{"id":6999,"date":"2023-04-17T20:29:13","date_gmt":"2023-04-17T13:29:13","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=6999"},"modified":"2025-07-07T21:51:55","modified_gmt":"2025-07-07T14:51:55","slug":"apa-itu-daur-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/apa-itu-daur-karbon\/","title":{"rendered":"Apa itu Daur Karbon? Pengertian, Proses, dan Fungsi"},"content":{"rendered":"\n<p>Karbon merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan. Pada manusia, hewan, dan tumbuhan tersimpan senyawa karbon di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa aktivitas harian makhluk hidup yang membutuhkan maupun menghasilkan senyawa karbon, misalnya proses fotosintesis, respirasi, penggunaan alat transportasi, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tabel periodik unsur karbon disimbolkan dengan \u201cC\u201d yang artinya <em>carbon<\/em>. Senyawa karbon yang <em>familiar <\/em>di telinga Anda adalah karbon dioksida (CO<sub>2<\/sub>). <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun jumlah gas ini sangat kecil jika dibandingkan dengan seluruh gas di atmosfer, namun memiliki peranan yang sangat krusial di muka bumi ini. Oleh karena itu, dikenal dengan istilah daur karbon atau siklus karbon.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin Anda bingung, apa sih perbedaan siklus karbon dan daur karbon? Tidak ada, keduanya adalah hal yang sama. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjaga kehidupan dan kelestarian di bumi ini, Anda harus mengenal apa itu daur karbon dan bagaimana proses terjadinya? Tidak perlu berlama-lama, telusuri jawabannya pada artikel berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Simak Video Pembahasan Mengenai Daur Karbon <\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Mengenal Daur Karbon, Penyeimbang Ketersediaan Karbon di Bumi\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/sBQ-UW74zbI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">Video edukasi konsep daur karbon<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Daur karbon adalah siklus biogeokimia di mana dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Biosfer, atmosfer, lautan, dan sedimen menjadi tempat penyimpanan atau reservoir.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Siklus karbon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan jumlah karbon yang ada di planet ini, serta mengembalikan karbon yang terperangkap di atmosfer ke dalam makhluk hidup melalui proses fotosintesis. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah CO2 dan menghasilkan oksigen.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>5 tahapan proses daur karbon, fotosintesis, rantai makanan, proses respirasi, proses dekomposisi, pembakaran sumber energi fosil.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Siklus karbon memiliki peran yang sangat signifikan dalam mempertahankan ekosistem alam karena karbon digunakan oleh organisme autotrof untuk menjalankan proses fotosintesis, yang bertujuan untuk mengurangi dampak pemanasan global yang telah terjadi sejak lama hingga saat ini. <\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83c\udf31 Gratis! Ebook Panduan Perdagangan Karbon untuk Profesional <\/h3>\n\n\n\n<p>Ambil langkah pertama menuju keberlanjutan dengan memahami kebijakan karbon. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group aligncenter stk-block-button-group stk-block stk-c64ae9a\" data-block-id=\"c64ae9a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks has-text-align-center stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button has-text-align-center stk-block stk-bc4d2a7\" data-block-id=\"bc4d2a7\"><style>.stk-bc4d2a7 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lynk.id\/lindungihutan\/9lkMRDl\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Download Ebook Sekarang!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud Daur Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p>Siklus karbon atau daur karbon merupakan salah satu siklus yang ada sejak jutaan tahun yang lalu. <\/p>\n\n\n\n<p>Daur karbon adalah siklus biogeokimia di mana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Biosfer, atmosfer, lautan, dan sedimen menjadi tempat penyimpanan atau <em>reservoir<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Siklus biogeokimia adalah perputaran energi yang kompleks yang terjadi di lingkungan. Terdapat aliran energi satu arah yang diperbaharui oleh pasokan sinar matahari serta aliran dari siklus bahan kimia di alam. <\/p>\n\n\n\n<p>Siklus ini terjadi di dalam tubuh organisme (biotik) dan di lingkungan (abiotik) (ITB 2013).