{"id":5260,"date":"2023-01-09T14:21:17","date_gmt":"2023-01-09T07:21:17","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5260"},"modified":"2024-04-26T04:06:25","modified_gmt":"2024-04-25T21:06:25","slug":"mengenal-karbon-monoksida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-karbon-monoksida\/","title":{"rendered":"Karbon Monoksida: Penyebab hingga Dampak bagi Kesehatan dan Lingkungan (Update 2024)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel di-review oleh <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/muthi-ah-aini-rahmi-277a17139\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muthi&#8217;ah Aini Rahmi<\/a>, Tim Rnd dan Product LindungiHutan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>World Health Organization<\/em> (WHO) menyebutkan bahwa permasalahan utama dalam pencemaran lingkungan adalah polusi udara, termasuk karbon monoksida salah satu penyebabnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari Betahita, sebagai <em>silent killer, <\/em>polusi udara dapat mengurangi kehidupan manusia di bumi rata-rata sebesar dua tahun. Beberapa kota di Indonesia dinilai memiliki kualitas udara yang buruk dan dapat memperpendek usia manusia hingga 6,4 tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis baru mengenai indeks Udara Kualitas Kehidupan (AQLI), yang dihasilkan oleh Energy Policy Institute at the University Chicago (EPIC), menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia dapat kehilangan 1,2 tahun dari harapan hidupnya lantaran kualitas udara yang tidak memenuhi pedoman WHO untuk polusi partikulat halus (AQLI Air Quality Life Index).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan tanpa alasan, mengutip dari laman National Geographic Indonesia, pada tahun 2015 polusi udara menyebabkan 8,8 juta kematian dini. Sementara itu, HIV\/AIDS menyebabkan 1 juta kematian dan parasit serta penyakit yang menular seperti malaria mengakibatkan sekitar 600.000 kematian <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu penyebab polusi udara adalah gas pembuangan dari kendaraan bermotor. Tidak dapat dimungkiri, mayoritas masyarakat di Indonesia mobilitasnya menggunakan kendaraan bermotor. Alhasil, meningkatkan salah satu polutan di udara yaitu CO atau karbon monoksida.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, mengapa gas monoksida berbahaya? Seperti apa gangguan kesehatan apabila terpapar karbon Monoksida ini? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Video Penjelasan tentang Karbon Monoksida dan Beberapa Highlight<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Apa Itu Karbon Monoksida?\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yUtN8u-qAoc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Karbon monoksida adalah gas berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor tanpa bau atau warna.<\/em><\/li><li><em>Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya karbon monoksida seperti proses pembakaran kendaraan bermotor, pembakaran fosil minyak bumi, asap rokok, dan lain sebagainya.<\/em><\/li><li><em>Jelas, gas karbon monoksida yang tinggi menyebabkan penurunan kualitas udara yang berdampak bagi kesehatan manusia.<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-blue-carbon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Blue Carbon, Manfaat, dan Elemen Karbon Ekosistem Karbon Biru<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah yang Dimaksud dengan Karbon Monoksida?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbon monoksida adalah salah satu gas yang berasal dari pembuangan kendaraan bermotor. Gas monoksida tidak memiliki bau dan warna, tetapi sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia dalam jumlah yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena gas CO tidak berbau, biasanya gas CO terhirup bersamaan dengan gas lainnya. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah -192\u00b0C. Di kota besar dengan lalu lintas yang padat menghasilkan gas CO yang tinggi dibanding di pedesaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Booklet-perubahan-iklim-dan-gas-rumah-kaca.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of Embed of Booklet-perubahan-iklim-dan-gas-rumah-kaca..\"><\/object><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Booklet-perubahan-iklim-dan-gas-rumah-kaca.pdf\">Booklet-perubahan-iklim-dan-gas-rumah-kaca<\/a><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Booklet-perubahan-iklim-dan-gas-rumah-kaca.pdf\" class=\"wp-block-file__button\" download>Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Menyebabkan Terjadinya Karbon Monoksida?