{"id":5810,"date":"2023-02-16T08:23:58","date_gmt":"2023-02-16T01:23:58","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5810"},"modified":"2023-02-17T14:42:01","modified_gmt":"2023-02-17T07:42:01","slug":"sekam-padi-pengertian-cara-membuat-manfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/sekam-padi-pengertian-cara-membuat-manfaat\/","title":{"rendered":"Sekam Padi Adalah: Pengertian, Kandungan, Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padi merupakan komoditas utama pertanian di Indonesia. Disisi lain, padi menghasilkan produk sampingan atau limbah hasil dari proses penggilingan yang kita sebut sebagai sekam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk saat ini, pemanfaatan limbah sekam padi belum dilakukan secara maksimal. Biasanya, hanya digunakan sebagai bahan bakar pada industri batu bata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sekam padi ternyata memiliki banyak manfaat yang perlu kita ketahui. Apa saja manfaatnya? Simak penjelasannya dibawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud Dengan Sekam Padi?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Apa-yang-Dimaksud-Dengan-Sekam-Padi.jpg\" alt=\"Pengertian sekam dan sekam padi\" class=\"wp-image-5814\" title=\"\"><figcaption>Apa itu sekam padi?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membahas lebih lanjut kita ketahui dulu, arti dari sekam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sekam adalah kulit padi (sesudah padi ditumbuk).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekam padi adalah lapisan keras meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut <em>lemma<\/em> dan <em>palea<\/em> yang saling berkaitan (Bhakti dkk 2019). Menurut Ismunadji (1988), industri penggilingan padi menghasilkan 65% beras, 20% sekam padi, dan sisanya hilang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Worasuwannarak dkk (2007) menyatakan bahwa, komponen utama sekam padi terdiri dari selulosa (38%), hemiselulosa (18%), lignin (22%), dan SiO<sub>2<\/sub> (silika). Sekam padi mengandung beberapa unsur kimia penting (Suharno dalam Fasya 2017), seperti pada tabel berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Komponen<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Kandungan (%)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Kadar air<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">9.020<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Protein kasar<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">3.027<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Lemak<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">1.180<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Serat kasar<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">35.680<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Abu<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">17.710<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Karbohidrat kasar<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">33.710<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/sustainable-product-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sustainable Product: Perngertian, Manfaat, dan Contohnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Infografis-sekam-padi.jpg\" alt=\"Sekam padi.\" class=\"wp-image-5878\" title=\"\"><figcaption>Infografis sekam padi oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat Arang Sekam <\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Cara-Membuat-Arang-Sekam-Padi-1.jpg\" alt=\"Cara membuat arang sekam padi\" class=\"wp-image-5815\" title=\"\"><figcaption>Arang sekam padi dibuat melalui proses pembakaran<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pembuatan arang sekam cukup mudah.  Dilansir dari Repositori Publikasi Kementerian Pertanian (2015), cara membuat arang sekam sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Alat Pembakaran<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cari tong berbentuk silinder yang terbuat dari besi, aluminium, seng atau logam yang tahan api. Kurang lebih berukuran 20 liter dan buang salah satu alas atau tutupnya<\/li><li>Pada bagian alas atau tutup yang tidak dibuang, buat lubang berdiameter 10 cm di tengah-tengah lingkaran<\/li><li>Buat lubang dengan paku pada dinding silinder dengan ukuran kurang lebih 0,5 cm. Fungsinya untuk membuang panas dari bahan bakar ke tumpukan sekam padi tanpa membakar secara langsung<\/li><li>Bagian tajam dari lubang harus mengarah keluar supaya lidah api menjulur keluar. Buat lubang dari dalam menuju keluar silinder<\/li><li>Gunakan pipa sepanjang 1 cm dengan diameter 10 cm. Masukkan pipa ke dalam lubang yang telah dibuat alas atau atap, sebagai cerobong asap pembakaran<\/li><li>Rekatkan pipa dengan cara dilas agar pipa dapat berdiri tegak lurus diatas silinder. Atau letakkan pipa yang ada di silinder, ganjal dengan paku, kemudian ikat dengan kawat beso agar cerobong dapat berdiri tegak.