<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh komponen abiotik mencakup air, udara, matahari, dan tanah, sedangkan komponen biotik meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan. Daur karbon dapat terjadi di daratan maupun di lautan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Fungsi Daur Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari laman katadata, jumlah karbon dioksida di atmosfer global mencapai rata-rata 417,6 <em>part per million <\/em>(ppm) pada tahun 2022. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,2% dibanding pada tahun 2011.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meningkatnya karbon dioksida berasal dari aktivitas manusia seperti deforestasi hingga pembakaran bahan bakar fosil. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini sangat berbahaya apabila jumlah CO<sub>2 <\/sub>di bumi semakin meningkat tanpa adanya upaya pencegahan atau penekanan agar jumlahnya cenderung stabil bahkan menurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, daur karbon memiliki fungsi sebagai penyeimbang ketersediaan karbon yang ada di bumi dan mengembalikan karbon yang terjebak di atmosfer ke organisme makhluk hidup melalui proses fotosintesis guna menekan jumlah CO<sub>2<\/sub> dan menghasilkan oksigen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Terjadinya Daur Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada 5 tahapan proses daur karbon dapat terjadi, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Proses Fotosintesis<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap pertama terjadinya proses daur karbon adalah fotosintesis. Melalui proses fotosintesis karbon dioksida dapat berhubungan dengan makhluk hidup. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses ini sangat mengandalkan organisme <em>autotrof<\/em> seperti tumbuhan, fitoplankton, alga, dan lainnya yang memiliki zat hijau daun untuk melakukan fotosintesis.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Purnobasuki (2012), dalam proses fotosintesis, pohon menyerap karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari. <\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini menghasilkan glukosa sebagai sumber energi bagi tanaman, serta oksigen yang dibutuhkan oleh organisme untuk bernapas dan melangsungkan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengingat peranan organisme autotrof sangatlah penting, bagaimana jika organisme tersebut tidak ada atau sedikit jumlahnya? <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, Anda harus melestarikan dan menjaga bumi ini agar tetap hijau. Dengan begitu, siklus ini dapat berjalan dan keseimbangan alam terjaga dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rantai Makanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan kedua dari daur karbon adalah karbon yang berpindah dari organisme autotrof ke organisme heterotrof melalui rantai makanan. Organisme <em>autotrof <\/em>disebut sebagai produsen dan organisme<em> heterotrof<\/em> disebut sebagai konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Produsen menyimpan karbon menjadi cadangan makanan yang dikonsumsi oleh konsumen.&nbsp; Pada tahap ini, karbon digunakan untuk membangun jaringan tubuh dan mempertahankan fungsi fisiologisnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Proses Respirasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan ketika daur karbon adalah proses respirasi. Makhluk hidup seperti manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas guna kelangsungan hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses respirasi atau bernapas dilakukan dengan menghirup oksigen kemudian diedarkan ke seluruh tubuh, kemudian mengeluarkannya dalam bentuk karbon dioksida. Pada tahap ini, karbon dioksida dikembalikan lagi ke atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Proses Dekomposisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan keempat adalah proses dekomposisi atau penguraian. Sisa-sisa makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan yang sudah mati diurai dengan organisme pengurai menjadi bentuk yang sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena di dalam makhluk hidup terdapat karbon, maka dalam proses pembusukan juga menghasilkan karbon yang dikeluarkan ke udara maupun tanah. Proses pembakaran pada makhluk hidup juga menghasilkan karbon yang kembali ke atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pembakaran Sumber Energi Fosil<\/h3>\n\n\n\n<p>Pembakaran bahan bakar fosil menjadi aktivitas paling banyak menghasilkan karbon dioksida di atmosfer. Sayangnya, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara juga menghasilkan gas rumah kaca, yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui proses pembakaran, karbon yang ada di dalam bahan bakar fosil dikembalikan lagi ke atmosfer. Oleh karena itu karbon yang terperangkap di atmosfer kemudian diserap lagi melalui proses fotosintesis yang merupakan tahap awal dari adanya daur karbon.