{"id":5880,"date":"2023-02-20T13:01:23","date_gmt":"2023-02-20T06:01:23","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=5880"},"modified":"2023-02-20T13:01:24","modified_gmt":"2023-02-20T06:01:24","slug":"green-belt-pengertian-fungsi-manfaat-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/green-belt-pengertian-fungsi-manfaat-contoh\/","title":{"rendered":"Sabuk Hijau (Green Belt) Adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat hingga Contohnya di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena pembangunan di wilayah perkotaan sering kali meminimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal, keberadaan RTH menjadi salah satu unsur penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang sehat dan nyaman. Sebab, memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan manusia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu sarana dan prasarana pendukung Ruang Terbuka Hijau adalah sabuk hijau\/<em>green belt<\/em>. Lantas, apa itu sabuk hijau?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Ruang Terbuka<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Pengertian-Ruang-Terbuka.jpg\" alt=\"Pengertian ruang terbuka hijau atau RTH\" class=\"wp-image-5885\" title=\"\"><figcaption>Apa pengertian ruang terbuka hijau?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum itu, kita harus paham terlebih dahulu pengertian dari Ruang Terbuka Hijau atau RTH?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008, ruang terbuka adalah ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk kawasan\/area maupun dalam bentuk jalur\/memanjang dimana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan. Ruang terbuka terdiri dari ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non-hijau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu fungsi RTH di perkotaan adalah sebagai paru-paru kota. Faktanya, beragam aktivitas di perkotaan banyak menghasilkan polutan berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kita membutuhkan RTH sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh RTH antara lain taman kota, taman rekreasi, taman wisata alam, hutan kota, jalur hijau, dan sabuk hijau. Dalam artikel kali ini kita akan bahas mengenai sabuk hijau atau <em>green belt<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-ruang-terbuka-hijau-atau-rth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ruang Terbuka Hijau: Pengertian, Tipologi, Fungsi, Manfaat dan Contoh-contoh<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud Dengan Green Belt dan Perbedaannya Dengan Jalur Hijau?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Pengertian-Green-Belt-dan-Perbedaannya-Dengan-Jalur-Hijau.jpg\" alt=\"Pengertian green belt\" class=\"wp-image-5884\" title=\"\"><figcaption>Green belt area menjadi pemisah antara kawasan perkotaan dan pedesaan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabuk hijau atau <em>green belt<\/em> adalah pemisah fisik daerah perkotaan dan pedesaan yang berupa zona bebas bangunan atau ruang terbuka hijau yang berada di sekeliling liar kawasan perkotaan atau daerah pusat aktivitas kegiatan yang menimbulkan polusi (Anggraeni 2005).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Arifin dan Nurhayati (2000) mengartikan jalur hijau jalan sebagai ruang terbuka hijau yang memanjang berada di sisi jalan maupun sebagai pemisah \/ median jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau menurut Peraturan Menteri PU N0.5\/PRT\/M\/2008, salah satu bentuk RTH adalah jalur hijau jalan. Didefinisikan sebagai RTH yang disediakan dengan penempatan tanaman antara 20-30% dari ruang milik jalan (rumija) sesuai dengan klas jalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jalur hijau jalan terdiri dari kawasan jalur hijau sepanjang jalan, taman pulau jalan, taman di persimpangan jalan, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabuk hijau dan jalur hijau merupakan dua hal yang berbeda, namun keduanya seringkali disamakan. Sederhananya sabuk hijau biasanya berupa area atau kawasan yang mengelompok, sedangkan jalur hijau berbentuk jalur\/memanjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kawasan <em>green belt<\/em> adalah kawasan di sekitar bendungan\/waduk, sedangkan contoh jalur hijau adalah daerah sisi-sisi jalan dan\/atau pemisah jalan yang ditanami beberapa vegetasi penunjang lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Green Belt?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan (2008), sabuk hijau atau <em>green belt<\/em>, berfungsi sebagai daerah penyangga untuk membatasi perkembangan suatu penggunaan lahan (pemisah kawasan, batas kota) atau yang membatasi aktivitas satu dengan yang lainnya agar tidak saling mengganggu, dan pengamanan dari faktor lingkungan di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Green Belt Bagi Manusia dan Lingkungan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat adanya <em>green belt<\/em> adalah sebagai paru-paru kota, peneduh dan kontrol suhu di kawasan perkotaan, penahan partikel-partikel debu, penurunan tingkat polusi suara, keindahan kota, sarana rekreasi bagi penduduk perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kualitas hidup manusia ditentukan oleh salah satu aspek penting yaitu