{"id":705,"date":"2022-01-04T16:01:00","date_gmt":"2022-01-04T09:01:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=705"},"modified":"2023-08-04T08:25:02","modified_gmt":"2023-08-04T01:25:02","slug":"gulma-berkhasiat-untuk-tanaman-obat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/gulma-berkhasiat-untuk-tanaman-obat\/","title":{"rendered":"10 Gulma Berkhasiat untuk Tanaman Obat (Update 2023)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gulma adalah <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tag\/flora\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post_tag\" data-id=\"51\" rel=\"noreferrer noopener\">tumbuhan<\/a> yang muncul di sekitar tanaman budidaya atau tanaman perkebunan dan pertanian yang tidak dikehendaki. Gulma pada umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman liar ini mudah dijumpai tumbuh di sela-sela tanaman, pinggir jalan, areal persawahan, pekarangan rumah dan tempat-tempat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi ternyata beberapa jenis gulma justru memberikan manfaat untuk <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jamu-pengertian-jenis-contoh-dan-manfaat\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1168\" rel=\"noreferrer noopener\">pengobatan tradisional<\/a>. Selain gampang ditemukan, beberapa jenis tanaman ini mempunyai khasiat tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanaman-porang-klasifikasi-manfaat-dan-ciri\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"563\" rel=\"noreferrer noopener\">Tanaman Porang: Pengertian, Ciri dan Manfaat Umbi Porang yang Jarang Diketahui<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Infografis-tentang-gulma.jpg\" alt=\"Infografis gulma.\" class=\"wp-image-6378\" title=\"\"><figcaption>Infografis tentang gulma oleh LindungiHutan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini 10 jenis gulma yang memiliki manfaat bagi kesehatan yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Tanaman Gulma Anting-anting<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tumbuhan-Gulma-Anting-anting-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Anting-anting adalah gulma berkhasiat untuk berbagai pengobatan herbal.\" class=\"wp-image-713\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tumbuhan-Gulma-Anting-anting-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tumbuhan-Gulma-Anting-anting-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tumbuhan-Gulma-Anting-anting-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Foto tanaman Anting-anting dengan daun lebat (Dokumentasi: Andrafarm,com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anting-anting merupakan salah satu tanaman gulma yang berpotensi sebagai obat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di daerah Sunda, Anting-anting dikenal dengan sebutan Lelantang. Selain itu, di beberapa daerah lain juga dikenal dengan nama Kucing Galak, Cakar Kucing (Minahasa), Tjeka Mas (Malaysia), Tapta-Pingar (Filipina), Three-Seeded Mercury (Inggris), dan Tie Xian (China).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gulma dari famili Euphorbiaceae dengan nama ilmiah <em>Acalypha indica L.<\/em> sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah dan kencing darah, mimisan, peluruh seni, anti radang, dan menghentikan pendarahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Anas Badrunasar dan Harry Budi Santoso dalam buku &#8220;Tanaman Obat Berkhasiat&#8221;, anting-anting dapat juga dimanfaatkan sebagai obat dermatitis, eksema, koreng, obat luka luar, disentri ameba, batuk, dan disentri basiler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, anting-anting dapat dimanfaatkan untuk obat antiradang, dan obat luka luar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anting-anting memiliki perawakan atau habitus berupa herba atau terna, daunnya bulat dengan bunga seperti mutiara yang mencuat dari ketiak daun. Anting-anting mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan, sawah, pekarangan rumah, sela bebatuan, selokan, dan tumbuh juga di sela-sela tanaman budidaya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Pecut Kuda Bunga Ungu<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Pecut-Kuda-Bunga-Ungu-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Pecut kuda bunga ungu merupakan salah satu gulma berkhasiat yang sering dimanfaatkan masyarakat Indonesia.\" class=\"wp-image-718\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Pecut-Kuda-Bunga-Ungu-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Pecut-Kuda-Bunga-Ungu-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Pecut-Kuda-Bunga-Ungu-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Pecut kuda bunga ungu yang sedang mekar sering tumbuh di pekarangan dan kebun (Dokumentasi: Rumah123.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pecut kuda adalah salah satu tumbuhan liar yang biasanya menjadi gulma di area perkebunan dan banyak ditemukan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini asalnya dari Florida, Amarika Serikat. Pecut kuda memiliki beberapa nama lokal seperti Jarong Lalaki (Sunda), Daun Sangketan (Jawa), Nyarang (Jawa), Sangko Hidung (Sulawesi), Dodinga (Maluku), Snakeweed (Inggris); dan Yu Long Bian (China).