{"id":7840,"date":"2023-06-06T14:39:15","date_gmt":"2023-06-06T07:39:15","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7840"},"modified":"2023-06-06T14:41:37","modified_gmt":"2023-06-06T07:41:37","slug":"manfaat-cacing-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/manfaat-cacing-tanah\/","title":{"rendered":"Sering Disepelekan, Cacing Tanah Ternyata Menyimpan Berbagai Manfaat Bagi Lingkungan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa yang tak tahu cacing tanah? Hewan kecil yang identik sebagai umpan dalam kegiatan memancing ini hidup berdampingan dengan manusia. Cacing tanah merupakan jenis hewan melata yang bertubuh lunak dan tidak memiliki tulang belakang (invertebrata).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan licin ini termasuk ke dalam filum Annelida yang berarti hewan yang tubuhnya beruas-ruas. Berikut merupakan nama ilmiah dan klasifikasinya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makrofauna tanah ini sering dianggap sebagai hama yang mengganggu kesuburan tanaman. Ditambah bentuk fisik yang sering dianggap menjijikkan, hewan kecil tersebut sering dibasmi oleh sebagian orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski dianggap sebagai <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hama-tanaman-dan-cara-mengatasinya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2917\" rel=\"noreferrer noopener\">hama<\/a>, hasil riset justru menunjukkan bahwa cacing tanah berperan penting terhadap kesuburan tanah. Aktivitasnya dalam tanah membantu meningkatkan porositas dan proses humifikasi yang terjadi di dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bekas lubang yang ditinggalkan akibat aktivitasnya di dalam tanah memberikan keuntungan bagi tanah untuk menyerap aliran permukaan. Hal ini membuat tanah makin subur karena air yang masuk membantu pelarutan unsur hara.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Animalia<\/td><\/tr><tr><td>Filum<\/td><td>Annelida<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Clitellata<\/td><\/tr><tr><td>Sub-Kelas<\/td><td>Oligochaeta<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Haplotaxida<\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td>Lumbricidae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Lumbricus<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td>Lumbricus rubellus<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi cacing tanah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/sistem-pertambakan-silvofishery\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Silvofishery atau Wamina, Solusi Tambak Perikanan yang Aman bagi Kawasan Mangrove<\/a> <\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Cacing Tanah bagi Lingkungan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat cacing tanah sejatinya memainkan peran penting dalam ekosistem. Keberadaannya memberikan banyak manfaat bagi perbaikan kualitas tanah untuk pertumbuhan tanaman. Berikut manfaat selengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menjadi Bioindikator Kualitas Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kualitas tanah sangat dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah. Akan tetapi, untuk mengetahui sifat kimia tanah sering kali membutuhkan analisis kimia yang biayanya relatif mahal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bioindikator menjadi alternatif solusi kualitas sifat fisik dan kimia tanah. Makrofauna tanah yang salah satunya adalah cacing tanah memiliki potensi sebagai indikator kualitas tanah karena umumnya hewan ini memiliki preferensi habitat dengan kondisi tertentu di dalam tanah. Seperti yang disebutkan oleh Mulyawan dkk (2016), bahwasanya cacing tanah membutuhkan kadar air yang cukup agar kelembapan tubuhnya tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Purwaningrum (2012), keberadaan cacing tanah dapat digunakan untuk menentukan kualitas tanah ditinjau dari pH tanah, kandungan C-organik, N total, rasio C\/N, dan kadar air tanah. Apabila keberadaan makrofauna tanah tersebut dapat dijumpai di dalam tanah maka bisa dipastikan kandungan nutrisi yang berada dalam tanah tercukupi bagi tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan cacing tanah juga bisa menjadi indikator kandungan timbal (Pb) yang toksik dan berpotensi merusak tanah dan tanaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Membantu dalam Siklus Hara dan Aliran Energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsur hara merupakan unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Tanpa adanya unsur hara maka tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal bahkan berakibat pada kematian tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan cacing tanah kemudian memberikan sumbangan secara alamiah dalam membantu pelapukan bahan organik dari serasah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas seperti <em>burrowing<\/em> (membuat galian) membantu mobilisasi bahan organik menuju bagian bawah. Selain itu, aktivitas <em>casting<\/em> (kotoran) memberikan manfaat yang cukup signifikan dalam penyediaan hara yang berguna bagi pertumbuhan tanaman (Dwiastuti, 2012).