{"id":7015,"date":"2023-04-17T10:45:32","date_gmt":"2023-04-17T03:45:32","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7015"},"modified":"2023-04-17T10:45:32","modified_gmt":"2023-04-17T03:45:32","slug":"kenalan-dengan-pohon-puspa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kenalan-dengan-pohon-puspa\/","title":{"rendered":"Pohon Puspa Yang Kuat Bertahan Di Segala Kondisi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa atau nama latinya <em>Schima Wallichii,<\/em> tersebar di benua asia subtropis hingga asia tropis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama <em>Schima Wallichii<\/em> diberikan sekaligus untuk menghormati ilmuwan asal Denmark, N Wallich yang telah mengembangkan Kebun Raya Kalkuta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, pohon ini dapat ditemukan di berbagai daerah seperti di area hutan Kalimantan, hingga di Taman Nasional Gunung Merbabu di Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitat pohon ini dapat ditemukan di area hutan primer dan sekunder seperti di dataran rendah hingga di area hutan primer pegunungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa tergolong jenis pohon yang dapat hidup dan tumbuh di berbagai kondisi tanah, kontur dan iklim.Tidak hanya dapat tumbuh di tanah dengan drainase baik, pohon puspa juga dapat tumbuh di daerah rawa dan tepian sungai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak heran jika pohon ini sering digunakan untuk mereboisasi hutan maupun pekarangan yang gundul. Cukup banyak perusahaan-perusahaan besar yang melakukan program CSR konservasi lingkungan dengan menanam pohon puspa di area reboisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kayu pohon puspa juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Tak heran, beberapa penebang kayu memanfaatkan batang pohon puspa untuk diperdagangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa sendiri dapat tumbuh hingga mencapai 40 meter saat dewasa. Batang kayunya tunggal dan bersifat kokoh. Batang pohonnya juga cukup diminati oleh pengrajin kayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kayu pohon puspa sering juga disebut kayu gatal, hal ini karena saat penebang mengolah batang kayu puspa yang mentah, jika kayunya terkena kulit akan timbul rasa gatal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki kayu yang kokoh sekaligus kulitnya yang tebal, membuat pohon ini dapat cukup kuat menahan panasnya api saat terjadi kebakaran di hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa memiliki beragam manfaat bagi konservasi lingkungan hidup, maka diperlukan perbanyakan pohon puspa secara masif dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan pohon puspa masih didominasi secara konvensional yaitu seperti menggunakan biji dan semai alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring dengan kemajuan teknologi, teknik perbanyakan pohon puspa dapat dilakukan dengan inovasi-inovasi baru seperti melakukan teknik kultur jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/bunga-anggrek-langka-yang-perlu-kamu-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">8 Anggrek Langka Beserta Kepunahannya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Morfologi Pohon Puspa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Pohon-puspa.jpg\" alt=\"Gambar pohon puspa.\" class=\"wp-image-7009\" title=\"\"><figcaption>Gambar pohon puspa.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun pohon puspa berbentuk lonjong, terletak di dahan, dan tersusun secara spiral. Saat masih muda daun puspa berwarna kemerahan dan saat tua berwarna hijau muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa dapat menghasilkan Bunga. Bunga pada pohon puspa berbentuk tunggal dan memiliki\u00a0 bilangan kelopak berjumlah 5, mahkota dan putik saling melekat, memiliki benang sari yang cukup banyak dan mengumpul di tengah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Bunga-puspa.jpg\" alt=\"gambar bunga puspa.\" class=\"wp-image-7006\" title=\"\"><figcaption>Gambar bunga puspa.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berwarna putih susu, sementara bagian tengah yaitu benang sari dan putik berwarna kuning. Bunga pohon puspa jika dilihat sekilas hampir mirip dengan bunga melati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah pohon puspa berbuah setiap tahun, paling banyak berbuah pada bulan Agustus-November.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td>Tracheophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliopsida<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Ericales<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Theaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Schima<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Schima wallichii<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon puspa.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Pohon Puspa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Manfaat-pohon-puspa.jpg\" alt=\"Manfaat pohon puspa.\" class=\"wp-image-7007\" title=\"\"><figcaption>Beberapa manfaaat pohon puspa.