{"id":6056,"date":"2023-03-02T15:54:46","date_gmt":"2023-03-02T08:54:46","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=6056"},"modified":"2024-01-19T10:46:58","modified_gmt":"2024-01-19T03:46:58","slug":"kantong-semar-tumbuhan-pemakan-serangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kantong-semar-tumbuhan-pemakan-serangga\/","title":{"rendered":"Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia memiliki beragam kekayaan biodiversitas flora. Salah satunya adalah kantong semar atau <em>Nepenthes<\/em>. Tumbuhan ini berbeda dengan jenis tumbuhan yang lain. Karena, bentuk dan asupan nutrisi tumbuhan ini terbilang unik. Jenis <em>Nepenthes<\/em> termasuk ke dalam tumbuhan karnivora. Serangga-serangga kecil menjadi makanan sehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penasaran kan dengan tumbuhan satu ini? Simak dulu ulasan berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Tumbuhan Kantong Semar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bahasa Inggris, kantong semar dikenal dengan nama <em>pitcher plant<\/em>. <em>Nepenthes<\/em> merupakan tumbuhan khas daerah tropis. Tumbuhan ini memiliki daya tahan hidup yang tinggi pada tanah sedikit unsur hara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari laman wanaswara.com, kantong semar diklasifikasikan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>:<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>:<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>:<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>:<\/td><td>Nepenthales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>:<\/td><td>Nepenthaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>:<\/td><td><em>Nepenthes<\/em> sp.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi kantong semar<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Mengenal-Kantong-Semar.jpg\" alt=\"Tumbuhan kantong semar\" class=\"wp-image-6065\" title=\"\"><figcaption> Kantong semar termasuk tumbuhan pemakan serangga <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Kantong Semar Itu Langka?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa dikatakan kantong semar jenis tanaman yang terancam punah, sehingga perdagangan tumbuhan tersebut dikontrol dengan ketat dan hanya digunakan untuk kepentingan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Indonesia telah menetapkan <em>Nepenthes<\/em> sebagai tanaman yang dilindungi. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari laman <a href=\"http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ksdae.menlhk.go.id<\/a>, sekitar 85 jenis kantong semar berada di Indonesia. Habitat terbanyak berada di Sumatera dan Kalimantan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <em>IUCN Red List<\/em>, kurang lebih sekitar 27 spesies terancam punah. Bahkan, empat diantaranya masuk ke dalam status <em>Endangered<\/em> (E) dan empat lainnya berstatus <em>Critically Endangered<\/em> (CR).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan P.106 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi di Indonesia, terdapat tiga jenis tumbuhan yang dilindungi yaitu <em>Nepenthes gymnamphora<\/em> Nees, <em>Nepenthes sumatrana<\/em> (Miq.) Beck, dan <em>Nepenthes lingulata<\/em> Chi.C. Lee.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Satu jenis termasuk ke dalam jenis yang sangat dilindungi berdasarkan <em>IUCN Red List<\/em> dengan status <em>Critically Endangered<\/em> (CR) yaitu <em>Nepenthes sumatrana<\/em> (Miq.) Beck. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri Morfologi Nepenthes sp.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Nepenthes<\/em> termasuk ke dalam tumbuhan merambat (liana). Jika sudah dewasa, tumbuh secara memanjat pada tumbuhan lain. Secara umum bentuk kantong semar dapat dibedakan dengan jenis tumbuhan lain. Berikut penjelasan lebih lengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Akar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Nepenthes<\/em> termasuk ke dalam akar tunggang. Menurut Deni (2014), akar yang sehat berwarna hitam dan terlihat gemuk; perakaran kurus dan jumlah akar sedikit; dan hanya terbenam hingga kedalaman 10 cm dari permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumlah akar terhitung sedikit karena sulit untuk berkembang. Sehingga tidak terlalu berfungsi sebagai penyuplai nutrisi bagi tumbuhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Batang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batang <em>Nepenthes<\/em> termasuk jenis batang yang tumbuh ke atas dengan menggunakan penunjang (<em>scandens<\/em>). Biasanya ditunjang oleh benda mati atau tumbuhan lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, dapat merambat di antara semak belukar dan pohon menggunakan sulur daun. Pada saat memanjat, sulur digunakan sebagai alat untuk berpegangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki bentuk batang yang bervariasi, seperti segitiga, segi empat, bersudut, dan membulat tergantung pada spesiesnya. Kulit batang kasar dengan diameter sebesar 3-5 cm dan panjang <em>internodus<\/em> diantara 3-10 cm berwarna merah, hijau, ungu tua, hingga coklat kehitaman. Pada spesies tertentu, panjang batang mampu mencapai 15-20 meter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki bentuk daun lonjong (<em>oblongus<\/em>) dan lanset (<em>ovatus<\/em>). Permukaan daun licin dan tidak berbulu, serta tepi daun bervariasi (rata, bergerigi, dan bergelombang). Tangkai daun memiliki panjang sekitar 10-12 cm.