{"id":7306,"date":"2023-05-03T13:19:13","date_gmt":"2023-05-03T06:19:13","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7306"},"modified":"2023-05-03T13:19:14","modified_gmt":"2023-05-03T06:19:14","slug":"pengertian-kabut-asap-dampak-dan-pencegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/pengertian-kabut-asap-dampak-dan-pencegahan\/","title":{"rendered":"Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, Kenali Dampak dan Pencegahannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabut asap mungkin mengingatkan kita dengan peribahasa \u201ctak ada asap kalau tak ada api\u201d. Demikian dengan fenomena yang ada di Indonesia, partikel debunya tak dipungkiri sering terjadi karena kobaran api yang membakar hutan dan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat menjadi bencana yang berulang terjadi di Tanah air. Dampak dari kebakarannya pun telah menimbulkan dampak yang merugikan berbagai sektor kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di lapangan, penyebaran kabut asap karhutla ternyata tidak hanya dirasakan oleh penduduk Indonesia bahkan kiriman asapnya juga pernah sampai ke negara tetangga. Lantas, hal apa yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan partikel debu tersebut?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tulisan ini, penulis sajikan pembahasan mengenai kabut asap mulai dari pengertian, penyebab, bahaya, hingga, pencegahannya. Pembahasan tersebut diharapkan bisa menjadi bekal buat kamu, untuk siap menghadapi bencana dari karhutla sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Kabut Asap?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-yang-Dimaksud-dengan-Kabut-Asap.jpg\" alt=\"pengertian kabut asap\" class=\"wp-image-7312\" title=\"\"><figcaption>Apa itu kabur asap?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah kabut asap atau <em>smog<\/em> pertama kali diperkenalkan oleh Dr Henry Antoine Des Voeux di London pada tahun 1905. Berasal dari kata <em>smoke<\/em> (asap) dan <em>fog<\/em> (kabut), sementara itu istilah tersebut diterjemahkan menjadi kabut asap atau ada juga yang menamakannya asap kabut di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, kabut asap adalah campuran udara dengan partikel debu yang berasal dari pembakaran organik maupun non organik. Apabila terhirup, maka akan berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabut yang mungkin sering kamu jumpai pada pagi hari bisa jadi bukanlah kabut asap yang selama ini diduga, sebab kedua hal tersebut berbeda. Embun di pagi hari akan berubah menjadi hujan jika tercampur dengan udara, sementara kabut asap yang berwarna hitam pekat ini akan sulit terurai di udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengepulan kabut asap ke udara salah satunya bisa berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa karhutla dalam skala besar pernah terjadi pada 2015, dimana saat itu asapnya sampai mengepung sekitar 80 persen wilayah Indonesia hingga tersebar ke sejumlah negara tetangga (Trinirmalaningrum dkk, 2015)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penelitian yang sama, jumlah hutan dan lahan yang terbakar pada 2015 tercatat mencapai luas hingga 2,61 juta ha. Kebakaran terbesar pada saat itu terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Riau, Jambi, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Papua.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Penyebab Terjadinya Kabut Asap?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Saja-Penyebab-Terjadinya-Kabut-Asap.jpg\" alt=\"penyebab kabut asap\" class=\"wp-image-7310\" title=\"\"><figcaption>Mengapa bisa terjadi fenomena kabut asap di Indonesia?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabut asap yang terjadi di Indonesia dapat disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari pembakaran bahan bakar fosil, gunung meletus, dan lainnya. Akan tetapi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor utama yang memicu kemunculan partikel debu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karhutla menjadi sumber utama terjadinya kabut asap di Indonesia, hal tersebut dapat terindikasi dari catatan kobaran api yang berulang menghanguskan kawasan tersebut. Buktinya pada 1997 hingga 2006, setidaknya terjadi sepuluh kali kebakaran hutan dan lahan dengan kerugian sekitar 526.945 ha lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada 1997 tercatat menjadi yang terbesar di era 1990-an. Menurut Glover, peristiwa kebakaran tersebut menjadi bencana lingkungan terburuk sepanjang abad karena jumlah kabut asap yang dihasilkan sangat besar dan dampak bagi hutan sangat mengkhawatirkan (Parsaulian, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penelitian Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, 90% dari karhutla yang terjadi pada 1997- 2006 disebabkan oleh faktor manusia dan 10% nya adalah alam. Hal tersebut juga ditegaskan dalam beberapa penelitian, bahwa kehadiran titik api di lapangan hampir selalu berkaitan dengan kegiatan pembukaan hutan dan lahan (Darwiati, 2010: 28).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: Mengetahui Apa Saja Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kehidupan di Bumi (2023)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Bahaya dari Kabut Asap?