{"id":7249,"date":"2023-05-01T19:08:53","date_gmt":"2023-05-01T12:08:53","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7249"},"modified":"2023-05-01T19:08:53","modified_gmt":"2023-05-01T12:08:53","slug":"pengertian-anomali-iklim-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-anomali-iklim-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Anomali Iklim: Penyebab dan Pengaruhnya bagi Kehidupan Kita"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau kita mencari arti dari kata anomali di KBBI maka akan ditemukan definisi berupa ketidaknormalan, penyimpangan dari normal; kelainan. Jadi, anomali iklim adalah pergeseran musim dari rata-rata normalnya.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa ini disebabkan oleh pemanasan global yang meningkatkan suhu di bumi sehingga penguapan yang terjadi akan makin meningkat. Jika penguapan meningkat curah hujan pun akan meningkat dan beberapa wilayah akan mengalami kekeringan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan terjadinya anomali iklim maka bisa menimbulkan kekeringan sekaligus curah hujan yang tinggi di lain sisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau masih belum paham, sederhananya anomali iklim ini membuat musim jadi bergeser tidak sesuai dengan waktu normalnya. Misalnya, musim hujan di Indonesia untuk wilayah dengan pola monsunal (satu puncak musim hujan) biasanya terjadi antara bulan Oktober\u2014Maret dan musim kemarau terjadi pada April\u2014September.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika anomali iklim terjadi, maka musim hujan ataupun kemarau bisa maju ataupun mundur dari biasanya. Kalau maju mundur memangnya kenapa?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Well, <\/em>anomali iklim ini menimbulkan kerugian pada sektor pertanian terutama tanaman pangan. Karena anomali iklim bisa menyebabkan kekeringan, kelangkaan air, dan berpengaruh kepada tanaman-tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/krisis-iklim-dan-dampaknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Apa Itu Krisis Iklim? Berikut Penyebab dan Contoh Nyatanya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Hubungannya Anomali Iklim dengan El Nino dan La Nina?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">P<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/webinar-relawan-pertama\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2457\" rel=\"noreferrer noopener\">erubahan iklim<\/a> yang terjadi pada dekade ini telah menimbulkan beberapa penyimpangan, seperti peningkatan temperatur udara, evaporasi, dan curah hujan. Kondisi tersebut lantas menuntun pada fenomena anomali iklim seperti terjadinya El Nino dan La Nina.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/El-Nino-adalah.jpg\" alt=\"El Nino adalah.\" class=\"wp-image-7247\" title=\"\"><figcaption>Pengertian El Nino.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari laman BMKG, El Nino adalah fenomena suhu permukaan laut yang meningkat di Samudera Pasifik bagian tengah. El Nino akan memicu terjadinya kekeringan untuk wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/La-Nina-adalah.jpg\" alt=\"La Nina adalah.\" class=\"wp-image-7248\" title=\"\"><figcaption>Pengertian La Nina.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, ada juga La Nina yang ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut di bawah kondisi normalnya di Samudera Pasifik bagian tengah. Hal tersebut akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Akibat dari Terjadinya Anomali Suhu dan Iklim?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Dampak-anomali-iklim.jpg\" alt=\"Akibat anomali iklim.\" class=\"wp-image-7246\" title=\"\"><figcaption>Beberapa dampak anomali iklim.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena anomali iklim entah itu El Nino maupun El Nina, membawa pengaruh besar bagi produksi pertanian. Sebab, penurunan drastis curah hujan akibat El Nino dapat menimbulkan kegagalan panen akibat kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, kenaikan curah hujan akibat La Nina dapat menimbulkan banjir dan merangsang peningkatan gangguan organisme pengganggu tanaman. Karena, umur tanaman pangan umumnya relatif pendek.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gimana? Jadi serba salah kan? Hujan kebanyakan bikin banjir, tetapi kalau hujannya sedikit bisa kekeringan! Inilah kenapa kita perlu paham dan sadar akan perubahan iklim dan dampak bagi kehidupan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa dampak perubahan iklim terhadap pertanian antara lain pola curah hujan, peningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrem akan menyebabkan pematangan terjadi lebih awal, kegagalan proses reproduksi tanaman, kekeringan, hingga penurunan produktivitas tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/berbagai-dampak-perubahan-iklim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dampak Perubahan Iklim dari Penyakit Sampai Krisis Makanan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Proses Terjadinya Anomali Iklim?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti kita ketahui, Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia) Hal itu sangat memengaruhi kondisi iklim Indonesia. Karena letaknya di antara dua samudera, maka terdapat interaksi yang kuat antara atmosfer dan lautan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Interaksi atmosfer-laut terjadi melalui inti-inti kondensasi awan yang diinjeksikan oleh percikan gelombang laut ke udara, dan melalui pelepasan panas laten kondensasi uap air ketika menjadi tetes-tetes awan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Irianto dan Suciantini (2006), paling tidak ada empat faktor dominan penyebab anomali iklim antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">SST NINO<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa ini menggambarkan pemanasan suhu permukaan laut di daerah tropis di Samudera Pasifik Selatan, yang merupakan hasil interaksi yang kompleks dan tak beraturan antara lautan dan atmosfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arah Angin<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa El-Nino terjadi saat angin pasat tenggara melemah yang menyebabkan arus laut akan bergerak dari Barat ke Timur sehingga kolam air hangat di Samudera Pasifik Barat akan bergerak ke arah timur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">IOD (<em>Indian Ocean Dipole)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IDO merupakan fenomena kopel antara atmosfer dan lautan, yang menggambarkan angin pasat yang bertiup lebih kuat sehingga mengakibatkan