{"id":7997,"date":"2023-06-13T10:12:45","date_gmt":"2023-06-13T03:12:45","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=7997"},"modified":"2024-01-05T03:33:50","modified_gmt":"2024-01-04T20:33:50","slug":"mengenal-pohon-sosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-pohon-sosis\/","title":{"rendered":"Pohon Sosis: Tak Hanya Buahnya Yang Unik, Manfaatnya Juga Tak Main-Main"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sausage tree<\/em> (<em>Kigelia africana<\/em>) atau di Indonesia sering disebut dengan pohon sosis merupakan tanaman asli Benua Afrika yang tumbuh di iklim tropis. Tanaman ini merupakan <em>fast-growing species<\/em> yang mampu tumbuh dewasa dalam umur 4 \u2013 5 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di benua asalnya, tanaman ini sering digunakan sebagai bahan baku obat-obatan herbal untuk mengatasi masalah kesehatan seperti diare, malaria, pening, dan retensi plasenta (Gill, 1992; Fauzan dkk, 2020). Sementara, di Indonesia tanaman ini banyak ditemukan sebagai <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/pohon-peneduh-jalan-raya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"2511\" rel=\"noreferrer noopener\">tanaman peneduh<\/a> dan penghias di lokasi-lokasi terbuka seperti kawasan alun-alun, tepi jalan, dan taman kota.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Dinamakan Pohon Sosis?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sosis merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia. Namun, apa jadinya apabila sosis menjadi nama untuk suatu pohon?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman yang satu ini memiliki buah yang berbentuk bulat memanjang yang mirip dengan sosis. Dari benua asalnya, tanaman ini memang diberi nama dengan \u201ckigelia-keia\u201d yang berarti sosis dalam Bahasa Mozambik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jangan salah, buah sosis tidak bisa langsung dikonsumsi begitu saja seperti sosis pada umumnya karena memiliki kandungan racun di dalamnya. Diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk dapat mengambil banyak manfaat dari buah sosis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi dan Morfologi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td><em>Plantae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Sub Kingdom<\/td><td><em>Tracheobionta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td><em>Spermatophyta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Sub Divisi<\/td><td><em>Magnoliophyta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td><em>Magnoliopsida<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td><em>Lamiales<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td><em>Bignoniaceae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td><em>Kigelia<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Kigelia africana<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon sosis<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon sosis memiliki tinggi hingga mencapai 18 &#8211; 21 meter (60 \u2013 70 kaki) dengan tajuk pohon berbentuk payung seperti pohon trembesi. Tanaman ini memiliki kulit berwarna kecokelatan dengan tebal hingga 6 mm. Daunnya memiliki panjang 20 cm dengan tulang daun menyirip yang terdiri dari 6 &#8211; 10 helai dalam satu bonggol. Sementara itu, duduk daunnya berseberangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon sosis memiliki bunga yang terletak menggantung dari cabang. Bunganya berbentuk malai dengan warna oranye hingga merah marun atau keunguan. Lebar bunganya sekitar 10 cm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini memiliki buah seperti sosis berwarna cokelat keabuan dengan panjang 30 \u2013 100 cm dan lebar hingga 18 cm dengan berat mencapai 5 \u2013 10 kg (Joffe, 2003; Fauzan dkk, 2020). Posisi buahnya menggantung pada tangkai dan memiliki cangkang pelindung yang berwarna cokelat keemasan. Daging buahnya memiliki banyak serat dan biji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-cempedak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Cempedak: Sekilas Mirip dengan Nangka, tetapi Apakah Sama?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Trembesi, Pohon Peneduh dengan Bentuk yang Cantik\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/sDn7lrjs71o?