{"id":7977,"date":"2023-06-12T09:12:43","date_gmt":"2023-06-12T02:12:43","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7977"},"modified":"2024-01-05T03:36:41","modified_gmt":"2024-01-04T20:36:41","slug":"mengenal-pohon-cempedak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-pohon-cempedak\/","title":{"rendered":"Pohon Cempedak: Sekilas Mirip dengan Nangka, tetapi Apakah Sama?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon cempedak merupakan salah satu dari famili moraceae yang identik dengan pohon serbaguna. Pohon ini banyak tumbuh di kawasan hutan primer, hutan sekunder, maupun hutan tanaman rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon yang mirip dengan pohon nangka ini memiliki peran penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Masyarakat sering kali memanfaatkan pohon cempedak sebagai penghasil kayu dan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pengertian-hasil-hutan-bukan-kayu\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"3070\" rel=\"noreferrer noopener\">hasil hutan non kayu (HHNK)<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, tanaman ini memiliki berbagai nama daerah yang khas seperti nangka cino, nangka beurit, comedak (Jawa); tiwadak, tuadak, mangkahai (Kalimantan); cimpedak (Bali), tembedak, kakan, bikara, cubadak (Sumatra); campada, nangka balanda, tabodoko, nanakan, cidu, panasa (Sulawesi); tambadak (Papua); naka wara (Flores); nakane, tawedak (Seram); tuada (Ternate dan Tidore) (Lempang &amp; Suhartati, 2013).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Klasifikasi dan Ciri-Ciri<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td><em>Plantae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Sub Kingdom<\/td><td><em>Tracheobionta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td><em>Spermatophyta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Sub Divisi<\/td><td><em>Magnoliophyta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td><em>Magnoliopsida<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td><em>Urticales<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td><em>Moraceae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td><em>Artocarpus<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Artocarpus champeden<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon cempedak<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cempedak merupakan pohon <em>evergreen<\/em> yang setiap tahun selalu hijau. Tanaman ini memiliki tinggi mencapai 15 meter dengan bentuk batang lurus silindris dengan diameter mencapai 40 cm (Lempang &amp; Suhartati, 2013). Batangnya memiliki warna kulit bercak keabuan hingga cokelat keabuan. Selain itu, batangnya juga mengandung getah warna putih yang akan keluar apabila diberikan luka terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon cempedak umumnya memiliki kecenderungan bentuk kanopi seperti melebar piramid (<em>broadly pyramidal<\/em>), membulat (<em>spherical<\/em>), melonjong (<em>oblong<\/em>), semi mem-bundar (<em>semicircular<\/em>), menjorong (<em>elliptical<\/em>), dan tidak beraturan (<em>irregular<\/em>) (Muchlis dkk, 2017).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun cempedak berbentuk oval hingga bulat telur sungsang dengan bentuk pangkal daun pasak sampai bundar dan pinggir daun rata. Letak daunnya berselang dengan panjang tangkai daun 1-3 cm (Lempang &amp; Suhartati, 2013).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon cempedak mulai berbunga pada usia 3-6 tahun dengan jumlah bunga dalam satu pohon antara 1400-5000 bunga (Verheij &amp; Coronel, 1997; Lempang &amp; Suhartati, 2013). Bunga berbentuk tunggal yang muncul pada ketiak daun, batang cabang, maupun batang utama hingga pangkal batang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk buahnya sendiri memiliki panjang 10-35 cm dan diameter 10-15 cm dengan empat macam bentuk seperti bulat melonjong (<em>oblong<\/em>), menjantung (<em>cordate<\/em>), menjorong (<em>ellipsoid<\/em>), dan tidak beraturan (<em>irregular<\/em>) (Lempang &amp; Suhartiti, 2013).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sering kali disamakan dengan buah nangka karena kemiripannya, tetapi memiliki aroma yang justru mencolok seperti buah durian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-nipah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ciri-Ciri Pohon Nipah, Klasifikasi, Habitat, Sebaran, dan Manfaat <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Berkenalan dengan Pohon Bakau yang Menjadi Pelindung Daerah Pesisir\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-aq6pYxOND8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buah Cempedak Tumbuh Di mana?