pergerakan air laut yang dominan ke arah timur dan kolam air di Samudera Hindia Timur memiliki anomali suhu (lebih dingin) yang rendah, sementara di Samudera Hindia Brat memiliki anomali suhu yang lebih tinggi atau lebih panas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kisah Inspiratif Kelompok Tani Hutan Remaja Tanjung Burung Jaga Keasrian Muara Sungai Cisadane\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/WnCpBQqqKPw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-fc5df5f\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"fc5df5f\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-dd3977c\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"dd3977c\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-1e74d24\" data-block-id=\"1e74d24\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-2dcc094\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"2dcc094\"><p class=\"stk-block-text__text\">Rogi Dianita, dkk. 2023. \u201cAnalisis Anomali Iklim dalam Hubungan Produksi Padi Sawah (<em>Oryza sativa <\/em>L.) di Kabupaten Minahasa Utara\u201d <em>dalam Agri-SosioEkonomi Vol. 19, No. 1<\/em>. Universitas Sam Ratulangi.<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.35791\/agrsosek.v19i1.46854\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> https:\/\/doi.org\/10.35791\/agrsosek.v19i1.46854<\/a>.<br>\u00a0<br>Irawan Bambang. 2006. \u201cFenomena Anomali Iklim El Nino dan La Nina: Terhadap Jangka Panjang dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Pangan\u201d <em>dalam Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol.24, No.1.<\/em> Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.<br><em>\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/repository.pertanian.go.id\/server\/api\/core\/bitstreams\/9d9f1feb-53cc-470f-8408-60f3a484ec9b\/content\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/repository.pertanian.go.id\/server\/api\/core\/bitstreams\/9d9f1feb-53cc-470f-8408-60f3a484ec9b\/content<\/a>.<br><br><a href=\"https:\/\/repository.pertanian.go.id\/items\/6af9c7f8-701a-4e98-9daf-48d0707a8cbd\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/repository.pertanian.go.id\/items\/6af9c7f8-701a-4e98-9daf-48d0707a8cbd<\/a>.<br><br><a href=\"http:\/\/iklim.ntb.bmkg.go.id\/pemahaman-iklim\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/iklim.ntb.bmkg.go.id\/pemahaman-iklim<\/a><br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-cfead63\" data-block-id=\"cfead63\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1682941905819\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu anomali iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Anomali <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/penyebab-krisis-iklim-dan-dampaknya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"5835\" rel=\"noreferrer noopener\">iklim <\/a>adalah pergeseran musim dari rata-rata normalnya.\u00a0\u00a0 <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1682941913096\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa dampak anomali suhu dan iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Fenomena anomali iklim entah itu El Nino maupun El Nina, membawa pengaruh besar bagi produksi pertanian. Sebab, penurunan drastis curah hujan akibat El Nino dapat menimbulkan kegagalan panen akibat kekeringan. <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-pricing-box is-style-compact stk-block-pricing-box stk-block stk-09aae17\" data-block-id=\"09aae17\"><div class=\"stk-block-pricing-box__content stk-content-align stk-09aae17-column stk-container stk-09aae17-container stk-hover-parent\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks has-text-align-center\">\n<div class=\"wp-block-stackable-columns stk-block-columns stk-block stk-2fe2962\" data-block-id=\"2fe2962\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-content-align stk-2fe2962-column\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-a8117c2\" data-block-id=\"a8117c2\"><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-a8117c2-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-aba6b85\" data-block-id=\"aba6b85\"><figure class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-7104\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Gambar-kalkulator-jejak-karbon.jpg\" width=\"800\" height=\"600\" alt=\"Gambar kalkulator jejak karbon.\" title=\"\"><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-f82ad15\" data-block-id=\"f82ad15\"><style>.stk-f82ad15{align-self:center !important}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-f82ad15-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"has-text-align-left stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-heading stk-block-heading stk-block stk-90b4476\" id=\"span-style-color-005-e-4-e-class-stk-highlight-sudahkah-kamu-menghitung-jejak-karbonmu-hari-ini-span\" data-block-id=\"90b4476\"><style>.stk-90b4476 .stk-block-heading__text{margin:0 !important}<\/style><h3 class=\"stk-block-heading__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Sudahkah Kamu Menghitung Jejak Karbonmu Hari Ini?<\/span><\/h3><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-subtitle stk-block-subtitle stk-block stk-97966c7\" data-block-id=\"97966c7\"><p class=\"stk-block-subtitle__text stk-subtitle\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Hitung jejak karbonmu sekarang juga dengan menggunakan kalkulator jejak karbon Imbangi. Dengan Imbangi, kamu bisa menghitung besar emisi karbon dari penggunaan kendaraan, listrik, dan peralatan elektronik lainnya<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-f4015ba\" data-block-id=\"f4015ba\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-dbe529a\" data-block-id=\"dbe529a\"><style>.stk-dbe529a .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\/jejak-karbon\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Coba Imbangi GRATIS di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kita mencari arti dari kata anomali di KBBI maka akan ditemukan definisi berupa ketidaknormalan, penyimpangan dari normal; kelainan. Jadi, anomali iklim adalah pergeseran musim dari rata-rata normalnya.\u00a0\u00a0 Peristiwa ini disebabkan oleh pemanasan global yang meningkatkan suhu di bumi sehingga penguapan yang terjadi akan makin meningkat. Jika penguapan meningkat curah hujan pun akan meningkat dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[855,533,287,534,41],"class_list":["post-7249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-anomali-iklim","tag-el-nino","tag-iklim","tag-la-nina","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}