{"id":5689,"date":"2023-02-08T11:07:29","date_gmt":"2023-02-08T04:07:29","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5689"},"modified":"2025-07-08T10:04:45","modified_gmt":"2025-07-08T03:04:45","slug":"mengenal-iklim-dan-jenis-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-iklim-dan-jenis-jenisnya\/","title":{"rendered":"Iklim: Pengertian, Macam, Unsur Pembentuk, dan Faktor Perubahan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel di-review oleh <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/fahriza-dwi-indahyati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Fahriza Dwi Indahyati<\/a>, Research and Development at LindungiHutan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belakangan ini, Anda mungkin sering menjumpai topik perubahan iklim di berbagai media. Isu ini memang menjadi sorotan global karena dampaknya yang luas dan serius terhadap lingkungan, ekonomi, dan kehidupan manusia secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim yang terus berlanjut akan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan di bumi\u2014mulai dari ketahanan pangan, ketersediaan air, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan &#8220;iklim&#8221;? Apakah berbeda dengan cuaca? Dan sejauh mana dampaknya terhadap kehidupan kita sehari-hari?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh tentang pengertian iklim, perbedaannya dengan cuaca, serta dampak perubahan iklim yang perlu kita waspadai bersama. Mari simak pembahasannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Iklim?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, iklim adalah rata-rata kondisi cuaca di suatu wilayah dalam jangka waktu yang panjang. Rata-rata ini dihitung berdasarkan pengamatan harian yang dilakukan selama periode minimal 30 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, cukup lama memang\u2014karena tujuan utamanya adalah untuk memperoleh gambaran yang stabil dan akurat mengenai pola cuaca di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut ini beberapa definisi iklim yang dikemukakan oleh para ahli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gibbs<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Gibbs, iklim adalah peluang statistik dari berbagai kondisi atmosfer yang mencakup unsur-unsur seperti suhu, kelembapan, tekanan udara, dan angin. Ia menekankan bahwa iklim terbentuk di suatu wilayah yang luas dan terbentuk dalam jangka waktu yang panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. World Climate Conference<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut World Climate Conference (WCC), iklim adalah sintesis dari berbagai peristiwa cuaca yang terjadi dalam periode waktu yang panjang. Rentang waktu ini dianggap cukup untuk merepresentasikan statistik cuaca harian yang selalu berubah-ubah (Susilo, 2021).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut KLHK, iklim merupakan rata-rata cuaca dan variabilitas kuantitatif dari sejumlah variabel seperti angin, curah hujan, dan temperatur, yang dihitung dalam rentang waktu bulanan, tahunan, hingga jutaan tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, cuaca didefinisikan sebagai kondisi atmosfer pada waktu dan lokasi tertentu. Cuaca biasanya dinyatakan melalui parameter seperti hujan, kelembapan, suhu udara, penguapan, tutupan awan, dan sebagainya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses analisis cuaca umumnya dilakukan dalam rentang waktu singkat, mulai dari satu hari hingga satu minggu saja (Nugroho, 2017).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Climate Crisis, Potensi Besar Penyeimbang Karbon dan Bagaimana Mengelola Hutan secara Berkelanjutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Macam-Macam Iklim<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, para ahli mengklasifikasikan iklim global ke dalam empat jenis. Klasifikasi tersebut didasarkan pada&nbsp; unsur-unsur pembentuk iklim itu sendiri, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Iklim Matahari<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Iklim jenis ini ditentukan oleh banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Banyak atau sedikitnya suatu tempat atau wilayah menerima sinar matahari bergantung pada letak garis lintangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah yang berada pada lintang rendah akan lebih banyak menerima sinar matahari. Sedangkan tempat yang berada di lintang tinggi akan memperoleh sinar matahari yang lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan jenis iklim ini, pembagian daerah iklimnya dibagi menjadi empat, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:17px\">Iklim tropis, berada pada garis lintang 23,5\u00b0 LU &#8211; 23,5\u00b0 LS.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Iklim subtropis, terletak antara 23,5\u00b0 LU &#8211; 35\u00b0 LU, dan 23,5\u00b0 LS &#8211; 35\u00b0 LS.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Iklim sedang, berada pada 35\u00b0 &#8211; 66,5\u00b0 LU, dan 35\u00b0 LS &#8211; 66,5\u00b0 LS.<\/li>\n\n\n\n<li style=\"font-size:17px\">Iklim dingin, terletak antara 66,5\u00b0 LU &#8211; 90\u00b0 KU, dan 66,5\u00b0 LS &#8211; 90\u00b0 KS.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Iklim Fisis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Iklim fisis adalah iklim yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi kondisi daratan, lautan, relief muka bumi, angin, dan arus laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembagian iklim berdasarkan jenis ini adalah iklim laut atau maritim, darat atau kontinental, dataran tinggi, dan iklim musim (muson).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Iklim Koppen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang klimatologi asal Jerman bernama W.Koppen membagi iklim dunia dengan lima zona iklim berdasarkan temperatur dan curah hujan, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Iklim A (Hujan Tropis)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri daerah beriklim hujan tropis adalah memiliki temperatur bulanan di atas 18\u00b0C, curah hujan dan penguapan yang tinggi, serta tidak mempunyai musim dingin.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Iklim B (Kering)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri daerah dengan iklim B adalah curah hujan rendah, penguapan tinggi, tidak ada cadangan air, dan tidak dijumpai sungai permanen.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Iklim C (Sedang)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik dari jenis ini adalah suhunya lebih dari 10\u00b0C pada musim panas, sedangkan pada musim dingin suhu berada di kisaran&nbsp; -3\u00b0C sampai -18\u00b0C.