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbon monoksida berasal dari proses pembakaran kendaraan bermotor. Menurut BPS, pada tahun 2018-2021 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor (Sepeda motor, bis, mobil barang, dan mobil penumpang) di Indonesia adalah 126.508.776 dan pada tahun 2021 menjadi 141.992.573. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dari pembakaran kendaraan bermotor, gas CO berasal dari pembakaran fosil minyak, batu bara, dan gas dalam jumlah besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gas CO juga disebabkan oleh pemanas ruangan dengan bahan bakar minyak tanah, asap rokok, asap dari industri, pembakaran hutan, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-feature is-style-default stk-block-feature stk-block stk-7e8f0ad\" data-block-id=\"7e8f0ad\"><div class=\"stk-content-align stk-7e8f0ad-column stk-container stk-7e8f0ad-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content stk-row\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-04186f3\" data-block-id=\"04186f3\"><style>.stk-04186f3{align-self:center !important}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-04186f3-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-c2aea14\" id=\"span-style-color-005-e-4-e-class-stk-highlight-berapa-jejak-karbon-yang-kamu-hasilkan-hari-ini-span\" data-block-id=\"c2aea14\"><h2 class=\"stk-block-heading__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Berapa Jejak Karbon yang Kamu Hasilkan Hari Ini?<\/span><\/h2><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-c427e14\" data-block-id=\"c427e14\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Hitung besar emisi karbon sekarang juga dengan menggunakan kalkulator jejak karbon Imbangi. Menggunakan Imbangi, kamu bisa menghitung besar emisi karbon dari penggunaan kendaraan, listrik, dan peralatan elektronik lainnya.<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-372aa74\" data-block-id=\"372aa74\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-5474864\" data-block-id=\"5474864\"><style>.stk-5474864 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-5474864 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\/jejak-karbon?_ga=2.152554873.1389112014.1699858157-2108023792.1693180101\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Coba GRATIS Imbangi di Sini!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-3150782\" data-block-id=\"3150782\"><style>.stk-3150782{align-self:center !important}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-3150782-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-4e37d4c\" data-block-id=\"4e37d4c\"><style>.stk-4e37d4c .stk-img-wrapper{width:100% !important;height:368px !important}<\/style><figure class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-7831\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi.jpg\" width=\"800\" height=\"600\" alt=\"Kalkulator jejak karbon Imbangi.\" title=\"\"><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Bahayanya Karbon Monoksida dalam Tubuh?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gas monoksida yang berasal dari pembakaran sangat berbahaya dan berakibat fatal untuk kesehatan. Gas CO mengikat hemoglobin (Hb) sehingga menyebabkan karboksihemoglobin (COHb) pada darah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengikat hemoglobin, ikatan karbon monoksida&nbsp; (CO) lebih kuat dibanding ikatan oksigen (O<sup>2<\/sup>). Ikatan CO lebih lama mengikat Hb dibanding O<sup>2<\/sup> yang lebih mudah melepaskan dari Hb. Akibatnya ikatan hemoglobin dengan oksigen akan semakin sedikit. Jadi, paparan gas CO secara terus-menerus ternyata dapat memengaruhi kadar COHb pada darah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghirup gas CO dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan beberapa penyakit bahkan kematian. Apa saja penyakit yang timbul apabila kita terpapar gas CO?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penyakit Jantung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbon monoksida yang terhirup secara terus-menerus menyebabkan serangan jantung, jantung koroner, dan penyakit kardiovaskuler lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Wang Y dkk 2020, efek peningkatan kadar CO di dalam tubuh dapat meningkatkan <em>Year of Life Lost<\/em> (YLL). YLL adalah ukuran kematian dini pada masyarakat yang memperhitungkan antara frekuensi kematian dan usia terjadinya kematian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penyakit Paru-paru<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paparan gas CO secara singkat dapat mengakibatkan penyakit bronkitis, terutama pada laki-laki usia lanjut. Orang dengan riwayat merokok menyebabkan gangguan pada fungsi paru sekitar 62% (Premana dan Griandhi 2017).