{"id":8074,"date":"2023-06-19T09:13:19","date_gmt":"2023-06-19T02:13:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=8074"},"modified":"2023-06-19T09:13:20","modified_gmt":"2023-06-19T02:13:20","slug":"mengenal-pohon-saninten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/mengenal-pohon-saninten\/","title":{"rendered":"Pohon Saninten, Flora Langka Berjuluk Rambutan Hutan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon saninten (<em>Castanopsis argentea<\/em>) merupakan pohon asli Indonesia yang memiliki nama lokal Berangan atau Sarangan. Pohon yang sering disebut \u2018Rambutan Hutan\u2019 ini merupakan spesies hampir punah (<em>Endangered Species<\/em>) berdasarkan IUCN. Bahkan di beberapa tempat, pohon ini telah mengalami kepunahan karena pembukaan lahan kelapa sawit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambutan hutan merupakan tempat bersarang, mencari makan, dan beristirahat bagi satwa burung dan mamalia karena pohon ini memiliki tajuk yang lebar dan buah sebagai sumber makanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Klasifikasi dan Ciri-Ciri<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saninten berasal dari famili Fagaceae yang merupakan suku pasang-pasangan, juga merupakan keluarga dari pohon oak dan beech. Klasifikasi ilmiahnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td><em>Plantae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Divisi<\/td><td><em>Magnoliophyta<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td><em>Magnoliopsida<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td><em>Fagales<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Famili<\/td><td><em>Fagaceae<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td><em>Castanopsis<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Castanopsis argentea<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Tabel klasifikasi pohon saninten<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon saninten dapat tumbuh tinggi mencapai 35-40 m. Memiliki batang berwarna hitam dengan bentuk silindris. Kulit batangnya tidak rata, beralur hingga pecah-pecah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun pohon saninten merupakan daun tunggal dengan duduk daun berseling dan tersusun spiral. Daun pohon ini berbentuk lanset (lancip memanjang) dengan panjang 7-12 cm dan lebar 2-3,5 cm. Permukaan daunnya licin mengkilap dengan permukaan bawah daunnya kasap berwarna hijau keabu-abuan yang ditutupi bulu-bulu halus seperti sisik (Heriyanto, 2007).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila daun saninten dilipat maka akan terlihat garis lilin berwarna putih memanjang yang merupakan ciri khas dari organ vegetatif pohon hutan ini (Prawira, 1990).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu-satunya alasan kenapa saninten diberi nama rambutan hutan karena bentuk buahnya. Pohon ini memiliki bentuk buah yang sangat mirip dengan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-rambutan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"7227\" rel=\"noreferrer noopener\">rambutan<\/a>. Buah berbentuk bulat ditutupi oleh duri panjang, tajam, dan berkayu. Buahnya juga bergerombol dan bertangkai persis seperti buah rambutan. Di dalam buahnya terdapat biji sebanyak 3 biji berwarna cokelat kemerahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambutan hutan memiliki masa pembungaan pada bulan Agustus-Oktober dan berbuah pada bulan November-Februari. Menurut ahli botani Van Steenis (1972) dalam Heriyanto (2007), rambutan hutan memiliki bunga jantan yang tersusun dalam untaian berbentuk bulir dengan panjang 15-25 cm, sedangkan bunga betina tumbuh menyendiri dengan panjang 5-15 cm. Bunganya berwarna kuning keputihan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-pohon-sosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Sosis: Tak Hanya Buahnya yang Unik, Manfaatnya juga Tak Main-Main<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Manfaat Hutan Kota untuk Penyerapan Emisi Karbon dan Polusi Kawasan Urban\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/MxVgwp37y44?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Habitat dan Sebaran Pohon Saninten<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saninten merupakan pohon asli Indonesia tepatnya berasal dari pulau Sumatera dan Jawa. Pohon saninten tumbuh optimal di wilayah perbukitan dengan ketinggian mulai dari 150-1750 mdpl.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambutan hutan ini banyak ditemukan di kawasan hutan lindung maupun kawasan-kawasan pelestarian seperti taman nasional dan cagar alam mengingat habitat alaminya (<em><a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/konservasi-in-situ-dan-ex-situ\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1254\" rel=\"noreferrer noopener\">in-situ<\/a><\/em>) sudah banyak yang mengalami kerusakan. Pohon ini sekarang banyak dibudidayakan untuk tujuan konservasi ex-situ di kawasan hutan pohon dan <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/agroforestri\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1637\" rel=\"noreferrer noopener\">agroforestri <\/a>(Hilwan &amp; Irfani, 2018).