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon cempedak secara alami dapat dijumpai di ekosistem tropis seperti hutan hujan dataran rendah, baik <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/hutan-primer-dan-hutan-sekunder\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2045\" rel=\"noreferrer noopener\">primer maupun sekunder<\/a>. Pohon jenis ini menyukai habitat yang terdapat musim hujan sepanjang tahun dengan musim kering yang tidak tegas. Selain itu, kawasan dengan ketinggian 1000 mdpl merupakan kawasan yang optimal bagi pertumbuhan pohon cempedak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persebaran pohon cempedak meliputi Burma, Thailand, Semenanjung Malaysia, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Riau, sebagian wilayah Jawa Barat, dan Papua Nugini (Muchlis dkk, 2017).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Cempedak<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cempedak berasal dari famili moraceae yang terkenal akan aneka ragam kegunaannya. Mulai dari aspek produksi kayu industri atau pertukangan, aspek ekologi, bahan konsumsi sehari-hari, dan bahan dasar obat-obatan. Berikut ini merupakan manfaat lebih lengkap dari pohon cempedak:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kayu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cempedak memiliki manfaat produksi kayu yang menjanjikan. Pasalnya, kayu dari pohon ini memiliki kelas kuat II setelah dilakukan uji mekanik. Selain itu, tingkat keawetan kayunya jika disimpan dalam tempat terbuka dan bersentuhan langsung dengan tanah mampu mencapai 3,3 tahun dan dalam kelas awet II (Lempang &amp; Suhartati, 2013).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kayu tersebut kurang cocok jika dijadikan bahan baku pulp dan kertas dikarenakan kadar lignin, kadar abu, dan zat ekstraktif yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ekologi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari segi ekologi, pohon cempedak berpotensi dalam memperbaiki kualitas tanah karena banyak ditanami di kebun maupun pekarangan. Ditambah banyaknya manfaat hasil hutan non kayu yang dihasilkan dari pohon ini maka tegakan tidak perlu ditebang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karenanya, keberadaan pohon ini dapat menjadi penyeimbang kawasan-kawasan perkebunan maupun pekarangan dari tanaman semusim yang relatif kurang konservatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bahan Pangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah cempedak dikenal memiliki cita rasa yang kuat dan enak. Harga buah cempedak berkisar antara Rp 20.000-30.000 (Lempang &amp; Suhartati, 2013). Dalam skala lokal masyarakat biasanya memanfaatkan buah pohon tersebut untuk dijadikan tepung dan sari bahkan kerupuk yang berbahan dasar buah cempedak (Rahma dkk, 2014).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Obat-Obatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari kontan.co.id (2022), buahnya mengandung berbagai macam manfaat bagi kesehatan seperti antioksidan, protein, serat, vitamin C, serat, dan kandungan lainnya. Maka dari itu, buah pohon ini bisa digunakan sebagai obat dalam menjaga kesehatan jantung, meredakan infeksi saluran kemih, menjaga kesehatan mata, mengontrol obesitas, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mencegah adanya tumor, dan mengobati malaria. Umumnya dalam lingkup masyarakat Jawa, buahnya yang masih muda (<em>babal<\/em>) dapat digunakan untuk melancarkan BAB.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Budidaya Pohon Cempedak<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana tanaman pada umumnya, budidaya pohon cempedak dimulai dari pengadaan bibit, perbanyakan, perawatan, pengendalian hama, panen dan pengolahan pasca panen. Namun, proses perbanyakan pada pohon ini lebih efektif dilakukan secara generatif. Hal ini karena keberadaan getah pada batang yang akan menghambat perbanyakan vegetatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-nangka-dan-segudang-manfaat-buahnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Pohon Nangka dan Segudang Manfaatnya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Perbedaan Buah Cempedak sama Nangka?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dilihat sekilas memang identik, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Buah cempedak relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan buah nangka. Selain itu, isi buah cempedak lebih mirip dengan durian dengan bentuk yang oval membulat, berbeda dengan nangka yang relatif lebih panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aroma yang dihasilkan buah cempedak relatif lebih kuat dan khas seperti <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/manfaat-pohon-durian\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2929\" rel=\"noreferrer noopener\">durian<\/a>. Sementara aroma yang ditimbulkan pada buah nangka lebih lembut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1686534627351\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Buah cempedak tumbuh di mana?