{"id":5532,"date":"2023-01-31T02:40:00","date_gmt":"2023-01-30T19:40:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5532"},"modified":"2025-07-11T12:59:35","modified_gmt":"2025-07-11T05:59:35","slug":"mengenal-konsep-triple-bottom-line","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-konsep-triple-bottom-line\/","title":{"rendered":"Mengenal Konsep Triple Bottom Line (3P) dan Implementasinya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1970-an, CSR (Corporate Social Responsibility) mulai dikenal oleh masyarakat luas sebagai bentuk tanggung jawab suatu perusahaan terhadap keadaan sosial dan lingkungannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengukur keberhasilan program CSR secara berkelanjutan, erat kaitannya dengan konsep<em> Triple Bottom Line<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pelaku bisnis konsep ini mungkin sudah tidak asing lagi. Sementara bagi kita yang masih awam, mungkin bertanya tanya apa itu <em>Triple Bottom Line? <\/em>Bagaimana awal mula konsep ini dikenal? Apa saja poin di dalam <em>Triple Bottom Line<\/em>? So, simak dulu penjelasan berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Awal Mula Konsep Triple Bottom Line?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ungkapan <em>Triple Bottom Line<\/em> (TBL) pertama kali dikenalkan oleh John Elkington pada tahun 1994. Beliau adalah seorang pengusaha dan penulis buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam bukunya, \u201c<em>Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business<\/em>\u201d, Elkington melihat banyak perusahaan dalam menjalankan bisnisnya hanya berfokus pada keuntungan semata. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para perusahaan mengabaikan dampak lain yang muncul seperti pencemaran lingkungan, tentunya itu bukan menjadi masalah yang tidak dapat dikesampingkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">John Elkington mengemas konsep <em>Triple Bottom Line<\/em> (3P : <em>People, Planet, dan Profit<\/em>) dalam menjalankan kegiatan CSR dan bisnis secara bersamaan. Tiga poin tersebut menjadi landasan sebuah bisnis yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83c\udf31 Gratis! Ebook Bongkar Strategi Keberlanjutan! Maksimalkan Impact Triple Bottom Line Melalui Pelaporan yang Strategis!\u00a0<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin memahami strategi keberlanjutan dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia?<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group aligncenter stk-block-button-group stk-block stk-c64ae9a\" data-block-id=\"c64ae9a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks has-text-align-center stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button has-text-align-center stk-block stk-bc4d2a7\" data-block-id=\"bc4d2a7\"><style>.stk-bc4d2a7 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lynk.id\/lindungihutan\/q2mz92xzdqgk\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Download Ebook Sekarang!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Triple-nottom-line.jpg\" alt=\"triple bottom line\" class=\"wp-image-8971\" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\">Infografis konsep 3P oleh LindungiHutan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3 Poin Triple Bottom Line<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Triple Bottom Line<\/em> adalah konsep bisnis yang mengusung keberlanjutan dan terdiri dari 3 poin penting atau biasa disebut 3P yang perlu diperhatikan dan tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan program CSR.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga poin tersebut antara lain <em>people<\/em> (masyarakat), <em>planet<\/em> (lingkungan), dan <em>profit<\/em> (keuntungan). Berikut penjelasannya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. People (Masyarakat)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>People<\/em> atau masyarakat merupakan <em>stakeholder<\/em> bagi perusahaan. Kategori ini meliputi karyawan, komunitas, dan masyarakat  sekitar perusahaan yang perlu diperhatikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan CSR. Perusahaan bertanggung jawab memberikan dampak dan manfaat positif bagi kehidupan di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepedulian perusahaan dapat diwujudkan dengan cara mendukung dan membantu kebutuhan masyarakat. Tentunya dengan hal itu dapat meningkatkan citra baik perusahaan di kalangan masyarakat sekitar maupun khalayak umum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/memahami-pemberdayaan-masyarakat-dalam-csr\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/memahami-pemberdayaan-masyarakat-dalam-csr\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Panduan Pemberdayaan Masyarakat dan Implementasinya dalam Program CSR Perusahaan <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Planet (Lingkungan)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bicara mengenai lingkungan memang tidak ada habisnya. Pencemaran air, polusi udara, perubahan iklim, dan emisi CO<sup>2<\/sup> menjadi dampak negatif yang muncul karena adanya kegiatan perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, dalam menjalankan aktivitas produksinya, perusahaan sangat perlu memperhatikan aspek lingkungan, agar masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan tidak merasa dirugikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caranya, perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya alam secukupnya, menggunakan teknologi