{"id":5341,"date":"2023-01-16T14:11:18","date_gmt":"2023-01-16T07:11:18","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5341"},"modified":"2023-05-09T09:04:45","modified_gmt":"2023-05-09T02:04:45","slug":"serba-serbi-pohon-delima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/serba-serbi-pohon-delima\/","title":{"rendered":"Pohon Delima: Taksonomi, Status Kelangkaan, Jenisnya, dan Manfaat (2023)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa di sini yang suka buah delima? <em>For your information<\/em>, buah delima memiliki 3 jenis berdasarkan warna kulit buahnya, ada putih; merah; dan ungu\/hitam. Namun, umumnya orang Indonesia mengonsumsi jenis delima merah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, pohon delima sering dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Selain itu, ia memiliki kandungan manfaat untuk berbagai macam penyakit. Kira-Kira apa saja yang manfaatnya? Yuk simak jawabannya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Pohon Delima<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delima (<em>Punica granatum <\/em>L.) dalam bahasa inggris dikenal sebagai <em>pomegranate<\/em>. Di Indonesia buah ini memiliki beragam nama antara lain delima (Melayu di Sumatera), glima (Aceh), glineu mekah (Gayo), dalima (Sunda), gangsalan (Jawa), dhalima (Madura), teliman (Sasak), lele kase dan rumu (Timor) (Heber dan Schulman 2006).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi Pohon Delima menurut Bhowmik dkk 2013:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Sub Kelas<\/td><td>Rosidae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Myrtales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Punicaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Punica L.<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Punica granatum <\/em>L.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon delima.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini berasal dari Persia dan Himalaya (India Selatan). Delima tumbuh dengan baik di kawasan tropis hingga subtropis. Biasanya di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1000 m dpl. Delima biasa hidup pada tanah yang gembur dan tidak terendam air.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pohon Delima Seperti Apa?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Gambar-pohon-delima.jpg\" alt=\"Gambar pohon delima.\" class=\"wp-image-5330\" title=\"\"><figcaption>Gambar pohon delima dari dekat.  Tampak daunnya yang berbentuk kecil dengan buahnya berwarna merah,<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tinggi pohon delima mampu mencapai 5 m. Akarnya tunggang dan memiliki perakaran yang cukup dalam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batang delima tegak, berkayu, dan keras. Pohon ini memiliki percabangan cukup banyak dan terdapat duri cukup besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya tunggal yang berkelompok, tangkai daun pendek, memiliki panjang daun&nbsp; 3-7 cm dan lebar daun 0,5-2,5 cm. Permukaan daunnya mengkilap berwarna hijau, pangkal daun lancip, ujung daun tumpul, tepi daunnya rata, dan bertulang daun seperti sirip ikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon delima berbunga sepanjang tahun. Terdapat 1-5 kuntum pada ujung ranting. Bunganya berlilin, berwarna kuning hingga merah;putih;ungu, dan memiliki panjang 4-5 cm.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah delima memiliki kulit yang tebal. Buahnya berwarna putih, hijau keunguan, ungu kehitaman, dan cokelat kemerahan. Buahnya bulat dengan diameter 5-12 cm, dengan berat 100-300 g. Di dalamnya terdapat biji kecil-kecil tidak beraturan dan memiliki warna sesuai dengan jenis delimanya, ada putih, merah, hingga ungu kehitaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/manfaat-buah-dewandaru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Buah Dewandaru, Buah Kaya Khasiat dari Gunung Kawi (2023)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Status Kelangkaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <em>International Union for Conservation of Nature<\/em> (IUCN) <em>Red List<\/em> pada tahun 2007, jenis <em>Punica granatum<\/em> terdaftar sebagai <em>Least Concern<\/em> (LC). Artinya, pohon delima tidak termasuk kedalam kategori yang terancam, hampir terancam, dan ketergantungan konservasi. Untuk saat ini pohon delima masih banyak tumbuh di alam liar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Pohon Delima di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah delima, dibedakan berdasarkan warna kulit buahnya. Ada delima merah, delima putih, dan delima ungu\/hitam. Tentu, rasanya berbeda-beda setiap jenisnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, yang paling terkenal adalah delima merah, sedangkan yang lainnya jarang ditemukan di pasaran. Meskipun demikian, tidak ada perbedaan secara morfologi antar jenis delima.