{"id":5382,"date":"2023-01-20T11:21:47","date_gmt":"2023-01-20T04:21:47","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5382"},"modified":"2023-03-17T07:40:26","modified_gmt":"2023-03-17T00:40:26","slug":"mengenal-pohon-gaharu-dan-manfaatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-pohon-gaharu-dan-manfaatnya\/","title":{"rendered":"Kenalan dengan Pohon Gaharu, Harum Kayunya Luar Biasa Nilainya (2023)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi gaharu sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) memang berpotensi besar meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Terlebih, pohon satu ini terkenal akan harga jualnya yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, artikel kali ini akan membahas <em>from A to Z<\/em> dari pohon gaharu. Mulai pengertian, morfologi, manfaat, hingga budidayanya. Yuk simak penjelasan lengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Pohon Gaharu?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon gaharu adalah pohon dengan penghasil gaharu berupa aromatik resin atau damar wangi. Resin tersebut terdapat pada bagian kayu yang berwarna kehitaman. Umumnya, gaharu digunakan untuk bahan dasar dalam pembuatan parfum, obat-obatan, kosmetik, serta biasa dijadikan dupa untuk ritual keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pohon-gaharu.jpg\" alt=\"Gambar pohon gaharu.\" class=\"wp-image-5385\" title=\"\"><figcaption>Pohon satu ini memang dikenal akan  bau harum yang dihasilkannya, tak heran kerap digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat tujuh genus tumbuhan yang berasal dari famili <em>thymelaeaceae<\/em>, dan diketahui sebagai penghasil gaharu, yakni <em>aquilaria, gyrinops, gonystylus, aetoxylon, claoxylon, enkleia, <\/em>dan <em>wikstroemia. <\/em>Dari tujuh genus itu, jenis <em>aquilaria <\/em>dan <em>gyrinops <\/em>merupakan penghasil gaharu yang utama (Susilo, 2018). Dan, dari dua tersebut, yang menghasilkan gaharu paling berkualitas adalah <em>aquilaria <\/em>jenis <em>malaccensis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebutan gaharu berasal dari bahasa Melayu yang berarti harum, sedangkan di dunia perdagangan ia dikenal sebagai <em>agarwood, aloeswood, <\/em>atau <em>eaglewood.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Infografis-pohon-gaharu.jpg\" alt=\"Infografis pohon gaharu.\" class=\"wp-image-6376\" title=\"\"><figcaption>Infografis tentang pohon gaharu oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Pohon Gaharu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang dipaparkan sebelumnya, gaharu yang dihasilkan dari <em>aquilaria malaccensis <\/em>adalah yang terbaik. Maka, untuk membedakan dengan gaharu dari famili <em>thymelaeaceae <\/em>yang lain berikut ciri-ciri morfologi dari jenis ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Batang-pohon-gaharu.jpg\" alt=\"Gambar batang pohon gaharu.\" class=\"wp-image-5386\" title=\"\"><figcaption>Batang pohon gaharu jika dilihat dari dekat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohonnya memiliki tinggi yang bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang sebesar 40-60 cm. Permukaan batangnya bergaris, licin, berwarna cokelat keputihan, dan kayunya bersifat keras.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Daun-gaharu.jpg\" alt=\"Gambar daun gaharu.\" class=\"wp-image-5387\" title=\"\"><figcaption>Gambar daun gaharu dari dekat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya berbentuk lonjong dengan ujung meruncing, memiliki panjang 7 cm dan lebar 4 cm. Permukaan daun mengkilap yang berwarna abu kehijauan, tulang daun sekunder yang berjumlah 12-14 pasang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya tumbuh pada ketiak daun dan ujung ranting, berbentuk lancip yang berukuran lebih dari 5 mm, berwarna hijau kekuningan, dan beraroma harum. Sedangkan buahnya menyerupai bentuk bulat telur atau lonjong yang panjangnya mencapai 4 cm, lebar 2,5 cm, serta biji yang tertutup oleh rambut berwarna merah (Taswaya, 2019).