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga paparan dari gas CO, meningkatkan terjadinya bronkitis dan D<em>elayed Encephalopathy After Acute Carbon Monoxide Poisoning<\/em> (DEACMP).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Efek pada Ibu Hamil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibu hamil yang terpapar karbon monoksida rentan mengalami BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Menurut penelitian paparan asap rokok memiliki risiko 2,353 kali lebih besar mengakibatkan ibu hamil mengalami BBLR (Hasriyani dkk 2018).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai perokok pasif tentunya sangat membahayakan ibu hamil, apalagi jika ibu hamil terpapar gas CO lebih dari 7 jam setiap harinya (Nur 2018). Gangguan lain pada ibu hamil yaitu kematian janin, komplikasi jangka pendek, gangguan perkembangan, dan lesi otak kronis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paparan asap rokok lebih dari 3 jam setiap harinya dapat menyebabkan efek stunting pada balita (Humairoh dkk 2021).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Nevers (2000), efek gas CO yang ada di dalam tubuh manusia dapat dilihat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>% CO dalam Darah&nbsp;(dalam Bentuk COHb)<\/td><td>Efek Bagi Tubuh<\/td><\/tr><tr><td>0,3-0,7<\/td><td>Gangguan psikologi seperti pada perokok<\/td><\/tr><tr><td>2,5-3,0<\/td><td>Gangguan dan kerusakan fungsi jantung: aliran darah, perubahan konsentrasi sel darah merah, dan tekanan darah&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>4,0-6,0<\/td><td>Berkurangnya kesiagaan, penglihatan, penurunan energi untuk kerja maksimum<\/td><\/tr><tr><td>6,0-8,0&nbsp;<\/td><td>Terjadinya gejala seperti pada perokok, perokok memproduksi lebih banyak sel darah merah dari pada bukan perokok untuk mengimbanginya<\/td><\/tr><tr><td>10,0-20,0<\/td><td>Sakit kepala berlebihan, tidak bertenaga, lesu, potensi kerusakan pada janin, pembesaran sel darah pada kulit, dan penglihatan tidak normal<\/td><\/tr><tr><td>20,0-30,0&nbsp;<\/td><td>Ketidaknormalan keterampilan individu, mual, sakit kepala<\/td><\/tr><tr><td>30,0-40,0<\/td><td>Kelemahan otot, muntah, mual, pandangan mata gelap, mudah emosi, timbul sifat pemberontak, dan sakit kepala hebat<\/td><\/tr><tr><td>40,0-60,0<\/td><td>Pingsan, tertawa yang berlebihan, koma<\/td><\/tr><tr><td>60,0-70,0<\/td><td>Koma, berhentinya aktivitas jantung dan pernapasan, beberapa terjadi kematian<\/td><\/tr><tr><td>Lebih dari 70,0<\/td><td>Kematian<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel efek gas karbon monoksida bagi tubuh.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengungkapan-emisi-karbon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Karbon Monoksida untuk Lingkungan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbon monoksida atau CO memang ubkanlah polutan utama gas rumah kaca. Namun keberadaannya juga berkontribusi pad apembentukan ozon toporsfer, polutan udara lain yang memiliki efek tidak sehat. Kendati karbon monoksida tidak menyebabkan perubahan iklim secara langsung, keberadaannya memengaruhi kelimpahan gas rumah kaca seperti metana dan karbon dioksida. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika karbon monoksida dilepaskan ke atmosfer, juga memengaruhi jumlah gas rumah kaca yang terkait dengan perubahan iklim dan pemanasan global. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu di daratan dan laut, mengubah ekosistem, meningkatkan aktivitas badai, dan menyebabkan peristiwa cuaca ekstrem lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang dan hewan dapat terpapar tingkat karbon monoksida yang tinggi selama kebakaran hutan. Paparan tinggi karbon monoksida dapat membuat kita sakit dan membuat sulit untuk memiliki bayi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengurangi Dampak Karbon Monoksida (CO)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan kendaraan di Indonesia terbilang sangat tinggi, apalagi di kota-kota besar. Salah satu cara untuk mengurangi CO, menurut penelitian Maryanto dkk (2009) dengan cara penambahan arang aktif, <em>glasswool<\/em>, air, atau bahan yang bersifat absorben dan adsorben mampu mengurangi kadar emisi gas CO yang terbuang dari knalpot kendaraan bermotor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kita dapat menggunakan transportasi umum ketika bepergian misalnya bekerja. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan selalu merawat dengan rutin agar knalpot terjaga dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasang Detektor gas CO bisa dilakukan di rumah. Adanya detektor mampu mengetahui berapa tingkat konsentrasi CO di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan yang terakhir, pastikan dapur memiliki ventilasi udara yang baik dan kalau kita memasak\/membakar menggunakan arang, lakukan di luar ruangan agar gas karbon dioksida tidak terperangkap di rumah kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan singkat mengenai karbon monoksida! Setelah membaca tulisan di atas, sebaiknya kita lebih <em>aware<\/em> dengan kondisi sekitar kita, agar terhindar dan dapat mengurangi dampak dari paparan gas monoksida.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/apa-itu-folu-net-sink\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Apa Itu FOLU Net Sink 2030<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-45e0bff\" data-block-id=\"45e0bff\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-45e0bff-column stk-container stk-45e0bff-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-cb5f107\" data-block-id=\"cb5f107\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1da82e6\" data-block-id=\"1da82e6\"><style>.stk-1da82e6 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-1da82e6 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-ce0b96b\" data-block-id=\"ce0b96b\"><style>.stk-ce0b96b .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-ce0b96b .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1673244613782\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah gas karbon monoksida berbahaya?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Gas monoksida sangat berbahaya itu lah mengapa disebut silent killer. Gas ini tidak berbau dan berwarna. Menghirup gas CO secara  berlebihan mampu menyebabkan kematian.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1673244624451\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa akibat dari karbon monoksida?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Akibat dari karbon monoksida adalah dapat mengakibatkan keracunan karbon monoksida pada manusia. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, mual, muntah, bahkan kematian jika terpapar dalam jumlah yang berbahaya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1681372410688\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana pengaruh karbon monoksida pada perubahan iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Gas CO yang terperangkap di dalam atmosfer meningkatkan gas rumah kaca sehingga meningkat pula suhu rata-rata di bumi yang menjadi tanda adanya perubahan iklim.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1706016541740\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Mengapa CO sangat berbahaya?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>CO sangat berbahaya karena mengikat hemoglobin dalam darah dan menghambat pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh, yang dapat mengakibatkan hipoksia dan bahkan kematian.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-11a06e8\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"11a06e8\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-a93e3cc\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"a93e3cc\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang harus digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-3287afe\" data-block-id=\"3287afe\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-f62b4d1\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"f62b4d1\"><p class=\"stk-block-text__text\">Betahita. 2021. Polusi Udara Penyebab 7 Juta Kematian Dini, WHO Perketat Pedoman. 27 September 2021. Diakses pada 1 Januari 2023. <a href=\"https:\/\/betahita.id\/news\/lipsus\/6599\/polusi-udara-penyebab-7-juta-kematian-dini-who-perketat-pedoman.html?v=1634277940#:~:text=Dijuluki%20sebagai%20silent%20killer%20oleh,tahun%2C%20berdasarkan%20riset%20AQLI%202020\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/betahita.id\/news\/lipsus\/6599\/polusi-udara-penyebab-7-juta-kematian-dini-who-perketat-pedoman.html?v=1634277940#:~:text=Dijuluki%20sebagai%20silent%20killer%20oleh,tahun%2C%20berdasarkan%20riset%20AQLI%202020<\/a>.&nbsp;<br><br>Hasriyani H, Hadisaputro S, Budhi K, Setiawati M, Setyawan H. 2018. Berbagai Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (Studi di Beberapa Puskesmas Kota Makassar). J Epidemiol Kesehat Komunitas. 3(2):91. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.14710\/jekk.v3i2.4027\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.14710\/jekk.v3i2.4027<\/a><br><br>Humairoh, Kadir A, Zubaidi. 