{"id":5821,"date":"2023-02-17T07:35:44","date_gmt":"2023-02-17T00:35:44","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5821"},"modified":"2023-03-10T09:36:03","modified_gmt":"2023-03-10T02:36:03","slug":"apa-itu-gulma-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-gulma-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Mengenal Gulma: Jenis, Dampak, dan 4 Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain hama dan penyakit, gulma menjadi suatu persoalan yang kerap menyerang tanaman. Sebagai tumbuhan pengganggu tentu kebenarannya tidak dikehendaki. Karena dapat berpengaruh pada tanaman lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, apakah semua jenis tumbuhan dapat disebut sebagai gulma? Tentu tidak. Lalu, Apa yang menjadi pertimbangan tanaman ini disebut sebagai tanaman pengganggu ? Simak artikel ini sampai tuntas ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud Gulma?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-gulma.jpg\" alt=\"Apa itu gulma?\" class=\"wp-image-5847\" title=\"\"><figcaption>Apa yang dimaksud dengan gulma? Bagaimana sebuah tumbuhan bisa dikatakan sebagai gulma?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gulma disebut sebagai tumbuhan pengganggu. Di kalangan masyarakat dikenal dengan julukan tumbuhan liar, rerumputan liar, atau jujukutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gulma adalah tumbuhan yang mengganggu tanaman budidaya atau yang merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berupaya untuk mengendalikannya (Sembodo 2010; Kilkoda 2015). Tumbuhan yang dijuluki jujukutan ini, menjadi salah satu faktor penghambat dalam pertumbuhan tanaman utama selain faktor alam, genetik, dan budidaya tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada prinsipnya tumbuhan pengganggu merupakan tanaman yang tidak dikehendaki. Keberadaannya dan harus dikeluarkan atau dibasmi. Biasanya tumbuhan pengganggu berkompetisi dengan tanaman pokok yang diusahakan manusia. Karena timbul persaingan untuk mendapatkan unsur hara, air, cahaya matahari, dan lainnya, membuat tanaman pokok tidak mendapat nutrisi secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua tumbuhan disebut sebagai gulma ya <em>guys<\/em>. Kita perlu melihat dimana tumbuhan itu tumbuh. Apabila tumbuh di sekitar tanaman budidaya, pada saluran irigasi, atau tempat lainnya yang menimbulkan kerugian, maka kita bisa sebut sebagai gulma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hama-tanaman-dan-cara-mengatasinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Hama Tanaman dan Cara Mengendalikannya<\/a> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Gulma.jpg\" alt=\"Infografis tentang gulma.\" class=\"wp-image-6245\" title=\"\"><figcaption>Infografis tentang gulma oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sifat-sifat Karakteristik Gulma yang Perlu Kita Ketahui<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari Buku Gulma dan Pengendaliannya (2017), gulma memiliki sifat-sifat umum yaitu lebih cepat beradaptasi di lingkungan tempat tumbuhnya, daya saing tinggi, mampu menghasilkan biji yang berlimpah, melakukan perkembangbiakan secara vegetatif, dan memiliki sifat dormansi yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan dalam memproduksi biji dalam jumlah banyak membuat tumbuhan liar memiliki daya reproduktif yang tinggi. Dikutip dari Akobundu 1987; Radosevich dan Holt 1984, dalam Buku Gulma dan Pengendaliannya (2017), dalam satu musim jenis <em>Amaranthus spinosus<\/em> menghasilkan 235.000 biji\/pohon, <em>Eleusine indica<\/em> menghasilkan 50.000-135.000 biji\/pohon, <em>Solanum nigrum<\/em> menghasilkan 178.000 biji\/pohon, <em>Digitaria horizontalis<\/em> menghasilkan 150.000 biji\/pohon, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlihat, jujukutan dapat menghasilkan biji yang banyak dalam waktu singkat. Berbeda dengan tanaman budidaya seperti padi, gandum, jagung, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan hidup (viabilitas) tinggi juga terdapat pada tumbuhan liar. Tidak semua biji gulma akan berkecambah dalam satu periode. Akan bekecambang apabila dalam kondisi yang memungkinkan dan biji yang lainnya akan berada pada fase dorman (tertidur sementara) untuk berkecambah pada periode berikutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data kompetitif yang tinggi merupakan ciri khas pada gulma. Sifat ini membuat tanaman pokok yang sengaja ditanam kehilangan nutrisi yang seharusnya didapat. Jujukutan, cenderung tumbuh rapat dengan tanaman budidaya, laju pertumbuhannya cepat, dan daya adaptasinya tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-tanaman-herbal-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Serba-Serbi Tanaman Herbal: Ringan di Tanaman Berat di Khasiyat<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis Gulma<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Jenis-Gulma.jpg\" alt=\"gambar jenis-jenis gulma.