{"id":5154,"date":"2022-12-26T19:10:47","date_gmt":"2022-12-26T12:10:47","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5154"},"modified":"2025-01-24T07:31:58","modified_gmt":"2025-01-24T00:31:58","slug":"mengenal-apa-itu-jejak-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-apa-itu-jejak-karbon\/","title":{"rendered":"Apa itu Jejak Karbon? Penyebab, Dampak dan Cara Menguranginya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini diperbaharui pada 23 Januari 2025 dan di-review oleh <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muthi-ah-aini-rahmi-277a17139\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muthi&#8217;ah Aini Rahmini,<\/a> Tim Rnd dan Product LindungiHutan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah Anda bahwa aktivitas sehari-hari yang kita jalani berpotensi meninggalkan jejak karbon? Apakah Anda juga tahu jika jejak karbon tersebut adalah sebab utama terjadinya perubahan iklim?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum jauh membahas apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak karbon, tentunya kita perlu memahami apa itu jejak karbon. Ibarat kata, untuk menang, kamu harus bisa mengenali musuhmu terlebih dahulu <em>nih<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Jejak Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian <em>carbon footprint<\/em> menurut Wiedman dan Minx (2008) adalah ukuran dari jumlah total emisi karbondioksida secara langsung maupun tidak langsung yang disebabkan oleh suatu kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan menurut Ardinsyah (2009) jejak karbon adalah suatu ukuran dari aktivitas manusia yang menimbulkan dampak kepada lingkungan, yang diukur dari seberapa banyak gas rumah kaca yang dihasilkan, biasanya dihitung dengan unit CO<sub>2<\/sub>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, jejak karbon atau <em>carbon footprint <\/em>adalah akumulasi jumlah gas-gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia. Baik itu secara individu, keluarga, atau kelompok manusia yang lebih besar. Mengingat, beberapa aktivitas manusia seperti pembakaran gas, minyak, dan batubara melepaskan karbon dioksida (CO<sub>2<\/sub>) ke atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ebook Gratis: Panduan Perdagangan Karbon di Indonesia \ud83c\udf31<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari kebijakan, mekanisme, dan cara berpartisipasi di pasar karbon untuk mengurangi emisi dan mendukung ekonomi hijau. Cocok untuk pengusaha dan pembuat kebijakan. <strong><a href=\"https:\/\/lynk.id\/lindungihutan\/lmx7Y11\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Unduh sekarang gratis dengan klik &#8220;Buy Now&#8221;!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Arisandi, setiap tahunnya konsentrasi karbon dioksida di udara terus mengalami peningkatan, di mana secara otomatis hal tersebut menyebabkan suhu bumi juga meningkat (Arisandi, 2011, dalam Wiratama dkk, 2016). Pendek kata, semakin tingginya aktivitas yang kita lakukan, maka makin tinggi jejak karbon yang kita tinggalkan.<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Unduh-Booklet-Pemanasan-Global.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of Unduh-Booklet-Pemanasan-Global.\"><\/object><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Unduh-Booklet-Pemanasan-Global.pdf\">Unduh-Booklet-Pemanasan-Global<\/a><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Unduh-Booklet-Pemanasan-Global.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download>Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa saja aktivitas keseharian kita yang menyumbang karbon dan bagaimana cara menguranginya? Berikut penjelasan lengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengungkapan-emisi-karbon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab dan Cara Mengurangi Jejak Karbon (Carbon Footprint)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jejak karbon berasal dari berbagai sektor-sektor kehidupan yang mana setiap sektor menghasilkan <em>carbon footprint<\/em> yang berbeda-beda. Di antara sektor-sektor tersebut, sektor rumah tangga menjadi salah satu penghasil emisi signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data tahun 2021 oleh Institute for Essential Service Reform (IESR), sektor rumah tangga di Indonesia menyumbang 3,8% karbon CO<sub>2<\/sub> langsung, serta 20,7% karbon CO<sub>2 <\/sub>tidak langsung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akumulasi jumlah emisi yang dihasilkan adalah 0,58 ton CO<sub>2<\/sub>\/kapita, di mana jumlah tersebut jauh dari rata-rata angka dari aksi iklim menuju <em>net zero <\/em>(Rusyda Al Latifa, 2022)<em>.