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Habitat dan Sebaran Pohon Sosis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon sosis tumbuh secara optimal di iklim tropis. Lantaran, tanaman ini bersifat <em>evergreen <\/em>yaitu selalu hijau setiap tahunnya sehingga membutuhkan habitat dengan kondisi hujan sepanjang tahun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di habitat asalnya, tanaman ini juga tumbuh di kawasan hutan terbuka, tempat-tempat yang lembap seperti pinggiran sungai dengan jenis tanah alluvial, bahkan juga ditemukan pada ekosistem savana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon sosis awal mulanya tersebar di Afrika Selatan lalu Malawi, Mozambik, Zimbabwe, Swaziland, Angola, Botswana, dan Zambia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Manfaat Pohon Sosis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di habitat asalnya Afrika Selatan, pohon sosis merupakan sumber makanan bagi satwa liar seperti jerapah, antelop, gajah, babi hutan, kudanil, maupun spesies primate. Bagi masyarakat lokal, buah pohon sosis dijadikan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/jenis-tanaman-herbal-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"5218\" rel=\"noreferrer noopener\">obat<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah sosis juga berpotensi dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan farmasi modern. Hal ini karena dalam buah sosis terdapat kandungan flavonoid, <em>coumarin<\/em>, <em>naphthoquinone<\/em>, dan <em>iridoid<\/em> (Fauzan dkk, 2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan manfaat lengkap dari pohon sosis:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengatasi Malaria<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu manfaat dari pohon sosis yaitu untuk mengobati penyakit malaria. Studi Bello dkk (2016) menyebutkan bahwa ekstrak kulit akar tanaman ini mengandung heksana, diklorometana, etil asetat dan etanol.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mematikan organisme penyebab malaria yaitu bakteri parasit Entamoeba histolytica. Selain itu, ekstrak butanol yang ada pada kulit batang juga bereaksi dalam menghilangkan parasit tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Antibakteri dan Antijamur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai bagian dari pohon sosis dapat dimanfaatkan untuk mengobati infeksi jamur dan bakteri. Ekstrak kulit batang dan buah akan bereaksi dalam mengatasi bakteri gram-negatif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa-senyawa yang dihasilkan dari ekstrak kulit batang dan buah yang dapat digunakan sebagai anti bakteri dan jamur adalah naphthoquinone, kigeline, iso-pinnatal, dehydro-\u03b1-lapachone, lapachol, dan senyawa fenil propanoid (Atawodi &amp; Olowoniyi, 2015).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan studi lain oleh Grace dkk (2002), ekstrak kulit batang pohon sosis mampu menghambat aktivitas sejumlah mikroorganisme yang merugikan seperti <em>Escherichia coli<\/em>, <em>Pseudomonas aeruginosa<\/em>, <em>Staphylococcus aureus<\/em>, dan <em>Candida albicans<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Manfaat-pohon-sosis.jpg\" alt=\"Manfaat pohon sosis.\" class=\"wp-image-7994\" title=\"\"><figcaption>Manfaat buah dan pohon sosis.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Antiinflamasi dan Analgesik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekstraksi kulit kayu, batang, ranting, daun, dan buah dari pohon sosis dipercaya dapat meredakan nyeri yang diakibatkan karena rematik, sakit gigi, maupun sakit kepala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan studi Atawodi &amp; Olowoniyi (2015), ekstrak buah sosis mengandung senyawa verminoside yang menyebabkan efek antiinflamasi secara signifikan yang dapat menghambat ekspresi <em>nitric oxide synthase<\/em> (NOS) dan pelepasan NO pada makrofag. Selain itu, ekstrak etanol pada bagian batang dapat mengatasi nyeri pada tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bahan Dasar Sabun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekstrak buah sosis mengandung senyawa fenolik dan antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut bermanfaat sebagai antibakteri. Seperti studi yang dilakukan oleh Putri dkk (2014), penggunaan sabun yang salah satu kandungannya adalah ekstrak buah sosis dapat mengatasi bakteri <em>Escherichia coli<\/em> dan <em>Bacillus subtilis<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Bahan Kosmetik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara tradisional, ekstrak buah, kulit batang, maupun bagian pendulum dapat menghasilkan gel, lotion, dan krim sebagai produk akhirnya. Produk tersebut dapat digunakan sebagai <em>skincare<\/em> untuk mencerahkan kulit dan mencegah penuaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengolah Buah Sosis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah sosis merupakan tipe buah yang beracun (<em>poisonous<\/em>) sehingga tidak bisa dikonsumsi secara langsung oleh manusia. Dilansir dari dewetswild.com, untuk dapat mengonsumsi buah ini harus dikeringkan, dipanggang, maupun difermentasikan terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara lainnya adalah dengan memotong daging buahnya dan kemudian diblender untuk dilakukan ekstraksi untuk dimanfaatkan sebagai obat ataupun perawatan kulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanaman-sorgum-dan-banyak-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sorgum, Bisakan Tanamannya Menjadi Sumber Menjadi Sumber Pangan untuk Masyarakat?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1686624616056\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa manfaat pohon sosis?