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Bahaya-dari-Kabut-Asap.jpg\" alt=\"bahaya dari kabut asap\" class=\"wp-image-7309\" title=\"\"><figcaption>Dampak dari <em>smog <\/em>mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karhutla menjadi masalah lingkungan hidup yang hampir setiap tahun terjadi di Indonesia. Dampak kebakarannya juga telah menimbulkan dampak yang merugikan berbagai sektor kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sektor kesehatan, dapat menyebabkan penyakit bagi manusia. Hal ini karena kabut asap mengandung ratusan senyawa aerosol yang mengandung bahan kimia meliputi partikel dan komponen gas seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1997, karhutla di Indonesia telah menimbulkan asap yang meliputi 8 provinsi terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan, juga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Filipina. Dampak dari kabut asap yang berlebihan selama kebakaran berlangsung telah menimbulkan berbagai penyakit seperti, gangguan pernapasan, asma, bronchitis, pneumonia, kulit dan iritasi mata (Adinugroho dkk, 2005).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sektor transportasi juga mengalami dampak yang cukup besar karena adanya peristiwa ini. Pada saat karhutla terjadi secara besar-besaran, bukan tak mungkin kabut asapnya tidak membahayakan pengendara dan penumpang di perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan hanya membahayakan penduduk di Indonesia, dampak dari kabut asap dapat juga merugikan negara lainnya, terutama negara tetangga. Dampak lanjutnya, tak dipungkiri hubungan bilateral antar negara bisa menjadi kurang harmonis dan citra Indonesia akan buruk di mata dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/10-penyebab-kebakaran-hutan-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10+ Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Menghilangkan Kabut Asap?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-yang-Bisa-Kita-Lakukan-untuk-Menghilangkan-Kabut-Asap.jpg\" alt=\"langkah untuk menghilangkan kabut asap\" class=\"wp-image-7311\" title=\"\"><figcaption>Dengan menjaga kelestarian hutan dan lahan, kebakaran hutan dapat dihidarkan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia, baik dalam rangka pencegahan maupun penanggulangan. Adapun, cara mengatasi kabut asap dari karhutla tentunya dengan menjaga kelestarian dari kawasan tersebut dari tindakan pembakaran oleh manusia secara luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, dalam menanggapi dampak kabut asap di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah berkomitmen untuk memberikan informasi mutu udara yang tepat dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara. Laporan kualitas udara tersebut akan menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara serta dampaknya terhadap kesehatan selama beberapa jam atau hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) juga telah memiliki kesepakatan terkait dengan masalah pengurangan sumber emisi gas rumah kaca terutama dari kebakaran hutan dan lahan. Pada Juni 2002, sepuluh negara ASEAN menandatangani \u201cAgreement on Transboundary Haze Pollution\u201d (Pencemaran Asap Lintas Batas). Terakhir kesepakatan ini diratifikasi oleh Indonesia pada akhir 2014.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan ini berdasarkan hasil Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 September 2014 yang dihadiri oleh Pimpinan dan Para Anggota DPR RI, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Luar Negeri, dan Direktur Perancangan Kementerian Hukum dan HAM. Melalui ini, banyak pihak berharap Indonesia berkomitmen untuk menanggulangi karhutla yang juga menjadi masalah lingkungan tahunan untuk negara tetangganya di ASEAN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara Indonesia juga berupaya untuk melakukan pengendalian kebakaran hutan secara efektif di wilayah yang terkena dampak besar seperti di Kalimantan, Riau, dan Sumatera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam upaya tersebut, pihak Indonesia melakukan kegiatan harian seperti pengumpulan informasi atau investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran dan melacak pelaku yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/manfaat-hutan-bagi-kehidupan-dan-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">15+ Manfaat Hutan bagi Kehidupan dan Lingkungan<\/a><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Crk9i-LvrHU\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Crk9i-LvrHU\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Crk9i-LvrHU\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh Burung Indonesia (@burung_indonesia)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async=\"\" src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1683090813901\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apa itu Kabut Asap?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Campuran udara dengan partikel debu yang berasal dari pembakaran organik maupun non organik. Apabila terhirup, maka akan berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1683090851680\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apa Saja Penyebab Terjadinya Kabut Asap?