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran pohon puspa tentunya telah dimanfaatkan bagi setiap masyarakat di berbagai Negara. Pohon ini termasuk serba guna dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa dapat digunakan sebagai pohon peneduh dan pelindung tanaman di area perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di wilayah timur laut India, pohon ini dapat berperan untuk menjaga kelestarian tanah dan air pada perkebunan kapulaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Schima wallichii<\/em> juga dapat digunakan untuk reboisasi dan penanaman di suatu daerah untuk keperluan konservasi air dan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang terjadi di daerah Thailand utara. Dalam rangka proyek reboisasi di hutan-hutan sana, mereka sengaja menanam bibit-bibit pohon puspa dan spesies-spesies pohon lainnya di hutan yang telah terdegradasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon puspa memiliki kemampuan untuk tumbuh cepat, menghasilkan tajuk yang lebat dan mengurangi pertumbuhan gulma disekitar area pohon. Selain itu, pohon ini layak dijadikan tanaman reboisasi karena dapat menarik berbagai satwa liar yang dapat menyebarkan benih-benih seperti burung-burung maupun kelelawar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menjadi alat konservasi, pohon puspa juga dapat dibudidaya untuk diambil kayunya. Kayu pohon puspa memiliki bobot berat, keras dan cukup kuat dalam ketahanan dari hama dan rayap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kayu dari pohon puspa mudah dibentuk dengan peralatan tangan dan mesin, hasil poles yang dihasilkan pada kayu puspa juga cukup bagus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil dari kerajinan tangan dengan bahan kayu puspa dapat berupa furniture, bangunan kapal perahu, kolom dan balok, kerangka bangunan perahu, hingga jembatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-manfaat-pohon-suren\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Pohon Suren, Serba Guna dan Dapat Menjadi Insektisida Alami<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Budidaya Pohon Puspa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara yang dapat digunakan dalam perbanyakan pohon puspa yaitu dengan penyemaian benih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama dalam perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan cara merendam benih dalam air hangat selama 12 jam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, benih ditaburkan pada tanah. Gagal atau tidaknya bibit pada proses pertumbuhan dalam tanah penyemaian memiliki persentase 50%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah 2-3 bulan, bibit akan tumbuh setinggi 5-8 cm dan dapat dipindahkan dari persemaian ke wadah. Pada 6-8 bulan, bibit pohon puspa dapat tumbuh hingga 20 cm. setelah itu bibit dapat dipindahkan ke dalam lapangan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CpumuVTvmgt\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CpumuVTvmgt\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CpumuVTvmgt\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by lindungihutan.com (@lindungihutan)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1681702046062\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Kayu puspa kelas berapa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Kayu puspa termasuk dalam golongan kelas awet III, untuk golongan kelas awet III cukup tahan terhadap serangan rayap kayu kering, namun tidak tahan terhadap jamur pelapuk kayu.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1681702057360\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat pohon puspa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon puspa dapat digunakan sebagai pohon peneduh dan pelindung tanaman di area perkebunan.<em>Schima wallichii<\/em> juga dapat digunakan untuk reboisasi dan penanaman di suatu daerah untuk keperluan konservasi air dan tanah.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/adji-rizqy-sesarea-kautsar-a777b2250\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Adji<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-685911d\" data-block-id=\"685911d\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-685911d-column stk-container stk-685911d-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah<\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-cc34b57\" data-block-id=\"cc34b57\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU Sahabat Alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-07ed4e7\" data-block-id=\"07ed4e7\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-ca94653\" data-block-id=\"ca94653\"><style>.stk-ca94653 .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Pelajari Lebih Lanjut<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pohon puspa atau nama latinya Schima Wallichii, tersebar di benua asia subtropis hingga asia tropis. Nama Schima Wallichii diberikan sekaligus untuk menghormati ilmuwan asal Denmark, N Wallich yang telah mengembangkan Kebun Raya Kalkuta. Di Indonesia, pohon ini dapat ditemukan di berbagai daerah seperti di area hutan Kalimantan, hingga di Taman Nasional Gunung Merbabu di Jawa. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[807,51,253,806],"class_list":["post-7015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-bunga-puspa","tag-flora","tag-hutan","tag-pohon-puspa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}