{"id":8549,"date":"2023-07-10T11:08:12","date_gmt":"2023-07-10T04:08:12","guid":{"rendered":"http:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/?p=8549"},"modified":"2023-07-10T11:08:12","modified_gmt":"2023-07-10T04:08:12","slug":"besar-emisi-karbon-pendingin-ruangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/besar-emisi-karbon-pendingin-ruangan\/","title":{"rendered":"Emisi Karbon Penggunaan AC, Paradoks di Tengah Ketidaknyamanan akan Suhu Panas"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besarnya emisi karbon yang dihasilkan menuntun pada bencana pemanasan global dan efek domino lainnya. Dampak yang barangkali bisa kita rasakan sekarang adalah naiknya suhu bumi. Bahkan, negara-negara di dunia menyepakati sebuah perjanjian untuk berupaya bersama menekan suhu bumi di bawah angka 2 derajat celcius. Yup, pasca revolusi industri suhu bumi terus meningkat. Mungkin kamu adalah satu di antara banyak orang yang mengeluhkan cuaca panas!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cuaca panas lantas membuatmu memasang AC\/pendingin ruangan. Dengan harapan, suhu rumah\/kamarmu kembali dingin dan kamu bisa beraktivitas dengan nyaman di dalamnya. Namun tahukah kamu, AC merupakan salah satu penyumbang besar emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global? Terdengar seperti ironi yang paradoks ya! Menggunakan AC agar tidak panas, tetapi AC itu sendiri yang membuat kita \u2018kepanasan\u2019.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">AC Menjadi Penyumbang Besar Emisi Karbon<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktanya, pada tahun 2050 para peneliti memperkirakan jumlah AC ruangan di bumi akan meningkat empat kali lipat menjadi 4,5 miliar. Akhir abad ini diperkirakan gas rumah kaca dari AC akan menyebabkan kenaikan suhu global sebesar 0,5 derajat Celcius, menurut<a href=\"https:\/\/www.scientificamerican.com\/article\/how-to-prevent-air-conditioners-from-heating-the-planet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> World Economic Forum dikutip dari Scientific American<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para peneliti juga menghitung bahwasanya AC bertanggung jawab setara dengan 1.950 juta ton karbon dioksida yang dilepaskan setiap tahun atau 3,94% dari emisi gas rumah kaca global. Dari angka tersebut, 531 juta ton berasal dari energi yang dikeluarkan untuk mengontrol suhu dan 599 juta ton dari penghilang kelembapan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Emisi-karbon-AC.jpg\" alt=\"Emisi karbon AC\" class=\"wp-image-8552\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia sendiri, <a href=\"https:\/\/lokadata.beritagar.id\/chart\/preview\/rumah-tangga-memiliki-ac-2017-1531737620\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)<\/a> Maret 2017 oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan 7,98 persen rumah tangga di Indonesia memiliki AC di tempat tinggalnya. DKI Jakarta menjadi daerah pemilik AC terbanyak dengan persentase 30,8 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/aktivitas-penghasil-emisi-karbon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Saja Penghasil Emisi Karbon di Dalam Kehidupan Sehari-hari?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang, kondisi suhu di perkotaan yang cukup panas membuat penggunaan AC menjadi prioritas agar ruangan tetap aman dan nyaman. Bahkan, durasinya pun tak sebentar, bisa seharian. Akan tetapi, justru penggunaan AC dalam bangunan yang ternyata punya dampak cukup signifikan terhadap besar emisi karbon yang disumbangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">The Fourth Assessment Report IPCC (AR4)<\/a> memperkirakan bahwa emisi karbon terkait bangunan sekitar 8,6 juta metrik ton eqv pada tahun 2004. Adapun, sumber utama emisi ini berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk pendinginan, pemanasan, penerangan, dan juga menyalakan peralatan listrik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hitung Jejak Karbon AC Menggunakan Kalkulator Jejak Karbon Imbangi!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah emisi karbon yang dihasilkan AC sebegitu besarnya sehingga diperkirakan mampu meningkatkan suhu global? Mari kita hitung besar emisi karbon AC menggunakan<a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/kelebihan-kalkulator-jejak-karbon-imbangi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"7829\" rel=\"noreferrer noopener\"> kalkulator jejak karbon Imbangi<\/a>!