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3 Manfaat Buah Saninten<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon saninten memiliki banyak manfaat mulai dari manfaat ekonomi hingga manfaat ekologi. Karenanya, pohon ini terus diupayakan kelestariannya untuk mempertahankan manfaat yang didapatkan darinya. Berikut ini merupakan manfaat selengkapnya dari pohon saninten:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penghasil Kayu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kayu dari pohon saninten dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu pertukangan sebab kayunya tergolong kuat dan awet. Selain itu, bagian kulit batangnya dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami (Wiranto, 2005; Hilwan &amp; Irfani, 2018).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bahan Makanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biji saninten biasa dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai bahan makanan. Pengolahannya sederhana, biji saninten biasa dibakar atau direbus sampai lunak atau terlebih dahulu dilepas cangkangnya untuk disangrai bagian dalam bijinya (Menlhk, 2018).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Namun, buahnya tidak hanya dikonsumsi oleh manusia tetapi juga beragam jenis satwa liar seperti lutung, monyet, musang, dan satwa pemakan buah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Italia, spesies saninten lainnya <em>Castanopsis sativa<\/em> diolah menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan biskuit, roti, pasta, dan lain sebagainya (Durazzo dkk, 2012).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini karena tepung C. sativa memiliki kandungan antioksidan, kalsium, polifenol, dan lignan yang tinggi (Durazzo dkk, 2012). Kandungan lignin yang tinggi dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular maupun penyakit jantung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Aspek Konservasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambutan hutan merupakan tanaman <em>indigenous\/native<\/em> Indonesia, sehingga di beberapa tempat dijadikan sebagai tanaman reklamasi dan rehabilitasi pada aliran <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-daerah-aliran-sungai\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"6793\" rel=\"noreferrer noopener\">Daerah Aliran Sungai (DAS)<\/a>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Morfologi pohon saninten mendukung sebagai tanaman rehabilitasi karena memiliki tajuk yang lebar sehingga akan menahan presipitasi. Dalam buku Cerita 100 Pohon (2019), tajuk saninten dapat menahan sekitar 80% curah hujan yang jatuh. Selain itu, konsumsi airnya juga cukup rendah dengan nilai evapotranspirasi sebesar 19,3%<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Pohon Saninten Dilindungi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.20\/MENLHK\/SETJEN KUM.1\/6\/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi menyebutkan bahwasanya spesies <em>C. argentea<\/em> merupakan satu-satunya genus castanopsis yang dilindungi dalam skala nasional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantaran, saninten hanya berbuah dua tahun sekali. Kalaupun setiap tahun berbuah, biasanya berselang setahun buahnya kosong (Menlhk, 2018). Selain itu, buah pohon ini juga menjadi rebutan bagi manusia dan satwa liar seakan menjadi primadona untuk dikonsumsi sehingga anakan alami dari pohon ini sangat sulit ditemukan di alam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mitos Saninten dan Pasang?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian masyarakat lokal memiliki cerita tersendiri tentang pohon sinten. Pasalnya, pohon ini merupakan keluarga Fagaceae (suku pasang-pasangan) sehingga memiliki kemiripan dengan Pohon Pasang (<em>Quercus sp<\/em>.) yang merupakan kerabat Pohon Oak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat memercayai bahwasanya pohon saninten merupakan pasangan hidup pasang. Diduga pohon pasang berperan penting dalam proses pembuahan saninten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tentang-pohon-murbei\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pohon Murbei: Si Hitam Manis Pemilik Segudang Manfaat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1687139608826\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa itu buah saninten?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Buah dari pohon saninten ini  berbentuk bulat ditutupi oleh duri panjang, tajam, dan berkayu. Buahnya juga bergerombol dan bertangkai persis seperti buah rambutan. Di dalam buahnya terdapat biji sebanyak 3 biji berwarna cokelat kemerahan. Karena mirip dengan buah rambutan, maka pohon saninten dijuluki sebagai rambutan hutan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1687139656755\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Memperoleh Bibit Saninten?