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Mulai dari pembakaran bahan bakar fosil, gunung meletus, dan lainnya. Akan tetapi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor utama yang memicu kemunculan partikel debu tersebut.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1683090879784\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apa Dampak dari Kabut Asap?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti, gangguan pernapasan, asma, bronchitis, pneumonia, kulit dan iritasi mata (Adinugroho dkk, 2005).<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : <a href=\"http:\/\/linkedin.com\/in\/yemitagea\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Yemita Gea<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-37b6dfe\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"37b6dfe\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-a62c02b\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"a62c02b\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi yang digunakan dalam artikel<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-5a77672\" data-block-id=\"5a77672\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-880f907\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"880f907\"><p class=\"stk-block-text__text\">Yulianti, Nina. (2018). Pengenalan Bencana Kebakaran dan Kabut Asap Lintas Batas. Dikutip dari: <a href=\"http:\/\/www.unesco.or.id\/publication\/shs\/Final_Ver_Pengenalan_Karhutla.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.unesco.or.id\/publication\/shs\/Final_Ver_Pengenalan_Karhutla.pdf<\/a><br><br>Adinugroho W. (2015). Panduan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/toolsfortransformation.net\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Panduan_Pengendalian_Kebakaran_Hutan_dan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/toolsfortransformation.net\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Panduan_Pengendalian_Kebakaran_Hutan_dan.pdf<\/a><br><br>Parsaulian, B. (2020). Analisis Kebijakan dalam Upaya Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di Indonesia. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/ojs.stiami.ac.id\/index.php\/reformasi\/article\/download\/839\/477\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/ojs.stiami.ac.id\/index.php\/reformasi\/article\/download\/839\/477<\/a><br><br>Trinirmalaningrum, dkk. (2015). Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Frans-Siahaan\/publication\/327776205_Di_Balik_Tragedi_Asap_Catatan_Kebakaran_Hutan_dan_Lahan\/links\/5ba3a8a345851574f7d96c4c\/Di-Balik-Tragedi-Asap-Catatan-Kebakaran-Hutan-dan-Lahan.pdf?origin=publication_detail\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Frans-Siahaan\/publication\/327776205_Di_Balik_Tragedi_Asap_Catatan_Kebakaran_Hutan_dan_Lahan\/links\/5ba3a8a345851574f7d96c4c\/Di-Balik-Tragedi-Asap-Catatan-Kebakaran-Hutan-dan-Lahan.pdf?origin=publication_detail<\/a><br><br>Prayitno, Irwan. (2014). Kabut Asap. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/sumbarprov.go.id\/home\/news\/2137-kabut-asap\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/sumbarprov.go.id\/home\/news\/2137-kabut-asap<\/a><br><br>Suryani, Anih Sri. (2012). Penanganan Asap Kabut Akibat Kebakaran Hutan di Wilayah Perbatasan Indonesia. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/jurnal.dpr.go.id\/index.php\/aspirasi\/article\/view\/256\/197\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/jurnal.dpr.go.id\/index.php\/aspirasi\/article\/view\/256\/197<\/a><br><br><a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/131692-ID-dampak-kabut-asap-pada-kehidupan-masyara.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/131692-ID-dampak-kabut-asap-pada-kehidupan-masyara.pdf<\/a><br><br>Deni, Fitra dan Chintia Pratiwi. (2016). Dampak Kebijakan Indonesia dalam Penanganan Kabut Asap terhadap Malaysia. Dikutip dari: <br><br>Wahyuni, Dwi. (2011). Permasalahan Kabut Asap dalam Hubungan Indonesia dan Malaysia pada Periode 1997-2006. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/repository.uinjkt.ac.id\/dspace\/bitstream\/123456789\/24244\/1\/Skripsi%20Dwi%20Wahyuni.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/repository.uinjkt.ac.id\/dspace\/bitstream\/123456789\/24244\/1\/Skripsi%20Dwi%20Wahyuni.pdf<\/a><br><br>Giantara, Febri, dkk. (2020). Pola Pendidikan keluarga Saat Bencana Kabut Asap di Kota Pekanbaru. Dikutip dari: <a href=\"https:\/\/obsesi.or.id\/index.php\/obsesi\/article\/download\/446\/pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/obsesi.or.id\/index.php\/obsesi\/article\/download\/446\/pdf<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-e57b560\" data-block-id=\"e57b560\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabut asap mungkin mengingatkan kita dengan peribahasa \u201ctak ada asap kalau tak ada api\u201d. Demikian dengan fenomena yang ada di Indonesia, partikel debunya tak dipungkiri sering terjadi karena kobaran api yang membakar hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat menjadi bencana yang berulang terjadi di Tanah air. Dampak dari kebakarannya pun telah menimbulkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[860,862,861],"class_list":["post-7306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-kabut-asap","tag-karhutla","tag-smog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}