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penelitian Zhang dkk (2013), cacing tanah juga berperan dalam membantu sekuestrasi karbon (C-organik) dan mineralisasi nitrogen yang merupakan unsur hara makro bagi tanaman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Manfaat-cacing-tanah.jpg\" alt=\"Manfaat cacing tanah.\" class=\"wp-image-7839\" title=\"\"><figcaption>Manfaat cacing tanah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memperbaiki Tekstur Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekstur tanah merupakan persentase antara liat, pasir, dan debu yang menentukan sifat fisika tanah. Apabila tekstur tanahnya didominasi oleh partikel tanah liat maka air akan sulit untuk diserap oleh tanah. Selain itu, tekstur tanah yang didominasi tanah liat akan menyulitkan penetrasi akar tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas cacing tanah berperan penting dalam membantu menciptakan pori makro tanah sehingga proses infiltrasi akan berjalan dengan baik dan penetrasi akar tidak terhambat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengoptimalisasi Drainase Tanah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Drainase yang buruk akan berakibat pada kejenuhan air tanah yang berpotensi mengakibatkan tanaman menjadi busuk. Drainase yang buruk diakibatkan karena porositasnya yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lubang galian yang dibuat oleh cacing tanah berperan penting dalam meningkatkan porositas yang menciptakan ruang infiltrasi. Karenanya, air dalam tanah dapat mengalir dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cacing Tanah Mengandung Zat Apa?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cacing tanah merupakan salah satu hewan kecil yang memiliki kandungan zat yang cukup kompleks.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Maulida (2015), makrofauna tanah ini menyimpan kandungan protein yang cukup kaya yaitu 64-76% dengan kadar lemak yang rendah yaitu 7-10%. Kandungan lainnya berupa 0,55% kalsium, 1% fosfor, 1,08% serat, kadar abu 8-10%, dan mengandung energi sebesar 900-1400 kkal. Karenanya, keberadaan cacing tanah juga berperan dalam sistem rantai makanan dalam sebuah ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan kotoran yang dihasilkan oleh hewan kecil ini juga bermanfaat bagi tanaman. Kandungan nutrisinya begitu beragam, mulai dari N, P, K, Ca, Mg, Fe, Mn, S, AI, Na, dan Zn (IPPTP, 2001 ; Suranjaya dkk, 2019).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/9-manfaat-penghijauan-bersama-lindungihutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Manfaat Penghijuan dengan Berdonasi Pohon Bersama LindungiHutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips dan Trik Budidaya Cacing Tanah untuk Tanaman<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Tips-dan-trik-budaidaya-cacing-tanah.jpg\" alt=\"Budidaya cacing tanah.\" class=\"wp-image-7837\" title=\"\"><figcaption>Budidaya cacing tanah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyadari berbagai macam manfaat yang diberikan cacing tanah pada lingkungan, budidaya hewan ini menjadi sebuah prospek yang menjanjikan. Pasalnya, salah satu produk turunan yang sangat bermanfaat bagi tanaman dan menghasilkan nilai jual yaitu vermikompos.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Singkatnya, vermikompos merupakan kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah dengan metode sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat kamu yang ingin membudidayakan cacing tanah terdapat beberapa tips dan trik yang bisa dipraktikkan agar menunjang keberhasilannya, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pilih Lokasi yang Sesuai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan bangunan permanen yang beratap dan berventilasi menjadi salah satu tips budidaya cacing tanah. Hewan ini memiliki preferensi habitat yang lembap untuk dapat tumbuh optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping itu, cacing merupakan hewan nokturnal yang tidak menyukai sinar matahari dan peka terhadap kelembapan yang berlebih. Oleh karenanya, penggunaan ventilasi diperlukan guna menjaga kelembapan dan atap untuk melindungi dari paparan sinar matahari langsung dan air hujan sangat diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2.  pH<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai pH menjadi faktor yang memengaruhi sebaran cacing tanah. Ketika pH terlalu asam atau terlalu basa, makrofauna tanah tersebut cenderung berpindah bahkan berpotensi keluar dari media budidaya. Nilai pH yang sesuai yakni kisaran 6,8-7,2.