ramah lingkungan, mengolah kembali limbah dari kegiatan produksi. Jika semua dikelola dengan optimal, maka kenyamanan, kesehatan masyarakat, dan sumber daya alam akan terjaga dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Profit (Keuntungan)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orientasi setiap perusahaan tentu untuk meraih keuntungan dalam kegiatan usahanya. Bukan hanya keuntungan saja, tetapi juga dapat menciptakan bisnis yang berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan harus mengelola biaya dengan baik dan se-efisien mungkin. Dengan cara menekan waktu kegiatan produksi, meminimalisir biaya pengeluaran yang tidak perlu, dan membangun kerja sama yang baik dengan <em>stakeholder<\/em> perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3 Contoh Implementasi Triple Bottom Line Perusahaan di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut perusahaan yang telah menerapkan konsep <em>Triple Bottom Line<\/em> dalam program CSR yang telah dijalankan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. PT Pertamina<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Pertamina adalah salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang energi, petrokimia, dan sumber daya alam lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan ini memiliki visi \u201c<em>towards a better life<\/em>\u201d, dengan tujuan program ini tidak hanya membangun relasi bisnis saja, tetapi meningkatkan pembangunan manusia secara nasional.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program CSR lainnya yang dilakukan PT Pertamina adalah membangun agrowisata bernama <em>Camp Bell 2 Edupark<\/em> di Desa Tawangsari (Rahmatika dkk 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Pertamina memperhatikan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perusahaan ini mengusung konsep pengelolaan air terpadu (<em>clean water<\/em>), kebun buah naga (<em>green energy<\/em>), peternakan sapi terpadu (<em>green act<\/em>), biogas (<em>clean energy<\/em>), dan <em>zero waste<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengelolaannya, perusahaan ini membuat sebuah organisasi untuk mengelola agrowisata dan memberikan pembinaan bagi masyarakat Desa Tawangsari. Tenaga kerja yang digunakan adalah masyarakat sekitar kawasan wisata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adanya agrowisata dapat membantu kesejahteraan untuk masyarakat dan perusahaan dalam memperluas relasi bisnis untuk pertumbuhan perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program CSR tersebut memberikan citra dan reputasi yang baik karena berhasil menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pertagas-menanam-mangrove-di-semarang\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pertagas-menanam-mangrove-di-semarang\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Pertamina Gas (Pertagas) Jalankan Program Sedekah Pohon untuk Bumi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. PT Unilever<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa yang tak kenal dengan perusahaan ini? PT Unilever bergerak dalam penyediaan barang kebutuhan sehari-hari masyarakat di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">YUI (Yayasan Unilever Indonesia), memiliki misi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memberdayakan potensi masyarakat, menyatukan mitra-mitra, dan bergerak sebagai penghubung untuk pembentukan mitra (Michael dkk 2019).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam meningkatkan taraf hidup petani kecil, sudah mencakup keuntungan bagi perusahaan ini, karena petani kecil dapat memproduksi kedelai hitam dengan baik sebagai bahan baku untuk membuat kecap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">YUI memperhatikan pengelolaan sampah di Indonesia yang belum terkelola dengan baik. PT Unilever, mengambil isu mengenai kebersihan dalam pengelolaan sampah. Program ini dilakukan di satu daerah kemudian dapat menjadi contoh di daerah lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan ini tidak bertanggung jawab terhadap sumber daya alam yang telah digunakan, melainkan perusahaan ini menaruh perhatian terhadap isu lingkungan yang belum tentu dianggap menjadi masalah bagi masyarakat lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatiannya kepada masyarakat, YUI menciptakan Program Sekolah Sehat dengan menanamkan perilaku hidup sehat bagi siswa sekolah dasar dan menengah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini membentuk kader-kader muda yang peduli dengan kesehatan. Pada tingkat sekolah dasar\u00a0 dikenal sebagai dokter kecil, sementara di tingkat menengah disebut dengan duta muda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. PT Antam Tbk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Antam termasuk ke dalam perusahaan BUMN yang bergerak di bidang tambang. Perusahaan ini memiliki visi mengoptimalkan sumber daya dengan mengutamakan keberlanjutan, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menjalankan program CSR nya perusahaan ini memiliki eksistensi, citra, dan kredibilitas yang baik sehingga perusahaan ini dapat beroperasi hingga saat ini (Rembulan dkk 2021).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Antam berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar yang terdampak dengan cara melatih kemandirian masyarakat. Selain itu perusahaan ini berfokus pada kualitas kesehatan, pendidikan (pemberian beasiswa), dan sosial budaya (bantuan sosial, program kemitraan) yang dilakukan di dalam program pengembangan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelestarian lingkungan, PT Antam melakukan program seperti proyek reklamasi yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pasca Tambang (RPT).