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Penangkaran ex-situ menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan pasokan bibit saninten. Pasalnya, bibit saninten di alam sangat susah untuk didapatkan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-f27b76b\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"f27b76b\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-84ea39c\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"84ea39c\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-e35d964\" data-block-id=\"e35d964\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-e79ca0f\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"e79ca0f\"><p class=\"stk-block-text__text\">Direktorat KSDAE KLHK. (2018). Saninten Riwayatmu Kini. DIakses pada 12 Juni 2023 dari <a href=\"https:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/4674\/saninten-riwayatmu-kini.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/4674\/saninten-riwayatmu-kini.html<\/a>.\u00a0<br><br>Durazzo, A., Turfani, V., Azzini, E., Maiani, G., &amp; Carcea, M. (2013). Phenols, lignans and antioxidant properties of legume and sweet chestnut flours.\u00a0<em>Food chemistry<\/em>,\u00a0<em>140<\/em>(4), 666-671.<br><br>Heriyanto, N. M. (2007). Kajian Ekologi Permudaan Saninten (Castanopsis argentea (Bl.) A. DC.) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.<br><br>Hilwan, I., &amp; Irfani, E. (2018). POLA PENYEBARAN DAN REGENERASI JENIS SANINTEN (Castanopsis argentea Blume) DI RESORT SELABINTANA, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Distribution Pattern and Regeneration of Saninten (Castanopsis argantea Blume) in Selabintana Resort, Gunung Gede.\u00a0<em>Journal of Tropical Silviculture<\/em>,\u00a0<em>9<\/em>(1), 53-59.<br><br>Moussouris, Y., &amp; Regato, P. (2002). Mastic gum (Pistacia lentiscus), cork oak (Quercus suber), argan (Argania spinosa), pine nut (Pinus pinea), pine resin (various spp.) and chestnut (Castanea sativa).\u00a0<em>Tapping the Green Market: Certification and Management of Non-Timber Forest Products<\/em>, 183-99.<br><br>Prawira, R. S. A. (1990). Organografi dan terminologi tumbuhan.\u00a0<em>Pengenalan suku dan marga penting. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor. hlm<\/em>,\u00a0<em>10<\/em>.<br><br>Rinandio, D. S., &amp; Hariri, M. R. (2019). <em>Cerita 100 Pohon<\/em>. Fauna &amp; Flora International. Jakarta.<br><br>Sumber Gambar:<br><a href=\"https:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/4674\/saninten-riwayatmu-kini.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/ksdae.menlhk.go.id\/info\/4674\/saninten-riwayatmu-kini.html<\/a>\u00a0<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-a34a647\" data-block-id=\"a34a647\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/adijayabilal\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bilal Adijaya<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-c7ceacd\" data-block-id=\"c7ceacd\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-c7ceacd-column stk-container stk-c7ceacd-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-huge-font-size wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\"><strong>Dapatkan Ebook GRATIS dari LindungiHutan<\/strong><\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-969fb35\" data-block-id=\"969fb35\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">LindungiHutan menyusun Ebook panduan menanam pohon GRATIS untuk kamu. Ebook ini sangat ringkas tetapi penuh dengan informasi serta pengetahuan dan berdasarkan penelitian terhadap banyak literatur terpercaya. Klik tombol di bawah ini untuk mengunduh!<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-d3c1000\" data-block-id=\"d3c1000\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-53eca28\" data-block-id=\"53eca28\"><style>.stk-53eca28 .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/tanam-kini-tuai-nanti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Download Ebook GRATIS di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pohon saninten (Castanopsis argentea) merupakan pohon asli Indonesia yang memiliki nama lokal Berangan atau Sarangan. Pohon yang sering disebut \u2018Rambutan Hutan\u2019 ini merupakan spesies hampir punah (Endangered Species) berdasarkan IUCN. Bahkan di beberapa tempat, pohon ini telah mengalami kepunahan karena pembukaan lahan kelapa sawit. Rambutan hutan merupakan tempat bersarang, mencari makan, dan beristirahat bagi satwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[1016,1018,51,253,1015,1017],"class_list":["post-8074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutanpedia","tag-buah-saninten","tag-castanopsis-argentea","tag-flora","tag-hutan","tag-pohon-saninten","tag-rambutan-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8074"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8074\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}