikatas Kombinasi Pupuk Kompos Kubis-Kubisan (Brassicaceae) dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang terhadap Produksi Kacang Panjang (<em>Vigna sinensis<\/em> L.) Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA). 2(2) : 135-143. <a href=\"https:\/\/jurnalmahasiswa.uma.ac.id\/index.php\/jiperta\/article\/view\/334\/pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/jurnalmahasiswa.uma.ac.id\/index.php\/jiperta\/article\/view\/334\/pdf<\/a>&nbsp;<br><br>Latifah S, Tobing MC, Martial T. 2014. Pupuk Organik Kompos. Medan (ID) : CV Kiswatech.<br><br>Suhastyo AA. 2017. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. 1(2) : 63-68.<br><br>Yovita. 2001. Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta : Penebar Swadaya.<a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?hl=id&amp;lr=&amp;id=Qg1hCgAAQBAJ&amp;oi=fnd&amp;pg=PP1&amp;dq=cara+membuat+kompos&amp;ots=T0_GBw6Ubq&amp;sig=Ns2_WdHxcu1BRL_md3i4oOjf_F4&amp;redir_esc=y#v=onepage&amp;q=cara%20membuat%20kompos&amp;f=false\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> https:\/\/books.google.co.id\/books?hl=id&amp;lr=&amp;id=Qg1hCgAAQBAJ&amp;oi=fnd&amp;pg=PP1&amp;dq=cara+membuat+kompos&amp;ots=T0_GBw6Ubq&amp;sig=Ns2_WdHxcu1BRL_md3i4oOjf_F4&amp;redir_esc=y#v=onepage&amp;q=cara%20membuat%20kompos&amp;f=false<\/a><br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-11a4824\" data-block-id=\"11a4824\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/ana-salsabila99\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-6800542\" data-block-id=\"6800542\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-6800542-column stk-container stk-6800542-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-286c4f8\" id=\"ambil-langkah-nyata-dengan-menanam-pohon-bersama-lindungi-hutan-hanya-10-ribu-rupiah\" data-block-id=\"286c4f8\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-b2b1049\" data-block-id=\"b2b1049\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan telah dipercata 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-4935669\" data-block-id=\"4935669\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-09bb05d\" data-block-id=\"09bb05d\"><style>.stk-09bb05d .stk-button{background:#0f6344 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Mulai Langkahmu di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap aktivitas makhluk hidup menghasilkan limbah yang biasa disebut sampah. Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar yang dapat mencemari lingkungan. Dalam skala kecil, limbah rumah tangga yang kita hasilkan setiap harinya ternyata dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan. Yup, apalagi kalau bukan pupuk kompos. Singkatnya, pupuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[252,51,488],"class_list":["post-5022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-edukasi","tag-flora","tag-kompos"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5022"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5022\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}