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan mengenai Konsep <em>Triple Bottom Line <\/em> dan implementasinya di perusahaan Indonesia. Semoga makin banyak ya perusahaan yang menerapkan konsep tersebut. Demi mewujudkan bumi yang hijau dan &#8216;sehat&#8217; kembali<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kolaborasi-national-label-dan-lindungihutan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kolaborasi-national-label-dan-lindungihutan\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Prosesnya Cepat, Cukup 2 Minggu, Pengalaman Kolaborasi National Label dengan LindungiHutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-54d71fc is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"54d71fc\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-54d71fc-column stk-container stk-54d71fc-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-54d71fc-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-92ca01c\" data-block-id=\"92ca01c\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1e0074e\" data-block-id=\"1e0074e\"><style>.stk-1e0074e .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button cta-wa stk-block stk-7fcf1d9\" data-block-id=\"7fcf1d9\"><style>.stk-7fcf1d9 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\nconst pageUrl = window.location.href;\nconst message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n\nconst waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282329015769&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n\/\/ Cari tombol <a> DI DALAM elemen yang punya class 'cta-wa'\nconst waButton = document.querySelector('.cta-wa a');\n\nif (waButton) {\n    waButton.href = waLink;\n}\n<\/script>\n\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-3b9c350\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"3b9c350\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-9eef8d1 stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"9eef8d1\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-15f4251\" data-block-id=\"15f4251\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-2fc728e stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"2fc728e\"><p class=\"stk-block-text__text\">Rahmatika NW, Winarno J, Ihsaniyati H. 2020. Implementasi Konsep Triple Bottom Line (TBL) dalam Pemberdayaan Masyarakat Lahan Kritis di Camp Bell 2 Edupark Boyolali. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS. 4(1) : 314-321.&nbsp;<br><a href=\"https:\/\/jurnal.fp.uns.ac.id\/index.php\/semnas\/article\/view\/1677\/1006\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/jurnal.fp.uns.ac.id\/index.php\/<\/a><a href=\"https:\/\/jurnal.fp.uns.ac.id\/index.php\/semnas\/article\/view\/1677\/1006\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">semnas<\/a><a href=\"https:\/\/jurnal.fp.uns.ac.id\/index.php\/semnas\/article\/view\/1677\/1006\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\/article\/view\/1677\/1006<\/a>&nbsp;<br><br>Rembulan SR, Umran LM, Rajab M. 2021.IMPLEMENTASI KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE PADA CSR PT. ANTAM, TBK SULAWESI TENGGARA KAB. KOLAKA. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi. 6(2) : 179-193.<br><a href=\"http:\/\/ojs.uho.ac.id\/index.php\/KOMUNIKASI\/article\/view\/17235\/11577\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">http:\/\/ojs.uho.ac.id\/index.php\/KOMUNIKASI\/article\/view\/17235\/11577<\/a>&nbsp;<br><br>Limijaya A, Felisia. 2014. TRIPLE BOTTOM LINE DAN SUSTAINABILITY. Bina Ekonomi Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Unpar. 18(1):14-27.&nbsp; <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/27607-ID-triple-bottom-line-dan-sustainability.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/27607-ID-triple-bottom-line-dan-sustainability.pdf<\/a>&nbsp;<br><br>Michael R, Raharjo ST, Resnawaty R. 2019. PROGRAM CSR YAYASAN UNILEVER INDONESIA BERDASARKAN TEORI TRIPLE BOTTOM LINE. Jurnal Pekerjaan Sosial. 2(1) : 23-31. <a href=\"https:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/focus\/article\/view\/23116\/11302\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/focus\/article\/view\/23116\/11302<\/a>&nbsp;<br><br>University of Wisconsin. The Triple Bottom Line <a href=\"https:\/\/sustain.wisconsin.edu\/sustainability\/triple-bottom-line\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/sustain.wisconsin.edu\/sustainability\/triple-bottom-line\/<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-98de952\" data-block-id=\"98de952\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tahun 1970-an, CSR (Corporate Social Responsibility) mulai dikenal oleh masyarakat luas sebagai bentuk tanggung jawab suatu perusahaan terhadap keadaan sosial dan lingkungannya.&nbsp; Dalam mengukur keberhasilan program CSR secara berkelanjutan, erat kaitannya dengan konsep Triple Bottom Line.&nbsp; Bagi pelaku bisnis konsep ini mungkin sudah tidak asing lagi. Sementara bagi kita yang masih awam, mungkin bertanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5537,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[420],"tags":[245,253,43,551],"class_list":["post-5532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis-lestari","tag-csr","tag-hutan","tag-kolaborasi","tag-triple-bottom-line"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}