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama ilmiah pecut kuda adalah <em>Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl<\/em>. dari famili Verbenaceae.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga dari gulma pecut kuda berwarna ungu dan sebagian berwarna ungu kebiruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habitus tanaman pecut kuda berupa semak dengan daun bulat hingga lonjong dengan tepi daun bergerigi. Tumbuhan pecut kuda dipercaya dapat meredakan demam, memperkuat otot dan urat kaku, dan obat gondongan (parotitis).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih lagi, pecut kuda memiliki khasiat sebagai pembersih darah, anti radang tenggorokan, antirematik, peluruh kencing (diuretik), keputihan, hepatitis A, dan haid tidak teratur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-alpukat-ciri-ciri-jenis-dan-manfaat\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"644\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Alpukat: Taksonomi, Ciri-ciri, Persebaran, Jenis dan Manfaat Alpukat<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Ciplukan, Gulma Populer Sewaktu Kecil<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Foto-Buah-Ciplukan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Buah ciplukan yang relatif besar.\" class=\"wp-image-717\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Foto-Buah-Ciplukan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Foto-Buah-Ciplukan-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Foto-Buah-Ciplukan-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Walaupun sering diabaikan, buah ciplukan mempunyai berbagai manfaat (Dokumentasi: Kompas.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciplukan adalah tanaman gulma yang tumbuh subur di wilayah beriklim tropis. Pada awalnya, buah berwarna kekuningan ini kurang diminati karena dianggap sebagai tanaman liar. Tapi, sekarang ciplukan dikenal luas berkat keampuhannya dalam mengatasi berbagai penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah ciplukan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah dan wilayah di tanah air. Nama latin ciplukan adalah <em>Physalis peruviana<\/em> <em>L.<\/em> dari famili Solanaceae.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasanya yang manis dan asam jadi daya tarik tersendiri. Selain dikonsumsi secara langsung, ciplukan juga digunakan sebagai olahan minuman herbal yang kaya khasiat untuk kesehatan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciplukan atau cecendet (Sunda) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dikenal orang karena khasiatnya dalam mengobati penyakit Diabetes mellitus, sakit paru-paru, ayan, sampai penyakit borok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan liar berperawakan perdu ini sering diambil daun, batang, akar, bunga, dan buahnya untuk bahan obat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Suruhan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Gulma-Suruhan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Suruhan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional.\" class=\"wp-image-723\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Gulma-Suruhan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Gulma-Suruhan-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Gulma-Suruhan-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Suruhan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional (Dokumentasi: Orami.co.id)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suruhan juga dikenal sebagai daun tumpangan air karena mudah tumbuh di persawahan atau media tanam yang lembap. Daun suruhan merupakan tananam herbal yang dijumpai di berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tinggi suruhan hanya 10-20 cm dengan batang yang tegak, lunak, dan berwarna hijau muda. Tanaman suruhan adalah tanaman herbal asli Indonesia yang sering diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, suruhan ternyata menyimpan banyak khasiat dan dapat kita manfaatkan untuk pengobatan herbal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun suruhan memiliki kandungan seperti alkaloid, flavonoids, saponins, terpenoids, steroids, dan glycosides yang berguna bagi kesehatan tubuh kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih lagi, suruhan mengandung beberapa zat berguna lainnya, misalnya phytol, stigmasterol, sitosterol, peperomins, sesamin, dan isoswertisin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gulma suruhan atau suruhan mempunyai nama latin <em>Peperomia pellucida L. Kunth<\/em> dari famili Piperaceae. Suruhan memiliki daun yang menyerupai bentuk jantung serta memiliki sifat antibiotic, analgesic, anti inflamasi, dan diuretic.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini sering dimanfaatkan untuk obat herbal pereda sakit kepala akibat demam, obat sakit perut, dan obat luka bakar. Bisa juga untuk mencegah kanker, penyakit ginjal, katarak, dan infeksi pada mata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/adaptasi-morfologi-tumbuhan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"459\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Bentuk Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Ki Tolod<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tanaman-Ki-Tolod-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Tumbuhan gulma berkhasiat Ki Tolod yang tumbuh di sekitar rumah.