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-feature stk-block-feature stk-block stk-7cb33ae is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"7cb33ae\"><style>.stk-7cb33ae {--stk-feature-flex-wrap:nowrap !important;}<\/style><div class=\"stk-content-align stk-7cb33ae-column stk-container stk-7cb33ae-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content stk-row\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-056fdd4\" data-v=\"4\" data-block-id=\"056fdd4\"><style>.stk-056fdd4 {align-self:center !important;}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-056fdd4-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks stk-056fdd4-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block-heading--v2 stk-block stk-4b87357\" id=\"span-style-color-005-e-4-e-class-stk-highlight-hitung-jejak-karbon-anda-dengan-carbon-calculator-imbangi-span\" data-block-id=\"4b87357\"><h2 class=\"stk-block-heading__text stk-block-heading--use-theme-margins\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Hitung Jejak Karbon Anda dengan Carbon Calculator Imbangi<\/span><\/h2><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-3dedd9b\" data-block-id=\"3dedd9b\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-77f6d34\" data-block-id=\"77f6d34\"><style>.stk-77f6d34 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\/jejak-karbon\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Coba GRATIS Imbangi<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-0e4d513\" data-v=\"4\" data-block-id=\"0e4d513\"><style>.stk-0e4d513 {align-self:center !important;}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-0e4d513-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks stk-0e4d513-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-5a0ce6f\" data-block-id=\"5a0ce6f\"><figure><span class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-10927\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-.webp\" width=\"768\" height=\"576\" alt=\"Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-\" title=\"\"><\/span><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/macam-macam-dampak-emisi-karbon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Apa Dampak Emisi Karbon dan Bisakah Kita Tahu Emisi yang Dihasilkan? <\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Daur Karbon Sangat Penting dalam Menjaga Kelestarian Alam?<\/h2>\n\n\n\n<p>Daur karbon berfungsi menjaga keseimbangan karbon di bumi dan mendukung kelestarian lingkungan. Karbon dimanfaatkan dalam proses fotosintesis oleh organisme<em> autotrof<\/em>, yang berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan antara produsen dan konsumen erat kaitannya dalam terjadinya siklus karbon dan mutlak diperlukan di dalam ekosistem untuk menjaga kestabilannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Produsen memerlukan CO<sub>2<\/sub> untuk kegiatan fotosintesis dan produsen menyediakan karbohidrat dan oksigen yang dibutuhkan oleh konsumen dalam kehidupannya (Russady 2009).<\/p>\n\n\n\n<p>Peningkatan emisi gas karbon dioksida (CO\u2082) dari aktivitas harian seperti berkendara dan penggunaan peralatan listrik berkontribusi terhadap pemanasan global. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu tandanya adalah suhu bumi yang terus meningkat, sebuah fenomena yang kemungkinan besar pernah Anda rasakan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanasan global dapat dikurangi melalui penghijauan, yaitu dengan menanam lebih banyak pohon agar penyerapan karbon meningkat dan kandungan karbon di atmosfer berkurang. Oleh karena itu, daur karbon memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>LindungiHutan memiliki kalkulator karbon yang bernama Imbangi, untuk menghitung berapa jumlah karbon yang dihasilkan dari aktivitas harian Anda. Secara tidak sadar, dengan melakukan aktivitas tersebut Anda turut menyumbang karbon dioksida ke bumi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Mudahnya, dengan sekian karbon yang dihasilkan, Anda bisa menanam dengan sekian pohon untuk menebus karbon yang telah Anda hasilkan dari aktivitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tutorial-carbon-offsetting-melalui-imbangi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/tutorial-carbon-offsetting-melalui-imbangi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Tutorial Carbon Offsetting Menggunakan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-54d71fc is-style-default\" data-v=\"2\" data-block-id=\"54d71fc\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-54d71fc-column stk-container stk-54d71fc-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks stk-54d71fc-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan <\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-92ca01c\" data-block-id=\"92ca01c\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1e0074e\" data-block-id=\"1e0074e\"><style>.stk-1e0074e .