kesehatan. Kondisi lingkungan yang baik, bersih, sehat, tidak tercemar penting untuk kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vegetasi termasuk dalam unsur utama dalam kawasan <em>green belt<\/em>. Vegetasi berfungsi sebagai pembersih atmosfer dengan cara menyerap gas-gas polutan melalui daun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, menurut Shannigrahi dkk (2003), vegetasi gunanya untuk menurunkan tingkat polusi dengan cara mengabsorpsi, detoksifikasi, akumulasi, dan meningkatkan kualitas udara dengan cara meningkatkan pelepasan jumlah oksigen di udara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Kurangnya Kawasan Green Belt di Perkotaan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Penyebab-berkurangnya-green-belt.jpg\" alt=\"Penyebab kurangnya area sabuk hijau atau green belt\" class=\"wp-image-5886\" title=\"\"><figcaption>Pembangunan pabrik-pabrik terjadi di kota besar sehingga urbanisasi meningkat dengan pesat<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara general Bae dkk (2003) mengelompokkan 5 penyebab kurangnya luasan kawasan <em>green belt<\/em> di kota besar, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Industrialisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Industrialisasi adalah proses modernisasi suatu daerah. Perubahan sosial dan perkembangan ekonomi berkaitan dengan inovasi teknologi. Perusahaan-perusahaan manufaktur banyak dibangun dan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di negara maju industrialisasi digunakan sebagai pemutus lingkar kemiskinan. Dampak positif yang dapat kita ambil dengan adanya industrialisasi adalah terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan nasional, standar hidup menjadi lebih tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, dampak negatif yang tidak dapat kita hindari adalah lahan hijau di perkotaan menjadi sangat sedikit, tingginya konversi lahan, polusi udara meningkat, dan lain-lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Urbanisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehidupan di kota sekilas memang memanjakan mata. Upah minimum regional (UMR) relatif tinggi dibanding di desa, membuat masyarakat berbondong-bondong mencari penghidupan di kota-kota besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan tempat tinggal meningkat secara drastis. Alhasil, banyak lahan terbuka hijau dikonversi menjadi kawasan pemukiman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pembangunan Ekonomi yang Tidak Terencana dengan Baik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Industrialisasi dan urbanisasi meningkat secara pesat karena pembangunan ekonomi yang tidak direncanakan dengan baik. Di perkotaan terjadi pembangunan secara besar-besaran, namun berbeda dengan di pedesaan cenderung tertinggal dan kurang tersentuh oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tidak Ada Mekanisme Kontrol yang Baik Untuk Mempertahankan Kawasan Sabuk Hijau<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan tetaplah peraturan yang seharusnya dipatuhi oleh siapapun. Bukan sebatas formalitas tanpa realitas (hukuman bagi yang melanggar).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendataan luasan ruang terbuka hijau di suatu daerah bisa saja tidak terlaksana dengan baik. Sehingga konversi lahan sangat mudah dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok orang, tanpa mendapatkan sanksi atas tindakan yang dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Daya Dukung Lingkungan yang Sudah Berkurang Memperburuk Kondisi di Areal Perkotaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Green belt<\/em> memiliki fungsi sebagai pengontrol polusi yang ada di sekitarnya. Jika lingkungan tidak bisa menjalankan fungsi semestinya, akan berpengaruh pada kualitas hidup masyarakat di perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Green Belt di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/green-belt-di-sekitar-bendungan.jpg\" alt=\"Kawasan sabuk hijau atau green belt di sekitar bendungan\" class=\"wp-image-5887\" title=\"\"><figcaption>Kawasan green belt biasanya berada di sekitar bendungan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikutip dari laman Kementerian PUPR Ditjen Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo, area sabuk hijau (<em>green belt<\/em>) di kawasan bendungan Gondang dan Bendungan Serbaguna Wonogiri akan ditanami berbagai jenis pohon yang bernilai ekonomis. Penanaman pohon disesuaikan dengan struktur tanah pada areal tersebut dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo. Dony Faturochman S,S.T. menjelaskan bahwa di Bendungan Gondang sudah ditanami sekitar 450 pohon di areal <em>green belt<\/em> seluas 18,6 Ha. Namun masih berproses setiap tahunnya dengan menanami sekitar 220 pohon terdiri dari jenis durian, kelengkeng, mangga, dan jambu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya penanaman pohon di area sabuk hijau dilakukan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan sebagai tempat menampung air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh lainnya yaitu kawasan sabuk hijau (<em>green belt<\/em>) pada kawasan Waduk Sermo di Yogyakarta. Kawasan <em>green belt<\/em> sekitar waduk dibuat untuk mencegah erosi di sempadan waduk, menjaga stabilitas tanah, dan memisahkan kawasan waduk dengan lahan di sekitarnya (Rahayu dkk 2016).