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Mengatasi malaria, antibakteria dan antijamur, antiinflamasi dan analgesik, bahan dasar sabun, hingga bahan komestik<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1686624660488\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Buah pohon sosis apa bisa dimakan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Buah sosis tidak bisa langsung dikonsumsi begitu saja seperti sosis pada umumnya karena memiliki kandungan racun di dalamnya. Diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk dapat mengambil banyak manfaat dari buah sosis.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-8e7fe00\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"8e7fe00\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-f4a068a\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"f4a068a\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-9483032\" data-block-id=\"9483032\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-556472d\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"556472d\"><p class=\"stk-block-text__text\">Atawodi, S. E. O., &amp; Olowoniyi, O. D. (2015). Pharmacological and therapeutic activities of Kigelia africana (Lam.) Benth.&nbsp;<em>Annual Research &amp; Review in Biology<\/em>, 1-17. <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/282620619_Pharmacological_and_Therapeutic_Activities_of_Kigelia_africana_Lam_Benth.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/282620619_Pharmacological_and_Therapeutic_Activities_of_Kigelia_africana_Lam_Benth. <\/a><br><br>Bello, I., Shehu, M. W., Musa, M., Asmawi, M. Z., &amp; Mahmud, R. (2016). Kigelia africana (Lam.) Benth.(Sausage tree): Phytochemistry and pharmacological review of a quintessential African traditional medicinal plant.&nbsp;<em>Journal of ethnopharmacology<\/em>,&nbsp;<em>189<\/em>, 253-276. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jep.2016.05.049\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jep.2016.05.049<\/a>.<br><br>Dewetswild.com. Sausage Tree. Diakses pada 9 Juni 2023, dari <a href=\"https:\/\/dewetswild.com\/tag\/sausage-tree\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/dewetswild.com\/tag\/sausage-tree\/<\/a>.<br>Fauzan, A., Ghozali, M., Saputra, T. R., Muchtari, H. K., &amp; Mopa, M. R. M. (2020). Pemisahan Bahan Aktif dalam Buah Sosis (Kigelia africana) dengan Metode Ekstraksi Padat-Cair (Leaching).&nbsp;<em>Fluida<\/em>,&nbsp;<em>13<\/em>(1), 17-23.<br><br>Grace, O. M., Light, M. E., Lindsey, K. L., Mulholland, D. A., Van Staden, J., &amp; Jager, A. K. (2002). Antibacterial activity and isolation of active compounds from fruit of the traditional African medicinal tree Kigelia africana.&nbsp;<em>South African Journal of Botany<\/em>,&nbsp;<em>68<\/em>(2), 220-222.<br><br>Putri, B. E. (2014).&nbsp;<em>Pemanfaatan Ekstrak Etanol Buah Sosis (Kigelia africana (Linn.) Benth.) sebagai Antioksidan Alami dan Antibakteri dalam Pembuatan Sabun Transparan= Utilization of Sausage Fruit (Kigelia africana (Linn.) Benth.) Ethanol Extract as a Natural Antioxidant and Antibacterial in Transparent Soap<\/em>(Doctoral dissertation, Program Studi Fisika FSM-UKSW).<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-6a3ebe0\" data-block-id=\"6a3ebe0\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/adijayabilal\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bilal Adijaya<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-6571b72\" data-block-id=\"6571b72\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-6571b72-column stk-container stk-6571b72-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-huge-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\"><strong>Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 RIBU RUPIAH!<\/strong><\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-f673ff5\" data-block-id=\"f673ff5\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU Sahabat Alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat skeitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-6483e5a\" data-block-id=\"6483e5a\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-6377fa6\" data-block-id=\"6377fa6\"><style>.stk-6377fa6 .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/lindungihutan.com\/mulai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tanam Pohonmu di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sausage tree (Kigelia africana) atau di Indonesia sering disebut dengan pohon sosis merupakan tanaman asli Benua Afrika yang tumbuh di iklim tropis. Tanaman ini merupakan fast-growing species yang mampu tumbuh dewasa dalam umur 4 \u2013 5 tahun. Di benua asalnya, tanaman ini sering digunakan sebagai bahan baku obat-obatan herbal untuk mengatasi masalah kesehatan seperti diare, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[1007,51,1009,1006,1008],"class_list":["post-7997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-buah-sosis","tag-flora","tag-kigelia-africana","tag-pohon-sosis","tag-sausage-tree"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7997\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}