\" class=\"wp-image-5844\" title=\"\"><figcaption>Gambar beberapa jenis gulma mulai dari rumput, teki, hingga berdaun lebar.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Umiyati dan Widayat dalam Buku Gulma dan Pengendaliannya (2017), berdasarkan morfologinya, tumbuhan liar dibedakan menjadi 3 golongan yaitu rumput, teki, dan berdaun lebar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Golongan Rumput (Grasses)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termasuk ke dalam famili (suku) Poaceae (Gramineae). Memiliki ciri antara lain: batangnya bulat atau sedikit pipih (mayoritas berongga); daun soliter pada buku-buku; buahnya disebut <em>caryopsis<\/em> atau <em>grain<\/em>. Seperti contoh jenis <em>Cynodon dactylon<\/em> (L.) pers (kakawatan), <em>Echinochloa crus-galli<\/em> (L.) cerv (dejangoan), <em>Panicum repens<\/em> L. (jajahean), dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Golongan Teki (Sedges)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umumnya termasuk ke dalam famili Cyperaceae. Memiliki ciri seperti umumnya batang berbentuk segitiga, bulat, dan tidak berongga; daun tersusun tiga deretan dan tidak mempunyai lidah daun; tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku; buahnya tidak membuka. Contohnya <em>Cyperus rotundus<\/em> L. (teki), <em>Cyperus halpan<\/em> L. (papayungan), <em>Cyperus iria<\/em> L. (jengkeng), dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Golongan Berdaun Lebar (Herbaceous)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Golongan ini berada di luar famili Gramineae dan Cyperaceae. Cirinya berdaun lebar biasanya termasuk Pteridophyta dan Dicotyledoneae, serta memiliki tulang daun lebar berbentuk seperti jala. Contohnya adalah jenis <em>Polygala paniculata<\/em> L. (akar wangi), <em>Striga asiatica<\/em> L. G. K. (rumput setan),<em> Eclipta prostrata<\/em> L. (urang-aring), dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Adanya Gulma<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Simatupang dkk (2015), kerugian-kerugian yang timbul adanya gulma antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kerusakan lingkungan. Benih tumbuhan liar yang dibawa tidak sengaja dari suatu daerah, kemudian tumbuh dan berkembang pesat, mengakibatkan masalah lingkungan di tempat tersebut<\/li><li>Menutupi jaringan irigasi mengganggu sistem pengairan<\/li><li>Saluran air tertutup tumbuhan pengganggu sehingga menghambat aliran air<\/li><li>Pada sungai-sungai kecil (saluran primer) difungsikan sebagai jaringan navigasi, sehingga menghambat sistem transportasi dan terganggunya sistem drainase<\/li><li>Saluran tersier dan saluran skala mikro di lahan rawa pasang surut tidak dapat berfungsi dengan baik<\/li><li>Pada sarana transportasi (tepi jalan) rusak karena akar tumbuhan penganggu dapat merusak badan jalan. Perlu tambahan biaya untuk membersihkannya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 Cara Mengatasi Munculnya Gulma<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Cara-mengatasi-gulma.jpg\" alt=\"Cara menghilangkan gulma.\" class=\"wp-image-5846\" title=\"\"><figcaption>Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencabutnya secara manual.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimanapun masalah tumbuhan liar tidak bisa hilang begitu saja. Perlu upaya untuk mengendalikan agar keberadaannya tidak mengganggu tanaman utama. Tujuannya supaya tercipta suatu kondisi keseimbangan lingkungan yang optimal bagi tanaman budidaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian gulma, dilakukan dengan 4 metode antara lain: cara manual, cara mekanis, cara kultur teknis, cara biologi, dan cara kimia (Kasasian 1971 dalam Simatupang 2015).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cara Manual<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara manual dilakukan dengan mencabut atau menyiangi. Cara ini merupakan cara konvensional telah ada sejak dahulu. Namun, dengan mencabut memerlukan banyak waktu, tenaga kerja, dan biaya sehingga cara ini kurang efisien dalam penerapannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Cara Mekanis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara ini dilakukan dengan menggunakan alat seperti coret dan cangkul. Penggunaan alat memerlukan persyaratan seperti jarak tanam. Tentunya, memerlukan tenaga kerja yang terampil agar pekerjaan menjadi efektif dan hasilnya optimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Cara Kultur Teknis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian tumbuhan liar menggunakan cara kultur teknis dilakukan dengan menerapkan prinsip sistem pertanaman seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>pergiliran