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Zat Organik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zat organik terlarut menjadi sumber makanan bagi cacing tanah. Karenanya, ketersediaan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tutorial-membuat-pupuk-kompos\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"5022\" rel=\"noreferrer noopener\">zat organik<\/a> menjadi faktor penentu keberlangsungan budidaya makrofauna tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayur-sayuran dapat menjadi sumber pakan karena mengandung mineral yang cukup sebagai sumber makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah serba-serbi cacing tanah yang dapat kamu ketahui. Siapa sangka manfaatnya bagi lingkungan sangatlah besar, baik itu untuk tanaman maupun tanah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau kamu tertarik dengan pembahasan lebih lanjut tentang lingkungan, simak artikel lainnya dari LindungiHutan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/category\/lingkungan\/\">di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1686035828653\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat cacing tanah bagi lingkungan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Menjadi bioindikator kualitas tanah,  membantu dalam siklus hara dan aliran energi,  memperbaiki tekstur tanah,  mengoptimalisasi drainase tanah <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1686035920433\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana cara budidaya cacing tanah?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pilih lokasi yang sesuai,  pH,  dan zat organik <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-ec1f27e\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"ec1f27e\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-926a246\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"926a246\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-97e7a1a\" data-block-id=\"97e7a1a\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-627a130\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"627a130\"><p class=\"stk-block-text__text\">Mulyawan, D. W., Annawaty, A., &amp; Fahri, F. (2016). Preferensi Habitat Cacing Tanah (Oligochaeta) di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. <em>Natural Science: Journal of Science and Technology<\/em>, <em>5<\/em>(3). ;<br><br>Purwaningrum, Y. (2012). Peranan cacing tanah terhadap ketersedian hara di dalam tanah. <em>Agriland<\/em>, <em>1<\/em>(2), 119-127. <a href=\"http:\/\/penelitian.uisu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/13.-yayuk-Agriland.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/penelitian.uisu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/13.-yayuk-Agriland.pdf<\/a>.&nbsp;<br><br>ST Maulida, A. A. A. (2015).&nbsp;<em>Budi daya cacing tanah unggul ala adam cacing<\/em>. AgroMedia.<br>Suranjaya, I. G., Kartini, N. L., Purnawan, N. L. R., &amp; Suardana, P. E. (2019). Vermikompos Sampah Tanaman Gulma Danau Menggunakan Decomposer Cacing Tanah Untuk Menghasilkan Pupuk Organik. <em>Buletin Udayana Mengabdi<\/em>, <em>18<\/em>(1).<br><br>Zhang, W., Hendrix, P. F., Dame, L. E., Burke, R. A., Wu, J., Neher, D. A., &#8230; &amp; Fu, S. (2013). Earthworms facilitate carbon sequestration through unequal amplification of carbon stabilization compared with mineralization. <em>Nature communications<\/em>, <em>4<\/em>(1), 2576.<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-0e3959a\" data-block-id=\"0e3959a\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Bilal<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Manfaat Tanaman Lamun untuk Penyimpanan Karbon Biru (Blue Carbon) di Pesisir\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/u603BIfbEF4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-22b26bc\" data-block-id=\"22b26bc\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-22b26bc-column stk-container stk-22b26bc-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #ffffff;background-color: #005e4e\" class=\"stk-highlight\">Mau Ebook tentang Cara Menanam Gratis?<\/span><\/h1>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-d07de0a\" data-block-id=\"d07de0a\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Ebook ini mudah dan tidak perlu repot-repot untuk mengisi data. Panduan menanam pohon dan berkebun yang terdapat dalam ebook itu sudah dikurasi oleh tim LindungiHutan. Tunggu apa lagi? Klik tombol di bawah ini!<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-0d6a0c9\" data-block-id=\"0d6a0c9\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-1e4e2f5\" data-block-id=\"1e4e2f5\"><style>.stk-1e4e2f5 .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanam-kini-tuai-nanti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Download Ebook Gratis di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tak tahu cacing tanah? Hewan kecil yang identik sebagai umpan dalam kegiatan memancing ini hidup berdampingan dengan manusia. Cacing tanah merupakan jenis hewan melata yang bertubuh lunak dan tidak memiliki tulang belakang (invertebrata).&nbsp; Hewan licin ini termasuk ke dalam filum Annelida yang berarti hewan yang tubuhnya beruas-ruas. Berikut merupakan nama ilmiah dan klasifikasinya: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[978,976,977],"class_list":["post-7840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-budidaya-cacing-tanah","tag-cacing-tanah","tag-manfaat-cacing-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}