{"id":7689,"date":"2023-05-29T23:36:53","date_gmt":"2023-05-29T16:36:53","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7689"},"modified":"2024-05-23T16:22:03","modified_gmt":"2024-05-23T09:22:03","slug":"kasus-perubahan-iklim-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/kasus-perubahan-iklim-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Kasus Perubahan Iklim di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah mendengar kasus banjir rob yang menenggelamkan rumah warga di Semarang dan Demak tidak? Jika pernah, masalah banjir rob merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isu perubahan iklim atau <em>climate change<\/em> memang sudah ramai dibicarakan oleh orang-orang. Karena, banyak dari mereka yang telah merasakan dampak dari adanya fenomena ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, masih banyak juga yang belum mengetahui seberapa nyata dan dekat dampak perubahan iklim di Indonesia! Berikut cerita lebih dekatnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Perubahan Iklim?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim adalah fenomena alam global yang menjadi perhatian berbagai pihak di dunia, hal itu karena dampaknya yang dapat mengancam kehidupan semua makhluk hidup di muka Bumi.  <em>Climate change<\/em>  sendiri dapat diketahui jika kita merasa terjadi peningkatan suhu, kekeringan, dan curah hujan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> <em>Climate change<\/em> memengaruhi apa saja? Mengapa banyak dibicarakan oleh orang-orang? Persoalan iklim ini nyatanya dapat memengaruhi segala aspek, baik kondisi ekosistem, biologis, maupun sosial-ekonomi masyarakat. Jadi, tentu saja banyak dipermasalahkan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, masih banyak aktivitas manusia yang tanpa disadari menjadi faktor penyumbang perubahan iklim di Indonesia. Lantaran, masih kurangnya pemahaman mengenai perubahan iklim. Lantas, apa penyebab dan dampak dari adanya  perubahan iklim di Indonesia?<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-1-1.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of Embed of unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-1-1..\"><\/object><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-1-1.pdf\">unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-1-1<\/a><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/unduh-booklet-kajian-perubahan-iklim-di-Indonesia-dan-global-pdf-1-1.pdf\" class=\"wp-block-file__button\" download>Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Penyebab Iklim Mengalami Perubahan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Afiff (2022), perubahan iklim yang memberikan dampak negatif bagi kita semua ternyata 97.2% berasal dari kegiatan sehari-hari kita sendiri<em>.<\/em> Sebab, banyak aktivitas manusia yang dapat menyebabkan terjadinya  <em>climate change<\/em> tanpa kita sadari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim ini terjadi karena adanya perubahan yang signifikan terhadap iklim, sehingga dinamika dan kondisi rata-rata menjadi berubah serta tidak sesuai dengan kapasitas awal (Ernyasih <em>et al<\/em>., 2023).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan singkat mengenai 3 aktivitas sehari-hari yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/climate-crisis-dan-pengelolaan-hutannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Climate Crisis, Potensi Besar Penyeimbangan Karbon, dan Bagaimana Mengelola Hutan secara Berkelanjutan <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penggunaan energi listrik yang berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Energi listrik adalah salah satu energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Akan tetapi, jika digunakan secara berlebihan dapat memicu pemanasan global. Lantaran, pembangkit energi listrik merupakan aktivitas penghasil gas emisi karbon terbesar kedua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu, mari gunakan listrik secara bijak dan sadar untuk kemudian perlahan menekan penggunaannya sekaligus dampaknya terhadap planet bumi. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-feature is-style-default stk-block-feature stk-block stk-1d3ddd6\" data-block-id=\"1d3ddd6\"><div class=\"stk-content-align stk-1d3ddd6-column stk-container stk-1d3ddd6-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content stk-row\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-32f5756\" data-block-id=\"32f5756\"><style>.stk-32f5756{align-self:center !important}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-32f5756-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Hitung Emisi Karbon Anda dengan Carbon Calculator Imbangi<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-0d55fe3\" data-block-id=\"0d55fe3\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-dafe0c3\" data-block-id=\"dafe0c3\"><style>.stk-dafe0c3 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-dafe0c3 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Coba Imbangi di Sini!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-91ca576\" data-block-id=\"91ca576\"><style>.stk-91ca576{align-self:center !important}<\/style><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-91ca576-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-d667da4\" data-block-id=\"d667da4\"><figure class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"stk-img wp-image-10927\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-.webp\" width=\"768\" height=\"576\" alt=\"Kalkulator-jejak-karbon-Imbangi-\" title=\"\"><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Banyaknya penggunaan transportasi pribadi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendaraan yang biasanya kita gunakan sehari-hari pastinya memerlukan bahan bakar. Namun, tanpa disadari penggunaan bahan bakar ini dapat memicu perubahan iklim loh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa? Karena bahan bakar dari kendaraan kita dapat menghasilkan gas karbon dioksida yang dapat mengendap di Bumi dan menyebabkan pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, lebih baik kita menggunakan transportasi umum untuk meminimalisir terjadinya perubahan iklim karena gas karbon dioksida.