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-kelor-dan-segudang-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Kelor: Si Paling Serbaguna dari India (2023)<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi Pohon Gaharu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Taksonomi gaharu dari <em>aquilaria malaccensis<\/em> dapat dilihat pada tabel berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Spermatophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Dicotyledoneae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Myrtales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Thymeleaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Aquilaria<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td>Aquilaria Malaccensis<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon gaharu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persebaran, Habitat, dan Status Kelangkaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon gaharu tersebar secara alami di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Untuk jenis <em>Aquilaria malaccensis <\/em>daerah persebarannya meliputi India, Burma, Cina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Singapura, Filipina, dan New Guinea. Sedangkan untuk genus <em>gyrinops <\/em>tersebar di Sri Lanka, kepulauan Sunda kecil, Sulawesi, Maluku, dan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara alami famili <em>thymelaeaceae <\/em>tumbuh dengan baik pada tanah podsolik dengan struktur tanah liat berpasir, lingkungan dengan kisaran suhu 24-32 derajat celcius, curah hujan 1.000-1.500 mm\/tahun, dan kelembapan udara antara 80-90%. Selain itu, ia dapat hidup dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian yang tidak lebih dari 400 mdpl.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan nilai jual yang tinggi, laju deforestasi pohon gaharu juga tak kalah tingginya. Sontak saja hal tersebut membuat kelestariannya terancam. Melansir dari <em>IUCN Redlist, <\/em>status kelangkaannya saat ini adalah <em>Vulnerable <\/em>(Vu), yaitu status yang menunjukkan risiko rentan dari kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Manfaat dari Pohon Gaharu?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kayu-gaharu-sebagai-pengharum-ruangan.jpg\" alt=\"Manfaat gaharu sebagai pengharum.\" class=\"wp-image-5383\" title=\"\"><figcaption>Mengingat baunya yang harum kayu gaharu kerap dijadikan sebagai pengharum ruangan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain terkenal dengan nilai jualnya yang tinggi, nyatanya ia juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari bidang kecantikan, kesehatan, hingga keperluan ritus agama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, gaharu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam bentuk kayu bulatan, bubuk, cacahan, maupun fosil kayu yang masih terkubur. Berikut ini 4 manfaat di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bahan baku industri Parfum dan Kosmetik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penghasil gubal berupa kayu yang mengandung resin, gaharu memiliki aroma wangi yang khas. Di negara-negara Timur Tengah, gaharu banyak dijadikan sebagai bahan baku untuk industri parfum. Ia sangat diminati untuk dijadikan pengharum tubuh, ruangan, dan bahkan digunakan sebagai aromaterapi di spa-spa kelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ia juga digunakan sebagai bahan pengikat harum untuk berbagai produk kosmetika seperti sabun atau sampo. Limbah penyulingan berupa serbuknya juga dapat digunakan sebagai pencuci wajah yang baik untuk memelihara dan menghaluskan kulit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bahan Pengawet<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dijadikan bahan untuk produk kosmetika, kandungan zat antimikroba dan antitoksin dalam gaharu dijadikan masyarakat Cina, Korea, Taiwan, dan Jepang sebagai bahan pengawet berbagai aksesoris. Sedangkan oleh bangsa Mesir Kuno, gaharu digunakan untuk pengawetan mumi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ritus keagamaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ritus beberapa keagamaan seperti Hindu, Budha, dan Konghucu, gaharu berbentuk serbuk dimanfaatkan untuk nantinya dibakar. Aroma khasnya dipercaya dapat menyucikan tempat upacara atau alat peribadatan lainnya. Selain serbuk, kayu gaharu juga digunakan untuk bahan baku pembuatan tasbih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Obat Tradisional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Campuran dari akar, kulit, daun, dan buah pohon gaharu dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional untuk berbagai keluhan penyakit. Beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh gaharu di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Antiasmatik,<\/li><li>Antimikroba,<\/li><li>Sebagai stimulan kerja saraf dan pencernaan,<\/li><li>Obat untuk sirosis hati, liver, dan limpa,<\/li><li>Menyembuhkan luka di lambung,<\/li><li>Pengobatan untuk tumor dan kanker,<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping itu, gaharu yang telah diolah menjadi minyak atsiri dan dikembangkan sebagai obat herbal berkhasiat untuk menghilangkan stres, rematik, asma, gangguan ginjal, sirosis hati, dan bahan antibiotik TBC (Saparinto, 2014).