\" class=\"wp-image-722\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tanaman-Ki-Tolod-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tanaman-Ki-Tolod-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tanaman-Ki-Tolod-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Foto tanaman gulma Ki Tolod yang sering diabaikan (Dokumentasi:  Fahmi Dinni &#8211; Kompasiana.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti tanaman gulma lain, ki tolod merupakan salah satu tanaman yang mudah tumbuh dan didapatkan di tempat-tempat lembab dan jarang terkena sinar matahari langsung. Ki tolod tumbuh liar ditempat yang lembab seperti di pekarangan rumah, tepi selokan, sawah bahkan dipinggir jalanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman gulma dari famili Campanulaceae ini juga dikenal dengan nama Daun Tolod (Sunda) dan Sangkobak (Jawa). Ki Tolod memiliki daun memanjang dengan tepi daun bergerigi serta memiliki ciri khas, bunganya yang berwarna putih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ki kolod mengandung zat alkaloid seperti lobelin, lobelamin, dan isotomin, saponin, flavonoid, dan poliferol. Daun dan bagian bunganya memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, analgesic, dan hemostatik sehingga banyak dimanfaatkan untuk mengobati sakit gigi, asma, bronchitis, radang, tenggorokan, obat luka, obat tetes mata, dan kanker.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walaupun begitu, kita harus hati-hati dalam memanfaatkan gulma ini karena getah ki tolod juga mengandung racun dosis rendah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Semanggi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Daun-Semanggi-Air-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Tanaman daun semanggi yang dianggap gulma ternyata berkhasiat.\" class=\"wp-image-727\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Daun-Semanggi-Air-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Daun-Semanggi-Air-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Daun-Semanggi-Air-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ilustrasi tanaman semanggi (Dokumentasi: Freepik.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semanggi adalah tumbuhan gulma menyerupai semak yang mampu tumbuh di area berbatu. Gulma ini memiliki banyak nama lain di antaranya Lela (Aceh), Semanggi (Palembang), Calingcing (Sunda), Rempi, Semanggen, Semanggi Gunung (Jawa), Cembicenan (Madura), Mala-Mala (Ternate), Schapenklaver (Belanda), Gehornter Sauerklee (Jerman), Yellow Woodsorrel (Inggris) dan Daun Asam Kecil (Malaysia).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama latin semanggi adalah <em>Marsilea drummondii L.<\/em> dari famili Marsileaceae.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman semanggi juga dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam kuliner khas kota pahlawan Surabaya yang legendaris, yakni pecel semanggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan air ini ternyata memiliki banyak manfaat yang besar di bidang kesehatan. Khususnya untuk menangani masalah kesehatan yang muncul disebabkan karena terjadinya penurunan estrogen, pada wanita yang memasuki masa menopouse.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semanggi juga banyak dimanfaatkan untuk obat herbal pereda demam, flu, hepatitis, diare, infeksi saluran kencing, hipertensi, kelemahan badan (neurasthenia), menghentikan pendarahan, peluruh haid, penawar racun, obat batuk, dan obat radang tenggorokan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"670\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Jenis Hutan di Indonesia dan Ciri-cirinya Lengkap<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Sambiloto<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sambiloto-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Sambiloto berdaun lebat yang bermanfaat untuk kesehatan.\" class=\"wp-image-726\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sambiloto-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sambiloto-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sambiloto-Berdaun-Lebat-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Foto tanaman gulma Sambiloto atau Paitan (Dokumentasi: Klikdokter.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sambiloto merupakan tanaman gulma yang berasal dari negara-negara Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka. Daun dan batang bawah tanah sambiloto digunakan untuk membuat obat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama latin sambiloto adalah <em>Andrographis paniculata<\/em>. Tumbuhan ini oleh orang Sumatra dikenal dengan nama tanaman Paitan karena rasanya yang sangat pahit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah lama tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit, antara lain hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, dan radang amandel (tonsillitis).