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Produksi makanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produksi makanan sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai kebutuhan pokok. Akan tetapi, proses dari produksi makanan tersebut dapat memicu perubahan iklim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produksi makanan dapat menghasilkan gas emisi karbon dan metana yang berasal dari proses kegiatan memproduksinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, dalam prosesnya terdapat kegiatan penggundulan hutan, pembuatan lahan pertanian, gas metana dari hewan ternak, dan penggunaan energi pada industri pabrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, untuk meminimalisir  <em>climate change<\/em>  apa kita tidak boleh makan? Bukan begitu juga, tetapi kita dapat membatasi konsumsi makanan protein hewani seperti daging untuk mengendalikan perubahan iklim. Karena produksi daging itu lebih menghasilkan gas emisi dibanding protein nabati loh!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Dampak Perubahan Iklim di Indonesia?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> <em>Climate change<\/em>  sudah menjadi isu lingkungan utama di seluruh dunia, sebab mereka telah merasakan dampaknya, termasuk dampak perubahan iklim di Indonesia. Negara kita sendiri  juga sedang mengantisipasi serta beradaptasi terhadap permasalahan iklim, karena banyak masyarakat yang sudah terkena dampaknya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak dari perubahan iklim ini bukan main-main <em>loh<\/em>, lantaran banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, barang berharga, maupun keluarganya dari bencana alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah beberapa  dampak perubahan iklim di Indonesia yang telah terjadi secara nyata!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kenaikan Muka Air Laut<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Naiknya permukaan air laut disebabkan oleh mencairnya es di kutub dan turunnya permukaan tanah akibat perubahan iklim. Permasalahan ini sangat sering dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus banjir rob atau kenaikan muka air laut ini tiap tahunnya banyak terjadi di Pesisir Utara Jawa, seperti Kota Pekalongan, Kota Semarang, Demak, Tegal, Pati, dan Rembang. Adapun, pulau lain yang sering mengalami banjir rob baru-baru ini yaitu Provinsi Maluku Utara. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Demak terdapat satu areal perkampungan yang kini terbengkalai ditiggalkan masyarakat akibat terendam air laut. Kurang lebih 200 kepala keluarga memilih pindah, mengalah pada laju abrasi yang kian meresahkan. Simak cerita lengkapnya dalam artikel <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kisah-dari-dukuh-rejosari-senik-bedono-dema\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>&#8220;Dukuh Rejosari Senik, Bedono, Demak yang Tenggelam dan Rasanya Hidup Sendiri di Sana&#8221;<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Perubahan-iklim-di-Indonesia.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12967\" width=\"740\" height=\"555\" title=\"\"><figcaption>Area perkampungan di Dusun Rejosari Senik. Desa Bedono, Demak terpaksa pindah akibat terendam air laut<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Salah-satu-contoh-perubahan-iklim-di-Indonesia.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12966\" width=\"740\" height=\"555\" title=\"\"><figcaption>Rumah warga pesisir Tambakrejo Semarang yang makin pendek akibat banjir rob<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Contoh-perubahan-iklim-di-Indonesia.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12968\" title=\"\"><figcaption>Sisa bangunan di pesisir Tambakrejo Semarang<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Melihat Jejak Abrasi di Tambakrejo Semarang\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yPek6ewWK1Y?list=PLYZbTPJlZ2NlN0_5ImI9eBe6IU3Fc7d03\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan muka air laut ini sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat yang terdampak. Sebab, bencana ini dapat menyebabkan kerugian sosial-ekonomi yang membuat masyarakat kehilangan rumah, barang berharga dan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rusaknya Ekosistem Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak dari perubahan iklim dapat merusak ekosistem di lingkungan sekitar kita. Banyak bencana alam yang terjadi karena pengaruh suhu dari pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bencana alam tersebut menjadi contoh perubahan iklim di Indonesia yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir adalah beberapa bencana yang terjadi akibat fenomena ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebakaran hutan di Indonesia pernah terjadi di Riau dan Pulau Kalimantan, hal itu menyebabkan hilangnya habitat makhluk hidup dan terganggunya ekosistem hutan.&nbsp; Hilang hutan yang disebabkan oleh semakin panasnya Bumi juga dapat membuat terjadinya banjir juga <em>loh<\/em>. Karena hutan punya fungsi sebagai pencegah terjadinya banjir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penurunan Ekonomi Masyarakat <\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan iklim juga dapat membuat perekonomian masyarakat menjadi turun. Kok bisa? Karena dapat menyebabkan kekeringan yang membuat lahan pertanian menjadi tidak subur dan tidak bisa dipanen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu,  perubahan iklim di Indonesia juga memengaruhi jumlah tangkapan nelayan di laut, sebab suhu yang panas dapat membuat terumbu karang habitat ikan menjadi mati. Jika terumbu karang mati, maka populasi ikan berkurang dan tangkapan nelayan turut berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Semenjak tahun 2000-an agak sulit, bahkan nelayan kawakan saja yang sepuh banyak yang bilang kalau cuaca sekarang susah diprediksi, mungkin faktor itu ya (perubahan iklim) yang memengaruhi menurunnya pencarian ikan, selain karena kontaminasi laut akibat sungai-sungai dari Kota Jakarta,&#8221;<\/em> Ungkap Edi, nelayan dan warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.  