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Delima merah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana namanya, jenis satu ini memiliki kulit berwarna merah. Bagi masyarakat China delima merah disajikan menjelang Tahun Baru Imlek. Buah ini dipercaya sebagai simbol keuntungan atau rezeki yang berlimpah.Rasanya segar dan manis menjadikan delima banyak dikonsumsi oleh masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Delima putih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis agak jarang ditemukan di Indonesia. Kulit buahnya berwarna putih. Rasanya sepat karena banyak mengandung flavonoid, tidak semanis delima merah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delima putih sering digunakan sebagai obat tradisional yang bermanfaat sebagai antioksidan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Delima ungu\/hitam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delima ungu sama seperti delima putih, jarang ditemukan di Indonesia. Rasanya tidak semanis delima merah, tetapi tidak se-sepat delima putih. Delima ini diyakini lebih berkhasiat dibanding delima yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kandungan Dalam Buah<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Gambar-buah-delima.jpg\" alt=\"Gambar buah delima.\" class=\"wp-image-5328\" title=\"\"><figcaption>Buah delima diketahui mengandung banyak kandungan mulai dari protein,  vitamin, dan sebagainya.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Bhowmik dkk (2013), kandungan per 100 gram buah delima mengandung antara lain air 78%, protein 1,60%, kalsium 10 mg, fosfor 70 mg,&nbsp; mineral 0,70%, lemak 0,10%, besi 0,3 mg, karbohidrat 14,50%, serat 5,10%, kalori 65, vitamin C 16 mg, dan sedikit vitamin B kompleks.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan kimia dalam buah delima meliputi oleat, linoleat, asam sitrat, asam malic, asal caffeic, asam stearat, dan lain-lain. Buah delima juga mengandung zat antioksidan polifenol seperti antosianin, asam ellagic, dan punicalagin (Pandey dan Rizvi 2009).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Manfaat Dari Pohon Delima?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delima banyak mengandung asam <em>tannic<\/em> atau tanin yang memiliki fungsi pengontrol. Menurut Sayyid (2011), delima memiliki manfaat yaitu kulit buahnya untuk mengobati ambeien dan diare, air delima untuk menyembuhkan pilek, dan gilnar (bunga delima) digunakan untuk mengobati gusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara penelitian dari Basyier (2011) menyebutkan, kulit buah delima digunakan untuk mengobati cacingan, disentri, bawasir, muntah darah, batuk darah, sariawan, radang tenggorokan, radang telinga,&nbsp; pendarahan rektum, pendarahan rahim, dan keputihan pada wanita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Kulit delima juga menyimpan banyak manfaat, karena ternyata dapat dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan basil typhoid, virus herpes, virus HIV, dan infeksi virus polio (Oci 2014).&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, buah satu ini dapat digunakan untuk penyakit tekanan darah tinggi, rematik, perut kembung, dan sering kencing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polyphenol yang terkandung di dalam delima, mampu menghentikan dari serangan radikal bebas sehingga tidak tumbuh sel kanker.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat delima yang lain adalah baik untuk kesehatan mata, mencegah atherosklerosis,&nbsp; antioksidan, antikanker, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Budidaya Pohon Delima<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Cara-menanam-pohon-delima.jpg\" alt=\"Tutorial menanam pohon delima.\" class=\"wp-image-5327\" title=\"\"><figcaption>Cara paling mudah untuk menanam pohon delima  yaitu dengan mencangkoknya<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Budidaya delima dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari biji, bibit, hingga mencangkoknya. Jika menanam dari biji, membutuhkan waktu yang cukup lama, bisa 3-4 tahun (belum menghasilkan buah).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanam pohon delima lebih baik jika dari hasil cangkok, dengan cara memotong dahan pohon delima dengan ukuran minimal 25 cm. Sebaiknya dilakukan pada bulan Februari-Maret, karena pada bulan ini pohon delima dalam kondisi dormant (tidak aktif tumbuh).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tutup ujung dahan dengan zat\/hormon pertumbuhan, agar proses pertumbuhan delima baru dapat berjalan dengan baik. Tanam pohon delima di tempat yang terkena sinar matahari. Pilih kondisi tanah atau lahan yang memiliki drainase yang baik, sedikit asam, dan tanah kering berpasir.&nbsp; <em>Fyi,<\/em> Pohon delima tidak menyukai kondisi tanah yang basah dan lembab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-buah-kecubung-dan-efeknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kupas Tuntas Kecubung, Stop Menghalu! (2022)<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan mengenai pohon delima! Mengingat, banyaknya manfaat yang dimilikinya apakah kamu tertarik untuk menanamnya?