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, ekstrak daun gaharu yang diolah menjadi minuman teh atau minuman herbal memiliki aktivitas sebagai antiradikal bebas. Hal tersebut karena kandungan di dalamnya yang terdapat senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, steroid, triterpenoid, dan senyawa glikosida (Nusa, 2020).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Gaharu Disebut Pohon Surga?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dijadikan ritus keagamaan oleh agama Hindu, Budha, Kristen, dan lainnya, ternyata gaharu juga memiliki tempat khusus pada kepercayaan umat islam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda, \u201c<em>Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, nyala pedupaan mereka adalah gaharu.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itulah, pohon gaharu dipercaya sebagai pohon yang berasal dari surga. Ia juga digunakan sebagai pewangi di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya itu, dalam penelitian yang dilakukan oleh Abdul Halim mengungkapkan beberapa hadis yang menjelaskan bahwa gaharu memiliki khasiat obat. Berdasarkan sabda Rasulullah, penyakit yang dapat diobati di antaranya adalah amandel, dan radang selaput dada (Abdul Halim, 2022).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Budidaya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyak tanaman gaharu dapat dilakukan dengan cara generatif melalui biji&nbsp; dan vegetatif menggunakan turus, cangkok, serta kultur jaringan. Berikut tahapan budidaya dengan cara biji anakan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Penyiapan Bibit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pilihlah biji dari buah gaharu yang sudah matang, cuci benih tersebut dan diamkan dalam air yang sudah dicampur 5-10 gram\/liter.<\/li><li>Buatlah bandengan berpetak seluas 1-2 meter persegi, kedalaman 20 cm, serta terdiri oleh campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1.<\/li><li>Taburkan benih&nbsp; di atas bidang bedengan persemaian secara merata, lalu timbun dengan tanah setebal 2 cm.<\/li><li>Pastikan persemaian untuk tetap basah dan bebas dari hama\/penyakit.<\/li><li>Setelah 1-1,5 bulan, benih akan berkecambah dan siap dipindahkan ke <em>polybag.<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Persiapan Media Tanam<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gaharu tidak memerlukan lahan khusus, ia bisa ditanam baik di lahan subur, atau lahan kritis sekalipun. Namun, buatlah lubang tanam ukuran 50&#215;50 cm, dan beri pupuk&nbsp; organik\/kompos sebanyak 3 kg per lubang. Biarkan selama sebulan sebelum penanaman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Penanaman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Idealnya kepadatan tanaman per hektare adalah 400-1.000 tanaman. Karenanya jarak antar lubang tanam sebaiknya dibuat dengan ukuran 3&#215;3 m atau 5&#215;5 m. Setelah itu, letakkan bibit di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak. Tutuplah kembali lubang sampai menutup leher akar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Pemeliharaan Tanaman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Buatlah pelindung untuk menaungi gaharu agar terhindar dari sinar matahari secara langsung. Pelindung bisa dibuat dengan daun kelapa atau jerami.<\/li><li>Berikan pestisida butiran sesuai dosis yang dianjurkan untuk menghindari serangan hama.<\/li><li>Pemberian pupuk dilakukan dua kali dalam setahun, yakni saat awal dan menjelang akhir musim penghujan.<\/li><li>Penyiangan dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan pohon gaharu yang begitu tinggi untuk dijadikan bahan baku produk berbagai industri, serta teknik pembuatan yang sulit, membuat tanaman ini rentan akan kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/serba-serbi-pohon-delima\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Delima: Taksonomi, Status Kelangkaan, Jenisnya, dan Manfaat (2023)<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu, kebutuhan akan kayu tersebut sudah seharusnya diimbangi oleh upaya pelestarian untuk mencegahnya dari kepunahan. Jangan sampai, manfaat pohon gaharu hanya bisa dinikmati oleh generasi kita saja.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CijCDb8PSfB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CijCDb8PSfB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CijCDb8PSfB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1674185561703\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa Harga 1 kg Gaharu?