Simak cerita lengkap Edi dalam <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kisah-edi-mulyono-menuntut-keadilan-iklim-di-eropa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>&#8220;Perubahan Iklim Menuntut Keadilan Iklim, Edi dari Pulau Pari Menyampaikan Tuntutannya di Eropa&#8221;<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mewujudkan-konservasi-hutan-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-1eef3e2\" data-block-id=\"1eef3e2\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-1eef3e2-column stk-container stk-1eef3e2-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<div class=\"wp-block-stackable-columns stk-block-columns stk-block stk-e6c8e58\" data-block-id=\"e6c8e58\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-content-align stk-e6c8e58-column\">\n<div class=\"wp-block-stackable-column stk-block-column stk-column stk-block stk-3d3c4a4\" data-block-id=\"3d3c4a4\"><div class=\"stk-column-wrapper stk-block-column__content stk-container stk-3d3c4a4-container stk--no-background stk--no-padding\"><div class=\"stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan Menanam Lebih ari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Perusahaan dan Brand<\/span><\/p>\n<\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-46f86c7\" data-block-id=\"46f86c7\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-a0476ca\" data-block-id=\"a0476ca\"><style>.stk-a0476ca .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-a0476ca .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/dampak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Apa yang LindungiHutan Lakukan?<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-f46cba4\" data-block-id=\"f46cba4\"><style>.stk-f46cba4 .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-f46cba4 .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/kontakkami\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Hubungi Kami!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1685377495086\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu perubahan iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>fenomena alam global yang menjadi perhatian berbagai pihak di dunia, hal itu karena dampaknya yang dapat mengancam kehidupan semua makhluk hidup di muka Bumi.  <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1685377517779\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Kenapa Perubahan Iklim Perlu Diperhatikan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Karena dampak dari <em>climate change<\/em> telah kita semua rasakan dan sangat merugikan semua makhluk hidup di Bumi. Jika penyebabnya saja tidak kita minimalisir, maka kita tahu beberapa tahun kedepan Bumi tidak akan baik-baik saja.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1701396532673\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana ciri ciri perubahan iklim?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Suhu secara global meningkat atau memanas, terjadi bencana ekstrem misalnya kekeringan dan badai.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-0a6c9c6\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"0a6c9c6\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-4cbf68f\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"4cbf68f\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-5285bf1\" data-block-id=\"5285bf1\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-66c2cd3\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"66c2cd3\"><p class=\"stk-block-text__text\">Afiff, S. (2022). Antropologi dan Persoalan Perubahan Iklim: Perspektif Kritis Ekologi Politik. <em>Jurnal Antropologi: Isu-isu Sosial Budaya<\/em>, <em>24<\/em>(1), 109-118.<br><br>Ernyasih, E., Fajrini, F., Herdiansyah, D., Aulia, L., Andriyani, A., Lusida, N., &amp; Fauziah, M. (2023). Analisis Perubahan Iklim dan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta. <em>Enviromental Occupational Health and Safety Journal<\/em>, <em>3<\/em>(2), 95-102.<br><br>IAAS Indonesia. (2020). Cegah Krisis Iklim Dengan Pola Makan Bijak. <a href=\"https:\/\/iaas.or.id\/cegah-krisis-iklim-dengan-pola-makan-bijak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cegah Krisis Iklim dengan Pola Makan Bijak \u2013 IAAS Indonesia<\/a>. Diakses pada tanggal 28 Mei 2023.<br><br>Pranita Ellyvon. (2021). Hari Bumi : Kenali 10 Dampak Perubahan Iklim di Indonesia. <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2021\/04\/22\/183000123\/hari-bumi--ketahui-10-dampak-perubahan-iklim-di-indonesia?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hari Bumi: Ketahui 10 Dampak Perubahan Iklim di Indonesia Halaman all &#8211; Kompas.com<\/a>. Diakses pada tanggal 28 Mei 2023.<br><br>Rinawan, F. (2015). Dampak perubahan iklim terhadap kejadian demam berdarah di Jawa-Barat. <em>Jurnal Sistem Kesehatan<\/em>, <em>1<\/em>(1).<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-8e734dc\" data-block-id=\"8e734dc\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Rayhan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar kasus banjir rob yang menenggelamkan rumah warga di Semarang dan Demak tidak? Jika pernah, masalah banjir rob merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim . Isu perubahan iklim atau climate change memang sudah ramai dibicarakan oleh orang-orang. Karena, banyak dari mereka yang telah merasakan dampak dari adanya fenomena ini. Namun, masih banyak juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7688,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[880],"tags":[761,962,498,41],"class_list":["post-7689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-emisi-karbon","tag-emisi-karbon","tag-kasus-perubahan-iklim","tag-pemanasan-global","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}