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang Kami Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button cta-wa stk-block stk-7fcf1d9\" data-block-id=\"7fcf1d9\"><style>.stk-7fcf1d9 .stk-button{background:#005e4e !important;border-top-left-radius:13px !important;border-top-right-radius:13px !important;border-bottom-right-radius:13px !important;border-bottom-left-radius:13px !important;}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong><strong>Butuh Info Lebih Lanjut?<\/strong><\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<script>\nconst pageUrl = window.location.href;\nconst message = `[LH.BLOG] - Halo, saya mengunjungi blog LindungiHutan tentang ${pageUrl} dan ingin bertanya.`;\n\nconst waLink = `https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282329015769&text=${encodeURIComponent(message)}`;\n\n\/\/ Cari tombol <a> DI DALAM elemen yang punya class 'cta-wa'\nconst waButton = document.querySelector('.cta-wa a');\n\nif (waButton) {\n    waButton.href = waLink;\n}\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1681737116898\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu daur karbon?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Siklus biogeokimia di mana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1681737190668\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana terjadinya daur karbon?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Proses fotosintesis &#8211; rantai makanan &#8211; proses respirasi &#8211; proses dekomposisi &#8211; pembakaran bahan bakar fosil<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-3f9af4e\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"3f9af4e\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-8b8ff94 stk-block-expand__short-text\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"8b8ff94\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi yang digunakan dalam artikel<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-1e4e487\" data-block-id=\"1e4e487\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-3f12a6f stk-block-expand__more-text\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"3f12a6f\"><p class=\"stk-block-text__text\">ITB, S. (2013) \u2018Konsep Ekosistem\u2019. Available at: ;<br><br>Katadata. Konsentrasi CO2 di Atmosfer Terus Naik, Ini Rinciannya. Diakses pada 15 Februari 2023.&nbsp; <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2022\/06\/14\/konsentrasi-co2-di-atmosfer-terus-naik-ini-rinciannya#:~:text=Menurut%20data%20Badan%20Penerbangan%20dan,%2C2%25%20dibanding%20tahun%202011\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2022\/06\/14\/konsentrasi-co2-di-atmosfer-terus-naik-ini-rinciannya#:~:text=Menurut%20data%20Badan%20Penerbangan%20dan,%2C2%25%20dibanding%20tahun%202011<\/a>.&nbsp;<br><br>Purnobasuki H. 2012. Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Penyimpan Karbon. Buletin PSL Universitas Surabaya 28:3-5.&nbsp;<br><br>Dyah Widodo, Sonny Kristianto, Andi Susilawaty, Rakhmad Armus Mila Sari, Muhammad Chaerul, Siti Nurjanah Ahmad Darwin Damanik, Efbertias Sitorus, Ismail Marzuki Erni Mohamad, Abdus Salam Junaedi, Faizah Mastutie. 2021. Ekologi dan Ilmu Lingkungan. Malang: Yayasan Kita Menulis.<br><br><a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/forum\/mengapa-siklus-karbon-sangat-penting-dalam-menjaga-kelestarian-lingkungan_FRM-LUYFBCVY\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/forum\/mengapa-siklus-karbon-sangat-penting-dalam-menjaga-kelestarian-lingkungan_FRM-LUYFBCVY<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-2643f25\" data-block-id=\"2643f25\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karbon merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan. Pada manusia, hewan, dan tumbuhan tersimpan senyawa karbon di dalamnya. Beberapa aktivitas harian makhluk hidup yang membutuhkan maupun menghasilkan senyawa karbon, misalnya proses fotosintesis, respirasi, penggunaan alat transportasi, dan masih banyak lagi. Dalam tabel periodik unsur karbon disimbolkan dengan \u201cC\u201d yang artinya carbon. Senyawa karbon yang familiar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":11602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[880],"tags":[808,329,809],"class_list":["post-6999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-emisi-karbon","tag-daur-karbon","tag-karbon","tag-siklus-karbon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}