\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Tutorial Gampang Skarifikasi Benih\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QsZwVJQKX2M?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1673851387811\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa lama pohon delima bisa berbuah?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Sekitar 3-4 tahun.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1673851403440\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa lama panen delima?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Sekitar 5-7 bulan setelah berbunga.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1673851418640\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana rasa buah delima?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Delima merah memiliki rasa manis dan segar, delima putih memiliki rasa sepat, dan delima ungu memiliki rasa cukup manis seperti delima merah dan\u00a0 tidak kesat seperti delima putih.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/ana-salsabila99\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ana Salsabila<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-536553e\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"536553e\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-64c525d\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"64c525d\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-cc8b9cd\" data-block-id=\"cc8b9cd\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-ed70e05\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"ed70e05\"><p class=\"stk-block-text__text\">Basyier, Abu Umar. 2011. Kedokteran Nabi SAW Antara Realitas &amp; Kebohongan. Surabaya: Shafa Publika.<br><br>Bhowmik, D., Gopinath, B., Kumar P. B., Kumar K. P. S. 2013. Medicinal Uses of Punica granatum and Its Health Benefits. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry Vol 1 Issue 5: 29-36.<br><br>Heber, D., Schulman, R.N., Seeram, N. P. 2006. Pomegranate : Ancient Roots to Modern Medicine:4-6.<br><br>IUCN Red List. <em>Punica granatum<\/em>. Diakses pada 8 Januari 2023.&nbsp; <a href=\"https:\/\/www.iucnredlist.org\/species\/63531\/173543609\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.iucnredlist.org\/species\/63531\/173543609<\/a>&nbsp;<br><br>Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian). Bagaimana Menanam Pohon Delima. 18 Juni 2019. Diakses pada 8 Januari 2023. <a href=\"https:\/\/pustaka.setjen.pertanian.go.id\/index-berita\/bagaimana-menanam-pohon-delima\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/pustaka.setjen.pertanian.go.id\/index-berita\/bagaimana-menanam-pohon-delima<\/a><br><br>Pandey, K. B. and Rizvi, S. I. 2009. Plant polyphenolsas dietary antioxidants in human health and disease. Oxid Med Cell Longev 2(5): 270-278.<br><br>Sayyid, Abdul Muhammad Basith. 2011. Pola Makan Rasulullah; Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah. Jakarta: Almahira<br><br>Oci Y.M &amp; Dewi, Kurnia Kumala. 2014. Khasiat Ajaib Delima. Jakarta: Padi<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-074eb60\" data-block-id=\"074eb60\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-6461f9a\" data-block-id=\"6461f9a\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-6461f9a-column stk-container stk-6461f9a-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-41503af\" id=\"ingin-menanam-pohon-tanpa-ribet-bareng-lindungi-hutan-aja\" data-block-id=\"41503af\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ingin Menanam Pohon Tanpa Ribet? Bareng LindungiHutan Aja!<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-b6a12d0\" data-block-id=\"b6a12d0\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan adalah website donasi online, galang dana, dan kerja sama untuk kelestarian hutan Indonesia yang telah mempunyai izin dan terpercaya. Salurkan niat kebaikan untuk membantu sesama dan alam dengan sedekah pohon untuk keberlangsungan masa depan kita!<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-b0075c7\" data-block-id=\"b0075c7\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-b57f647\" data-block-id=\"b57f647\"><style>.stk-b57f647 .stk-button{background:#116244 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Yuk Tanam Pohonmu!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa di sini yang suka buah delima? For your information, buah delima memiliki 3 jenis berdasarkan warna kulit buahnya, ada putih; merah; dan ungu\/hitam. Namun, umumnya orang Indonesia mengonsumsi jenis delima merah. Di Indonesia, pohon delima sering dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Selain itu, ia memiliki kandungan manfaat untuk berbagai macam penyakit. Kira-Kira [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[524,252,51,325,523],"class_list":["post-5341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-buah-delima","tag-edukasi","tag-flora","tag-pengertian","tag-pohon-delima"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5341"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5341\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}