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sambiloto ternyata mengandung zat aktif yang disebut <em>andrografolida<\/em>. Kandungan <em>andrografolida<\/em> yang terdapat pada bagian batang dan daun tanaman sambiloto memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antivirus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, sambiloto juga bisa dimanfaatkan untuk obat gatal-gatal, kudis, demam digigit serangga atau satwa berbisa, kencing manis, radang usus buntu, tifus, dan kaki bengkak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Krokot, Gulma yang Paling Mudah Ditemukan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Batang-dan-daun-Krokot-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Tumbuhan krokot yang termasuk gulma.\" class=\"wp-image-732\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Batang-dan-daun-Krokot-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Batang-dan-daun-Krokot-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Batang-dan-daun-Krokot-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Tanaman gulma Krokot sering dimanfaatkan untuk pereda demam dan penyakit-penyakit ringan lain (Dokumentasi: Kecipir.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Krokot adalah penyebutan oleh masyarakat umum untuk berbagai jenis tanaman dari suku Portulacaceae yang tumbuh liar dan termasuk tanaman gulma. Jenis krokot yang dapat kita konsumsi memiliki nama latin <em>Portulaca oleracea<\/em> yang juga dikenal dengan nama gelang biasa atau resereyan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman gulma ini kaya asam lemak Omega-3, asam alfa linolenat, asam lemak dan mengandung vitamin A.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan asam lemak pada krokot lebih tinggi daripada ikan serta kandungan vitamin A yang tergolong tinggi juga bisa dimanfaatkan untuk membantu penurunan berat badan, menjaga kesehatan mata, menguatkan tulang, dan memperlancar sirkulasi darah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan dari famili Portulacaceae ini juga bisa dimanfaatkan untuk obat pegal linu, bisul, borok, radang pada kulit, dan beberapa masyarakat juga menjadikannya sebagai pereda demam serta radang gusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hutan-hujan-tropis-ciri-ciri-dan-manfaat\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"660\" rel=\"noreferrer noopener\">Hutan Hujan Tropis: Pengertian, Ciri-ciri dan Fakta Menarik Hutan Hujan Tropika<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Patikan Cina<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Patikan-Cina-Gulma-Penuh-Khasiat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Patikan cina termasuk kategori krokot dengan batang dan daun yang lebih tipis.\" class=\"wp-image-731\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Patikan-Cina-Gulma-Penuh-Khasiat-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Patikan-Cina-Gulma-Penuh-Khasiat-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Patikan-Cina-Gulma-Penuh-Khasiat-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Patikan cina termasuk jenis krokot-krokotan yang mudah dijumpai.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Patikan cina atau krokot cina adalah tanaman herbal yang sudah sejak lama dikenal berkhasiat untuk pengobatan penyakit di antaranya diare dan disentri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan gulma berkhasiat masih asing di telinga karena memang lebih dianggap hama dibanding sebagai tumbuhan obat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman patikan cina memiliki nama latin <em>Euphorbia thymifolia<\/em>. Bentuk gulma ini kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak dan berambut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Patikan cina tumbuhdi antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, apabila dipatahkan akan mengeluarkan getah. Daun patikan cina bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di India, patikan cina bahkan sudah popular sejak dahulu dan masuk dalam pengobatan tradisional India (Ayurveda). Dari hasil uji fitokimia yang dilakukan oleh para ahli, diketahui bahwa patikan cina mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, dan fenolik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, tumbuhan patikan cina dipercaya dapat mengobati radang tenggorokan, bronkitis, asma, disentri, radang perut, diare, kencing darah, radang kelenjar usus, payudara bengkak, dan eksim.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Babadotan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Babadotan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg\" alt=\"Babadotan merupakan tanaman gulma yang berkhasiat untuk pengobatan trasidional.\" class=\"wp-image-730\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Babadotan-Design-Blog-LindungiHutan.jpg 800w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Babadotan-Design-Blog-LindungiHutan-300x225.jpg 300w, https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Babadotan-Design-Blog-LindungiHutan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Babadotan sering kita temukan di perkebunan dan mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya (Dokumentasi: Wikimedia)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman gulma berkasiat terakhir dalam artikel ini yaitu babadotan. Gulma ini juga kerap disebut bandotan, wedusan, atau babadotan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides L. dari famili Asteraceae. Ageratum conyzoides L. kerap dimanfaatkan untuk obat demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru (pneumonia), hingga radang telinga tengah (otitis media).