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Iklim D (Dingin)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari -3\u00b0C, dan suhu bulan terpanas dengan lebih dari 10\u00b0C.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Iklim E (Kutub)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki suhu dingin sepanjang tahun, dan suhu bulan terpanas kurang dari 10\u00b0C.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Iklim Oldeman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Oldeman, iklim diklasifikasikan berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering dalam satu tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu bulan disebut bulan basah jika curah hujannya lebih dari 200 mm, bulan lembap jika curah hujan berada di kisaran 100\u2013200 mm, dan bulan kering jika curah hujan kurang dari 100 mm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi ini digunakan secara luas dalam sektor pertanian dan kehutanan untuk menentukan pola tanam dan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim setempat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"614\" height=\"1536\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Infografis-iklim.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12875\" style=\"width:742px;height:1856px\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Unsur-Unsur Pembentuk Iklim<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Iklim terbentuk dari berbagai unsur stabil yang meliputi suhu, kelembapan udara, curah hujan, awan, angin, dan tekanan udara. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing unsur tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Suhu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suhu udara adalah parameter yang menyatakan kondisi panas atau dinginnya udara. Di permukaan laut, bumi memiliki rerata suhu 150\u00b0C, tetapi suhu setiap wilayah bervariasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut bergantung pada durasi penyinaran matahari, sudut datang sinar matahari, relief permukaan bumi atau tinggi tempat, angin, dan banyak sedikitnya awan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kelembapan Udara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelembapan udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Dibandingkan dengan gas lain yang ada di atmosfer, kandungan uap air lebih sedikit dengan hanya 2% dari total jumlah massa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkat kelembapan udara di setiap wilayah juga dipengaruhi oleh jumlah radiasi matahari, relief permukaan bumi, angin, dan ketinggian tempat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Curah Hujan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Curah hujan adalah intensitas air hujan yang turun pada waktu dan wilayah tertentu. Hujan sendiri merupakan salah satu bentuk presipitasi, yaitu bagian dari siklus hidrologi yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air di Bumi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa faktor yang memengaruhi curah hujan di suatu wilayah antara lain topografi, arah lereng, jarak perjalanan angin di atas medan datar, serta arah angin yang sejajar dengan garis pantai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Awan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsur pembentuk iklim berikutnya adalah awan. Awan terbentuk melalui proses kondensasi, yaitu pengumpulan titik-titik air atau kristal es di atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/iklim-awan.jpg\" alt=\"iklim awan\" class=\"wp-image-16303\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laju penguapan yang memengaruhi pembentukan awan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sinar matahari, suhu udara, dan angin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Angin<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angin adalah pergerakan udara dari wilayah dengan tekanan udara tinggi menuju wilayah dengan tekanan udara rendah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tekanan Udara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekanan udara adalah gaya yang dihasilkan oleh massa udara yang menekan permukaan bumi. Tekanan udara di suatu wilayah biasanya berbanding lurus dengan tingkat kelembapan udara di daerah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika suatu daerah memiliki tekanan udara tinggi, kelembapan udaranya cenderung juga tinggi. Perbedaan tekanan udara antar wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama angin dan sinar matahari (Iswanto, 2018).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/ekosistem-karbon-biru-potensinya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/ekosistem-karbon-biru-potensinya\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ekosistem Karbon Biru, Potensi, Simpanan Karbon, dan Tantangan 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf.\"><\/object><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf.pdf\">unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf<\/a><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download>Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Perubahan Iklim dan Pengaruhnya Bagi Manusia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahun 2016 tercatat sebagai tahun terpanas secara global, dengan anomali suhu mencapai 0,99 derajat Celsius dibandingkan periode pengamatan 1980 hingga 2020. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim sedang berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kajian dan Dampak Perubahan Iklim di Indonesia dan Global\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/G-__Nt3aH2w?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa penyebab utama perubahan iklim? Salah satu faktor terbesar adalah aktivitas manusia, yang meliputi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sampah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah memberikan dampak signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, terutama berupa gas metana (CH\u2084) dan karbon dioksida (CO\u2082). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perubahan-iklim-sampah.jpg\" alt=\"perubahan iklim sampah\" class=\"wp-image-16305\" title=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, total timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 31.909.956,68 ton.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Transportasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emisi gas rumah kaca merupakan penyebab utama perubahan iklim secara global. Gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida menangkap panas matahari yang menyebabkan pemanasan global. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, penggunaan transportasi bermotor menghasilkan emisi karbon dioksida dari proses pembakaran bahan bakar fosil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Deforestasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penurunan luas tutupan lahan mempercepat perubahan iklim akibat berkurangnya serapan karbon dioksida, menurunnya keanekaragaman hayati, meningkatnya risiko banjir dan longsor, serta menurunnya kualitas udara yang berdampak pada kesehatan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim yang terjadi kemudian berdampak pada kehidupan makhluk hidup di bumi termasuk manusia. Dampak tersebut merata di berbagai sektor seperti:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kasus Perubahan Iklim yang Berdampak Bagi Masyarakat Indonesia\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/X67Yonf7d50?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sektor Pertanian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, sebab mempengaruhi pola tanam, waktu tanam, dan indeks\/intensitas pertanaman (IP). Adanya perubahan iklim mengakibatkan penurunan produksi pertanian hingga kegagalan panen,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sektor Kesehatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada kenaikan suhu secara global, tetapi juga memengaruhi kesehatan manusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai dari meningkatnya kasus penyakit yang muncul terhadap risiko penularan penyakit tular vektor seperti DBD, malaria, chikungunya, leptospirosis, filariasis, dan lain-lain<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Sektor Perikanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim memaksa sektor perikanan mengalami penurunan produktivitas tambak, berkurangnya hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengungkapan-emisi-karbon\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengungkapan-emisi-karbon\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan<\/a> <\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1675827848433\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja 4 jenis iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Secara umum, para ahli mengklasifikasikan iklim global ke dalam empat jenis, yaitu iklim matahari, iklim fisis, Iklim Koppen, dan iklim Oldeman.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1675827860884\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa Iklim yang ada di Indonesia?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Indonesia memiliki tiga iklim, termasuk iklim tropis jika berdasarkan klasifikasi iklim matahari, iklim laut apabila berdasarkan klasifikasi iklim fisis, dan iklim musim.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-d540615 is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"d540615\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-d540615-column stk-container stk-d540615-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-d540615-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-4457e4d\" data-block-id=\"4457e4d\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-479c640\" data-block-id=\"479c640\"><style>.stk-479c640 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button cta-wa stk-block stk-703dec2\" data-block-id=\"703dec2\"><style>.stk-703dec2 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\nconst pageUrl = window.location.href;\nconst message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n\nconst waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6281329182514&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n\/\/ Cari tombol <a> DI DALAM elemen yang punya class 'cta-wa'\nconst waButton = document.querySelector('.cta-wa a');\n\nif (waButton) {\n    waButton.href = waLink;\n}\n<\/script>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-aeae6c5\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"aeae6c5\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-745da6a stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"745da6a\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-d9978c1\" data-block-id=\"d9978c1\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-a1a6536 stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"a1a6536\"><p class=\"stk-block-text__text\">Iswanto, S. (2018). <em>Mengenal Cuaca dan Iklim di Indonesia.<\/em> Bandung: Penerbit Pakar Raya. Dipetik Januari 30, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/104607\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/104607<\/a>&nbsp;<br><br>Kehutanan, K. L. (2017). <em>Mengenai Perubahan Iklim<\/em>. Dipetik Januari 13, 2023, dari ditjenppi.menlhk.go.id\/kcpi\/index.php\/info-iklim\/.perubahan-iklim<br><br>Nugroho, B. D. (2017). <em>Fenomena Iklim Global, Perubahan Iklim, dan Dampaknya di Indonesia.<\/em> Jakarta: Grasindo. Dipetik Januari 30, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/79904\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/79904<\/a>&nbsp;<br><br>Sri Winarsih, S. (t.thn.). <em>Seri Sains Iklim.<\/em> Semarang: Alprin. Dipetik Januari 13, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/138725\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/138725\/<\/a>&nbsp;<br><br>Susilo, B. (2021). <em>Mengenal Iklim dan Cuaca di Indonesia.<\/em> Yogyakarta: Diva Press. Dipetik Januari 13, 2023, dari <a href=\"http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/189460\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id\/ipusnas\/publications\/books\/189460<\/a>&nbsp;<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-5c2079a\" data-block-id=\"5c2079a\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup <\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis:  <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/mas-wanajih-8b1a04205\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mas Wanajih<\/a> <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel di-review oleh Fahriza Dwi Indahyati, Research and Development at LindungiHutan Belakangan ini, Anda mungkin sering menjumpai topik perubahan iklim di berbagai media. Isu ini memang menjadi sorotan global karena dampaknya yang luas dan serius terhadap lingkungan, ekonomi, dan kehidupan manusia secara keseluruhan. Perubahan iklim yang terus berlanjut akan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[287,579,580],"class_list":["post-5689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-iklim","tag-iklim-adalah","tag-jenis-jenis-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}