2021. Tinggi Badan Dan Perilaku Merokok Orangtua Berpotensi Terjadinya Stunting Pada Balita. J Penelit Perawat Prof.1(1):61\u201370.<br><br>Katnelsen A. 2019. The Good Site of Carbon Monoxide. American Chemical Society. 5:1632-1635. <a href=\"https:\/\/pubs.acs.org\/doi\/pdf\/10.1021\/acscentsci.9b01015\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/pubs.acs.org\/doi\/pdf\/10.1021\/acscentsci.9b01015<\/a>&nbsp;<br><br>Maryanto D, Mulasari AS, Suryani D. 2009. Penurunan Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) Dengan Penambahan Arang Aktif Pada Kendaraan Bermotor di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 3(3) : 198-204. <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Surahma-Asti-Mulasari\/publication\/266010426_PENURUNAN_KADAR_EMISI_GAS_BUANG_KARBON_MONOKSIDA_CO_DENGAN_PENAMBAHAN_ARANG_AKTIF_PADA_KENDARAAN_BERMOTOR_DI_YOGYAKARTA\/links\/59df1095aca27247d7a61020\/PENURUNAN-KADAR-EMISI-GAS-BUANG-KARBON-MONOKSIDA-CO-DENGAN-PENAMBAHAN-ARANG-AKTIF-PADA-KENDARAAN-BERMOTOR-DI-YOGYAKARTA.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Surahma-Asti-Mulasari\/publication\/266010426_PENURUNAN_KADAR_EMISI_GAS_BUANG_KARBON_MONOKSIDA_CO_DENGAN_PENAMBAHAN_ARANG_AKTIF_PADA_KENDARAAN_BERMOTOR_DI_YOGYAKARTA\/links\/59df1095aca27247d7a61020\/PENURUNAN-KADAR-EMISI-GAS-BUANG-KARBON-MONOKSIDA-CO-DENGAN-PENAMBAHAN-ARANG-AKTIF-PADA-KENDARAAN-BERMOTOR-DI-YOGYAKARTA.pdf<\/a>&nbsp;<br><br>Nevers, N.D. 1995. Air Pollution Control Engineering. New York: Mcgraw-Hill, International Editions.<br><br>Nur F. 2018. Risiko Paparan Asap Rokok, Ketuban Pecah Dini dan Plasenta Ringan Terhadap BBLR di RSU Anutapura Palu. J Kesehat Tadulako. 4(3):73\u20138.&nbsp;<br><br>Premana PMI, Griandhi IPA. 2017. Prevalensi Gangguan Fungsi Paru Akibat Paparan Asap Pada Pedagang Sate di Denpasar. E-Jurnal Med. 6(6):1\u201310.&nbsp;<br><br>Rizaldi MA, Azizah R, Latif MT, Sulistyorini L, Salindra BP. 2022. Literature Review: Dampak Paparan Gas Karbon Monoksida Terhadap Kesehatan Masyarakat yang Rentan dan beresiko Tinggi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 21(3) : 253-265.<br><br>Wang Y, Li J, Wang L, Lin Y, Zhou M, Yin P, et al. The impact of carbon monoxide on years of life lost and modified effect by individual- and city-level characteristics: Evidence from a nationwide time-series study in China. Ecotoxicol Environ Saf. 2021;210:111884. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ecoenv.2020.111884\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ecoenv.2020.111884<\/a><br><br>Wardhana WA. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta : Penerbit ANDI.<br><br>Aditya Driantama H. 2020. Studi: Polusi Udara Sebabkan Jutaan Kematian Dini di Seluruh Dunia. https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/132047614\/studi-polusi-udara-sebabkan-jutaan-kematian-dini-di-seluruh-dunia. <br><br><a href=\"https:\/\/aqli.epic.uchicago.edu\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Indonesia-release.final_.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Polusi Udara Memperpendek Usia Orang Indonesia Lebih dari Satu Tahun<\/a><br><br>Adam Voiland. 2015. Fourteen years of carbon monoxide from MOPITT. https:\/\/climate.nasa.gov\/news\/2291\/fourteen-years-of-carbon-monoxide-from-mopitt\/<br><br>https:\/\/www.dcceew.gov.au\/environment\/protection\/npi\/resource\/student\/carbon-monoxide<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-422e91f\" data-block-id=\"422e91f\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis: <a href=\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/ana-salsabila99\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel di-review oleh Muthi&#8217;ah Aini Rahmi, Tim Rnd dan Product LindungiHutan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa permasalahan utama dalam pencemaran lingkungan adalah polusi udara, termasuk karbon monoksida salah satu penyebabnya.&nbsp; Dilansir dari Betahita, sebagai silent killer, polusi udara dapat mengurangi kehidupan manusia di bumi rata-rata sebesar dua tahun. Beberapa kota di Indonesia dinilai memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11537,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[880],"tags":[247,1801,252,515,1800,1802,326],"class_list":["post-5260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-emisi-karbon","tag-alam","tag-dampak-karbon-monoksida","tag-edukasi","tag-karbon-monoksida","tag-karbon-monoksida-adalah","tag-karbon-monoksida-berasal-dari","tag-konservasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5260"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5260\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}