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Proses Pembakaran<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pilih lokasi pembakaran yang jauh dari jalan atau perumahan, karena proses pembakaran menghasilkan asap yang tebal<\/li><li>Buat api unggun ukuran silinder yang telah dibuat sebelumnya. Nyalakan api kemudian tutup api dengan silinder yang telah diberi cerobong asap<\/li><li>Timbun ruang pembakaran silinder yang didalamnya sudah ada nyala api dengan berapa karung sekam. penimbunan kurang lebih setinggi 1 meter<\/li><li>Setelah 20-30 menit, saat puncak timbunan sekam terlihat menghitam, berikan sekam yang berwarna coklat ke arah puncak. Lakukan terus secara berulang-ulang<\/li><li>Setelah semua menghitam lakukan penyiraman untuk menghentikan proses pembakaran.\u00a0<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Sekam Padi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Manfaat-Sekam-Padi.jpg\" alt=\"Manfaat sekam padi\" class=\"wp-image-5813\" title=\"\"><figcaption>Penting untuk kita ketahui, 7 manfaat sekam padi.  Apa saja?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya sekam padi dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau media tanam. Namun, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sebagian besar hanya menjadi limbah yang mencemari lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring dengan perkembangan zaman, sudah banyak penelitian yang membahas mengenai sekam padi dan manfaatnya, meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pembuatan Silika Gel<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari Handayani dkk (2015), sekam padi berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel, karena menjadi salah satu sumber penghasil silika terbesar. Sekam mengandung silika sebanyak 87-97% berat kering setelah mengalami pembakaran secara sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Silika gel adalah bentuk dari silika yang dihasilkan melalui proses penggumpalan sol natrium silikat NaSiO<sub>2<\/sub>. Bentuk sol mirip seperti agar-agar, dapat didehidrasi sehingga berubah menjadi padatan atau butiran yang tidak elastis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Silika gel banyak dimanfaatkan sebagai zat penyerap, pengering, dan penopang katalis. Biasanya digunakan untuk menjaga kelembaban seperti makanan, obat-obatan, elektronik, film, bahan bahan sensitif sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uniknya produk anti lembab ini dapat menyerap tanpa mengubah bentuk zatnya. Kalau kita pegang gel ni akan tetap kering.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pembuatan Arang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arang sekam mempunyai banyak dimanfaatkan di bidang pertanian maupun industri. Arang sekam padi kaya akan kandungan karbon, hal itu digunakan dalam pembuatan kompos. Para petani menggunakan arang sekam untuk menggemburkan tanah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Media Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Purnomo dalam Fasya 2017, pemanfaatan sekam padi digunakan sebagai tambahan atau campuran media tanam. Kelebihan sekam antara lain: harganya murah mudah didapat, mudah dalam pembuatan, biaya pembuatan murah, pemanfaatan limbah hasil pertanian, mudah menyerap air, dan untuk akar dapat menyimpan oksigen dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Penyedia Unsur Hara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain digunakan sebagai media tanam, abu sekam juga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah. Hermawan 2003, menyatakan bahwa sekam padi digunakan untuk menyuburkan kembali tanah ultisol. Tanah ultisol merupakan salah satu tanah yang kurang subur karena bersifat asam dan mengandung unsur Al yang tinggi. Dapat meningkatkan unsur P, K. dan C dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lim dkk 2012, meneliti transformasi sekam padi sebagai pupuk melalui proses <em>vermicomposting<\/em> (pengomposan dengan bantuan cacing). Selain itu, sekam digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk cair dan karbon aktif (Ding dkk 2014).