tanaman<\/li><li>pengaturan jarak tanam<\/li><li>penggunaan benih tanaman yang bersih dari biji gulma<\/li><li>pengaturan penggenangan air<\/li><li>pengaturan waktu dan cara pemberian pupuk<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Cara Biologi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara ini bertujuan untuk menurunkan populasi dari suatu jenis tumbuhan pengganggu pada suatu kawasan tertentu. Upaya yang dilakukan dengan cara memasukkan organisme hidup yang dapat membasmi tumbuhan penganggu pada suatu kawasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tiga pendekatan yang bisa dilakukan, meliputi memasukkan organisme hidup untuk memakan salah satu jenis tumbuhan liar, memasukkan organisme hidup untuk memakan seluruh jenis tumbuhan liar, dan menggunakan jenis tanaman kompetitor yang lebih kritis pada pertumbuhan gulma.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Cara Kimia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan bahan kimia seperti herbisida dapat digunakan untuk membasmi tumbuhan liar. Dalam penerapannya, kita perlu berhati-hati agar meminimalkan resiko. Bisa dikatakan cara ini cukup ampuh untuk mengurangi tumbuhan liar. Tentunya penggunaan waktu, tenaga, bisa lebih efektif dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hama-tanaman-dan-cara-mengatasinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Hama Tanaman dan Cara Mengendalikannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan singkat mengenai gulma. Kita tidak boleh mengabaikan keberadaannya, butuh pengendalian secara cepat dan tepat agar tidak mengganggu lingkungan sekitar, terutama bidang pertanian. Semoga artikel ini dapat memberikan pengetahuan baru untuk kamu yaa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CorHu2Ihxpv\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CorHu2Ihxpv\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CorHu2Ihxpv\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1676523058542\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa yang dimaksud gulma?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tumbuhan yang mengganggu tanaman budidaya atau yang merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berupaya untuk mengendalikannya<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1676523286344\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa saja jenis gulma?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Rumput (grasses), teki (sedges), berdaun lebar (herbaceous)<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-ddd289e\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"ddd289e\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-9e73835\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"9e73835\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan tujukan yang digunakan dalam artikel ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-d4df259\" data-block-id=\"d4df259\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-6d74c11\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"6d74c11\"><p class=\"stk-block-text__text\">Kilkoda AK, Nurmala T, Widayat D. 2015. Pengaruh keberadaan gulma (Ageratum conyzoides dan Boreria alata) terhadap pertumbuhan dan hasil tiga ukuran varietas kedelai (Glycine max L. Merr) pada percobaan pot bertingkat. Kultivasi. 14(2):1\u20139. doi:10.24198\/kltv.v14i2.12072.&nbsp;<br><br>Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.<br><br>Simatupang RS, Subagio H, Indrayati L, Nurita. 2015. Gulma Pasang Surut \u201cKeragaman, Dominasi, Pengendalian, Pengelolaan dan Pemanfaatannya\u201d. Jakarta : IAARD Press.<br><br>Umiyati U, Widayat D. 2017. Gulma dan Pengendaliannya. Yogyakarta: Deepublish. <a href=\"https:\/\/pustaka.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/01-buku-gulma-dan-pengendaliannya.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/pustaka.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/01-buku-gulma-dan-pengendaliannya.pdf<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-8e61ee1\" data-block-id=\"8e61ee1\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain hama dan penyakit, gulma menjadi suatu persoalan yang kerap menyerang tanaman. Sebagai tumbuhan pengganggu tentu kebenarannya tidak dikehendaki. Karena dapat berpengaruh pada tanaman lain. Jadi, apakah semua jenis tumbuhan dapat disebut sebagai gulma? Tentu tidak. Lalu, Apa yang menjadi pertimbangan tanaman ini disebut sebagai tanaman pengganggu ? Simak artikel ini sampai tuntas ya! Apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":5843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[51,602,603],"class_list":["post-5821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-flora","tag-gulma","tag-tumbuhan-penganggu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}