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imbangi merupakan fitur kalkulator karbon dari LindungiHutan yang berfungsi untuk menghitung jejak karbon dari kegiatan atau aktivitas yang kamu lakukan. Ada banyak kategori yang dapat dihitung emisi karbonnya oleh Imbangi, mulai dari AC atau pendingin ruangan, bahan bakar industri, kendaraan, konsumsi listrik per wilayah, ternak, hingga peralatan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, kalau kamu penasaran dengan besar emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan AC bisa langsung menggunakan kalkulator karbon Imbangi untuk menghitungnya! Berikut tutorialnya!<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Buka alamat<a href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\"> https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi<\/a>, lalu klik menu hijau \u201cHitung Karbon\u201d;<\/li><li>Pilih kategori AC (Pendingin ruangan);<\/li><li>Masukkan kapasitas AC (PK) sesuai yang kamu gunakan. Informasi PK AC biasanya berada di box\/kardus pembungkus;<\/li><li>Masukkan juga jumlah total pendingin ruangan yang kamu gunakan;<\/li><li>Durasi penggunaanya, berapa jam kamu gunakan AC per hari?;<\/li><li>Jangan lupa juga masukkan total hari kamu menggunakan AC dalam sebulan;<\/li><li>Jika semua data sudah diisi, di bagian bawah kamu bisa mengganti hasil perhitungan jejak karbon penggunaan AC berdasarkan harian, bulanan, atau tahunan.<\/li><li>Klik menu \u201cLanjut\u201d untuk melihat hasil perhitungan emisi karbonnya!<\/li><li>Bukan hanya menghitung, kamu juga bisa melakukan tebus emisi karbon\/carbon offsetting bersama LindungiHutan dengan menanam pohon di salah satu lokasi penanaman yang kami miliki.<\/li><li>Untuk menebus emisi, klik menu \u201cTebus Emisi Karbon\u201d!<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-kalkulator-jejak-karbon-Imbangi.jpg\" alt=\"Tutorial kalkulator jejak karbon Imbangi\" class=\"wp-image-8550\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Carbon-offsetting.jpg\" alt=\"Carbon offsetting\" class=\"wp-image-8551\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-call-to-action is-style-default stk-block-call-to-action stk-block stk-e0dd8e1\" data-block-id=\"e0dd8e1\"><div class=\"stk-block-call-to-action__content stk-content-align stk-e0dd8e1-column stk-container stk-e0dd8e1-container stk-hover-parent\"><div class=\"has-text-align-center stk-block-content stk-inner-blocks\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\"><strong><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Kira-Kira Berapa Besar Emisi Karbon yang Dihasilkan AC Kamu?<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-text stk-block stk-d92dc65\" data-block-id=\"d92dc65\"><p class=\"stk-block-text__text\"><span style=\"color: #005e4e;\" class=\"stk-highlight\">Berbicara tentang emisi, kita juga bisa loh menghitung jejak karbon yang dikeluarkan selama kita menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan kalkulator jejak karbon Imbangi kamu bisa menghitung jejak karbon hasil kendaraan, listrik, hingga pendingin ruangan.<\/span><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button-group stk-block-button-group stk-block stk-45778d5\" data-block-id=\"45778d5\"><div class=\"stk-row stk-inner-blocks stk-block-content stk-button-group\">\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button stk-block stk-f0fd7e2\" data-block-id=\"f0fd7e2\"><style>.stk-f0fd7e2 .stk-button{background:#005e4e !important}<\/style><a class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"https:\/\/m.lindungihutan.com\/imbangi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Coba GRATIS Imbangi di Sini!<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Solusi Rumah Dingin Tanpa AC<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tenang, kamu masih bisa dingin dan nyaman tanpa menggunakan AC kok. Ada beberapa tips dan cara yang bisa diterapkan melalui desain dan rancangan bangunan. Salah satunya dengan meningkatkan ukuran taman atau kebun serta mengefektifkan saluran ventilasi akan menghasilkan penurunan suhu!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa solusi teknis sederhana untuk pengurangan panas yang bisa diterapkan dalam merancang bangunan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memperhatikan kapasitas termal bangunan,<\/li><li>Penentuan posisi bangunan,<\/li><li>Pendinginan pasif,<\/li><li>Efisiensi energi,<\/li><li>Penerapan energi terbarukan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau beberapa solusi di atas masih kurang efektif dan kamu juga masih harus menyalakan AC maka menggunakan panel surya patut dicoba. Sebab, listrik yang dihasilkan dan disimpan oleh panel surya sudah cukup untuk sebagai sumber daya energi penggunaan AC rumahan. Jadi, paling tidak sumber energi yang digunakan masih ramah lingkungan!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya, salah dua solusi sederhana yang bisa membuat rumah atau ruangan terasa lebih sejuk dan dingin adalah dengan meningkatkan efektifitas ventilasi. Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik dan berjumlah cukup banyak. Tujuannya, agar sirkulasi udara bisa betul-betul terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog-backup.lindungihutan.com\/\/mengenal-green-building\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Green Building: Pengertian, Kriteria Penilaian, hingga Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1688960687231\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah AC menghasilkan emisi?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ya, AC bertanggung jawab setara dengan 1.950 juta ton karbon dioksida yang dilepaskan setiap tahun atau 3,94% dari emisi gas rumah kaca global.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1688960714295\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah AC dapat menyebabkan pemanasan global?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ya, diperkirakan gas rumah kaca dari AC akan menyebabkan kenaikan suhu global sebesar 0,5 derajat Celcius,<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-expand stk-block-expand stk-block stk-53ae14b\" aria-expanded=\"false\" data-block-id=\"53ae14b\"><div class=\"stk-inner-blocks stk-block-content\">\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__short-text stk-block-text stk-block stk-e25dfa9\" aria-hidden=\"false\" data-block-id=\"e25dfa9\"><p class=\"stk-block-text__text\">Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:<\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__show-button stk-block stk-db6bdbc\" data-block-id=\"db6bdbc\"><a aria-hidden=\"false\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Buka<\/span><\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-text stk-block-expand__more-text stk-block-text stk-block stk-c0be5b4\" aria-hidden=\"true\" data-block-id=\"c0be5b4\"><p class=\"stk-block-text__text\">Osunmuyiwa, O. O., Payne, S. R., Vigneswara Ilavarasan, P., Peacock, A. D., &amp; Jenkins, D. P. (2020). <em>I cannot live without air conditioning! The role of identity, values and situational factors on cooling consumption patterns in India. Energy Research &amp; Social Science, 69, 101634.<\/em> doi:10.1016\/j.erss.2020.101634 <a href=\"https:\/\/www.elsevier.com\/locate\/erss\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/www.elsevier.com\/locate\/erss<\/a>.<br><br>Yau, Y. H., &amp; Hasbi, S. (2017). A Comprehensive Case Study of Climate Change Impacts on the Cooling Load in an Air-Conditioned Office Building in Malaysia. Energy Procedia, 143, 295\u2013300. doi:10.1016\/j.egypro.2017.12.687 <a href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">http:\/\/www.sciencedirect.com\/<\/a><br><br>Lundgren Karin and Kjellstrom Tord. (2013). \u201c<em>Sustainability Challenges from Climate Change and Air Conditioning Use in Urban Areas\u201d<\/em>. Sustainability, 5, 3116-3128. Doi: 10.3390\/su5073116. www.mdpi.com\/journal\/sustainability<br><br>Emily Underwood. 2021. <em>\u201cHow to Prevent Air Conditioners from Heating the Planet\u201d.<\/em><a href=\"https:\/\/www.scientificamerican.com\/article\/how-to-prevent-air-conditioners-from-heating-the-planet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em> https:\/\/www.scientificamerican.com\/article\/how-to-prevent-air-conditioners-from-heating-the-planet\/<\/em><\/a><em>. <\/em>Diakses pada 5 Juli 2023.<br><br>.<br>\u00a0<br><\/p><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-stackable-button stk-block-button is-style-link stk-block-expand__hide-button stk-block stk-638b7bc\" data-block-id=\"638b7bc\"><a aria-hidden=\"true\" role=\"button\" class=\"stk-link stk-button stk--hover-effect-darken\" href=\"#\"><span class=\"stk-button__inner-text\">Tutup<\/span><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Apa itu Carbon Calculator?\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gkWrN5NQq-g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Besarnya emisi karbon yang dihasilkan menuntun pada bencana pemanasan global dan efek domino lainnya. Dampak yang barangkali bisa kita rasakan sekarang adalah naiknya suhu bumi. Bahkan, negara-negara di dunia menyepakati sebuah perjanjian untuk berupaya bersama menekan suhu bumi di bawah angka 2 derajat celcius. Yup, pasca revolusi industri suhu bumi terus meningkat. Mungkin kamu adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[880],"tags":[1117,761,497,780,498],"class_list":["post-8549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-emisi-karbon","tag-ac","tag-emisi-karbon","tag-jejak-karbon","tag-kalkulator-jejak-karbon","tag-pemanasan-global"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8549\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}