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Sumber Energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan briket. Briket adalah bahan bakar padat yang telah dilakukan proses pemadatan dari bahan-bahan tidak padat seperti serbuk. Pembuatan briket dilakukan dengan cara merekatkan serbuk dengan tepung (tepung beras, tepung kanji, dan tepung beras ketan) kemudian dipadatkan lalu dikeringkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Ali dkk (2016), masyarakat di Pakistan mengolah sekam padi yang dicampur dengan kotoran hewan untuk menghasilkan biogas. Di Kamboja digunakan sebagai pembanngkit listrik menggunakan metode gasifikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode gasifikasi adalah suatu sistem untuk mengubah bahan bakar mentah menjadi gas menggunakan reaktor gasifikasi berteknologi <em>fluidized bed<\/em>. Kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel pada pembangkit listrik (Primantara dkk 2017).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Adsorben Alami<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adsorpsi adalah proses penempelan molekul tertentu pada suatu permukaan. Adsorben adalah padatan yang digunakan dalam proses adsorpsi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikutip dari Yahya 2017, arang sekam padi dapat menyerap ion logam jenis timbal (Pb). Selain timbal, arang sekam mampu menghilangkan kandungan besi (Zn) dan ion nikel (Ni) di dalam air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merkuri (Hg), dapat juga diserap oleh arang sekam. Arang sekam digunakan juga dalam upaya pengelolaan media (air dan tanah) yang sudah tercemar oleh logam-logam berbahaya seperti Pb, Ag, Cr, Ni, Cu, dan sebagainya (Purwaningsih 2009).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Bahan Bangunan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah fakta menarik, berdasarkan penelitian yang dilakukan Adha (2011), sekam padi memiliki potensi sebagai pengganti semen pada struktur pengerasan jalan raya. Semen dan abu sekam padi (6%) dicampur dengan material tanah lempung plastisitas rendah telah memenuhi persyaratan teknis sebagai lapisan pondasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putra (2016) menyatakan bahwa, sekam padi juga dimanfaatkan sebagai campuran pembuatan beton agar tidak cepat rusak oleh senyawa magnesium sulfat di dalam air laut. Dalam penelitian Putra (2016) dapat ditarik kesimpulan bahwa, persentase optimal sekam padi sebanyak 16,8% yang ditambahkan ke dalam proses pembuatan beton, dapat mengurangi kerusakan akibat magnesium sulfat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Setiawan dkk (2016), sekam padi yang ditambahkan ke dalam beton ringan <em>pumice<\/em> dapat digunakan sebagai pengganti beton biasa untuk struktur bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-limbah-b3-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">6 Contoh Limbah B3 Industri yang Berbahaya untuk Lingkungan<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan singkat mengenai sekam padi dan manfaatnya. Setelah membaca artikel ini, sekam padi bukan lagi limbah yang dapat dipandang sebelah mata. Harganya yang murah, mudah didapat, sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CoWdulGhCrB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CoWdulGhCrB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CoWdulGhCrB\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1676451490001\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat sekam padi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Sebagai bahan dasar pembuatan silika gel, pembuatan arang, media tanah, penyedia unsur hara, sumber energi, adsorben alami, dan bahan bangunan<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1676451582504\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa kandungan unsur kimia dalam sekam padi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Air, protein kasar, lemak, serat kasar, abu, dan karbohidrat kasar<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-5bd50b4\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"5bd50b4\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-19d57f0\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"19d57f0\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam artikel ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-102f398\" data-block-id=\"102f398\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-a43610a\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"a43610a\"><p class=\"stk-block-text__text\">KBBI. sekam. <a href=\"https:\/\/kbbi.web.id\/sekam\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/kbbi.web.id\/sekam<\/a><br><br>Adha, Idharmahadi. (2011). Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Pengganti Semen Pada Metoda Stabilisasi Tanah Semen. Jurnal Rekayasa, 15(1), 33-40.<br><br>Ali, Ghaffar, Bashir, Muhammad Khalid, Ali, Hassan, &amp; Bashir, Muhammad Hamid. (2016). Utilization of rice husk and poultry wastes for renewable energy potential in Pakistan: An economic perspective. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 61, 25-29.<br><br>Bhakti CP, Ghafur AL, Setiawan RA, Widodo A. 2019. Pelatihan dan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Bioarang di Desa Kemranggon, Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat. 3(1): 117-122.<br><br>Ding, Lili, Zou, Bo, Shen, Liang, Zhao, Chun, Wang, Zichen, Guo, Yupeng, . . . Liu, Yanhua. (2014). A simple route for consecutive production of activated carbon and liquid compound fertilizer from rice husk. Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects, 446, 90-96.<br><br>Fasya AZ. 2017. Pemanfaatan Arang Sekam Padi Sebagai Adsorben Guna Mengurangi Limbah Cr. Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Departemen Teknik Kimia Industri.<br><br>Handayani PA, Nurjanah E, Rengga WDP. 2015. Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Silika Gel. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 4(2):55-59.<br><br>Hermawan, Agus. (2003). Pengaruh Pemberian Kompos Isi Rumen-Abu Sekam Padi dan<br>Pupuk NPK terhadap Beberapa Karakteristik Kimia Tanah Ultisols dan Keragaan Tanaman Kedelai. Jurnal Tanah Tropika, 8(15), 7-13.<br><br>Ismunadji M. 1988. \u201cPadi\u201d Buku I Edisi I. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.<br><br>Primantara, I Putu Angga Sukma, Winaya, I Nyoman Suprapta, &amp; Widiyarta, I Made. (2017). Fluidized Bed Gasification berbahan bakar Biomassa dan Batubara Dengan Variasi Komposisi Bahan Bakar. LOGIC, 14(3), 177.<br><br>Purwaningsih, Dyah. (2009). Adsorpsi Multi Logam Ag (I), Pb (II), Cr (III), Cu (II) dan Ni (II) Pada Hibrida Etilendiamino-Silika Dari Abu Sekam Padi. Jurnal Penelitian Saintek, 14(1).<br><br>Putra, Dharma. (2006). Penambahan abu sekam pada beton dalam mengantisipasi kerusakan akibat magnesium sulfat pada air laut. Jurnal ilmiah teknik sipil, 10(2).<br><br>Repositori Publikasi Kementerian Pertanian. 2015. Panduan Teknis Cara Membuat Arang Sekam Padi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.<br><br>Setiawan, Dedi Budi. (2016). Pemanfaatan Beton Ringan dari Agregat Pumice dengan Penambahan Abu Sekam Padi sebagai Pengganti Beton Biasa untuk Struktur Bangunan. WAHANA TEKNIK SIPIL, 17(2).<br><br>Worasuwannarak N, Sonobe T, Tanthapanichakoon W. 2007. Pyrolysis behaviors of rice straw, rice husk, and corncob by TG-MS technique. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis. 78(2): 265-271.<br><br>Yahya H. 2017. Kajian Beberapa Manfaat Sekam Padi di Bidang Teknologi Lingkungan: Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Bagi Masyarakat Aceh di Masa Akan Datang. Prosiding Seminar Nasional Biotik.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-ff94ec3\" data-block-id=\"ff94ec3\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padi merupakan komoditas utama pertanian di Indonesia. Disisi lain, padi menghasilkan produk sampingan atau limbah hasil dari proses penggilingan yang kita sebut sebagai sekam.&nbsp; Untuk saat ini, pemanfaatan limbah sekam padi belum dilakukan secara maksimal. Biasanya, hanya digunakan sebagai bahan bakar pada industri batu bata.&nbsp; Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sekam padi ternyata memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":5816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[601,600,599],"class_list":["post-5810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-limbah-pertanian","tag-sekam","tag-sekam-padi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5810\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}