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, melansir dari <em>theconversation.com, <\/em>di Kanda, aktivitas rumah tangga masyarakatnya menghasilkan 42% emisi gas rumah kaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas-aktivitas rumah tangga yang termasuk jejak karbon adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Konsumsi Makanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengonsumsi makanan dengan proses produksi yang panjang seperti produk susu dan daging ternyata menyumbang emisi yang sangat tinggi. Kontribusi emisi dari kegiatan produksi pangan tersebut bahkan mencapai 83%. Itu jauh lebih rendah dibanding dengan kegiatan transportasi pangan yang menyumbang sekitar 11% emisi (Greg McDermid, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karenanya, cara mengurangi jejak karbon untuk masalah ini adalah dengan mengurangi konsumsi daging dan produk susu. Memilih konsumsi makanan lokal dan mengurangi konsumsi pangan impor juga dapat memangkas emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Transportasi yang Kita Gunakan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas kita ternyata berkontribusi dalam menyumbang jejak karbon. Selain jenis kendaraan, bahan bakar yang digunakan, serta jarak yang ditempuh juga menjadi faktor penentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2023\/03\/20\/transportasi-sumber-utama-emisi-gas-rumah-kaca-dki-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laporan Inventarisasi Profil Emisi Gas Rumah Kaca DKI Jakarta tahun 2019<\/a>, selama periode 2010-2018 sektor transportasi di ibu kota menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan kisaran 7,5 juta ton sampai 13,3 juta ton ekuivalen karbon dioksida (CO2e) per tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakta tersebut seharusnya cukup untuk membuat publik sadar akan besarnya pengaruh pilihan moda transportasi terhadap besarnya jejak karbon. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun, cara yang paling mudah untuk mengurangi emisi di sektor transportasi dengan memakai angkutan umum jika jarak yang dituju cukup jauh, dan memakai sepeda jika tempat tujuan dekat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila perjalanan mengharuskan membawa kendaraan pribadi gunakanlah kendaraan yang konsumsi bahan bakarnya tidak boros.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bagaimana Kita Menggunakan Energi Listrik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemajuan teknologi memang membuat kehidupan sehari-hari kita semakin mudah. Terutama dengan ditemukannya alat-alat teknologi yang seolah tidak ada habisnya. Sayangnya, kemudahan yang kita dapatkan harus dibayar mahal dengan emisi karbon yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2021\/05\/28\/listrik-sumber-emisi-karbon-terbesar-pada-2020\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laman databoks<\/a>, Badan Energi Internasional (IEA) mencatat bahwa pada tahun 2020 total emisi karbon dioksida CO2 mencapai 33,9 gigaton (Gt). Dari jumlah tersebut, sekitar 13,5 Gt berasal dari sektor listrik dan pemanas, menjadikannya sebagai kontributor terbesar dibandingkan dengan sumber emisi l<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk itu, menggunakan listrik secara bijak dengan mematikannya saat tidak digunakan sangat membantu mengurangi jejak karbon. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara kontinu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Negatif Jejak Karbon (Carbon Footprint)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang telah dipaparkan di atas, jejak karbon yang dihasilkan oleh kegiatan manusia menyebabkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terus meningkat. Peningkatan konsentrasi CO<sub>2<\/sub> tersebut berdampak pada perubahan iklim atau pemanasan global.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini perubahan iklim memang menjadi permasalahan paling serius. Meskipun rentetan dampaknya semakin nyata dan begitu mengerikan, tahun ke tahun bumi terus mengalami peningkatan suhu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keadaan semakin diperparah dengan kerusakan hutan yang juga mengalami percepatan. Jika kondisi demikian terus terjadi, kelaparan, cuaca ekstrem, bencana, muncul wabah-wabah baru, penurunan sumber daya alam, dan puncaknya adalah terjadinya kepunahan massal benar-benar akan terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, berdasarkan analisis FAO dalam <a href=\"https:\/\/bspjisamarinda.kemenperin.go.id\/PPID\/prosiding-semnas3.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Karahayon., <em>et all.<\/em> (32:2022<\/a>) bahwa 34 dari 51 negara yang mengalami krisis pangan akibat peruabahan iklim ekstrem. Adapun, pengaruh yang dimaksud berupa kekeringan, banjir, siklon, jeda hujan, curah hujan tidak menentu, dan awal musim hujan terlambat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung Emisi Karbon Scope 1 2 3<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ghivarly Addarquthni, ESG Specialist di East Ventures, dalam webinar online Green Skilling yang bertajuk<em> &#8220;Simplifying Greenhouse Gas (GHG) Calculations and Reporting for Finance Professionals,&#8221;<\/em> menyoroti pentingnya upaya dekarbonisasi yang melibatkan berbagai sektor, termasuk kontribusi nyata dari pihak perusahan.  <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GHG Protocol mengklasifikasikan emisi ke dalam tiga kategori yaitu scope 1, 2, dan 3 emission, yang masing-masing mencakup sumber emisi berbeda sesuai dengan aktivitas operasional perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Green Skilling#13: Simplifying Greenhouse Gas Calculations and Reporting for Finance Professionals\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZhrhE0ntLPQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jejak Karbon Scope 1: Emisi Langsung dari Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scope 1 dalam perhitungan jejak karbon mencakup emisi langsung dari fasilitas seperti kantor, pabrik, dan kendaraan operasional perusahaan. Emisi ini berasal dari penggunaan bahan bakar, seperti bensin atu diesel, yang digunakan dalam operasional sehari-hari dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jejak Karbon Scope 2: Emisi dari Penggunaan Energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scope 2 dalam perhtingan jejak karbon mencakup emisi tidak langsung dari energi yang digunakan perusahaan, seperti listrik untuk operasional kantor, fasilitas, dan sistem pendingin yang bersumber dari penyedia energi seperti PLN. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jejak Karbon Scope 3: Emisi dari Rantai Nilai Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scope 3 dalam perhitungan jejak karbon mencakup emisi tidak langsung dari seluruh rantai nilai perusahaan, baik di hulu (supply chain) seperti proses pengadaan bahan baku, maupun di hilir, seperti emisi yang dihasilkan saat produk digunakan oleh konsumen akhir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/carbon-footprint-scopes-1-2-dan-3-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Carbon Footprint Scopes 1, 2, dan 3, Contoh serta Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panduan Mengurangi Jejak Karbon: Hitung dengan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin terbesit dipikiran, berapa banyak ya jejak karbon yang dihasilkan oleh aktivitas harian kita?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Imbangi Anda bisa menghitung jejak karbon yang dihasilkan dari berbagai jenis aktivitas yang dilakukan. Imbangi menyediakan beberapa kategori perhitungan karbon mulai dari bahan bakar industri, kendaraan, konsumsi listrik wilayah, peralatan listrik, hingga pendingin ruangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara menghitungnya mudah, cukup masukkan data yang dibutuhkan dan hasilnya bisa langsung Anda ketahui.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-feature stk-block-feature stk-block stk-89fd8af is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"89fd8af\"><style>.stk-89fd8af {--stk-feature-flex-wrap:nowrap !important;}<\/style><div class=\"stk-content-align stk-89fd8af-column stk-container stk-89fd8af-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content stk-row\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-d3beeb4\" data-v=\"4\" data-block-id=\"d3beeb4\"><style>.stk-d3beeb4 {align-self:center !important;}@media screen and (min-width: 768px){.stk-d3beeb4 {flex:var(--stk-flex-grow, 1) 1 calc(41.8% - var(--stk-column-gap, 0px) * 1 \/ 2 ) !important;}}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-d3beeb4-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks stk-d3beeb4-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Coba Kalkulator Jejak Karbon Imbangi!<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-a324241\" data-block-id=\"a324241\"><style>.stk-a324241 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}@media screen and (max-width: 1023px){.stk-a324241 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}@media screen and (max-width: 767px){.stk-a324241 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}<\/style><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-64c563b\" data-block-id=\"64c563b\"><style>.stk-64c563b .stk-button{background:#005e4e !important;border-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Coba Imbangi GRATIS <\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-c47bd50\" data-v=\"4\" data-block-id=\"c47bd50\"><style>.stk-c47bd50 {align-self:center !important;}@media screen and (min-width: 768px){.stk-c47bd50 {flex:var(--stk-flex-grow, 1) 1 calc(58.2% - var(--stk-column-gap, 0px) * 1 \/ 2 ) !important;}}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-c47bd50-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks stk-c47bd50-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-9654e53\" data-block-id=\"9654e53\"><style>.stk-9654e53 .stk-img-wrapper{width:85% !important;height:319px !important;}<\/style><figure><span class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-10927\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-.webp\" width=\"768\" height=\"576\" alt=\"Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-\" title=\"\"><\/span><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalkulator jejak karbon Imbangi juga memungkinkan Anda menebus (<em>offsetting<\/em>) besar jejak karbon yang dihasilkan. Setelah mengetahui jumlah emisi yang dihasilkan selanjutnya Anda bisa melakukan carbon offsetting dengan menanam pohon mangrove bersama LindungiHutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas kita tidak akan lepas dari menghasilkan jejak karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, kita masih punya kesempatan untuk berkontribusi menguranginya. Langkah kecil untuk menyelamatkan bumi yang bisa dimulai dari diri, dan rumah kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kelebihan-kalkulator-jejak-karbon-imbangi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Kelebihan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-ac99e9a is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"ac99e9a\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-ac99e9a-column stk-container stk-ac99e9a-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-ac99e9a-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 900 RIBU Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Pohon di Indonesia Bersama 500+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-1761342\" data-block-id=\"1761342\"><style>.stk-1761342 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}@media screen and (max-width: 1023px){.stk-1761342 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}@media screen and (max-width: 767px){.stk-1761342 .stk-button-group{flex-direction:row !important;}}<\/style><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-a74d6e1\" data-block-id=\"a74d6e1\"><style>.stk-a74d6e1 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-389f523\" data-block-id=\"389f523\"><style>.stk-389f523 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/corporatree\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Jalin Kerja Sama <\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a0429e4\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"a0429e4\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-618ce1b stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"618ce1b\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-61a0c8a\" data-block-id=\"61a0c8a\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-eb0dbaf stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"eb0dbaf\"><p class=\"stk-block-text__text\">Ardiansyah. 2009. Daya rosot karbondioksida oleh beberapa jenis tanaman hutan kota di Kampus IPB Darmaga [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.<br><br>Greg McDermid, J. A. (2020, Januari 28). <em>5 Cara Kita Bisa Bantu Menyelesaikan Masalah Krisis Iklim dari Rumah<\/em>. Dipetik Desember 17, 2022, dari The Conversation: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/5-cara-kita-bisa-bantu-menyelesaikan-masalah-krisis-iklim-dari-rumah-130376\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/theconversation.com\/5-cara-kita-bisa-bantu-menyelesaikan-masalah-krisis-iklim-dari-rumah-130376<\/a><br><br>I Gusti Ngurah Made Wiratama, I. M. (2016). Jejak Karbon Konsumsi LPG dan Listrik Pada Aktivitas Rumah Tangga di Kota Denpasar, Bali. <em>Ecotrophic, 10<\/em>(1), 68-74. Dipetik Desember 17, 2022, dari <a href=\"https:\/\/garuda.kemedikbud.go.id\/documents\/detail\/1371707\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/garuda.kemedikbud.go.id\/documents\/detail\/1371707<\/a><br><br>Rusyda Al Latifa, K. E. (2022, Juli). Faktor Rumah Tangga Yang Mempengaruhi Emisi co2 di Kelurahan Jodipan, Kota Malang. <em>Planning for Urban Region and Environment, 11<\/em>(3), 89-100. Dipetik Desember 17, 2022, dari <br><br>Tempo, P. D. (2022). <em>Penemuan Inovatif Tiap Negara Kurangi Emisi Karbon.<\/em> Jakarta: Tempo Publishing. Dipetik Desember 17, 2022, dari http:\/\/webadmin.ipusnas.id\/ipusnas\/publications\/books\/196507\/<br><br>Wiedmann, T. &amp; Minx, J. 2008. A Definition of &#8216;Carbon Footprint&#8217;. C. C. Pertsova, Ecological Economics Research Trends. Chapter 1, pp. 1-11., Hauppauge NY: Nova Science Publishers.<br><br>Wijaya, E. B. (2022). <em>Pajak Karbon: Belajar dari Swedia dan Finlandia.<\/em> Indramayu, Jawa Barat, Indonesia: CV. Adanu Abimata. Dipetik Desember 17, 2022, dari http:\/\/webadmin.ipusnas.id\/ipusnas\/publications\/books\/1983300\/<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-37b639b\" data-block-id=\"37b639b\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Maswanajih<\/a> dan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/ana-salsabila\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini diperbaharui pada 23 Januari 2025 dan di-review oleh Muthi&#8217;ah Aini Rahmini, Tim Rnd dan Product LindungiHutan Tahukah Anda bahwa aktivitas sehari-hari yang kita jalani berpotensi meninggalkan jejak karbon? Apakah Anda juga tahu jika jejak karbon tersebut adalah sebab utama terjadinya perubahan iklim?&nbsp; Sebelum jauh membahas apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":12109,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[880],"tags":[247,252,496,761,497,780,1692,41],"class_list":["post-5154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-emisi-karbon","tag-alam","tag-edukasi","tag-emisi","tag-emisi-karbon","tag-jejak-karbon","tag-kalkulator-jejak-karbon","tag-kalkulator-jejak-karbon-imbangi","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5154\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}