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi lereng\/sempadan di Kawasan Waduk Sermo terbilang curam hingga sangat curam. Pohon pada kawasan <em>green belt<\/em> berfungsi untuk mengurangi erosi percik, menghambat aliran permukaan, mencegah evaporasi berlebih, dan memperbanyak infiltrasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas masyarakat di sekitar Waduk Sermo dikhawatirkan memperbesar erosi pada tebing waduk. Oleh sebab itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta membuat Peraturan No. 9 Tahun 2009 yang berisi tentang larangan dan pemanfaatan yang diperbolehkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, dalam penerapannya warga masih saja membudidayakan tanaman semusim seperti rumput gajah, mencangkul untuk penanaman dan disekitar tanaman yang dibudidayakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: Krisis Iklim dan Mengapa Kita Menormalisasinya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan <em>green belt<\/em> sangatlah penting bagi lingkungan. Manfaat yang didapat baik bagi manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak harus terlibat aktif dalam menjaga kawasan ini.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ColsWuPhhSn\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ColsWuPhhSn\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/ColsWuPhhSn\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1676865289590\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa yang dimaksud dengan green belt?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>pemisah fisik daerah perkotaan dan pedesaan yang berupa zona bebas bangunan atau ruang terbuka hijau yang berada di sekeliling liar kawasan perkotaan atau daerah pusat aktivitas kegiatan yang menimbulkan polusi<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1676865404569\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat green belt?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>paru-paru kota, peneduh dan kontrol suhu di kawasan perkotaan, penahan partikel-partikel debu, penurunan tingkat polusi suara, keindahan kota, sarana rekreasi bagi penduduk perkotaan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-b7ea36c\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"b7ea36c\"><style>.stk-b7ea36c{margin-bottom:16px !important}<\/style><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-6224182\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"6224182\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam artikel ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-704f03c\" data-block-id=\"704f03c\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-e94a1ab\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"e94a1ab\"><p class=\"stk-block-text__text\">Anggraeni M. 2005. Green Belt dan Hubungannya dengan Kualitas Hidup Masyarakat di Perkotaan. Makalah Biologi LIngkungan, Program Studi Ilmu Lingkungan Prog. Pascasarjana Univ. Gadjah Mada. Yogyakarta.&nbsp;<br><br>Arifin HS, Nurhayati HSA. 2000. Pemeliharaan Taman. Penebar Swadaya. Jakarta.&nbsp;<br><br>Bae, Chang-Hee Christine dan Jun, Myung-Jin. 2003. Counterfactual planning. What if there had been no greenbelt in Seoul. Journal of Planning Education and Research.<br><br>Dirjen Penataan Ruang Dept. PU. R.I. 2008. Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta.<br><br>Kementerian PUPR Ditjen Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo. Pengelolaan Greenbelt Bendungan untuk Konservasi Lahan Berkelanjutan. . Diakses pada 17 Januari 2023.<br><br>Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05\/PRT\/M\/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.<br><br>Rahayu NLD, Sudarmadji, Faida LRW. 2016. Pengaruh Vegetasi Kawasan Sabuk Hijau (Green Belt) Waduk Sermo Kulonprogo Terhadap Kenampakan Hasil Proses Erosi dan Pemanfaatan Oleh Masyarakat. Majalah Geografi Indonesia. 30(1):76-87.<br><br>Shannigrahi AS, T Fukushima, RC Sharma. 2003. Air pollution control by optimal green belt development around The Victoria Memorial Monument, Kolkata (India). Journal Environment Studies Vol 60.&nbsp;<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-875c635\" data-block-id=\"875c635\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena pembangunan di wilayah perkotaan sering kali meminimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal, keberadaan RTH menjadi salah satu unsur penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang sehat dan nyaman. Sebab, memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan manusia.\u00a0 Salah satu sarana dan prasarana pendukung Ruang Terbuka Hijau adalah sabuk hijau\/green belt. Lantas, apa itu sabuk hijau? Pengertian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":5883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[608,610,611,612,609],"class_list":["post-5880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-green-belt","tag-jalur-hijau","tag-rth","tag-ruang-terbuka-hijau","tag-sabuk-hijau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5880"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5880\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}