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Harga untuk setiap 1 kg gaharu dibanderol mulai dari Rp500.000 \u2013 Rp50.000.000. Namun, kisaran harga tersebut\u00a0 bervariasi tergantung pada kelas, dan daerahnya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1674185586330\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa yang Membuat Pohon Gaharu Mahal?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Selain karena kegunaanya sebagai bahan baku industri parfum dan kosmetik, harga jual yang fantastis tersebut dikarenakan oleh tidak seimbangnya kebutuhan pasar dengan ketersediaannya yang terbatas, dan teknik pembuatannya yang sulit.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1674185601976\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Pohon Gaharu Isinya Apa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon gaharu berisi gubal berupa kayu penghasil resin dengan aroma wangi khas. Resin tersebut terdapat pada bagian kayu yang berwarna kehitaman.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-a02251c\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"a02251c\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-753cb21\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"753cb21\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-8315fff\" data-block-id=\"8315fff\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-b9dacb7\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"b9dacb7\"><p class=\"stk-block-text__text\">Abdul Halim, M. N. (2022). Pengobatan Menggunakan Kayu India (Gaharu) Dalam Perspektif Hadis dan Sains. <em>Jurnal Ilmu Kewahyuan, 4<\/em>(2), 18-39. Dipetik Januari 3, 2023, dari http:\/\/jurnal.uinsu.ac.id\/index.php\/shahih\/article<br><br>Nusa, I. (2020). Karakteristik Teh Hijau Daun Gaharu Hasil Pengeringan Vakum. <em>Agrintech, 3<\/em>(2), 73-79. doi:http:\/\/dx.doi.org\/10.30596%2Fagrintech.v3i2.6645<br><br>Saparinto, H. D. (2014). <em>Panduan Lengkap Gaharu.<\/em> Jakarta: Penebar Swadaya. Dipetik Januari 3, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/36544\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/36544\/<\/a>&nbsp;<br><br>Susilo, A. (2018). <em>Konservasi Sumber Daya Genetik Jenis-jenis Penghasil Gaharu di Indonesia.<\/em> Bogor: IPB Press. Dipetik Januari 3, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/171515\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/171515\/<\/a>&nbsp;<br><br>Taswaya, I. J. (2019). <em>Budi Daya Gaharu.<\/em> Yogyakarta: PT Citra Aji Parama. Dipetik Januari 3, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/131327\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/131327\/<\/a>&nbsp;<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-a2f9ccc\" data-block-id=\"a2f9ccc\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mas Wanajih<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-d0a6fa0\" data-block-id=\"d0a6fa0\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-d0a6fa0-column stk-container stk-d0a6fa0-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-94cf5aa\" id=\"ingin-menanam-pohon-tanpa-ribet-bareng-lindungi-hutan-aja\" data-block-id=\"94cf5aa\"><h3 class=\"stk-block-heading__text\">Ingin Menanam Pohon Tanpa Ribet? Bareng LindungiHutan Aja!<\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-1243073\" data-block-id=\"1243073\"><p class=\"stk-block-text__text\">LindungiHutan adalah website donasi online, galang dana, dan kerja sama untuk kelestarian hutan Indonesia yang telah mempunyai izin dan terpercaya. Salurkan niat kebaikan untuk membantu sesama dan alam dengan sedekah pohon untuk keberlangsungan masa depan kita!<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-13ae311\" data-block-id=\"13ae311\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-826b1bf\" data-block-id=\"826b1bf\"><style>.stk-826b1bf .stk-button{background:#136044 !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Yuk Tanam Pohonmu!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Posisi gaharu sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) memang berpotensi besar meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Terlebih, pohon satu ini terkenal akan harga jualnya yang sangat tinggi. Nah, artikel kali ini akan membahas from A to Z dari pohon gaharu. Mulai pengertian, morfologi, manfaat, hingga budidayanya. Yuk simak penjelasan lengkapnya! Apa Itu Pohon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[51,253,530,529],"class_list":["post-5382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-flora","tag-hutan","tag-kayu-gaharu","tag-pohon-gaharu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5382"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5382\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}