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Helaian panjang daun <em>Nepenthes<\/em> berwarna hijau hingga kekuningan. Helaian daun keluar dari sulur, berbentuk silinder dengan ukuran sama panjang atau lebih panjang dari daun. Biasanya memiliki panjang sekitar 20-25 cm (Rufidah 2014).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anakan kantong semar daunnya tersusun dalam bentuk roset akar dan terdapat tendril setiap ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bunga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga jantan dan bunga betina pada kantong semar berada pada tanaman yang berbeda (<em>dioceous<\/em>). Bunga dihasilkan dari bagian apex pada tanaman yang&nbsp; telah dewasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga berwarna hijau atau merah. Tersusun dalam bulir panjang atau tandan sekitar 16-32 cm, panjang <em>pedicels<\/em> 5-15 mm, panjang <em>ponducle<\/em> 12-15 cm. Benang sari berjumlah 40-46 tangkai yang membentuk sebuah kolom.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyerbukan menggunakan serangga sebagai polinator. Setelah penyerbukan terjadi, bunga betina akan berkembang membentuk buah dan menghasilkan biji.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-756ea5c\" data-block-id=\"756ea5c\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-756ea5c-column stk-container stk-756ea5c-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih Dari 700 RIBU Pohon di 45+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-200b62f\" data-block-id=\"200b62f\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-4c110a2\" data-block-id=\"4c110a2\"><style>.stk-4c110a2 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-4c110a2 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Apa yang Kami Lakukan?<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Buah dan Biji<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk berkembang biak hingga masa fertilisasi. Buah akan retak dan bijinya akan terbang terbawa angin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat lebih dari 500 biji di dalam satu kapsul yang sudah masak. Biji yang dihasilkan memiliki sayap dengan panjang mencapai 30 mm. Biji <em>Nepenthes<\/em> berbentuk seperti serbuk yang mudah dibawa angin dan air hujan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kantong<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keunikan kantong semar terdapat pada bentuk, ukuran, dan corak warna kantongnya. <em>Nepenthes<\/em> digolongkan sebagai <em>carnivorous plant<\/em>. Bentuk kantong yang menawan pada tumbuhan tersebut merupakan ujung daun yang berubah bentuk dan fungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak sedikit orang menganggap kantong tersebut adalah bunga, padahal kantong adalah daun yang mengalami perubahan bentuk (Mansur 2006).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna kantong dan nektar menjadi daya tarik kantong semar, membuat serangga&nbsp; mendekat dan terpeleset hingga masuk ke dalam cairan yang ada di dalam kantong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ternyata, di dasar kantong terdapat larva nyamuk dan organisme lainnya yang tahan terhadap enzim pencernaan. Organisme tersebut berperan untuk memakan sisa bangkai serangga sehingga kantong tetap terjaga kebersihannya (Setianingsih 2016).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/beringin-pencekik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Beringin Pencekik: Ciri-ciri, Keunikan dan Manfaatnya (Update 2022)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Habitat dan Persebaran<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Ellison dan Gotelli dalam Cahyono dkk (2019), umumnya habitat kantong semar berada di kawasan yang tidak subur dengan kandungan unsur hara yang rendah; pH tanah berkisar 2-4,5; dan tingkat kelembaban yang tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup di hutan dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 2750 mdpl. Di Indonesia kantong semar dapat ditemukan di hutan kerangas, pegunungan karst, hutan rawa gambut, hutan hujan tropis, padang savana, hutan pegunungan atas, padang savana, dan tepi danau (Mansur 2006).<br><em>Nepenthes<\/em> menyebar di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Philipina. Ketiga negara tersebut berada di kawasan Asia Tenggara dengan kesamaan hutan hujan tropis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Kantong Semar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Mardhiana (2007), kantong semar berpotensi sebagai pengendali hayati bagi serangga, tanaman hias, tanaman obat, tanaman serbaguna secara konvensional, dan tanaman penghasil protein.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cairan dalam kantong yang masih tertutup memiliki manfaat sebagai obat mata, obat batuk, dan kulit yang terbakar (Mansur 2006). Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai tali pengikat sangkar burung (Dariana 2009).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Budidaya Jenis Nepenthes<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan kantong semar dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif (Handayani 2018).