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Babadotan juga sering dimanfaatkan untuk mengobati luka dan bahan pembuatan pestisida alami karena memiliki kandungan senyawa aktif pada bagian akar dan daunnya. Senyawa aktif tersebut diantaranya yaitu dari golongan alkaloid, saponin, flavonoid, anthraquinone, terpen, steroid, tannin dan phenol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-manusia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"359\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Dampak Kerusakan Hutan yang Perlu Kamu Pahami<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah kita memahami tanaman-tanaman gulma yang bermanfaat bagi kesehatan, kita perlu untuk memanfaatkannya dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-19d271e\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"19d271e\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-f0dfac4\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"f0dfac4\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan artikel.<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-2174436\" data-block-id=\"2174436\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-79b19fa\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"79b19fa\"><p class=\"stk-block-text__text\">Kementrian Pertanian. 2019. Tanaman Obat Warisan Tradisi Nusantara untuk Kesejahteraan Rakyat. Ed ke-2. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.<br>Afrida, Sanova A. 2020. The herbal antibakteri dari ekstrak tumbuhan patikan cina (Euphorbia thymifolia Linn.). Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry. 12(1): 1-8.<br>Badrunasar A, Santoso HB. 2017. Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Ed ke-1 Rachman E, Siarudin M, editor. Bogor: FORDA PRESS.<br>Handayani S, Kadir A, Masdiana M. 2018. Profil fitokimia dan pemeriksaan farmakognostik daun anting-anting (Acalypha indica L.). J Fitofarmaka Indones. 5(1):258\u2013265. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.33096\/jffi.v5i1.317\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.33096\/jffi.v5i1.317<\/a>.<br>Kinho J, Irawati D, Arini DWI, Halawane J, Nurani LIS, Kafiar Y, Karundeng MC. 2011b. Tumbuhan Obat Tradisional Di Sulawesi Utara Jilid II. Mahfudz, editor. Manado: Balai Penelitian Kehutanan Manado.<br>Yusarman. 2016. Mengenal Tanaman Jarong. BPTP Banten. [diakses 2021 Sept 11]. https:\/\/banten.litbang.pertanian.go.id\/new\/index.php\/publikasi\/folder\/962-mengenal-tanaman-jarong<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-df4275c\" data-block-id=\"df4275c\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ziyadatul-hikmah-1387251a2\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ziyadatul-hikmah-1387251a2\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ziyadatul Hikmah<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Editor: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/author\/siktiyana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">M. Nana Siktiyana<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action stk-block-call-to-action stk-block stk-aba386f\" data-block-id=\"aba386f\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-aba386f-column stk-container stk-aba386f-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-text-color has-large-font-size wp-block-paragraph\" style=\"color:#005e4e\"><strong>Mau Ebook tentang Cara Menanam Gratis?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-16a0ea7\" data-block-id=\"16a0ea7\"><style>.stk-16a0ea7 .stk-block-text__text{color:#cf2e2e !important}<\/style><p class=\"stk-block-text__text has-text-color has-vivid-red-color\">Ebook ini mudah dan tidak perlu repot-repot untuk mengisi data. Panduan menanam pohon dan berkebun yang terdapat dalam ebook itu sudah dikurasi oleh <a href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/team\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/lindungihutan.com\/team\" rel=\"noreferrer noopener\">tim LindungiHutan<\/a>. Tunggu apa lagi? Klik tombol di bawah ini<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-1810f53\" data-block-id=\"1810f53\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-ac714ad\" data-block-id=\"ac714ad\"><style>.stk-ac714ad .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-lift-scale\" href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanam-kini-tuai-nanti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Download Ebook Gratis dari LindungiHutan<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gulma adalah tumbuhan yang muncul di sekitar tanaman budidaya atau tanaman perkebunan dan pertanian yang tidak dikehendaki. Gulma pada umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Tanaman liar ini mudah dijumpai tumbuh di sela-sela tanaman, pinggir jalan, areal persawahan, pekarangan rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[252,51,253],"class_list":["post-705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-edukasi","tag-flora","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}