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pohon cempedak secara alami dapat dijumpai di ekosistem tropis seperti hutan hujan dataran rendah, baik primer maupun sekunder.  <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1686534702401\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Cempedak manfaatnya apa?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p> Kayu dari pohon ini memiliki kelas kuat II setelah dilakukan uji mekanik.  Pohon cempedak juga berpotensi dalam memperbaiki kualitas tanah karena banyak ditanami di kebun maupun pekarangan. Lalu buahnya,  dijadikan tepung dan sari bahkan kerupuk yang berbahan dasar buah cempedak <\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-468aaeb\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"468aaeb\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-e2b3497\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"e2b3497\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-920a204\" data-block-id=\"920a204\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-8139f4b\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"8139f4b\"><p class=\"stk-block-text__text\">Chikmawati, T. (2017). Keanekaragaman cempedak [Artocarpus integer (Thunb.) Merr.] di Pulau Bengkalis dan Pulau Padang, Riau.&nbsp;<em>Floribunda<\/em>,&nbsp;<em>5<\/em>(7).<br><br>Lempang, M., &amp; Suhartati, S. (2013). Potensi Pengembangan Cempedak (Artocarpus integer Merr.) pada Hutan Tanaman Rakyat Ditinjau dari Sifat Kayu dan Kegunaannya.&nbsp;<em>Buletin Eboni<\/em>,&nbsp;<em>10<\/em>(2), 69-83.<br><br>Rahma, S., Rusdi, M., &amp; Yunca, M. H. (2014). Pengolahan Buah Cempedak (Arthocarpus campeden) Menjadi Kerupuk.&nbsp;<em>Jurnal Pertanian Terpadu<\/em>,&nbsp;<em>2<\/em>(1), 51-63.<br><br>Suherian, R. (2022). 7 Manfaat Buah Cempedak untuk Kesehatan yang Menarik Diketahui. Diakses pada 7 Juni 2023 dari <a href=\"https:\/\/kesehatan.kontan.co.id\/news\/7-manfaat-buah-cempedak-untuk-kesehatan-yang-menarik-diketahui\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/kesehatan.kontan.co.id\/news\/7-manfaat-buah-cempedak-untuk-kesehatan-yang-menarik-diketahui<\/a>.&nbsp;<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-c0f1460\" data-block-id=\"c0f1460\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/adijayabilal\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bilal Adijaya<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-9e14f24\" data-block-id=\"9e14f24\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-9e14f24-column stk-container stk-9e14f24-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Hanya dengan 10 RIBU RUPIAH Kamu bisa Bantu Selamatkan Hutan<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-f0675dd\" data-block-id=\"f0675dd\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Puluhan ribu orang dan ratusan miktra UMKM serta perusahaan percaya dan yakin dengan LindungiHutan. Kamu juga dapat berperan aktif untuk menghijaukan Indonesia dengan menanam pohon bersama LindungiHutan mulai dari 10 RIBU RUPIAH saja!<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-1d22fd6\" data-block-id=\"1d22fd6\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-e3afe8f\" data-block-id=\"e3afe8f\"><style>.stk-e3afe8f .stk-button{background:#005e4e !important}.stk-e3afe8f .stk-button{border-radius:13px !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"http:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\"><strong>Tanam Pohonmu di Sini!<\/strong><\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pohon cempedak merupakan salah satu dari famili moraceae yang identik dengan pohon serbaguna. Pohon ini banyak tumbuh di kawasan hutan primer, hutan sekunder, maupun hutan tanaman rakyat. Pohon yang mirip dengan pohon nangka ini memiliki peran penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Masyarakat sering kali memanfaatkan pohon cempedak sebagai penghasil kayu dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[994,996,51,644,995,993],"class_list":["post-7977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-buah-cempedak","tag-ciri-ciri-cempedak","tag-flora","tag-lindungihutan-2","tag-manfaat-cempedak","tag-pohon-cempedak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7977\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}