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyak generatif terbagi menjadi dua yaitu konvensional dan kultur jaringan. Secara konvensional perbanyakan dilakukan dengan cara menyemai biji ke dalam media tanam seperti pasir, <em>moss<\/em>, dan <em>cocopeat<\/em> dengan perbandingan 1:1:1.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan secara kultur jaringan membutuhkan media dan peralatan khusus. Biasanya dilakukan di laboratorium kultur jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan cara stek dan cangkok. Stek batang dilakukan karena tanaman lebih cepat besar. Tanaman induk yang digunakan sekurang-kurangnya berusia satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan menggunakan cangkok menghasilkan tanaman yang serupa dengan induknya dan lebih cepat besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-dadap-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Dadap Serep, Tumbuhan Herbal Populer yang Kaya Khasiat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan mengenai kantong semar. Sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan. Sebab, keberadaan tumbuhan ini sudah terancam punah. Semoga artikel ini menambah informasi bagi kalian yaa.<\/p>\n\n\n\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lindungihutan.com\/component\/form-collaboratree\" width=\"100%\" height=\"1000px\" style=\"border:none;\"><\/iframe>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1677663824879\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah kantong semar dilindungi di Indonesia?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Iya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan <em>Nepenthes<\/em> sebagai tanaman yang dilindungi tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1677663890658\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat kantong semar?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>sebagai pengendali hayati bagi serangga, tanaman hias, tanaman obat, tanaman serbaguna secara konvensional, dan tanaman penghasil protein.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-386c54c\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"386c54c\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-35c1460\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"35c1460\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam artikel ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-fe55ea2\" data-block-id=\"fe55ea2\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-9fc7325\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"9fc7325\"><p class=\"stk-block-text__text\">Cahyono DB, Roini C, Tamalene MN. 2019. KARAKTERISTIK HABITAT TUMBUHAN KANTONG SEMAR (Nepenthes sp.) DI PULAU HALMAHERA. Techno. 8(1):233-241.<br><br>Dariana. 2009. Keanekaragaman Nepenthes dan Pohon Inang di Taman Wisata Alam Sicikeh-cikeh Kabupaten Dairi Sumatera. Tesis Universitas Sumatera Utara Medan.<br><br>Deni, Zulham. 2014. Analisis Stomata Dan Kantong Semar Pada Tiga Spesies Tanaman Kantong Semar (Nepenthes sp). Skripsi. Pekanbaru : Universitas Islam Negeri sultan Syarif Kasim Riau.&nbsp;<br><br>Handayani T. 2018. Nepenthes gracilis Korth.: KANTONG SEMAR KECIL YANG MENARIK DAN MEKANISME DALAM MENJEBAK MANGSA. Warta Kebun Raya 16(1): 36-45.<br><br>Mansur. 2006. Nepenthes Kantong Semar Unik. Jakarta : Penebar Swadaya.<br><br>Mardhiana, 2006. Nepenthes Tumbuhan Khas Daerah Tropik Wikipedia, the Free Encyclopedia.<br><br>Rufaidah, Anisatul. 2014. Isolasi Bakteri Cairan Kantung Semar Pada Tiga Spesies Kantong Semar (Nepenthes sp). Skripsi. Pekanbaru : Universitas Islam Negeri sultan Syarif Kasim Riau.&nbsp;<br><br>Setianingsih D. 2016. Studi Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes sp) Dan Serangga Yang Terjebak Di Dalamnya Di Taman Nasional Sebangau Resort Habaring Hurung. Skripsi. Palangkaraya : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.<br><br>ksdae.menlhk.go.id. Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga. <a href=\"http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/7502\/kantong-semar,-tumbuhan-unik-pemakan-serangga.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/7502\/kantong-semar,-tumbuhan-unik-pemakan-serangga.html<\/a> Diakses pada 23 Februari 2023<br><br>wanaswara.com. Kenalan dengan Tanaman Kantong Semar.  Diakses pada 23 Februari 2023<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-177257b\" data-block-id=\"177257b\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memiliki beragam kekayaan biodiversitas flora. Salah satunya adalah kantong semar atau Nepenthes. Tumbuhan ini berbeda dengan jenis tumbuhan yang lain. Karena, bentuk dan asupan nutrisi tumbuhan ini terbilang unik. Jenis Nepenthes termasuk ke dalam tumbuhan karnivora. Serangga-serangga kecil menjadi makanan sehari-hari. Penasaran kan dengan tumbuhan satu ini? Simak dulu ulasan berikut! Mengenal Tumbuhan Kantong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[51,641,642,643],"class_list":["post-6056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-flora","tag-kantong-semar","tag-nepenthes","tag-tumbuhan-langka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6056"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6056\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}